SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
FLASHBACK


__ADS_3

Biyung Sumi dengan Biyung Hayati adalah teman selasa kecilnya, dimana pun mereka selalu bersama, di sekolah, di rumah, bahkan bermain pun selalu bersama, suatu saat Biyung Sumi dan Hayati jauh karena keluarga Biyung Hayati pindah tempat ke desa sebrang karena kakek dari Biyung Hayati sakit dia harus merawat kakeknya, semasa itu mereka jauh untuk bersama tapi tidak dengan jalinan sahabatnya, setiap hari senggang is bertemu di Perbatasan desa dengan desa sebrangnya.


Mereka tidak cuma saling bertemu di hari senggang, setiap satu minggu ia bergantian untuk tidur di rumahnya. Sampai persahabatan semakin rengkat. Masa remaja mereka saling bersama dan tetap bersama sampai masa remaja menghampirinya.


Biyung Hayati dan Sumi mulai tertarik dengan lawan jenis, Mereka menyukai para putera anak nomer satu di desa, mengapa mereka saling menaruh dengan tipe yang sama.


" Hayati aku suka dengan si anak Lurah, desa kamu aku suka dengannya apakah dia suka dengan ku ya, " Ucap Sumi


" Siapa namanya, aku penasaran," Jawab Hayati


" Ya rahasia, nanti aku kasih tau ke kamu," Ucap Sumi


" Semoga saja dia juga suka kamu, aku juga sama aku suka dengan Lurah Jaya, Lurah didesamu," Jawab Hayati


" Apa kamu suka Darso," Ucap Sumi


" Iya aku sudak Darso, mungkin dia suka tidak dengan aku juga," Jawab Hayati


" Semoga saja dia juga suka dengan kita," Ucap Sumi


" Iya tapi kenapa kita kok sama ya seleranya, kita memang satu hati," Jawab Hayati


" Iya hahaha,kita sahabat," Ucap Sumi


Mereka menghabiskan waktu ceritakan di sana, membahasa soal kejadian yang terjadi dan untuk masa depan, hingga sampai lupa waktu untuk pulang, senja mulai tetap, mereka bergegas untuk kembali rumah Sumi saat itu Hayati sedang tidur di rumah Sumi.


" Ayo kita pulang sudah hampir malam, kita harus segera sampai rumah," Ucap Sumi


" Ayo kita pulang, kita sampai lupa pulang," Jawab Hayati


Mereka akhirnya sampai di rumahnya dengan tepatnya waktu, sesampai di rumah dan suara adzan magrib berkumandang, mereka saling pergi ke mushola yang ada di desa satu itu di rumah Muthofa ayah dari Jamal.


" Sumi dan Hayati, Ayo segera masuk Sholat segera di mulai," Ucap Jamal satu angkatan


" Iya Jamal Mari," Jawab Sumi


Setelah itu terjadi keributan di desa karena Lurah Jaya yang tidak suka dengan suara ngaji secara keras iya datang untuk mengecilkan bahkan dia mempunya acara ya itu tari di balance desanya, sikap kejam dan kurang manusiawi terhadap sesama.


Para desa menuruti apa Mau Lurah yang tidak mengganggu sama lain, sehingga saat itu Keluarga Biyung Sumi hanya seorang buruh tani, rumah yang kecil dan pas-pasan, sedangkan Hayati yang sedkiti mampu walaupun harus berusaha untuk mendapatkan rezeki. Ditimbang kehiduapan Sumi.


Setiap petani saat setelah panen harus memberikan pajak 1/4 dari panen harus bahkan untuk buruh tani harus memberikan sama tanpa membeda-bedakan, keluarga Sumi selalu kesulitan ketika waktu panen dia harus memberikan segitu kepada Lurah Jaya, untuk makan saja sudah sudah apalagi harus memberikan semua kepada Lurah Jaya tanpa ada keringanan.


Keesokan harinya Sumi dan Hayati berkunjung ke rumah Lurah Jaya, niat hanya ingin bertemu dengan Darso yang di suka oleh Hayati, Darso yang tidak selevel itu ya hanya biasa untuk menemainya melainkan dengan Maryam dengan penuh tawa dan sayang anak desa di sebrang yang jauh.


