SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 60 KEPULANGQN WARDANI


__ADS_3

Setelah Wardani dan Arya menemukan dimana tempat perpustakaan itu berada,Wardani dan Arya tidak menunda-nunda untuk melakukan rencananya, ia penasaran apa yang didalam perpustakaan,membuat Wardani dan Arya senang telah menemukan rahasia di balik perpustakaan itu.


Perpustakaan yang menyimpan segala kitab yang telah lama dan serta kunci segala apapun. membuat Wardani dan Arya senang segala ilmu bisa di pelajari di dalam buku yang ia inginkan sesukanya.


Setelah Nenek Ayu meninggal dunia maka Nenek Ayu tidak menjadi seorang Ratu lagi, maka dayang-dayang pun memihak kepada Wardani dan Arya sebagai jujungan barunya, yang perlu di puja dan mengabdi.


" Kalian semua ingin mati atau hidup,jika masih ingin hidup maka kau patuhi apa yang aku katakan, dan segala apa yang aku inginkah harus melaksanakannya, " Ucap Wardani


" Kami ingin hidup,siap akan mengabdi dan melaksanakan apa yang di perintah," Jawab Dayang-dayang


" Kalau kalian ingin hidup kalian harus mengabdi kepada kita semua,jika kalian berani berkhianat maka kau akan Terima akibatnya mati adalah pilihannya, haha...," Ucap Wardani


" Kalian harus menjaga dan setia terhadap kami berdua, kalian dengar, " Sahut Arya


" Siap laksanakan, kami mendengar Tuan, " Jawab Dayang-dayang


" Ya sudah kalian kembali ke tempat kalian semua, kerjakan yang menjadi tugas kalian, " Ucap Wardani


Mereka kembali ketempat mereka masing-masing, dan Wardani dan Arya menikmati rencana ini. Berhasil menumpas keserakahan si Nenek Ayu yang mau menguasai ilmu setiap para pemujanya.


wardani tidak rela jika semua ilmu jatuh kepada orang yang tidak tepat, Wardani melakukan semuanya karena ingin membalaskan dendam kepada keluarga lurah.


" Kita sudah berhasil untuk membunuh Nenek Ayu,Hatiku lega," Ucap Arya


"Hemm, " Tersenyum manis dan ada maksud tertentu


" Iya Arya kita berhasil, satu masalah buat kita sudah hancur dan musnah, " Jawab Wardani


" Iya kita istirahat dan berpesta di sini saja dulu Wardani," Ucap Arya


" Tentulah kita senang-senang di gua sini, " Jawab Wardani


Trimoko yang merindukan Wardani yang selalu menunggu dia pulang.


" Ini hari terakhir, kalau tidak nanti malam besok pagi dia akan pulang, " Ucap Trimoko


" Putraku kenapa kau gelisah, kau merindukan siapa, sampai -sampai begini," Ucap Biyung Maryam yang menghampiri


" Tidak ada Biyung hanya merindu saja, " Jawab Trimoko


" Bohong masak merindu tidak ada orang yang dirindukan, " Ucap Biyung Maryam


" Wardani Biyung, wanita yang aku rindukan, " Batin Trimoko


" Benar Biyung, ya sudah Trimoko mau keluar dulu, dah Biyung, " Jawab Trimoko


" Aduh anak itu aneh sekali, jangan pulang malam, " Sahut Biyung Maryam dengan teriak


" Iya Biyung, " Jawab Trimoko teriak dan berlari


Dayang-dayang menyiapkan hidangan untuk berpesta malam itu, suguhan yang sangat lezat dan langkap di meja makan.


" Taun makan pesta sudah siapa di atas meja makan, Dayang Dayang


" Terima kasih sudah kau siapakan, sebentar lagi kita kan kesana, " Ucap Wardani


" Baik tuan, " Jawab Dayang

__ADS_1


" Wau makan enak, " Sahut Arya


" Ya sudah ayo kita berpesta, perut ku sudah tidak bisa di tahan, " Ucap Wardani


" Buruan, " Jawab Arya


Wardani dan Arya menikmati pesta kemenangannya.


" Kamu pulang malam ini atau besok ya sayang, aku kangen denganmu, cepatlah pulang, " Ucap Lurah


" Andai kau tau bahwa aku sangat rindu dan ingin memelukmu," Ucap Lurah


" Abah kenapa dia murung, seperti ada yang di rindukan," Ucap Biyung Maryam dari kejauhan


Biyung Maryam menghampiri dan menyanyakan apa yang terjadi kepada Abah.


