SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 102 SENJATA MAKAN TUAN


__ADS_3

Biyung Zubaidah saat itu mulai melakukan rencananya, awal nya Biyung Zubaidah menganggu apa yang Wardani lakukan dengan tidak sabar dan tergesa-gesa Biyung Zubaidah melakukan dengan sendiri.



Biyung Zubaidah melakukan rencananya yang membuatnya kecewa dan marah besar atas rencananya yang tidak berhasil malah meninbulkan bahasa sorta ancaman yang sangat membuatnya ketakutan.


" Aku harus segera melakukan rencanaku, karena Wardani masih sedikit sakit pasti dia tidak akan kuat untuk melawanku, jika aku menunggunya aku merasa tidak sabar untuk membuat dirinya hancur sehancurnya, " Ucap Biyung Zubaidah


" Aku harus mencari orang untuk melakukannya," Ucap Biyung Zubaidah


Wardani merasa pulih dia hanya istirahat untuk membuat tubuhnya semakin sehat dan bugar, Wardani harus menjaga diri dari kejadian sebelumnya.


" Rasanya aku sudah semakin membaik, tubuhku terasa siuman, aku harus menjaga nya dengan baik, " Ucap Wardani


" Kau mau Keluar mencari udara segar di taman belakang, " Ucap Wardani


Wardani pergi ke taman belakang untuk mencari udara segar serta menikmati pagi yang begitu indah bagus untuk tubuhnya. Sambil menikmati hidangan cemilan dan minuman. Tak disangka ketika Wardani Keluar dari kamarnya Wardani melihat Biyung Zubaidah kelaur dengan cepat-cepat, Wardani merasa curiga bahwa Biyung Zubaidah akan melakukan rencananya.


" Aku harus segera berangkat sebelum ada yang bertemu dan menyanyaiku, " Ucap Biyung Zubaidah


" Dia mau kemana, seperti ada yang aneh, " Ucap Wardani sambil masuk ke kamar dengan sedikit membuka pintu


Biyung Zubaidah pun berjalan meninggalkan kamarnya dan dengan cepatnya.


" Mau kemana dia, ada yang tidak baik, aku lihat ada sesuatu yang akan terjadi, " Ucap Wardani


Biyung Maryam pun melihat Wardani di depan kamarnya menghampirinya.


" Wardani apakah sudah baikan," Ucap Biyung Maryam


" Sudah Biyung, Wardani mau cari udara segar di taman belakang biar sedikit dapat suasana sejuk, " Jawab Wardani


" Ya sudah kalau begitu hati-hati Biyung Maryam mau ke sana dulu, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, " Jawab Wardani


Biyung Maryam pun meninggalkan Wardani dan Wardani pun langsung menyusul mengikuti Biyung Zubaidah, Wardani penasaran apa yang akan di lakukan Biyung Zubaidah dengan tingkah yang begitu aneh.


" Aku harus segera menyusul Biyung Zubaidah, " Ucap Wardani


Biyung Zubaidah berjalan dengan cepat dan biyung mencari sesuatu, di sebuah desa sebelah Biyung Zubaidah bertemu dengan seorang pemuda.


" Dimana biyung Zubaidah, aku tadi melihatnya Biyung lewat sini, oh itu dia biyung Zubaidah menemui seorang pemuda, apa yang akan di rencananya, aku harus tau, " Ucap Wardani di balik semak pagar


" Kamu harus melakukan apa yang aku suruh, nanti malam kau datang ke rumah lurah, jika di tanya mau bertemu wants yang bernama Wardani, kau berpura-puralah menjadi sepupu atau saudaranya, lalu ketika itu lakukan yang aku suruh, " Ucap Biyung Zubaidah


" Bagaimana jika ada yang tidak percaya, " Jawab Pemuda


" Tenang, dia akan percaya karena Wardani itu orang luar juga dan saudaranya banyak, kamu pasti bisa, " Ucap Biyung Zubaidah


" Siap Bos, " Jawab Pemuda


" Ini sedikit buat kamu, jika kamu berhasil aku akan memberimu lebih banyak lagi, " Ucap Biyung Zubaidah


" Baik, aku tunggu itu, jangan lupa, " Ucap Biyung Zubaidah


" Oke santai saja bos, " Jawab Pemuda


" Biyung Zubaidah merencanakan apa kepada pemuda itu, seperti dia akan memasuki kamarku lalu dia mau memperkosaku, tenang aku tunggu di kamarku, kalau begitu aku harus segera pulang tetapi sebelum pulang aku harus ke Kantor desa, " Ucap Wardani


Wardani bergegas langsung pergi meninggalkannya sebelum ia ketahuan dengan Biyung Zubaidah.


