
Dengan kejadian malam itu, Arya memiliki rencana untuk menghabisinya, Arya meminta bantuan kepada Wardani untuk melakukannya.
" Wardani aku akan menghabisi Sofyan, kamu bisa melakukan untuk ku, " Ucap Arya
" Tentu kau akan mengodanya, kamu tinggal berbicara sebelum ia tiada Arya, " Jawab Wardani
" Siapkan saja waktu yang tepat untuk menghabisi Sofyan, " Ucap Wardani
" Siap, atau kita cari Sofyan untuk mengoda agar jatuh hati padamu lalu kau meminta untuk menemuimu besok atau lusa Wardani, " Jawab Arya
" Ide yang bagus, kesempatan ini jangan di tunda, aku tidak sabar untuk kemenangan dan balas dendam Wardani, " Ucap Wardani
" Hebat kau sekarang meninggakkan sisi kebaikan dalam dirimu, hahahaha, " Jawab Arya dengan tertawa sinis
" Ya sudah mari kita cari Sofyan, " Ucap Wardani
Mereke berdua kekaur untuk mencari Sofyan
" Kalian berdua mau kemana Kak, " Ucap Rahma
" Kami berdua mau keluar mencari cuaca segar, mumpung lagi hari sambil olahraga jalan sehat kampus, " Jawab Wardani
" Atau Arya mau ikut kita berdua, " Sahut Arya
" Itu diajak oleh Mbak dan Masnya mau ikut biar segar dibadan, " Sahut Biyung
" Tak udah, ya sudah hati-hati dijalan," Jawab Rahma
" Kami berdua pamit dulu ya Biyung, Mari," Ucap Wardani
" Mari Biyung, Rahma," Sahut Arya
" Hati-hati, " Jawab Biyung
Tidak disangka memang keberuntungan mereka berdua ternyata Sofyan berada di balai desa tempat berkumpul bersama komplotannya, sehingga mereka menunggu para temannya untuk meninggalkannya.
" Pucuk di cinta ulam pun tiba, hahahaha, " Ucap Arya
" Lihatlah Arya dia berada di tempat yang selama ini sebagai tempat markasnya, jadi kita tidak perlu susah memcarinya, " Jawab Wardani
" Iya Wardani tidak buang-buang waktu kita heee," Ucap Arya
" Sofyan aku lapar, ayo kita beli makan atau kita ke rumah Bos, " Ucap Arman
" Aku masih kenyang, kesanalah aku akan disini sendirian, " Jawab Sofyan
" Aku bersama Herman dan Jaka saja, aku akan menghampirinya, " Ucap Arman
__ADS_1
" Ya sudah buruan, " Jawab Sofyan
" Aku tinggal sob," Ucap Arman
Akhirnya Sofyan sendiri misi -misi Arya dijalankan, Wardani menghampirinya dengan banyak sandiwara yang manis iaya lakukan untuk memikatnya.
Wardani melewati di depan Sofyan, suara siulan manja okeh Sofyan.
" Hay mau kemana, kok sendiri, " Ucap Sofyan sambil menghampirinya
" Mau jalan-jalan saja, kamu temannya Mas Trimoko ya, " Jawab Wardani
" Aku Sofyan, boleh aku menemanimu," Ucap Sofyan sambil mengantungkan tangannya
" Oh... Boleh saja tapi kamu gak takut jika ketahuan Mas Trimoko kamu nanti di hajar, aku kan bukan siapa dia, " Jawab Wardani
" Tak apa kan dia tidak tau ya sudah, mari jalan-jalan ke arah pasar saja, " Ucap Sofyan
" Mari Mas, " Jawab Wardani
Mereka akhirnya mejakankan misi, Arya pulang untuk menyiapkan ritual dan Wardani mengambil hati Sofyan.