" Lihat kita di acuhkan, lihat Darso dengan wanita itu dia begitu saling menyukai, kalau gitu kita punya dari pads kamu sakit hati," Ucap kirim Sumi


" Tidak sebentar aku berharap Darso memberikan kata saja, jika tidak maka kita pergi saja," Jawab Hayati

__ADS_1


Mereka menunggu lama tanpa kabar, dan akhirnya mereka pergi, Hayati yang lari sambil nangis karena cinta nya tidak di lirik sama sekali dan membuat Hati nya hancur-sehancurnya.


" Hayati berhenti, tolong dengarkan aku," Teriak Sumi


Hayati berhenti dan menangis terjatuh, dan meratap.


" Hayati aku tau perasaan kamu, sudah jangan kau berharap dengan Darso, lupakan cari yang lain, aku yakin di luar sana ada pria yang suka denganmu, sudah hapus air ma tamu, Ayo kita pulang ke rumah," Ucap Sumi


Setelah pulang keesokan harinya Sumi ingin mengenal Pacar siapa yang ia cinta, sesampai disana Sumi mendengarkan kabar yang tidak enakan bahwa orang yang di sukaindi jodohkan dan Sumi baru mau berkenalan dengan dan akhirnya kandas cintanya.


" Hayati aku mau memberikan kamu siapa lelaki si anak desa yang aku cinta," Ucap Sumi


" Mana," Jawab Hayati


Sumi berlari melihat banyaknya orang yang datang untuk perjodohan.


" Sumi kenapa kau berlari, berhenti, sumi," Ucap Hayati


" Ternyata cintaku bertepuk sebelah tangan sama sepertimu, bahwa dia sudah di jodohkan, awal nya aku baru mau berkenalan dan mengenal dia, tetapi dia sudah dimiliki orang lain," Jawab Sumi


" Apa maksudnya mu, dia sudah mau menikah dengan orang lain," Ucap Hayati


" Iya, aku hancur melihat Tedjo dengan yang lain," Jawab Sumi


" Sudahlah ikhlaskan, kamu pernah bilang ke aku harus lupakan yang tidak pasti buat kita, aku yakin kita akan menemukan jodoh yang pantas untuk kita, sudah senyum," Ucap Hayati


Hayati pun telah mendapatkan seorang suami yang siap untuk menikahinya yaitu Bagus,lama iya menikah, tidak lama Sumi mendapatkan pendamping hidupnya yang siap untuk membimbing dirinya menjadi istri yang baik. Tak lama mereka mengandung sebuah anugrah dari tuhan yang secara bersamaan, dan siap untuk menatih di dunia buah hasil cinta mereka.


Hayati yang berpindah tempat dekat dengan rumah Sumi itu, Kehidupan Hayati yang mulai naik surut karena mulai menangung biaya hidup dan aturan di desa sekitar, melainkan keluarga Sumi yang lebih parah dari Hayati, mereka saling menyemangati satu sama lain.


Tak lama kemudian Lurah Jaya yang masih menjabat dalam keadaan tua itu meminta apa yang harus di berikan, Lurah Jaya mengajak putera pengantinya untuk menarik semua yang sudah menjadi kewajibannya, Darso yang hanya mengikitu dan terbiasa pola ajar sang Abah menjadi dirinya kasar persis dengan sikapnya.


"Mana berikan uang tagihan kamu cepat," Ucap Darso


" Aku belum punya, tolong beri aku waktu," Jawab Sumi


" Tolong berikan keringanan dan senggang waktu Darso, kamu masak tidak sedikit kasihan kepada kami, kita ini teman kamu sekalian warga kamu yang Abah kamu pimpin harus memberikan solusi buka seperti ini," Sahut Hayati


" Harus bayar iki sudah menjadi ketetapan aku tunggu dua harus lagi kalau tidak aku akan hancrukan rumah kalian," Ucap Darso


mendoring Sumi hingga terjatuh dan perutnya terbentur


" Au... Sakit, tolong," Teriak kesakitan Sumi


Lurah Jaya dan Darso bahkan anak buahnya meninggalkannya tanpa ada bantuan sama sekali.mereka sudah di rumah matri.


