
Setelah kematian Raharja di karenakan fitnah dari Wardani yang membuat Lurah marah apalagi Wardani wanita yang di cintai selama ini, tidak rela jika Wardani di Nova sebelum menikah karena Lurah menyukai Wardani.
Sampai-sampai Lurah marah dengan begitu marahnya, Lurah yang tidak tau mengapa Raharja yang selama ini dianggap antek yang selalu jujur dan setia bahkan tidak pernah membantah segala perintah yang diberikan sekarang bisa mengkhianati kepercayaan sang Lurah,Dengan menghukum Raharja sampai mati.
Raharja yang begitu cinta terhadap Wardani tidak tau jika terjadi seperti ini.
" Ternyata kau berani main gila sama Wardani yang tak berdaya, " Ucap Trimoko
" Dasar Laki-laki hidung belang, " Sahut Renaldi
" Kau tega tidak ikut dengan ku tenyata kau mau berbuat seperti dengan Wardani, " Jawab Lurah
" Tidak Abah, aku tidak ngapain Wardani
Malah aku yang di jebak oleh diri nya, " Sahut Raharja
" Apa Mas, aku yang menjebak mu, aku aja tidak mwnjebakmu malah kau yang mengajarku ternyata kau mau melakukan hal yang keji ini, kau paksa aku sampai baju ku kau sobek, " Sahut Wardani dengan menangis
" Mengapa jadi begini, hanya mau kasih tau tentang ritual, tenyata seperti ini, ya udah lah, " Batin Wardani
" Sudah sekali maling tetap maling, " Sahut Trimoko
" Sabar sayang, tenangkan dirimu, " Ucap Biyung sambil menenangkan Wardani
__ADS_1
" Aku tidak akan diam, sudah menjadi sebuah adat keluarga Lurah, kau akan dihukum di keliling alun-alun dan jika kuat akan hidup jika tidak maka mati, " Ucap Lurah dengan Marah
" Abah aku tidak melakukan, dan jangan hukum aku Abah, " Jawab Raharja dengan pembelaan
" Tapi kau sudah terbukti dan aku melihat dengan mata ku sendiri, maka aku tidak akan menghalangi hukuman yang adil, " Jawab Lurah
" Kenapa di kamar Den Ayu begitu Ramai, Mbok, " Ucap Mamang
" Tak tau, tapi katanya Raharja mau memperkosa Den Ayu Wardani," Jawab Mbok
" Walah waduh.... Bener to Mbok, " Sahut Mbok Inun
" Walah.... Masak sih, " Sahut Mamang
" Pareng Eyang, " Sahut Mbok
" Ayo sudah kita kesana, " Jawab Mbok Inun
Nenek Narni menuju ke kamar Wardani, kaget melihat kejadian ini.
" Apa yang terjadi, ini harus ditegakkan seadil-adilnya, " Ucap Nenek Narni
" Kau sebagai pemimpin Harus mengambil keputusan yang tepat, aku mau kekamar, " Ucap Nenek Narni
__ADS_1
Lurah menurut Menyeret Raharja untuk dibawa ke alun-alun untuk di hukum.
" Maafkan aku jika terjadi seperti ini, tapi siapa yang setia senang Lurah pasti akan aku bunuh, " Batin Wardani
Para warga sekitar heboh dengan kejadian yang terjadi kepada Wardani.
Semua para warga melihat Raharja diseret untuk di hukum di tengah alun-alun desa.
" Tolong jangan,aku tidak melakukan semua ini," Ucap Raharja
" Diam kau, jangan mengelak kau harus di hukum, " Ucap suruhan Lurah
" Astagfirullah, Seperti Raharja tidak melakukan sesuatu, pasti ada orang yang menjebaknya, " Ucap lirik Hartono
" Iya sepertinya, aku harus menolongnya, " Jawab Ardi teman Hartono
" Kita beleh membantu, tapi apa daya kita, kita tidak punya bukti, jika kita melawan kita akan kena juga, doakan saja yang terbaik buat mereka, " Ucap Hartono
" Kalau begitu kita pulang saja, aku tak tega melihat dia dihukum, " Jawab Ardi
" Iya mari, " Ucap Hartono
" Mengapa semua menjadi seperti ini, tak usah di pikir yang penting aku terjaga dari semua rencanaku, " Batin Wardani
__ADS_1