" Abah apa yang kau rindukan, apa ada masalah, " Ucap Biyung Maryam


" Aku merindukan Wardani kekasih gelapku, " Batin Abah


" Tidak aku hanya merenung saja, " Sahut Lurah


" Apakah kau Sedih dengan kehidupan kita yang banyak masalah, semua telah terjadi secara yang tidak wajar, " Ucap Biyung Maryam


" Tidak aku sudah menerima walaupun itu sulit, tetapi mengapa semua aku alami, " Jawab Lurah


" Entahlah Abah, " Ucap Biyung Maryam


" Ya sudah aku masuk dulu, " Jawab Lurah


" Abah sama anak sama aja tak tau apa yang di rindukan, " Ucap Biyung Maryam


Wardani dan Arya tepat karena makan makan selahap mungkin yang membuat dirinya kekenyaan yang membuat mereka terkapar di ruang makan.


" Arya aku kekeyangan, " Ucap Wardani


" Aku juga tak kuat untuk berdiri, " Jawab Arya


" Ya sudah kita tidur disini saja, " Ucap Wardani


" Kenapa Ayunda kok murung, akhir-akhir ini, " Ucap Zubaidah


" Aku binggung sama Trimoko dan Abah dia murung dan merindukan sesuatu tetapi dia tidak mau bercerita, " Jawab Maryam


" Sudah lah Ayunda kita sudah melakukan yang terbaik jika dia tidak mau bercerita ya sudah, " Ucap Zubaidah


" Ya juga, aku sudah capek mikirin mereka berdua, " Jawab Maryam


" Sudah kita ikut kata hati, dan ikut apa yang dikatakan Abah, maka kita akan tenang, " Ucap Zubaidah


" Iya akun juga begitu," Jawab Maryam


" Ya sudah Ayunda tersenyum donk jangan murung jelek, " Ucap Zubaidah


" Iya deh makasih ya Dinda kau sudah ada buat aku, " Jawab Maryam


" Sama-sama Ayunda, " Ucap Zubaidah

__ADS_1


Pagi telah tiba, matahari menyinari hutan yang lebat. Mereka berdua segera pulang ke rumah Lurah.


" Hari ini kita pulang ke rumah pak Lurah, " Ucap Wardani


" Iya kalau begitu kita langsung saja pulang sekarang, " Jawab Arya


" Dayang aku mau titip jaga gua anoman, " Ucap Wardani


" Baik tuan, " Jawab Dayang


" Aku pergi dulu, " Sahut Arya


Wardani dan Arya menuju ke luar pintu Gua Anoman untuk bersiap pulang rumah Lurah.


" Buruan Wardani, " Ucap Arya


" Sebentar Arya, aku akan berikan mantra untuk mengurung mereka aku takut jika mereka kabur dari sini, " Jawab Wardani


" Benar sekali kau, " Sahut Arya


Wardani mengucapkan mantra untuk mengurung mereka keluar dari gua anoman.


Wardani dan Arya mengucapkan mantra agar segera sampai di perkampungan Tempat tinggal Lurah.


" Selamat pagi, Biyung, " Ucap Wardani


" Iya sebentar, " Jawab Biyung Maryam


" Mbok tolong lihat siapa itu, " Ucap Biyung Maryan


" Iya tuan, " Jawab


" Den Ayu Wardani dan Den Arya sudah pulang, bentar saya bilangkan ke Biyung Maryam, " Ucap Mbok


" Iya Mbok, " Jawab Wardani


" Ternyata Den Ayu Wardani dan den Arya Tuan, " Ucap Mbok


" Kebetulan langsung suruh ke ruang makan untuk sarapan bersama, " Ucap Biyung Maryam


" Baik Tuan, " Jawab Mbok


" Sayangku sudah pulang, aku akan melepaskan rindu dengannya, " Batin Lurah


" Pujaan hatiku tiba, aku tak sabar melihatnya, " Batin Trimoko


" Silahkan masuk Den langsung ke ruang makan untuk sarapan bersama, untuk barang Aden serakan ke mamang, " Ucap Mbok


" Sini den biar Mamang yang bawakan barang aden dan den Ayu, " Sahut Mamang


" Makasih ya Mang, " Sahut Wardani


" Silahkan duduk sarapan bersama, " Ucap Biyung Maryam


" Baik Biyung," Sahut Wardani


Mereka menikmati sarapan pagi bersama.

__ADS_1


__ADS_2