" Alhamdulillah bayi selamat, tapi lemah ini segera untuk di lahirkan," Ucap matri

__ADS_1


" Hayati tolong nanti kami untuk melunasi hutang kami, dan aku sekarang mau melahirkan, jadi tolong," Ucap Sumi


" Maaf untuk kali ini aku juga bingung dan butuh untuk keperluan ku, dan baru saja diberikan kepada Lurah Jaya, dan sekarang tinggal sedikit hanya untuk makan dan bersalin, " Jawab Hayati


Teriakan Sumi yang ingin melahirkan, tak di rasa Hayati juga mulai merasakan sakit dan akhirnya Hayati juga melahirkan seorang bayi yang sangat cantik, jelita ia diberikan nama Wardani mahadika


Mereka melahirkan buah harinya dengan selamat, suatu hari Keluarga dari suami Hayati memberikan sebuah warisan kepada Hayati yang dimana yang membuat dirinya lebih cukup untuk kehidupan seharinya walaupun jauh dari kecukupan yang berlebih, Sumi yang makin susah dan selalu di datangi oleh Lurah Jaya membuat dirinya stress bahkan Bayi yang masih berusia dua minggu akhirnya mengembuskan nafasnya karena butuh makan dan sedang sakit, ketika itu Sumi mulai semena-mena kepada Hayati yang iri dan ingin membuat dirinya merasakan apa yang ia rasakan, akhirnya Sumi dan Warso selalu membuat Hayati bahkan sampai membuat Hayati jatuh sakit dan sang suami.


" Sumi aku tau perasaan kamu, kamu harus kuat, di saja masih banyak yang harus di kejarkan dan menantimu," Ucap Hayati


" Diam kau tak usah kau memberi ku kata semangat, aku sudah benci padamu dan aku tidak suka kepadamu kamu orang yang aku benci selama inj, gara-gara kamu kehilangan semua," Jawab Sumi


" Sumi tidak boleh berkata begitu semua itu sudah jalan sang kuasa, Sumi sebut eling," Ucap Hayati


" Tidak ya tidak, keluarga ku meninggal, bahkan putera ku meninggal gara-gara kamu, aku minta bantuan kamu tidak memberikan kepadaku," Jawab Sumi


" Bukan begitu, aku sudah membantumu, kita saling mengerti sama lain," Jawab Hayati


" Tidak ya tidak pergi, jangan kau ijak rumah lagi," Jawab Sumi


Suami Hayati melihat perlakukan ini menjadi kaget dan terjatuh bahkan ia tiada.


" Mas... Bangun, tolong Sumi," Ucap Hayati


Sumi dan Warso hanya berdiam diri bahkan mereka masuk kedalam rumahnya.


" Mas... Jangan tinggalkan aku, kenapa kau tinggalkan aku," Ucap Hayati


setelah itu Hayati yang hanya menagis dan meratapi nasib sesama puterinya itu, membuat dirinya semakin memikirkan apa yang dirinya tidak lakukan, termakan omonga Sumi dirinya menyangka dirinya orang yang telah membuat dirinya hancur, Sumi yang selalu mengatai kepada Hayati yang membuat Hayati terpojokkan, bahkan sikap kasar Sumi juga membuat dirinya tersiksa.


Tak lama itu Hayati semakin memburuk dan sudah tidak kuat, Sumi dan Warso datang untuk mengambil bayinya buka menolong Hayati, Sumi yang memiliki rasa sakit itu memanfaatkan dan puterinya untuk membalaskan dendam kepada keluarga Lurah Jaya berserta keturunannya.


" Sumi jaga dan rawat Puteriku, cintai dirinya sebagai anak sendiri aku sudah tidak kuat," Ucap Hayati dan berhembuskan nafasnya


" Hahaha... Abah kita akan memiliki puteri cantik, dan suatu saat anak ini akan berjasa bagi kita, kita harus memanfaatkan anak ini untuk men jalan kan rencana kita," Ucap Sumi


" Benar Sumi," Jawab Warso


" Kita ganti nama nya dengan Wardani Miwarso, nama kamu hahahaha," Ucap Sumi


Sebulan berlalu, Wardani semakin tumbuh, dan bahkan Sumi dan Warso mencari dan mencari Anak untuk diadopsi, tak anak kemudian dia mendapatkan anak seorang warga yang tidak mampu yang menyerahkan putera untuk hidup bersamanya, karena keluarga sudah tua dan akan meninggalkannya.


" Akhirnya Wardani memiliki Seorang adik laki-laki, suatu saat anak ini juga akan membuat kita bahagia," Ucap Sumi


" Iya Sumi, aku beri nama Rahma Miwarso," Jawab Warso


" Nama yang baik," Ucap Sumi

__ADS_1


Akhirnya mereka mendewasakan mereka berdua dan mendidiknya hingga dewasa serta menyuruh ya untuk melakukan sesuatu dengan ceritanya, secara perlahan dan manis.


__ADS_2