SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 24 TUMBAL KEKASIH


__ADS_3

Sementara itu Wardani dan Arya mulai harus memberikan tumbal masing-masing sesuai dengan perjanjiannya, Wardani dan Arya merencanakan untuk mencari tumbal si desanya, ia harus mengajak meniduri serta membunuhnya dengan sadis.


Esok hari ia merencanakan bersama Arya ketika keluar rumah untuk mencari mangsanya.


" Arya kita keluar bukan untuk jalan dan sekedar mengawasi Trimoko dan kawan-kawannya, tetapi kita mencari mangsanya untuk malam ini, karena malam ini waktunya kita memberikan tumbal kepada Nenek Ayu, " Tanya Wardani


" Iya Wardani, aku mengerti yang kau katakan, terus kita memilih yang mana untuk kita jadikan tumbah untuk malam ini," Jawab Arya


" Lihatlah lelaki itu dia sangat mempesona, dan kamu lihat kekasih hatinya kamu bisa jadikan kekasih itu tumbalmu dan laki-laki itu buatku," Ucap Wardani


" Kau memang cerdik dan buas sekarang Wardani, tumbal kali ini memang sangat spesial, sepasang kekasih yang saling memperkuat, " Jawab Arya


" Terus bagaiaman rencana kita, setelah perempuan itu pulang, laki-laki itu mengantarkan pulang kita ikuti dibelakangnya, setelah kamu harus ingat dimana ia tinggal, pastikan itu rumahnya agar nanti ketika kita beraksi kamu tinggal menuju ke kamarnya, " Ucap Wardani


" Lihat di pergi dari rumah itu, ayo kita ikuti, " Jawab Arya


" Ayo... Kita harus hati-hati Arya, " Ucap Wardani


Pasangan kekasih itu pun mengantar pujaan hatinya untuk pulang ke rumahnya, Wardani dan Arya sengaja untuk mengikutinya agar rencana yang ia rencanakan berhasil.


" Mas sebentar lagi kita akan menikah, kapan mas datang ke rumah ku untuk melamarku," Bincang Perempuan itu


" Sabar, Mas akan segera datang untuk melamarmu, " Jawab kekasihnya


" Mas tidak masuk dulu, nanti aku panggilkan ayah dan ibu aku, " Ucap perempuan


" Tidak usah Mas masih banyak kerjaan, sudah salam saja kepada ayah dan ibumu, " Jawab kekasihnya


" Wau sangat serasi dan romantis pasangan itu, aku tak tega untuk itu, hahaha tapi tidak akan berhenti rencana aku nanti malam kalian akan menjadi tumbah spesial kekasih yang kunanti, hahahaha, " Ucap Wardani di balik semak


" Hahaha memang kau sekarang berubah dan kita harus berhasil Wardani, " Jawab Arya dengan muka garang


" Ya sudah Mas Pamit, sampai jumpa lagi, " Ucap laki-laki itu


" Hati-hati di jalan ya Mas, " Jawab kekasihnya


" Ayo Arya kamu segera kesana hati -hati, kamu harus melihatnya dia menuju kekamar mana, aku tunggu sebentar terus kita ikuti laki-laki itu, " Ucap Wardani


Arya pun menuju ke rumah dengan memindik-mindik kearah samping rumah, dia mencari tau kamar perempuan itu, seraya ia melihat dia menuju kamar yang bertepan Arya memindik-mindikbya, Arya langsung meninggalkannya.


" Wardani sudah, ternyata kamarnya bertepatan dengan untuk mengawasinya, " Ucap Arya


" Ya sudah ayo, buruan nanti kita kehilangan jejaknya, " Jawab Wardani


" Ayo... Lihat dia berhenti di rumah ini, rumah siapa itu Wardani, " Ucap Arya


" Tidak tau kita lihat saja dari sini, " Jawab Wardani


" Pagi bulek, padhe ada," Ucap laki-laki


" Padhe lagi keluar Gar, " Jawab Bulek


" Oh, cuma tanya aja dan mampir, dari mengantarkan calon pendamping hati, oh iya bulek sikembar mana, Bayu dan Ratih, "Ucap Tegar


" Ia lagi keluar aku suruh beli sesutu tadi Tegar, apa ada hal yang penting nanti Bulek sampaikan, " Jawab Bulek


