SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 138 DENDAM TERBALASKAN


__ADS_3

Setelah Arya meninggal dengan hukiman, Lurah Darso semakin menjadi-jadi dirinya merasa cemburu dengan sikap Trimoko kepada Wardani dan akhirnya menjadi pertarungan diantara Abah dan Trimoko.


" Arya sudah mati, tinggal membuat keluarga Lurah Darso hancur, " Ucap Wardani


" Ini sebuah rencana yang sangat mantang sekarang Aku hampir membuat keluarga Lurah Darso hancur, dab tinggal sejalan lagi keluarga Lurah Darso akan lenyap dari muka bumi ini," Ucap Wardani


Wardani mulai berani, Wardani pergi untuk merusak ruang rah Asia Lurah Darso, merusak bahkan menghancurkan apa yang apa yang ada di dalamnya, tampa berfikir panjang.


" Aku harus merusak ruang rahasia kakek peyot itu," Ucap Wardani


Wardani tak menunggu lama memasuki ruang dan melihat ada sebatang kayu balok untuk mengancurkan ruang rahasia itu. Dengan amarah dan emosi semua barang telah terjatuh, pecah bahkan berantakan seperti serpian yang sedang berceceran.


" Itu ada kayu, Aku harus segera beraksi sebelum terlambat," Ucap Wardani


Plang... Bluk... Ter... Beraneka suara yang terjadi.


" Dasar Lurah jahat, kejam, dan ini terima hari terakhirmu, semua akan aku hancurkan seperti ini, tunggu saja," Ucap Wardani sambil amarah bahkan menangis


" Karena kamu semua aku menjadi seperti ini, dan saatnya aku membalaskan dendamku kepada kalian semua," Ucap Wardani


Setelah Tidak bahkan hancur tanpa terima, Wardani terjatuh dengan duduk.


" Kenapa kalian melakukan diriku dan keluarga seperti ini, di luar Sana mengikuti apa yang kau Mau, berbeda dengan keluarga ku yang tidak Mau di atur, tapi sekarang sudah menjadi bubur, tetap akan berjalan untuk melihat seberapa pedih yang kau rasakan dan lebih dari yang aku rasakan," Ucap Wardani


Wardani mengahapus air matanya dan tak sengaja bertemu dengan Trimoko dan langsung bermesraan.


" Sayang darimana kamu," Ucap Trimoko sambil mencium pipinya


" Oh aku dari taman belakang sayang," Jawab Wardani


" Ini tidak boleh di biarkan aku harus mengatakan kepada Mbak Rani," Ucap Lirih Rindu


" Mbak, Mas Trimoko sekarang bermesraan lagi dengan Wardani, sekarang kita harus bermain dengan berani, ayo kita bunuh Wardani wanita setan itu," Ucap Rindu


" Aku sudah tidak tahan melihat ini semua, kita harus mulai berani untu melakukan ini, kalau begitu Aku akan mmembunuhnya nanti," Jawab Rani


" Bagus mbak ayo maju dan jangan melemah, kalau begitu aku kembali lagi," Ucap Rindu


" Baik, hati-hati," Jawab Rani


Rindu mempengaruhi Rani untuk tegas dan melakukan apa yang harus ia lakukan dengan segera tanpa lama-lama. Tak disangka Laksono datang ke rumah Lurah Darso karena ia mendengar bahwa siapa yang bisa mengalakan lawan dia akan mendapatkan cinta Wardani, maka dari itu Laksono datang hanya ingin menaklukan Wardani untuk menjadi pasangan hidup nya, Laksono siap untuk memperjuankan Wardani.


" Kenapa kamu kesini, disini sangat genting dan banyak permasalah," Ucap Rani


" Aku datang kesini Mbak Yu hanya untuk memperjuankan, jujur saja Aku ingin menaklukan hati Wardani untuk menjadi pasangan hidup ku, Aku akan bersaing dalam mendapatkan cintanya, walaupun itu perlu pengorbanan," Jawab Laksono


" Kamu gila ya, cuma datang kesini demi wanita setan itu, dia itu wanita jahat, licik dan berbisa, jangan sampai tertipu dengan wajah cantiknya bahkan rayuannya," Ucap Rani


" Terserah Mbak yu Mau bilang apa, dia wanita yang baik dan sangat membuat diriku berbunga, Aku terpersona dengannya," Jawab Laksono


" Laksono sekarang pulang, Mbak Yu tidak suka kau memperjuankan wanita seperti itu, dia wanita yang direbutkan para laki-laki, jadi kamu batalkan niat kamu," Ucap Rani


" Sekali tidak ya tidak Aku Mau kembali ke Kamar aku," Ucap Laksono


Laksono menuju kamar untuk beristirah.