" Lihat dan tunggu permainan aku Wardani, kau akan dihukum atau di sayang, " Ucap Biyung Zubaidah


" Hahaha...., " Tawa bahagia Biyung Zubaidah


Biyung Zubaidah pun langsung bergegas pulang dan sampai di rumah.


" Ananda dari mana saja, aku mencari mu, " Ucap Biyung Maryam


" Hem... Dinda, aku dari desa sebrang menemui teman aku, " Jawab Biyung Zubaidah

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu kamu bersih-bersih dulu setelah itu bantu aku, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Dinda kalau begitu aku bersih-bersih dulu ya, setelah ini aku segera membantumu, " Jawab Biyung Zubaidah


Lurah Darso pun tidak mengetahui bahwa Wardani berkunjung ke Kantor desa nya, Wardani dengan cepat sampai di Kantor desanya, Wardani langsung bertanya untuk menemui Lurah Darso.


" Permisi, Lurah Darso ada," Ucap Wardani


" Oh Mbak Wardani, Ada Mbak silahkan langsung masuk di Kantornya, luarnya di sebelah itu ya, " Jawab sukiman


" Terima kasih Pak, ada yang penting dengan Lurah, " Jawab Wardani


Tok... Tok... Tok... Ketuk pintu


" Iya silahkan masuk, " Ucap Lurah Darso


Wardani membuka dan masuk ruang kerjanya. Wardani merayu serta mengatur strategi untuk malam nanti, agar menjadi sebuah pertunjukan yang sangat menyenangkan hatinya dan membuat marah dan kecewa hati biyung Zubaidah.


" Sayang kenapa kemarin, tutup pintu kemarilah, " Ucap Lurah Darso


" Ah.. Sayang aku kangen dengan sayang, jadi aku ke sini, " Jawab Wardani


" Iya tapi kan bisa nanti setelah pulang kerja, " Ucap Lurah Darso


" Tapi tidak bisa ditahan, oh iya nanti malam mas ke kamar aku ya nanti aku puasin sayang, " Jawab Wardani


" Kalau itu santai aku akan selalu menunggu itu, tetapi kita belum menikah nanti jika ada sesuatu bagaimana, " Ucap Lurah Darso


" Hust... Diam!, kau tak udah berfikir begitu, " Jawab Wardani sambil menutup bibirnya dengan mesra


" Iya terserah kamu saja, " Ucap Lurah Darso


" Kamu sebenarnya suka dengan aku tidak mas, " Ucap Wardani


" Jangan kau bilang itu lagi, aku sangat suka dan suka kepada mu, " Jawab Lurah Darso


" Kalau begitu kamu mau menikah dengan ku, " Ucap Wardani


" Kalau begitu ya sudah aku pulang dulu, jangan lupa nanti malam, " Ucap Wardani sambil menciumnya


" Iya sayang hati-hati," Jawab Lurah Darso dengan senyum


" Akhirnya aku akan bahagia, dan sungguh aku merasa bahagia, " Ucap Wardani


" Aku harus segera pulang, dan aku harus membawa sesuatu seakan-akan aku dari rumah biyung Sumi, agar biyung Zubaidah tidak curiga kepadaku,memang pintar, " Ucap Wardani


Wardani pun pulang ke rumah, waktu mulai sore dan menunjukan malam telah tiba Wardani pun di kamar menunggu rencana yang di lakukan oleh Biyung Zubaidah. Pemuda itu datang dan menemui Biyung Zubaidah sebelum melakukan aksinya.


" Kau sudah siap, berhati-hatilah kamarnya ada disebelah sana," Ucap Biyung Zubaidah


" Sudah aku tinggal, " Ucap Biyung Zubaidah


" Iya bos, " Jawab Pemuda


" Oh iya aku harus ke kamar Wardani, " Ucap Lurah Darso


Pemuda itu langsung menuju ke kamarnya dan melakukan rencana.


" Siapa kamu, " Ucap Wardani


" Jangan berteriak, aku akan membuat bahagiamu, bersiaplah tidak sakit, " Ucap Pemuda


" Oh ini rencana biyung Zubaidah, aku sudah tau jika nanti apa yang terjadi jika aku bermain dengannya tapi salah, " Batin Wardani


" Jangan aku bukan wanita murahan, " Ucap Wardani


Lurah pun mendengar ada seorang laki-laki yang masuk ke kamar Wardani pun memukulnya.