" Hahaha, " Tawa Wardani dari kejauhan


" Hust Wardani kau tertawa sinis seperti itu, bahagia sekali, " Jawab Arya


" Arya kita beruntung dan sangat beruntung sekali, dimana persediaan tumbal sudah menanti kita tidak usah kita susah payah mencarinya, tumbal bulan purnama kita akan menimbulkan saudara kembar dia," Ucap Wardani


" Hahahaha, " Jawab tawa Arya dengan jahat

__ADS_1


" Tidak ada bulek aku hanya, bertanya ya, ya sudah Bulek Tegar ingin pulang, " Ucap Tegar


" Iya Tegar, hati-hati di jalan, nanti saya salamkan kepada Padhe dan sikembar, " Jawab Bulek


" Ayo kita ikuti dia, " Ucap Wardani


" Dia dirumah tadi, kayaknya ia sebatang kara, " Jawab Arya


" Iya sebatang kara, jadi aku akan lebih mudah untuk mengoda dan membunuhnya, " Ucap Wardani


" Ya sudah kita pulang dan kita harus mempersiapkan persiapan untuk malam nanti, " Jawab Arya


Akhirnya Mereka berdua pulang dan menyiapkan persiapan untuk rencana malam itu. Mereka berdua menyiapkan bunga dan mandi dengan bunga dengan diam-diam, terdapat barang terjatuh yang tidak ia gubriskan.


Malam hari pun tiba, suara baung serigala terus terdengar di telinga, suara burung gagak berkicauan, Wardani dan Arya pun meninggalkan rumah di tengah malam, dengan hati-hati.


Mereka berdua langsung menuju ke rumah tujuan masing-masing.


Wardani menuju ke rumah Tagar dan bertamu dengan sengaja, ia berperan seperti orang yang meminta tolong dan memudahkan wajah lemah tak berdaya dan lemas tak kuat untuk berdiri.


" Tolong.... Tolong..., " Ucap Wardani


" Rasanya ada wanita yang meminta pertolongan, " Bangun dengan separuh nyawa, dan menuju kedepan rumahnya.


" Yah kasih Mbaknya, " Sambil membuka pintu


" Tolong Mas, " Ucap Wardani


" Mbak apa yang terjadi padamu, kamu kelihatan lemas tak berdaya, mari aku bantu masuk kerumah ku, " Jawab Tegar


" Jangan nanti kamu di marahi warga memasukkan wanita dirumahmu, antar aku pulang saja, " Ucap Wardani


" Tidak udah tidak apa, toh waktunya masih tengah malam, jika aku anyare kerumah Mbak nanti keburu parah,nanti aku beri makanan agar mbak mendingan, " Jawab Tegar


" Hahaha laki-laki polos yang bodoh, kamu masuk kedalam perangkpku, " Batin Wardani


Tegar pun menyiapkan makan dan membuatkan air hangat untuknya, sebari ia memberikan kepada Wanita itu sambil menyanyakan nama dan tempat tinggal, Wardani pun mengeluarkan ajian pemikat sukma yang membuat lelaki itu suka kepadanya dengan sadar.


Wardani terus mengoda dan memberikan sesuatu kepadanya.


" Ada apa dengan ku, aku suka dengan wanita ini, bagaimana dengan kekasihku, aku lebih suka kepada wanita ini aku ingin menikahinya, " Batin Tegar


" Hahaha pasti kau suka kepadaku ya, " Ucap Wardani


" Hemm tidak hanya terpukau saja, " Jawab Tegar dengan salah tingkahnya


" Mas jujur aja aku tau dari sorot mata dan hati mas suka kepadaku, " Ucap Wardani sambil


tangan menunjuk mulut hingga kehati dengan mengoda


" Aduh hatiku serta kemaluanku terasa tidak tahan untuk ini, jangan begitu mbak aku tidak kuat jangan goda aku, aku tak sanggup untuk menahannya, " Batin Tegar


" Iya Mbak aku suka dan jatuh hati padamu, " Jawab Tegar


" Ya sudah aku Terima, Mas ayo kita senang-senang dikamar Mas, aku beri sesuatu kenangan yang manis buat mu, " Ucap Wardani


Tegar pun mengikuti apa yang di minta oleh Wardani, karena teroikat kecantikan dan kelembutan Wardani yang saat itu.


