
setelah kejadian itu wardani dan Amor mempunyai rencana untuk menikah tetapi amor tidak mengetahui bahwa ini semua rencana wardani untuk membalas dendam kepadanya, Amor orang yang lugu itu berani untuk bilang kepada ibunya untuk menikahi wardani apa yang terjadi.
Kebahagian Amor yang saat itu berbunga-bunga karena cinta selama ini di terima walaupun itu hanya belaka, Amor telah mengungkap semua rasa terhadap Wardani, untuk segera menikahinya apakah Amor men dapat restu oleh Ibunya yang sedang terkapar berbaring seperti mayat hidup.
" Akhirnya satu macam masuk dalam kandang aku tanpa ada yang menuruhnya, dia masuk dan datang sendiri sungguh bahagianya diriku, hahaha, " Ucap Wardani
" Aku ingin tahu bagaimana ekspresi nenek peot mendengar cerita ini, pasti dia kaget serta menolaknya seperti suara bayi yang meranggak minta asi," Ucap Wardani
" Aku akan kesana dan ungkapkan ini kepadanya, " Ucap Wardani
Ketika mau menuju kamar nenek peot Lurah menghampirinya Wardani, untuk mengatakan sesuatu kepadanya.
" Berhenti Sayang, " Ucap Lurah Darso dari kejauhan
" Kakek itu lagi, males lah, kenapa dia selalu muncul di hadapanku, Trimoko yang tergila aja datang tepat waktu, yang satu ini malah ada setiap saat, " Batin Wardani
" Iya Sayang, " Sahut Wardani dari arah pintunya
" Muach, " Kecupan di kening Wardani
" Ada apa kok Maggie Wardani, apa ada yang mau di katakan, " Jawab Wardani
" Adalah, aku mau beri tahu kalau bahwa nanti sampai besok aku ada tugas jadi aku pulangnya lusa,jadi aku ingin ketemu agar rasa kangen aku terobati saat ini juga, " Ucap Lurah Darso
" Kenapa harus izin ke saya, kan kamu punya bini sendiri, emangnya aku pikirin, kamu enggak pulang,tidak kangen, tidak apapun gak masalah buatku,malah bagus aku tidak sering bertemu denganmu, dasar kakek tua, " Batin Wardani
" Yah Sayang jadi Wardani tidak bisa ketemu Sayang, jadinya Wardani kesepian," Jawab Wardani
" Sebentar saja gak lama, pasti setelah kerjaan selesai aku langsung pulang, " Ucap Lurah Darso
" Terserah kamu kamu gak pulang aja aku malah suka, " Batin Wardani
" Ya sudah janji ya, aku tunggu ya kalau begitu ya sudah aku mau ke kamar eyang untuk memberikan makanan, " Jawab Wardani
" Ya sudah dada sayang, sampai jumpa lagi ya, " Ucap Lurah Darso
Lurah sangat senang gembira bisa bertemu Wardani sebelum berangkat untuk menjalankan tugasnya,Lurah langsung masuk ke kamar dan Biyung Maryam bertanya kepadanya.
" Abah jadi tugas dan pulang kapan, " Ucap Biyung Maryam
" Jadilah hari ini aku berangkat setelah ini kamu siapakan yang Alan di bawa, untuk pulangnya lusa aku pulang, jadi aku serahkan semua rumah ke kamu, kamu harus men jadi tuan rumah dan kepala rumah di rumah sebentar, " Jawab Lurah Darso
" Iya Abah terima kasih sudah mempercayakan semua ke Biyung, " Ucap Biyung Maryam
"Kalau begitu saya siapkan apa saja yang akan dibawa, " Ucap Biyung Maryam
Wardani menuju ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman jatah makan siang untuk Eyang Narni.
" Eh Den Ayu, ada apa Den, Simbok bisa bantu, " Ucap Simbok
" Oh iya Mbok, makanan dan minuman buat Eyang sudah siap atau belum, " Jawab Wardani
" Oh semua sudah siap Den, tinggal Den Ayu bawa di atas meja ini Den, " Ucap Simbok
" Kalau begitu saya bawa ya Mbok, pasti Eyang udah lapar, " Jawab Wardani
__ADS_1
" Iya Den, " Ucap Simbok
eyang Narni tidak tahu bahwa wardani akan masuk kedalam kamarnya dan akan memberikan kabar yang sangat tidak menggenakan yang membuat Eyang Narni tidak tahu harus apa yang harus me lakukan apa karena dirinya tidak bisa bergerak maupun berbicara. Eyang Narni yang hanya bergerak ketakutan dan bergemumam suara.