" Haha ternyata dia berantem dengan Rani, ini kesempatan baik karena Laksono datang lagi di rumah ini jadi aku akan membuat Rani merasakan sakit melihat apa yang pernah dia lakukan kepadaku, " Ucap Wardani dari kejauhan


" Dasar wanita Setan, Adik ku sudah termakan dan sudah dia buat seperti itu, kau tidak boleh diam aku harus selangkah untuk berani seperti apa yang di katakan Rindu, jika aku berdiam saja maka lama-lama Wardani akan semakin menjadi," Ucap Rani


" Bagus, satu induk masuk kadang macan lagi, tunggu aku," Ucap Wardani


Wardani menemui Laksono di kamarnya, untuk menyanyakan kabarnya. Memainkan hanya untuk mengodanya.


Tok... Tok... Tok... Ketuk pintu.

__ADS_1


" Hey sayang, masuk aku datang ke sini ingin memperjuankan kamu," Ucao Laksono sambil mencium tangannya tangannya


" Oh begitu ya aku kesini hanya menyayakan bagaimana kabar kamu, baik saja kan," Jawab Wardani


" Baik selain sayang," Ucap Laksono


" Syukurlah kalau begitu, aku sudah Rindu kepadamu," Jawab Wardani


Tiba-tiba Trimoko mencari Wardani yang lama untuk menemuinya lagi iya mencarinya, tak disangka Trimoko melihat Laksono sedang bermesraan dengan Wardani sontak membuat dirinya marah. dan memukuli Laksono hingga lemas.


" Dasar laki-laki tidak tau di untung beraninya menyentuh kekasihku, dan beraninya dia memeluknya dengan mesra," Ucao Trimoko yang sedang memandangnya


" Ini kesempatan aku, disana Mas Trimoko datang kesini, syukurnya aku melihat kedatangan Mas Trimoko jadi bisa menjadi sebuah rencana untuk membuat Rani sangat kecewa dengan ulahmu Trimoko dan Kasih melihat Laksono yang akan mendapatkan sesuatu dari Trimoko, hahaha, bagus," Batin Wardani


Bluk... Laksono terjatuh


" Ah... Apa ini, " Ucao Wardani


Trimoko terus memukulinya.


" Berhenti, lepaskan," Sahut Laksono


" Dasar laki-laki tidak tau diri, beraninya mendekati kekasihku, kamu akan berhadapan denganku," Ucap Trimoko


" Aku juga akan mendapatkan apa yang aku mau, Dan aku akan melakukan juga untuk mu," Jawab Laksono yang melawan balik Trimoko hingga luka


Trimoko semakin kuat dan makin unggul dengan Laksono, Laksono yang mulai lemas tak berdaya datanglah Rani.


" Berhenti Mas, hentikan Laksono apa yang terjadi padamu," Ucao Rani menangis


Trimoko meninggalkannya Tempat itu.


" Hey wanita setan, gara-gara kamu suamiku berani melukai Adik ku, dan aku akan membalaskan semua kepadamu," Ucao Rani


" Dasar wanita licik, berbisa," Jawab Rani


Wardani yang hanya memasang senyum bahagia dan acuh tak acuh meninggalkannya tempat itu.


" Ya sudah ayo ke kamar, biar Mbak yu obatin," Ucap Rani


" Paimin, Paijo kesini, bantu saya," Panggil Rani


" Oh iya Den, ya ampun Den Laksono, ayo segera bawa ke kamar, ayo Jo," Ucao Paimin


" Lah dalah, Aden, ya sudah ayo, " Jawab Paijo


Mereka membawa Laksono ke dalam Kamar nya untuk di obatin oleh Rani dan untuk memulihkan keadaanya.


" Gara-gara wanita itu kamu seperti ini, aku harus segera bertindak untuk membuat dirinya bertekuk lutut kepadaku," Ucao Rani


" Mbok tolong ambilkan air hangat lagi juga ambilkan obat rumah yang sudah Aku buatkan tadi ya," Ucap Rani


" Baik Den Rani," Jawab Simbok Darmi


Rani menangani dengan perasaan sedih dan kasihan dengan Laksono, tidak bisa mengelak apa yang di harapkan oleh Laksono karena sudah mencintai wanita setan itu. Rani tidak perduli tetap akan membalaskannya.


Trimoko menunggu di ruang santai, melihat Wardani langsung memanggilnya.