Arya pun menjalankan rencananya, iya terasa jatuh di dekat kamar perempuan itu, sehingga Perempuan tersebut bangun dan membuka jendela kamarnya.


" Ya ada orang terjatuh di tengah malam, aku kan keluar untuk membantunya, " Ucap perempuan Sambil turun dari kamarnya


" Hay Mas, bangun apa yang terjadi kepadamu, " Ucap Perempuan

__ADS_1


" Aku terjatuh dan aku tak kuat, " Jawab Arya


" Ayo ke kamar aku, nanti aku obati serta kau beri sedikit untuk meringankan sakitmu, " Ucap Perempuan


" Tak usah merepotkan kamu, dan apa boleh aku masuk ke kamar perempuan nanti ketahuan orang tua mu, " Jawab Arya


" Tidak apa, kita masuk dengan sembunyikan, lewat pintu jendela saja, ayo, " Ucap perempuan


" Hahaha dasar perempuan bodoh, begitu baik Kau kepadaku, aku udah memberikan bunga tidur untuk orang tua dia tidak akan terbangun sebelum rencana aku berhasil, " Batin Arya


Tak lama kemudian ia sudah berada di dalam kamarnya.


" Sini aku obati, dan minumlah air hangat ini, sambil berbincang panjang, " Ucap perempuan


Arya pun mengunakan ajian pemikat sukma.


" Aku terasa suka dengan mu, aku sudah tidak kuat menahan rasa ini, kmu sangat memukau, " Batin Perempuan dengan rasa kegenitan


" Masuklah kau kedalam ceratanku, " Batin Arya


" Mas ayo berikan kemesraan mu dan buatlah malam ini malam indah untuk mu, ayo mas aku tak tahan, " Ucap perempuan dengan rasa senang mengebu


Akhirnya mereka menjalankan rencananya.


" Ahahhhh...., " Teriakan Tegar yang sangat keras


Tenyata ia tidak berdaya karena ia terkena racun sebelum menikmatinya, ia hanya lemas dan tak kuat untuk malawan Wardani.


" Hahaha Tegar laki-laki polos, Maaf kan aku yang membuat mu terluka dan aku akan menjadikan kamu sebagai tumbal ku, " Ucap Wardani


" Ternyata kau Wardani pengoda dan pembunuh, kau buat aku lemas tak berdaya dan kau akan membunuhku, " Jawab Tegar


" Bersiaplah, " Ucap Wardani


Wardani mengambil tusuknya dan ia siap menusuk ke dada dan perutnya.


Ahhhhh ... Dan suara tusukan dan darah yang Bercucuran ke wajah dan Wardani siap untuk menghisap darahnya, sebari itu ia meninggalkan rumahnya, dengan bekas luka tusukan akan menghilangkan jejeknya.


" Ahhhh.... Mas aku terasa lemas belum apa-apa, apa yang kau lakukan padaku, " Ucap Perempuan


" Hahaha dasar perempuan bodoh kau akan aku jadikan tumbal, kau sudah masuk kedalam permainan aku, selamat menikmati hari akhir mu, " Jawab Arya


" Dasar Pria penggoda dan pembunuh, jangan, " Jawab Perempuan


Arya pun menusukan kedalam perut dan tangannya, sembari mengisap darah yang butuhkan, darah berceceran di baju dan wajah Arya dan meninggalkan rumah tersebut.


Mereka bertemu di tengah hutan.


" Bagaimana Arya kau berhasil,Aku berhasil memberikan tumbal untuk seserah kita, " Ucap Wardani


" Berhasil dan segar, kita makin bertambah kuat serta makin muda dan menggoda, " Jawab Arya


Keesokan harinya keluarga Perempuan dan Tegar berteriak meminta tolong, para warga melihat dan menjadi gentar atas terjadinya pembunuh yang sangat sadis dan sangat mendadak.


Akhirnya Warga mulai ber hati-hati dan akan menjalankan pos kamling yang di anggarkan oleh Lurah


###


Assalamu'alaikum minta dukungan author dalam berkarya ya, vote, like, serta share karya author ke teman kalian.


Karena dengan vote, like dan share adalah kunci penting untuk saya.


Ojo lali lho yo komentar, kritik dan saran untuk perbaikan

__ADS_1


Ayo tungguin kelanjutan ceritanya seru banget.... Matur suwun salam oc ( ochim chim)


__ADS_2