SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 130 SALING BEREBUT


__ADS_3

Setelah pergi selama tiga hari Lurah Darso kembali ke rumah, melihat Rumah yang masih sepi, Lurah beristilah sejenak di Kamar nya, sembari menunggu Wardani pulang dan menuju ke Kamarnya. Lama Lurah beristilah di ranjang tidurnya hingga Lurah terbangun dari Tidurnya.


" Aku pulang," Ucap Lurah Darso


" Maaf, Tuan semua masih keluar, Den Ayu Rani pergi berkunjung ke rumahnya, Tuan Wardani juga ke rumah Biyung, Den Trimoko dan Arya biasanya berkumpul bersama teman-temannya, sini biar Simbok bawakan Tuan," Jawab Simbok Darmi


" Tidak udah Mbok, ya sudah aku mau istirahat dahulu," Ucap Lurah Darso


" Iya Tuan, silahkan," Jawab Simbok Darmi


Lurah memasuki kamarnya.


" Ya sudah aku istirahat, rasanya tubuhku kesal, capek aku mau baringkan tubuhku, sambil menunggu Wardani pulang," Ucap Lurah Darso


Lurah Darso membaringkan tubuhnya yang sedang kesal, capek dan penuh lelah setelah pulang dari tugasnya yang jauh selama 3 hari.


Setelah Wardani pulang dari rumah Biyung Sumi yang telah mencari tau dan bahkan sudah tau semua Wardani bermain secara cantik tidak ada yang boleh tau siapa itu pun, dan Wardani pulang, Trimoko juga pulang dari berkumpulnya dengan komplotannya sehingga mereka berdua tidak mengetahui bahwa Lurah Darso sudah kembali ke rumahnya.


" Biyung aku mau pulang dulu, terima kasih atas semuanya, kamu baik sekali Biyung dengan ku sampai kau merasakan tidak kasih kepadaku," Ucap Wardani


" Iya sayang, tapi maksudnya kamu apa yang itu," Jawab Biyung Sumi


" Tidak apa, tidak kasih aku di suruh untuk jalan ke rumah he... Bercanda," Ucap Wardani


" Iya sayang hati-hati di jalan," Sahut Abah Warso


" Aku sekarang tidak akan termakan hati baikmu, aku akan mencari cara untuk menghancurkan mu, dasar pengadu domba," Batin Wardani


" Iya Abah, permisi," Ucap Wardani


Akhirnya Wardani pulang dengan keadaan marah, dan tidak akan melupakan kejadian ini yang telah lama tertutup dari mulut Biyung Sumi yang palsu itu.


" Aku mau pulang dulu, sampai jumpa nanti," Ucap Trimoko


" Iya bos, Salamkan balik juga kepada kekasihmu," Jawab bersama


Trimoko Akhirnya pulang untuk segera bertemu Wardani di rumahnya. Wardani sampai di rumah dan di susul dengan Trimoko.


" Capek juga, tidak ada guna ke rumah dia, buang-buang energiku," Ucap Wardani


" Kenapa kau Sayang capek ya, buang-buang waktu apa kan kamu ke rumah Biyungmu," Jawab Trimoko


" Hem... Bukan gitu sayang, buang-buang waktu Saya aku disini karena aku hanya berdiam saja di sini harusnya ngapain begitu," Ucap Wardani


" Oh aku kita apa, kamu dapat salam dari komplotan ku semua, " Jawab Trimoko


" untung aku bisa mencari alasan kalau tidak pasti dia sudah curiga kepadaku," Batin Wardani


" Oh apakah itu benar, terima kasih sudah titip pesan ke aku," Ucap Wardani


" Iya, sayang," Jawab Trimoko


" Bagus semua masih mengingatku, ini bisa jadi mangsa yang sangat empuk," Batin Wardani


" Sayang, kapan kita menikah, dan bisa bersama," Tanya Trimoko


" Kami mau mau menikah denganku, apakah bisa aku kan sudah menjadi istri Abahmu, kalau kamu mau kau harus merebutku darinya," Jawab Wardani


" Aku akan melakukan apapun demi mendapatkan dirimu, semua halangan aku akan hadapi walaupun aku akan menentang Abahku sendiri," Ucap Wardani


" Bagus kau sangat berani, ini yang dinamakan cinta buta, dan satu langkah lagi aku akan berhasil," Batin Wardani


" Itu baru sayang aku, kamu sangat mencintaikukan, jadi aku tunggu semua ucapanmu jika kau tidak berani maka, kamu siap-siap untuk kehilanganku dan merelakan aku untuk jadi miliki orang lain selamanya," Jawab Wardani

__ADS_1


" Aku tidak rela kau jadi milik orang lain, kau tetap milikku," Ucap Trimoko


Arya melihat kemesraan Wardani dan Trimoko juga membuatnya tidak mau kalah, Arya juga berusaha untuk mendapatkan cinta nya yang ia pendam selama ini dengan pintar tanpa Wardani tau, hingga Wardani tau dengan sendirinya.