" Sayang kesini, aku memiliki sesuatu untuk mu, kemarilah," Ucap Trimoko


" Apa sayang," Jawab Wardani


" Aku member kamu sebuah Kalung emas, aku pakai," Ucap Trimoko


" Wau bagus sekali," Jawab Wardani

__ADS_1


Hartono memberitahukan informasi kepada Sahabat-sahabatnya itu.


" Assalamualaikum, " Ucap Hartono


" Waalaikumsalam, Mas," Jawab Berdua


" Begini ada yang mau aku katakan padamu, ini soal Wardani, bahwa Wardani yang dulu itu masih hidup, dan dia adalah Wardani yang sekarang, yang berubah menjadi cantik karwna bersekutu dengan Setan, dia memakai susul Anoman, aku mendapatkan informaai dari Parwati yang pernah tinggal di sini, kalian ingat diakan," Ucap Hartono


" Apa Mas, Wardani masih hidup, syukurlah... Jadi dia masih hidup," Jawab Ningsih dengan tangis bahagia


" Alhamdulillah, iya mas Aki masih ingat, dia bukannya saudara Biyung Sumi," Jawab Suwarni


" Bukan dia sekarang yang di guna-guna untuk menghasut dan menolong Biyung Sumi untuk membuat Wardani ke jalan sesat, sehingga Parwati tidak sadar diri, dan setelah pulang Parwati di carikan seorang oleh Abahnya agar sembuh, aku tidak sengaja bertemu di desa sebrang kemarin," Ucap Hartono


" Sungguh kebetulan, dia memang dia sebagai petunjuk," Jawab Ningsih


" Iya Mas, jalan keluar kita untuk menyelamat Wardani," Sahut Suwarni


" Ya sudah kalau begitu kita tunggu waktu yang tepat untuk membantu Wardani," Ucap Hartono


" Iya mas," Jawab bersamaan


Trimoko yang sedang bermesraan bahagia karena Trimoko memberikan Kalung emas yang begitu indah, Lurah Darso tiba dan melihat Trimoko tidak pernah Mau mendengar dirinya, sontak Lurah Darso marah dan langsung memukul dan main kasar terhadap Trimoko.


" Dasar tidak tau malu, Abah udah bilang jangan pernah ganggu istri Abah, masih saja menganggu nya, rasakan ini, ini pantas untuk mu," Ucap Lurah Darso dengan memukul, menyiksa


" Aku juga, rasakan ini Abah," Jawab Trimoko


dengan men endangered Abah hingga jatuh


Mereka saling berkelahi satu sama lain, tanpa sadar mereka saling pukul memukul, hingga baba belur.


" Ayo siapa diantara kalian yang paling memang Dan unggul dialah yang menjadi kekasihku," Ucap Wardani


" Aku yang tetap unggul sayang tunggu Aku akan mengalakan anak ingusan ini," Ucap Lurah Darso


" Tidak akan pernah kalah Aku melawan mu Abah, aku akan berjuang," Jawab Trimoko


Tiba-tiba Simbok Darmi datang ingin mengatakan kepada mereka berdua soal Wardani sebenarnya, dengan berlari is menuju ke tempat mereka berkelahi sebelum mereka saling membunuh.


" Tuan Dan Aden, hentikan aku mau memberitahukan penting soal sesuatu, jangan berkelahi kamu masuk dalam sebuah kesalahan," Sahut Simbok Darmi


" Gawat, Simbok Darmi Mau menceritakan siapa aku sebenarnya, ini akan menjadi sebuah permasalah yang sangat berat, aku harus mengabisi Simbok Darmi," Batin Wardani


Mereka tidak mengubrisnya. Wardani langsung menarik Simbok Darmi


" Sini Simbok, ikut aku, " Ucap Wardani tarik kedalam ruang kosong


" Lepaskan, wanita setan," Jawab Simbok Darmi dengan melawan


Jleb... Tusuk perutnya dengan tusuk kondenya


" Au... Kamu membunuhku, wanita setan," Ucap Simbok Darmi


" Aku sudah bilang jangan ikut campus urusanku Aku ingin balas dendam, tetapi kenapa kalian masih ikut dan sedia kerja di rumah Darso, dia Lurah yang kejam, masih saja kau membantunya, itu akibatnya, haha," Jawab Wardani


" Au.. Au...," Simbok Darmi meninggal


Rani mendengarkan keributan di luar, Rani language melihat dan memisahnya.


" Hentikan Abah dan Mas, kalian ini apa-apaan, berkelahi sesama Abah dan anak, malu," Ucap Rani


" Diam kau," Jawab Trimoko


Apa yang terjadi antara Trimoko dan Abah Lurah Darso.

__ADS_1


__ADS_2