" Siapa kamu lancang masuk ke kamar perempuan tidak sopan, " Ucap Lurah Darso


Pemuda terjatuh

__ADS_1


" Aku bunuh kau, " Ucap Lurah Darso


" Ternyata rumah ini rumah Lurah Darso Aku harus kabur dari sini sebelum nyawaku Melayang, " Batin Pemuda


" Maafkan saya tidak tau jika ini rumah Lurah Darso, " Jawab Pemuda dengan lari terbirit-birit


" Biyung Mari ke kamar Wardani kayak ada seorang lelaki yang masuk ke dalam kamarnya, aku takut dia ingin melakukan hal yang tidak senonok, " Ucap Biyung Zubaidah


" Apa benar itu, kalau begitu ayo ke sana, " Jawab Biyung Maryam


Akhirnya mereka menuju ke kamar Wardani.


" Pergi jangan sentuh aku, jangan perkosa aku, " Ucap Wardani


" Wardani ini aku Lurah, buka Pemuda tadi, " Jawab Lurah


" Betul ini Lurah, aku lepas baju sayang ya, " Ucap Wardani


Lurah terdiam karena Melihat Wardani agar tidak trauma, seketika itu Biyung Maryam dan Zubaidah masuk melihat Wardani yang menangis tanpa baju dan Lurah yang seolah melakukan dengan tanpa baju membuat Biyung Maryam dan Zubaidah menangis.


" Abah apa yang kau lakukan kepada Wardani, " Ucap Biyung Maryam


" Sungguh tidak kusangka kau abah kau melakukan ini, " Ucap Biyung Maryam


" Abah, kenapa kau didalam kamar ini, abah melakukan apa kepada Wardani, " Sahut Wardani


" Bagus permainan terbaik, aku harus melakukan lebih seru lagi, " Batin Wardani


" Aku diperkosa, aku sekarang hancur dan hidupku seperti, " Ucap Wardani


" Sudah Wardani aku sangat tidak menyangka bahwa kau akan bergini, perasaan aku sakit melihat ini tetapi harus bagaimana jika ini sudah terjadi, Abah harus menikahi Wardani, " Ucap Biyung Maryam


" Tidak Dinda, ini semua salah Wardani, " Sahut Biyung Zubaidah


" Aku tidak melakukan apa-apa kepada Wardani, " Sahut Lurah Darso


" Abah diam, kau sudah berbuat tidak mau mengakui, dan Dinda kenapa kau salah Wardani, kamu tidak kasih dia terpukul dan Binggung mengapa ini terjadi kepada nya, " Jawab Biyung Maryam dengan menangis


" Aku tidak melakukan hal ini, ini semua salah paham jika memang aku menikahi Wardani aku juga tidak apa-apa memang itu tujuanku, " Batin Lurah Darso


"Kalau begitu aku akan menikahi Wardani, " Sahut Lurah Darso


" Tidak Abah aku percaya ini buka Abah, " Jawab Biyung Zubaidah


" Diam kau Ananda, biar Abah bertanggung jawab, " Ucap Biyung Maryam


" Aku tidak rela, " Jawab Biyung Zubaidah


" Mengapa bisa begini, ah... Bodoh, " Ucap Biyung Zubaidah dengan sedih mendalam


" Ya sudah tenangkan pikiranmu, " Ucap Biyung Maryam


Wardani yang hanya menangis dan merasa terpukul kejadian itu, Biyung Maryam meninggalkan Kamar Wardani dengan menangis dan kecewa kepada Lurah. Lurah yang bahagia mendengar itu melihat Wardani hanya berdiam tidak tau apa yang terjadi.


" Maafkan aku sayang ini hanya salah paham tapi biyung Maryam mengirau kau yang melakukan ini jadi kau di suruh menikahi kuliah, sebenarnya Pemuda tadi belum menyentuhku kau datang dia lari terus aku membuka baju malah seperti ini kejadian nya, " Ucap Wardani


" Tidak apa-apa, aku juga bahagia bisa menikah denganmu, " Jawab Lurah Darso


Lurah Darso meninggalkannya. Biyung Zubaidah pun menghampirinya.


" Wanita setan apa yang kau lakukan, kau telah berbuat dengan lelaki lain kenapa harus Lurah, " Ucap Biyung Zubaidah


" Aku tidak tau aku diperkosa oleh Siapa, aku hanya melakukan rencana kamu, aku berpura-pura sedih, " Jawab Wardani


" Dasar wanita aneh, " Ucap Biyung Zubaidah


" Aku bahagia ini hanya sedih pura-pura, terima kasih Biyung kamu sudah merestui Lurah jadi milikku, sebenarnya Biyung mau buat aku dihukum dan di buat aku wanita murahan, salah aku bahagia jadi nya, aku tau Biyung Zubaidah mau merencanakan itu, " Ucap Wardani


" Diam kau, " Jawab Biyung Zubaidah dengan marah


Apa yang terjadi kepada Wardani setelah semua ini terjadi, dan bagaimana dengan Biyung Zubaidah yang gagal melakukan rencananya.

__ADS_1


__ADS_2