" Aku tidak akan rela kau jadi milik orang lain, tunggu aku Trimoko kita akan bersaing untuk mendapatkan cintamu," Ucap Arya di kejauhan sambil memata-matai


"Aku harus melakukan sesuatu agar dia tidak bisa bermesraan," Ucap Arya


" Lurah Darso sudah pulang sekarang ada di Kamarnya sedang istirahat, mereka tidak tau bahwa Lurah Darso sudah pulang melihat mereka bermesraan pastinya Lurah Darso akan marah aku akan coba untuk membangunkannya, idea yang bagus," Ucap Arya


Arya bergegas untuk menuju ke kamar Lurah Darso untuk mencoba membangunkannya, dan akhirnya Arya mampu membangunkannya.


" Apakah yang harus aku aku lakukan," Ucap Arya dengan bingung


" Suaminya yang jahat itu ada untungnya juga, tidak apa untuk hal ini aku dukung untuk rencana agar mengetahui kelakuan Wardani dan Mas Trimoko yang selingkuh," Batin Rindu mata-mata dari jauh


Arya menyuruh Simbok mengantarkan barang yang sudah di siapkan untuk di masukkan kedalam kamarnya.


" Mbok tolong ini bawa masuk ke kamar Wardani ya, dia ini perintahnya," Ucap Arya


" Iya Den, mana Saya masukkan kedalam kamarnya," Jawab Simbok Darmi


" Ini rencana apa lagi yang mereka lakukan," Batin Simbok Darmi


" Permisi Tuan, ini Simbok boleh masuk," Ucap Simbok Darmi


" Iya masuk saja," Jawab Lurah Darso yang masih berbaring tidur


" Maaf Tuan, Saya menganggu waktunya saya hanya memasukkan tas Den Wardani," Ucap Simbok Darmi


Mendengar bahwa Wardani sudah pulang, Lurah langsung terbangun karena ingin bertemu dengan istrinya yang sudah dirindukan.


" Apa Wardani sudah di rumah," Ucap Lurah Darso dengan kaget dan bangun


Mendengar semua itu Lurah bergegas untuk mendatangu Wardani, Arya yang sontak berhasil untuk cepat pergi dari kamar Lurah Darso.


" Berhasil juga, Lurah Darso mau keluar aku harus segera pergi," Ucap Arya


" Bagus juga, cepat Abah disana ada pemandangan yang akan membantumu dirimu murka jika mengetahuinya," Batin Rindu


Lurah Darso berjalan menuju ruang tamu dan melihat mereka berdua dengan Trimoko kelihatan seperti orang bermesraan, sontak Wardani memukul tangan dan kaki Trimoko dengan barang berani di sekitarnya untuk seolah menutupin bahwa Lurah Darso agar salah paham.


" Aku sakit kenapa kau lakukan ini," Ucap Trimoko


Wardani hanya berdiam diri sambil memengangnya


" Apa yang kau lakukan di sini kenapa saling berpegang dari kejauhan," Ucap Lurah Darso


" Sayang ini lho Trimoko terjatuh lihat kaki dan tangan ya berdarah jadi Aku dekat untuk menolongnya, emang kelihatannya dari jauh seperti bermesraan tapi itu salah, sayang salah paham lihat ini, sakitkah, " Ucap Wardani


" Oh Wardani melakukan ini ternyata ada Abah datang, tapi kapan Abah datang, ya sudah lah, memang pintar sekali sayang Aku ini," Batin Trimoko


" Dari mana kau Trimoko kok bisa terluka seperti itu," Tanya Lurah Darso


" Ini jatuh Abah, tadi aku tidak sengaja bertemu Biyung Wardani aku bonceng sekalian, tapi malah aku terjatuh ada anak yang main di jalan," Jawab Trimoko


" Tapi Kamu tidak apa sayang," Ucap Lurah Darso


" Tidak sayang, kan aku belum naik, setelah Trimoko jatuh aku baru naik karena berpapasan di jalan, begitu ya sayang," Jawab Wardani