" Selamat siang nenek peyot, waktunya makan siang, bagaimana kau suka Aku datang, " Ucap Wardani
" Dasar Wanita setan,kenapa kamu harus ke sini, " Batin Nenek Narni matanya Marah
" Wau sekarang mulai berani dan tidak takut, tapi tidak apa kan Nenek peot masih berbaring tak berdaya, hahaha, " Ucap Wardani
" Diam mulutmu, kalau aku sudah sembuh mulutmu yang manis penuh dengan dusta itu akan aku hancurkan, " Batin Eyang Narni
" Kenapa mau tampar,mau pegang mulut indahku, ayo pegang, " Ucap Wardani sambil mengerakan tangannya ke muka Wardani
" Haha, bergerak sedikit aja tidak bisa apa lagi menggegam, " Ucap Wardani
" Berhenti Wanita setan, berhenti, awas kamu menyiksaku disaat aku tidak berdaya, " Jawab Eyang Narni
" Ada yang ingin aku beri tahukan kepadamu bahwa sebentar lagi outta kesayangan mu Amor mau menikahiku, aku saja tidak mau te tapi dia yang memaksa untuk menerimanya, aku terima saja, " Ucap Wardani
" Apa jangan-jangan kau jampi-jampi dia agar dia mau kepadamu, wanita penggoda, " Batin Eyang Narni
" Aku tidak ngapa-ngapain dia, putramu sendiri masuk ke kandang macan dengan mudah Nenek peot, " Ucap Wardani
" Sungguh bahagianya diriku tidak susah-susah melakukan apa yang aku mau, " Ucap Wardani
" Simbok, Wardani sudah memberikan jatah kepada Eyang, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah Tuan, baru saja Den Ayu kesini mengambilnya serta menuju ke kamar Eyang, " Jawab Simbok
" Iya Tuan, nanti Simbok masakan masakan kesukaan Eyang, " Jawab Simbok
" Ya sudah kalau begitu, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Tuan, " Jawab Simbok
Biyung Maryam menyuruh Simbok untuk memberikan makanan kesukaannya untuk membuat keseharian Eyang dengan makanan kesukaannya, agar semakin suka dan menambah nafsu makan agar cepat pulih dan sembuh.
melainkan itu Amor ingin menuju ke kamar Eyang untuk menyanyalan dan memberitahukan kepadanya tentang rencana dan tujuannya, Amor tidak tahan ingin segera menikahi Wardani kekasih hatinya. Apakah Ibunya setup dan memberikan izin setelah tau siapa sebenarnya Wardani itu.
" Aku segera saja untuk ke kamar Ibu,aku tidak mau menunggu lama tentang jawaban ini, aku tidak sabar untuk segera menikahi Wardani dan memberikan kabar baik ini kepadanya, " Ucap Amor di kamarnya
Amor menuju ke kamar Ibu nya, Amor tidak tau bahwa Wardani masih di dalam kamar itu.Amor seketika itu langsung masuk ke kamar Ibunya.
" Ibu Amor datang, " Ucap Amor sambil membuka pintu
" Aduh Mas Amor datang, " Batin Wardani
" Ternyata Kamu masih di sini ya Wardani, lagi memberikan makan ke Ibu ya, " Ucap Amor
" Hem iya, maaf Mas kalau begitu Wardani izin keluar, " Jawab Wardani
" Dasar bermuka dua kau wanita setan, jangan percaya padanya Amor, sadarlah, " Batin Eyang Narni
" Tidak usah kau di sini saja biar sekalian kamu tau aku tanya ke Ibu dan jawaban dari Ibu tentang apa yang ingin aku sampaikan kepadanya, " Ucap Amor
__ADS_1
" Ya sudah Mas kalau begitu, " Jawab Wardani sambil mengedipkan mata ke Nenek peot
" Ibu Amor mau mengatakan sesuatu kepadaku Ibu, ini soal perasaan Amor, setelah sekian lama Amor menunggu saatnya Amor berani dan siap untuk menikahi Wardani, " Ucap Amor
" Em... Em... Jangan putraku kau jangan
tercebak pads wanita ini, dua kangmas much sudah menjadi Korban dan keluarga kita, Ibu tidak rela, " Batin Eyang dengan menolak dan mengeluarkan air mata
" Ayo terus Amor buat Nenek peot banyak tekanan agar stress dan makin membuat drop agar segera mati hahaha, jangan di beri ampun, " Batin Wardani sambil meyewotkan mulutnya
