
Setelah rencana mereka berdua berhasil, mereka segera pergi dari rumah Lurah untuk datang ke gua Anoman untuk menjalankan segala misinya yang sempat di lupakan.
Wardani yang izin kepada Lurah untuk ke rumah saudara di kampung sebrang bersama Arya yang di berikan izin karena Lurah sangat mencintai Wardani apa yang di minta pasti di turuti.
Tak menunggu lama Wardani dan Arya berangkat ke Gua Anoman untuk menjalankan semua misi dan menemukan kunci sesuatu untuk menghabisi Nenek Ayu.
" Arya kita jalan sampai perbatasan sini aja, selanjutnya kita minta bantuan setan untuk membawa kita ke sana, karena jika kita berjalan kesana dengan jalan asli kita butuh berhari-hari sampai-sampai kita melewati semua rintangan yang seperti pertama itu, " Ucap Wardani
" Betul yang ucapkan, Ya sudah aku panggil, " Jawab Arya
" Ayo buruan biar kita cepat sampai di sana tepat waktu dan taksabar agar tidak membuang waktu kita, " Ucap Wardani
" Iya sabar, ini baru aku mau memanggilnya, " Jawab Arya
" Suro dirojo, gedhene ilmu ono neng pikiran, teko sumunat banter, tanpa keroso, teko teko, " Ucap Arya dengan mantra Jawa asli
Tiba-tiba ada sebuah angin yang kencang, suara burung seram berbunyi dan suasana gelap, abu asap yang hitam menghampiri ternyata setan itu muncul dari situ.
" Hahaha kenapa kalian memanggil. Ku, ada yang bisa saya bantu, " Ucap Setan Hitam
" Tolong kami berdua untuk membawa kita sampai di Gua Anoman dengan cepat, " Ucap Arya
" Bawa kita ke sana karena kami berdua ada keperluan dengan Nenek Ayu, " Sahut Wardani
" Hahaha gampang, kalian berdua siap, " Ucap Setan Hitam
" Siap, " Sahut Arya
Setan Hitam akhirnya mengucapakan mantra dan seketika Hilang dan tiba tak terasa sudah berada di depan Gua Anoman.
" Secepat kilat sekali, kita sudah berada di Depan gerbang Gua Anoman," Ucap Wardani
" Terima kasih Setan Hitam, " Sahut Arya
" Hahahaha, " Sahut Setan Hitam dengan menghilang
Setan Hitam menghilang dan pergi hilang dengan secepat kilat, Wardani dan Arya pun segera bertindak melakukan sesuatu.
" Bagaimana sekarang, kita masuk dengan apa, apakah Nenek Ayu tau jika kita kesini, " Ucap Arya
" Tak tau lah, tapi tenang kita sudah pernah tau kunci masuk Gua Anoman dan aku masih menyimpan patung Anomannya, " Jawab Wardani
" Oh iya aku sampai lupa, kalau begitu ayo cepat buka Gua Anomannya, " Ucap Arya
__ADS_1
" Iya aku akan membukanya, " Jawab Wardani
Wardani memulai dengan mengisi dengan huruf satu persatu huruf dengan mengosokan tangan ke baru dan memasangkan patung Kera putih yang bernama Anoman.
Tidak menunggu lama akhirnya pintu Gua Anoman terbuka. Wardani dan Arya langsung memasuki kedalam Gua Anoman.
" Arya ternyata masih bisa kunci ini, kalau begitu ayo kita masuk ke Gua Anoman, " Ucap Wardani
" Ayo buruan, pasti Nenek Ayu dan para dayang-dayang sudah menunggu di tempatnya, " Jawab Arya
Pintu Gua Anoman yang membuka yang di pinggir gua yang begitu seram, suara hening dan burung berkicauan, burung gagak berterbangan bahkan kelelawar yang saling berterbangan serta bergemelatungan di atas gua.
