SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 129 DI MANFAATKAN


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Wardani tidak sengaja datang ke rumah Biyung Sumi untuk mengunjunginya ingin mengetahui kabar dan keadaan keluarga. Sesampai di sana Wardani berharap mendapatkan kabar yang baik ternyata Wardani mendapatkan kabar yang membuatnya kecewa bahkan merasa sakit dan di manfaatkan.


Biyung Sumi dan Abah Warso yang saat sedang berkumpul saling berbincang-bincang di ruang tamunya dengan bahagia tanpa beban, karena dia sangat bahagia semua dendamnya sudah setengah terbayarkan.


" Abah aku merasa bahagia, dimana kita dapat melihat keluarga Lurah Darso mulai hancur, ini sebuah kesenangan bagiku melihat dengan mata kepalaku sendiri," Ucap Biyung Sumi


" Ha.. Apa lagi Abah sangat bahagia dan lebih puas lagi jika sampai habis dan lebih dari kita Biyung," Jawab Abah Warso


" Tenang saja, kita akan bahagia setelah ini Abah karena Arya akan membuat rencana yang sangat menyenangkan dia akan membunuh Eyang Narni," Ucap Biyung Sumi


" Benarkan itu," Jawab Abah Warso


" Benar Abah, ini rencana kita berdua," Ucap Biyung Sumi


" Bagus kalau begitu ya sudah Biyung atur semua saja," Jawab Abah Warso


" Sayang kamu mau kemana kok udah rapi sekali," Ucap Trimoko


" Aku mau berkunjung ke rumah Abah dan Biyung Sumi sebentar," Jawab Wardani


" Dasar Wanita setan dia berani nya merebut suami ku,aku harus bertindak tidak boleh lemah," Ucap Rani yang menjadi mata-mata suaminya


" Aku antar ya, sekalian aku bertemu dengan komplotan aku," Ucap Trimoko


" Ternyata Mbak Wardani juga berkerja sama dengan suamiku, dia sudah setengah membuat keluargaku hancur aku akan membuat dia menyesal telah membuat keluargaku hancur berantakan," Ucap Rindu yang mencari informasi sembunyi-sembunyi


" Kalau begitu ya sudah ayo berangkat," Jawab Wardani

__ADS_1


" Ya sudah ayo," Ucap Trimoko


" Sudah siap, pegangan yang erat," Ucap Trimoko


" Iya sayang sudah," Jawab Wardani


Wardani dan Arya berangkat untuk mengantarnya. Para tentang yang hanya membicarakan dengan tentangnya yang tidak berani berbicara langsung yang dimana Lurah yang kejam dan di takuti oleh Warganya, semua sikap dan perilaku yang begitu kejam dan tidak mempunyai perasaan.


" Sudah sampai, " Ucap Trimoko


" Terima kasih ya sayang," Jawab Wardani


" Sama-sama, sampai jumpa di rumah," Ucap Trimoko


" Iya muach, hati-hati, salamkan kepada semua komplotanmu ya sayang," Jawab Wardani


" Iya itu pasti, ya sudah aku pergi ya," Ucap Trimoko sambil meninggalkannya


" Eyang aku harus bagaimana, hanya aku bisa bicara dan menceritakan ini semua kepada Eyang, aku sekarang sudah tau semua kejahatan Den Ayu Wardani, pasti Eyang Narni sudah tau dari lama, sehingga Eyang Narni seperti ini pasti karena ulahnya, Biyung Maryam dan Biyung Zubaidah meninggalkan juga karena fitnahnya, bahkan semua kejahatan dan masalah semua dari ulahnya Eyang, sekarang Simbok yang tau dan apaa yang harus aku lakukan, apakah aku harus memberitahukan kepada Tuan Darso atas semua perbuatan dan semua yang di lakukan selama ini," Ucap Simbok Darmi


" Mbok benar sekali aku sudah mengetahui sejak lama sehingga aku di buatlah seperti ini, sekarang kau harus berani untuk mengatakan itu kepada Tuan Darso agar Wardani di berikan semua yang telah dia lakukan," Batin Eyang Narni yang hanya membalas dengan batin


Tiba-tiba Rindu datang perlahan-lahan untuk menyambung pembicaraannya.


" Pasti bisa, Ayo Mbok kamu bisa katakan kepadanya Abah, atas semua perbuatan Wardani selamat ini, aku akan membantumu di waktu yang tepat," Sahut Rindu


" Den Ayu, tapi aku takut untuk itu," Jawab Simbok Darmi

__ADS_1


" Jangan takut ada aku yang akan membantumu, kita akan membongkar semua yang telah Wardani lakukan kepada keluarga kita," Ucap Rindu


"Iya den,semoga," Jawab Simbok Darmi


" Semoga ada Jalan untuk menceritakan semuanya kepadanya Tuan Darso Eyang, ya sudah Simbok tinggal dulu masih banyak kerjaan tadi Den Ayu," Ucap Simbok Darmi


" Iya,aku mau bersama dengan Eyang dahulu sebentar," Ucap Rindu


" Eyang aku sudah tau semua, sekarang aku sudah tau dan ingat semua, aku akan segera untuk menyelamatkan keluarga kita dari wanita setan itu,jadi Eyang tenang saja,doakan selalu yang terbaik untuk itu," Ucap Rindu


" Aku hanya bisa mendoakan dan mendukungmu bersama untuk membalaskan semua ini kepadanya," Batin Eyang Narni


" Ya sudah Rindu kembali ke ruang dahulu biar tidak ada yang curiga, baik-baik Eyang," Ucap Rindu


Rindu kembali ke ruangnya agar tidak ada yang mengetahuinya, Wardani sontak berhenti sejenak untuk melangkah masuk kedalam rumah Biyung Sumi.


" Seperti Biyung Sumi dan Abah membicarakan sesuatu aku harus dengarkan dahulu," Batin Wardani


" Kita akan bahagia, sungguh emang bodoh, bahwa Wardani bukan puteri kita tapi kita suruh untuk membalaskan dendam kita, apa lagi Rahma juga bukan anak kita, kita memang untung Abah," Ucap Biyung Sumi


" Hahaha... Sungguh untuk sekali, aku juga bahagai semoga rahasia ini tetap terjaga, jangan ada yang tau soal ini Biyung," Jawab Abah Warso


" Apa...? Aku bukan puterinya," Batin Wardani sambil berlari ke arah hutan untuk melepaskan semuanya


" Kenapa semua harus terjadi kepadaku, aku sudah di kecewakan berulang kali, apa salahku, aku tidak menyangka keluarga yang aku sayangi dan aku dambakan ternyata bukan orang tuaku, dia hanya ingin memanfaatkan aku untuk memuaskan keluarganya," Ucap Wardani sambil manangis


Wardani terus menangis untuk meratapi semuanya.

__ADS_1


" Aku harus mencari tau tentang semua ini, agar aku tahu, aku akan ke rumah Biyung untuk mencari tau semuanya, aku akan membalaskan ini semua kepada yang berhak menerimanya," Ucap Wardani


Wardani mengusap air matanya, ia mulai berani dan berusaha tegar dan kembali untuk ke rumah Biyung Sumi.


__ADS_2