" Iya Biyung, benar apa yang dikatakan Biyung," Sahut Trimoko


" Gagal lagi-gagal lagi, kenapa dia harus bersandiwara seperti itu, Trimoko juga berdeba beraninya dia mau berulah denganku, tunggu permainanku," Ucap Arya dengan marah

__ADS_1


" Kenapa bisa seperti ini aku kira Mereka berdua ketahuan tetapi mengapa dia bisa saja mengelak, ino tidak boleh tinggal diam, sampai kapan pun aku akan menganggu mu yang bernai mendekati kekasihku," Ucap Arya


" Sungguh wanita licik dan bermuka dua, ternyata dia juga pintar membalikkan fakta, dasar aanitan gila, tenang saja ini belum berakhir masih banyak cara lain untuk membuat dirimu hancur, tunggu dirimu yang melakukan itu," Batin Rindu


Rani dan Laksono pun tiba dari rumahnya, melihat Trimoko terluka Rani langsung mengobatinya.


" Apa yang terjadi kepadamu mas, kenapa bisa terluka seperti ini," Tanya Rani


" Dia tadi jatuh, akhirnya dia luka-luka seperti itu sayang," Ucap Wardani


" Diam kau wanita busuk, pasti ini juga ulahmu," Batin Rani


" Laksono duduklah pasti capek," Sahut Wardani


" Iya sudah aku tidak apa-apa ini hanya luka kecil saja," Jawab Trimoko


" Tidak apa mas, luka kecil harus di obatin biar tidak menjadi parah, sebentar obatin dulu," Ucap Rani


" Iya sayang apa yang di katakan istrimu itu benar, do obati dulu biar cepat sembuh," Sahut Wardani


" Kenapa kau datang, aku sudah tidak suka denganmu, malas, " Batin Trimoko


" Aku tau mas kau pasti tidak suka, tapi Aku tidak apa Aku akan mencintaimu sampai kapanpun, dan Aku tidak akan rela kau di sakiti dan digoda oleh wanita setan itu, ini demi kamu," Batin Rani


" Seperti Rani sangat mencintai mas Trimoko,bagus, Aku harus bisa bertemu dengan Rani untuk berkerja sama menyelamat mereka dari wanita setan," Batin Rindu


" Sudah selesai tidak sakitkan, tinggal nunggu sembuhnya," Ucap Rani


" Terima kasih, " Jawab Trimoko dengan paksa


" Sama-sama," Jawab Rani


" Aku tau apapun yang kau lakukan kepadaku hanya sandiwara tapi Aku tetap tidak apa mas, karena di balik itu kamu masih punya rasa untuk mengucapkan walaupun terpaksa," Batin Rani


" Kau sangat cantik sekali, " Batin Laksono


Laksono tidak sengaja memainkan tangan di tangan Wardani yang telah di hampit oleh Lurah dari belakang tempat duduk nya.


" Memang wanita pengoda, setan dan wanita licik, ternyata mas Laksono bermain cinta dengan Wardani, Aku tidak habis pikir, " Batin Rindu


" Oh iya Laksono sama Rani dari rumah jam berapa," Tanya Lurah Darso


" Oh dari rumah baru saja Abah, dan Rani di Sana juga hanya dari hari saja," Jawab Rani


" Iya Abah, " Sahut Laksono


" Ya sudah kalau begitu kalian enakkan dulu Aku masuk ke kamar, sayang ayo," Ucap Lurah Darso


" Ayo sayang, cepat sembuh ya sayang, Biyung mau ke kamar dulu," Jawab Wardani


" Iya Biyung," Jawab Trimoko


" Seperti Mas Trimoko juga suka dengan Wardani, Aku tidak boleh kalah juga dengannya," Batin Laksono


" Laksono kamu bisa ke kamar yang pernah mbak yu siapkan untukmu," Ucap Rani


" Iya mbak yu, Aku mau ke sana dulu untuk istirahat," Jawab Laksono


" Iya istirahatlah," Jawab Rani


" Ya sudah Rani mau kedalam dulu," Ucap Rani


" Iya, silahkan," Jawab Trimoko

__ADS_1


Trimoko sangat kecewa bahwa Abah sudah pulang tidak bisa bermesraan dengan kekasihnya lagi, juga Arya yang tidak rela Wardani di milik boleh Trimoko bahkan Lurah, serts Laksono yang berharap yang kan mendapatkan Wardani.


__ADS_2