
Setalah kejadian itu membuat keluar Lurah banyak masalah, salah satunya sikap cemburu Lurah terhadap Amar saudaranya. Sampai membuat Wardani seolah marah kepadanya.
Kemarahan Lurah membuat Wardani marah tak mau berbicara dan sinis terhadap lurah, dan ingin segara melanjutkankan niatnya untuk menerima lamarannya Amar sang saudara.
Keesokan harinya di saat waktu makan pagi bersama, Merupakan hal yang tidak bisa di Terima dan Lurah menahannya agar tidak ketahuan terhadap semuanya, bahkan semua pada saling memiliki rencana untuk mendapatkan Wardani si gadis cantik yang molek.
" Dayang kesini, " Ucap Mbok
" Iya Mbok," Jawab Dayang
" ayo buruan siapkan di meja makan, sarapan pagi udah siap, sebentar semua akan turun dan menikmati sarapan pagi, " Ucap Mbok
Semua menyiapkan makan di meja makan, untuk jamuan sarapan.
Renaldi dan sudah menuju ke ruang makan, serta menunggu semua berkumpul.
" Abah belum turun ya, " Ucap Ayah
" Belum Den, " Jawab Dayang
" Mas Arya sekarang sibuk apa mas, " Tanya Renald
" Hanya ikut di pabrik dan mengembangkan usaha Abah, " Jawab Arya
" Oh iya Mas Arya, Mas Arya mas memiliki Kakak yang begitu cantik sekali, " Ucap Arya
" Udah biasa aja lah, kamu suka, " Jawab Arya
" Hem..., " Tersipu malu
" Selamat pagi eyang, " Ucap Renaldi dan Arya
" Pagi, semua belum pada kesini, " Jawab Ibu Narni
" Belum Eyang sebentar pasti kesini, " Ucap Arya
" Itu dia, " Sahut Renaldi
" Pagi Ibu, " Ucap Biyung Maryam serta Biyung Zubaidah
" Iya silahkan duduk, " Jawab Ibu Narni
" Abah mau makan apa, " Tanya Biyung Maryam
" Tak usah aku mau ambil sendiri, " Jawab Lurah dengan sinisnya
" Kenapa Wardani belum ke sini juga apakah dia marah kepada ku, " Batin Lurah
" Oh iya, Arya Wardani kemana, kok belum kesini, " Sahut Biyung Zubaidah
" Tak tau Biyung, bentar lagi pasti kesini kok, " Jawab Arya
" Ayo segera ke sini, aku akan mengumumkan bahwa kita akan menikah besok, " Batin Amar
" Dimana ya Wardani, " Batin Renaldi
" Aku kangen sekali sama dirimu, cepat lah kesini Sayangku, " Batin Amir
" Kau akan selalu di hatiku, " Batin Amor
__ADS_1
Tiba-tiba Wardani muncul dan menuju ke ruang makan, duduk di tempatnya.
"Dia udah kesini, " Batin Renaldi
" Lagi sibuk ya Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Maaf semuanya, Wardani tadi habis nyelesain semua kerja Wardani yang belum selesai, " Jawab Wardani
" Oh tak apa, ayo ambil sarapan kesukan kamu, " Sahut Biyung zubaidah
" Iya Biyung, " Jawab Wardani
Amar yang memainkan kaki Wardani di bawah meja yang akan menyampaikan semua yang telah di rencanakan, Wardani hanya menikmati makan dan memberikan isyarat ke Amar.
Menikmati sarapan pagi, waktu tengah, saatnya Amar mengungkapkan semuanya terhadap semua di tempat dan waktu yang tepat. Bahwa Amar akan menikahi Wardani, Rencana Amar ini tidak ada yang tau sama sekali, menjadikan sebuah pertanyaan yang amat menengangkan di di jamuan sarapan pagi itu.
Disaat waktu yang tepat, ada seorang yang mengatakan maka Amar memberanikan diri untuk mengatakan.
" Oh iya di kantor desa apakah ada laporan yang mengejutkan, " Ucap Ibu Narni
" Belum ada Ibu, sejauh ini aman-amana saja, " Jawab Lurah
" Oh syukur kalau begitu, Ibu hanya bertanya saja, " Ucap Ibu Narni
" Oh iya ada yang Amar ingin bicarakan ke kalian semua, " Sahut Amar
" Apa yang akan kau katakan, katakan saja, " Jawab Ibu Narni
" Begini Ibu, Amar memiliki rencana dan semua sudah saya siap dan akan menikahi Wardani besok Ibu, " Ucap Amar
Seketika itu terdiam ruang jamuannya, dan sendok yang di pegang oleh Lurah terjatuh karena kaget dengan ucapan Amar, Renaldi, Amir dan Amor pun juga marah dan kecewa mendengarkan semua perkataannya.
