SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 27 DENDAM ARYA 1


__ADS_3

Setelah membunuh Sofyan, Arya merasa bahagia karena dendamnya pun terbalaskan, melainkan Dia akan membunuhmu Arman, serta Komplotannya secara berurutan.


Kebahagian Arya begitu memuncak ketika salah satu sahabatnya meninggal dengan cara tragis di tangannya itu.


Arya sangat dendam kepada Komplotannya Trimoko yang membuatnya di fitnah serta diusir dari kampung halamannya.


Bahkan Arya harus rela meninggalkan Biyung dan Abahnya untuk jauh darinya. Kini Arya hanya mampu memandang dari kejauhan melihat kebahagian serta hidup mereka yang sudah bahagia mengikhlaskan Putra tenang disana, walaupun ternyata Putranya masih hidup dengan menjelma sebagai seorang yang tampan bak pangeran.


" Kebahagiaan ku sedikit demi sedikit akan terbayarkan, aku akan membunuh


komplotannya Trimoko dengan tanganku sendiri, " Ucap Trimoko


" Bagus Arya kau akan menjadi patner ku untuk balas dendam, buatlah permainan yang begitu memukau agar ia merasa tiada dengan siksaan yang akan dia tunai," Jawab Wardani


" Itu tentu Wardani, selanjutnya kita kan menghabisi Arman yang begitu angkuh, dia kan merasakan kepediaan kita selama ini, " Ucap Arya


" Bagus.., " Jawab Wardani


" Apa rencanamu untuk menghabisi Arman," Ucap Wardani


" Masih seperti kematian Sofyan, tetapi buat penyiksaan yang sangat pedih sebelum dia mati, " Jawab Arya


" Itu harus, kematian Sofyan adalah kematian yang level sedang yang kurang sentuan jahat dari kita, sungguh beruntungnya Sofyan, hahahaha, " Jawab Wardani


" Ya sudah kita, mengadakan acara kepergian Sofyan dirumah mu Wardani, kau undang Sahabat karibmu itu, " Ucap Arya

__ADS_1


" Ide yang bagus, besok pagi aku akan menemui mereka untuk datang ke acara kita, " Jawab Wardani


" Ya sudah kita istirahat, Waktu sudah malam hari, sampai jumpa besok pagi, " Ucap Arya


Ketika Arya Keluar dari kamar Wardani, Rahma melihatnya, kecurigaan Rahma semakin mengebu-gebu tetapi Rahma tidak tau harus bagaimana untuk mencari Bukti Karena Biyung dan Abahnya sudah bercerita selayaknya iya benar dalam kehidupan ini, hanya menunggu Waktu yang tepat ketika Wardani pulang dari desa sebrang.


" Wajar diakan Adik Kakak jadi kenapa aku harus curiga, Apa yang harus aku curigakan," Batin Rahma


" Sudah deh, dari pada aku salah tangkap aku tidak usah memikirkan dia, aku akan pergi lagi ke desa sebrang untuk berburu serta berkelana untuk menyenangkan hidupku, " Ucap Rahma


Malam semakin larut, tengah malam yang begitu dingin mwnyelimut desanya yang berada si kawasan gunung serta hutan yang lebat, kabut putih yang tebal, suara angin, serta suara seram kerap di jumpai bahkan keadaan desa yang kerap sepi.


Keesokan harinya Wardani menemui Ningsih serta Suwarni untuk mengikuti makan bersama di rumahnya itu. Dengan senang ia mengundang sahabatnya untuk saling bertemu walaupun dengan Wardani yang beda dari sebelumnya.


"Hallo Ningsih, nanti kalian berdua makan bersama di rumah Biyung ya, Aku dan Adik aku mengadakan syukuran, kalian bisa, "Ucap Wardani


" Kita berdua bisa kok santai aja sahabat baruku, semoga kita akan menjadi sahabat seperti sahabatku Wardani yang sudah tiada, " Sahut Ningsih


" Terima kasih sahabat kau masih menganggap aku sahabat walaupun aku sebenarnya Wardani yang kau rindukan, tetapi Wardani yang dulu susah berubah menjadi jahat dan angkuh, aku tidak tau harus bagaimana," Batin Wardani


" Hust Kau kenapa, " Ucap Ningsih


" Ah tak apa aku hanya Banyangi sebegitu akrab dan erat bersama sahabatmu dulu ya," Jawab Wardani


" Iya donk, kita sahabat yang ada untuk hal apa pun, " Sahut Suwarni

__ADS_1


" Ya sudah jangan lupa nanti datang kerumah ku ya," Ucap Wardani


Akhirnya Ningsih serta Suwarni datang untuk memenuhi Undangan Wardanj serta Arya, ia menikmati makan bersama.


" Wau Makan yang sangat lezat, Terima kasih kalian sudah mengundang kita berdua," Ucap Ningsih


" Santai saja ini buat kalian semua, karena aku berhasil malakukan apa yang aku mau yang telah lama aku nantikan, " Jawab Wardani


" Oh, memang apa yang kau lakukan, apa yang berhasil Wardani," Sahut Suwarni


" Hust kamu ini ingin tau saja sih, kepentingan orang lain, maafkan Suwarni memang dia begitu, " Sahut Ningsih


" Ahh tak apa, oh itu Sesuatu yang kita lakukan pasti kita akan bersyukur kan, lah syukur ini karena aku dan Arya sudah diterima di desa ini jadi aku marasa bahagia, bukan begitu Arya, " Jawab Wardani


" Hem betul sekali yang di bilang kakakku itu, " Jawab Arya


" Ya sudah lanjut makanya, keburu dingin, " Ucap Wardani


Mereka berdua menikmati tanpa sadar bahwa semua ini adalah syukur telah berhasil balas dendam yang selama ini, Apakah suatu hari mereka berdua curiga apa yang di kata Wardani tadi?


###


Assalamu'alaikum minta dukungan author dalam berkarya ya, vote, like, serta share karya author ke teman kalian.


Karena dengan vote, like dan share adalah kunci penting untuk saya.

__ADS_1


Ojo lali lho yo komentar, kritik dan saran untuk perbaikan


Ayo tungguin kelanjutan ceritanya seru banget.... Matur suwun salam oc ( ochim chim)


__ADS_2