" Kenapa Ibu mengeluarkan air mata, apakah Amor salah mengungkapkan rasa dan keingina Amor yang ku tunggu selama ini, " Ucap Amor
" Bukan Putraku, Biyung tidak rela kau menjadi Korban dan Ibu tidak rela kau her sanding dengan Wanita setan itu, Amor coba sadarlah Ibu tidak bisa melakukan apa-apa, " Batin Eyang Narni
" Berikan Doa restu dan berikan semua doa Ibu agar Amor bisa membahagiakan Wanita Amor sayangi, " Ucap Amor sambil mencium tangan Eyang Narni
" Wau begitu sayangnya kau terhadap Ibu much, sangat menyedihkan," Batin Wardani
" Ibu memberikan izin dan menerima apa yang Amor katakan, segera Amor siapkan untuk menikahi Wardani, percayalah Amor akan baik-baik saja dan akan selalu mengutamakan Ibu, " Ucap Amor sambil Menghapus air matanya
" Ibu tidak bisa mencegahmu Putraku, Ibu cuma berharap dirimu dan keluarga kita selamat dari segala kejahatan Wanita setan itu, saja semoga kamu bahagia, " Doa Eyang Narni ke Amor
" Sebentar lagi permainan baru di lakukan, siap tanggal mainnya haha... , " Batin Wardani
" Tunggu permbalasan dirimu, semua akan Indian pads waktunya, kau yang menanam kau yang memetiknya, sudah cukup aku melihat kau bahagia diatas jeritan keluarga ku dan jeritan orang yang lemah, saatnya ini balasan untuk much, " Batin Wardani sambil meneteskan air mata
Amor melihat Wardani meneteskan air mata,dia menghampirinya.
" Kenapa kau meneteskan air mata, percayalah dan jangan kau ragu aku akan menjadi pendampingmu dan menjaga dirimu dengan baik, sudah jangan kau bersedih, " Ucap Amor
" Aku sedih buka tentang itu, aku sedih aku teringat dengan kisahku yang mengerikan hingga saat ini, aku tidak butuh sifat baikmu, " Batin Wardani
" Tidak mas aku sedih sekali, bahwa dirimu telah siap untuk memilihku, Aku tidak bisa apa-apa aku hanyalah anak orang tidak punya yang ikut tinggal disini karena perantaran adik aku yang menikahi dengan keponakanmu, Aku hanya siap mengabdi kepadamu, " Jawab Wardani
" Sut... Tutup bicara kamu, aku memilihmu tidak dari status kayamu tapi rasa cintaku kepadamu, " Ucap Amor
" Dasar lelaki hidung belang,tidak tau bahwa kau suka aku dengan kecantikanku, coba saja jika aku Wardani yang kamu, pasti kau tidak suka sama sekali dengan dirimu, pasti kau akan membuli dan mencampakkan diriku, " Batin Wardani
" Amor Putraku begitu kuatnya pelet yang telah membuatmu begini, gusti berikan kesembuhan untukku agar aku bisa mengelamatkan dari Wanita setan dan bermuka dua ini, aku berharap berikan kesembuhan, " Batin Eyang Narni
" Ya sudah kalau begitu aku akan menyiapkan buat acara pernikahan kita berdua, kalau begitu aku tinggal dulu, " Ucap Amor
" Ibu terima kasih, Amor mau pergi dan menyiapkan untuk hari spesial Amor dan Wardani, aku tinggal dulu ya, aku sayang Ibu, " Ucap Amor sambil mencium keningnya
" Iya Mas Amor, hati-hati, " Jawab Wardani
Amor meninggalkan kamar Ibunya untuk menyiapkan semua acara hari spesialnya untuk menikahi Wardani.
" Bagaimana Nenek peot suka dengar semua dari putramu yang bodoh itu, dia lebih memilih aku dan aku akan membuatnya sakit dan sakit yang di rasanya, " Ucap Wardani
" Tutup ucapanku itu Wanita setan, pergi dari sini, " Batin Eyang Narni
" Kenapa tidak suka, tapi dia sudah memgambil keputusan yang tepatnya, terima kasih ya sudah memberikan sebuah kemenangan kepadaku, " Ucap Wardani didekat telinga dan sambil menyenggol pipi Eyang Narni
Akhirnya Amor memantapkan untuk menikahi Wardani, dan Ibu Narni yang tidak setuju dengannya yang tidak mampu menyuarakan ketidaksukanya hanya terbatas dengan tangisan sedih yang di anggap tangisan bahagia untuk jawaban setuju, apa yang terjadi setelah Wardani menikahi dengan Amor.
__ADS_1