" Apa?, Jawab Ibu Narni dengan kaget
" Tidak malah Aku mendengarnya bagus, kan Wardani juga masih single belum memiliki pasangan hidup, iya kan Wardani, " Sahut Biyung Maryam
" Aku malah setuju saja yang Dinda, " Sahut Biyung Zubaidah kepada Biyung Maryam
" Iya Biyung, terserah Mas Amar dan Arya, " Jawab Wardani dengan santai
" Apa-apa ini, kau mau memiliki Wardani sebelum aku, aku tak akan rela kau mendapatkan dia seutuhnya, " Batin Lurah menatap ke arah Wardani
" Apa Kangmas Amar yang mendapatkan cintanya Wardani dahulu, aku tidak akan rela aku tetap menggangu pernikahan, " Batin Amir
" Aku keduluan oleh kangmas Amar, tapi aku akan membuatnya tidak harmonis, " Batin Amor
" Ahhh keduluan, tapi aku akan mencintaimu selalu, " Batin Renaldi
" Bagaimana Abah apakah kamu setuju, " Ucap Biyung Maryam
" Kalau aku setuju aja, aku serahkan kepada Mbak Wardani, " Sahut Arya
" Aku setuju aja, " Jawab dengan tak rela
" Ya sudah kalau gitu Kita semua merestui mu, jadi besok bisa menikah, dan hari ini akan di siapkan, " Jawab Ibu Narni
" Terima kasih Ibu dan Kangmas, Pernikahan Saya di buat sederhana tapi tetap mengundang tamu-tamu saja, " Ucap Amar
" Iya sudah di selesaikan sarapan paginya dulu nanti biar di atur oleh yang lain, " Ucap Ibu Narni
__ADS_1
Lurah meninggalkan ruang makan seketika itu mendengar semua tadi, ia sakit hati dan hanya berdiam diri. Amar yang begitu bahagia
" Abah kemana, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah paling sudah kenyang, ya sudah kalau begitu kau persiapan untuk pernikahan Wardani dan Amar, " Jawab Ibu Narni
" Iya Ibu, setelah ini kami bersama akan menyiapkan pernikahannya buat Amar, " Jawab Biyung Maryam
" Ya sudah Ibu mau ke belakang dulu, " Ucap Ibu Narni
" Mbok, ini di bereskan ya, " Ucap Biyung Maryam
" Yunda kau bantu menyiapkan tata rias dan kamar Wardani, juga persiapan di luar, " Ucap Biyung Maryam
" Baik Dinda, segera saya akan memberitahu dan membantunya untuk acara besok, " Jawab Biyung Zubaidah
" Arya dan Renaldi bisa bantu undang warga desa serta ke penjabat desa lain, serta jangan lupa keluarga Wardani, Abah Warso dan Biyung Sumi, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung kalau begitu Arya ke rumah Abah saja, renaldi biar ke desa lain, untuk warga nanti setelah kita berdua selesai tugas ini, baru ke para warga, " Jawab Arya
" Ya baik, mari mas kita berangkat, " Sahut Renaldi
" Ahh kalau ini buka amanah Biyung Maryam aku tak akan mau, tak rela aku menderita di atas kebahagiaan kekasih yang aku cintai, " Batin Renaldi
" Haha kamu tidak suka kan, ayo perjuangkan, " Ejekan Arya
" Apa mas, tidak ayo kita berangkat, " Jawab Renaldi mengalihkan perkataan
Semua sibuk dengan acara besok yang serba mendadak itu, Wardani yang hanya diam buka berarti mau, serta lurah yang begitu marah-marah terus dalam raut muka, gerak-geriknya serta sikapnya.
Semua telah menyiapkan segala apa yang dia perlukan.
" He Arya, ada apa kamu ke sini, " Ucap Biyung Sumi
" Sudah suruh masuk dulu Biyung, " Jawab Abah Warso
" Terima kasih Biyung, " Ucap Arya
" Silahkan duduk, ada apa datang kesini, " Ucap Abah Warso
" Bagaimana kelanjutan rencana Wardani, " Sahut Biyung Sumi
" Arya tidak tau, Arya kesini hanya memberi tahu bahwa Putri Abah dan Biyung akan menikah dengan Amar, jadi saya di suruh untuk menyampaikan, " Ucap Arya
" Terserah mau nikah atau tidak, yang penting dendam akan berlanjut, " Batin Biyung Sumi
" Hahaha baguslah tidak akan jadi tanggungan kami lagi, yang penting dendam tak akan sudah, " Batin Abah Warso
" Ya sudah nanti kamu berdua akan datang kesana, untuk semua gak perlu dari sini karena kami yakin sana akan menyiapkan dengan baik, Arya kau harus bujuk dan terus awasi Wardani juga agar apa rencananya untuk ke ke sana, dengan juga, " Jawab Abah Warso
" Baik Abah, kalau begitu Arya mau melanjutkan tugas dari keluarga Lurah, pamit, " Ucap Arya
" Iya, Hati-hati, " Sahut Biyung Sumi
Akhirnya Renaldi dan Arya bertemu di balai desa dan mengumumkan di sana, dengan suara merdu untuk pengumuman pernikahan Amar dan Wardani.
Semua persiapan sudah siap dan terlihat tapi dan siap untuk di gunakan.
" Hahaha ini suatu rencana apa yang dia lakukan, aku akan lebih tidak tahan menunggu lama, aku harus membuat Wardani lebih cepat untuk balas dendam, " Ucap Biyung Sumi dengan marah mata melotot
__ADS_1
" Tunggu setelah ini Wardani, " Ucap Biyung Sumi
Keesokan harinya hari yang begitu indah, semua persiapan di acara pernikahan Amar dan Wardani.