" Suasana Gua Anoman yang makin hari makin seram dah ganas Arya, ini tanda kekuatan Nenek Ayu bertambah serta misi dia akan mengambil ilmu kita akan segera ia tunaikan, " Ucap Wardani
" Kalau begitu kita tepat waktu, kita akan mengambil ilmu dahulu dia menghabisi nya, " Jawab Arya
" Benar kau Arya ya sudah ayo kita ke dalam lagi," Ucap Wardani
" Selamat datang di gua Anoman ini sayangku, " Ucap Nenek Ayu
" Iya Nek, maaf kami berdua kesini tidak bilang ke Nenek terlebih dahulu, " Sahut Wardani
" Iya Nenek karena kamu berdua sudah kangen dan ingin menjenguk Nenek, " Jawab Arya
" Oh bagaimana rencana kalian apakah sudah berhasil, hahahaha, " Ucap Nenek Ayu
" Belum masih Nek, masih pemanasana yang sangat menarik sekali, hahaha, " Jawab Wardani
" Bagus Bagus sekali, kau harus membuat mereka merasakan kepedihan apa yang kalian rasakan, " Ucap Nenek Ayu
" Tentu Nek, akan aku buat separah mungkin, " Jawab Arya
" Kalau begitu kalian ke kamar yang sudah disiapkan Dayang-dayangku, " Ucap Nenek Ayu
" Iya Nek, kami berdua izin kekamar dulu, mau istirahat juga ingin menikmati Gua Anoman yang lama tidak kami kunjungan," Ucap Wardani
" Silahkan nikmati, " Jawab Nenek Ayu
Wardani dan Arya menuju ke kamar mereka yang kebetulan satu arah dan berdekatan.
" Silahkan ini kamar kamu, dan yang ini kamar kamu, " Ucap Sayang
" Terima kasih, " Jawab Wardani
__ADS_1
Dayang-dayang meninggalkan kamar mereka dan Wardani dan Arya bertemu sejenak.
" Wardani kita sudah di sini, kita harus bagaimana, " Ucap Arya
" Sabar Arya kita pikirkan besok, hari ini kita istirahat dulu menghilangkan rasa kesal kita, nikmati malam dengan mimpi, " Jawab Wardani
" Ya sudah kalau begitu sampai besok lagi, selamat istirahat, " Ucap Arya
" Dayang-dayang ku siapkan makanan buat mereka berdua, buatlah menu makanan yang begitu lezat dan enak, berikan ikan dan daging yang segar. Kalau sudah siap besok pagi harus sudah di bidang akan di rumah makan dan kita makan bersama.
Suara sunyi dan suara binatang malam yang menyelimut gua Anoman, serta bulan yang pusar bulat menawan cahaya terang yang membuat hutan bercahaya, serta suara baung serigala yang tak pernah ketinggalan membaung.
Serta gua yang terasa sepi disaat malam membuatmu Gua tak ada penghuni.
Keesokan harinya.
Nenek Ayu dan Dayang sudah menyiapkan makanan dan minuman di ruang makan untuk berjamu pagi dengan mereka.
" Sayangku pagilkan pada tamu ku untuk segera datang kesini, kita nikmati makan bersama, " Ucap Nenek Ayu
" Baik Ratu, kami akan panggilkan, " Jawab Dayang
Dayang berjalan menuju ke kamar mereka dan membangunkan satu persatu untuk segera menuju ruang yang sudah di sediakan.
" Permisi sudah di tunggu Ratu di ruang makan, segera untuk kesana, " Ucap Dayang
" Baik Terima kasih, sebentar lagi kita menuju ke situ, " Jawab Wardani
" Mas segera ke ruangan sudah di tunggu oleh Ratu, " Ucap Dayang
" Iya Terima kasih, " Jawab Arya
Wardani menuju ke ruang makan, dan di susul Arya menuju ke ruang makan.
" Silahkan duduk nikmati makan sarapan pagi dari Ratu, " Ucap Nenek Ayu
" Hidangan yang sangat enak sekali, maaf merepotkan Nek, " Ucap Wardani
" Iya ini sangat berlebihan Nek, " Sahut Arya
" Tak usah kau hiraukan, ini semua penyambutan para pengikutku yang berkunjung disini jangan kau menolaknya, ayo nikmati makanan, " Jawab Nenek Ayu
" Ya sudah mari kita makan, " Ucap Wardani
__ADS_1
Mereka berdua menikmati sarapan pagi dengan nikmat.