" Sebentar lagi kau akan takluk kepadaku, pemikat sukma akan sebentar lagi akan membuat kamu jatuh cinta kepadaku dengan cepat, " Batin Wardani
" Hem sebenarnya aku suka kepadamu, aku kau bilang malu, juga masak aku menyatain cinta didepan sahabat ku sendiri, " Ucap Sofyan
memengang wajah sampai dengan dada dengan mengodanya
" Ahhhh aku tak kuat jangan begitu, aku tidak tahan untuk itu, " Ucap Sofyan sambil mau menciumnya
" Hust sabar nanti malam ya, " Ucap Wardani sambil menolak
" Ya sudah aku pulang dulu ya, jangan lupa nanti malam kita ketemu an di sini, muach dada mas Sofyan, " Ucap Wardani
" Iya neng cantik, tunggu Mas ya, " Jawab Sofyan
Akhirnya rencana Wardani berhasil, mereka berdua menunggu waktu malam tiba untuk menjalankan Rencana ini dengan mudah.
malam hari pun telah tiba, suara seram muncul serta suara burung gagak yang bersahutan, pertanda ada seorang yang tiada.
" Aku harus dandang Semenarik mungkin agar, Wardani makin suka kepadaku, " Ucap Sofyan di depan kaca
" Aku akan segera berangkat keburu Telat, " Ucap Sofyan berangkat
Suasana malam yang seram, kabut putih yang tebal, serta suara burung gagak yang tidak di gubris oleh Sofyan.
" Hay Mas Sofyan, sudah datang, "Ucap Wardani dengan memukau Sofyan
__ADS_1
" Kau begitu cantik sekali, semua yang didalam punyaku sudah tidak kuat lagi, " Jawab Sofyan tak tertahan
" Sabar donk Mas, Mas udah siap ada sesuatu yang dikatakan sebelum kita bersenang-senang, " Ucap Wardani
" Apa yang kau bilang, Maksudnya, " Jawab Sofyan
" Tidak kan mas mau bilang apa untuk malam ini sebelum kita senang-senang, " Ucap Wardani
" Tidak ada hanya, aku mau bilang udah tak tahan ini udah ada di ujung, " Jawab Sofyan
"Ya sudah mari Mas Sofyan, " Ucap Wardani
Akhirnya mereka berada di semak yang sudah di siapkan Sofyan.
" Ahhhhh aku jadi tak berdaya dan rasanya aku terkenal racun, Tolong.... ," Teruskan Sofyan
" Hahahaha Sofyan, Sofyan masih ingat aku, " Sahut Arya datang menghampiri
"Kamu bukannya Saudara Mbak ini, " Jawab Sofyan dengan lemas
" Bukan Aku Arya yang kau fitnah dan ini adalah Wardani asli, yang sudah merubah dirinya, " Ucap Arya
" Hahahah Sofyan maaf kan Wardani ya, memang kejam kan, gimana terasa enak bukan, bukan terasa sakit karena kamu sudah terkenal racun dikemaluanku, " Ucap Wardani
" Ayo Arya aku tusuk itu ke dada dan perut lalu hisap darahnya, " Ucap Wardani
" Jangan ampuni aku, aku telah membuat kalian terluka dan hancur tapi semua karena Bosku, " Jawab Sofyan sambil lemah terkapar
" Tidak ada kata maaf, dan ini apa yang kau buat akan kau tunai, bersiaplah, " Ucap Arya
Currrr darah yang mengalir dari dada dan yang memenuhi mulut dan wajah Wardani dan Arya.
Akhirnya Sofyan meninggal untuk meninggakkan mayat di hutan.
Keesokan harinya Trimoko dan komplotannya mencari-carinya, dan akhirnya ia menemukan Mayat Sahabatnya, yang membuat Trimoko tidak tinggal diam untuk itu, ia mulai mencari tau siapa yang melakukan semua ini terhadap sahabatnya
.
Apakah Trimoko menemukan siapa yang membunuh Sofyan ?
###
Assalamu'alaikum minta dukungan author dalam berkarya ya, vote, like, serta share karya author ke teman kalian.
Karena dengan vote, like dan share adalah kunci penting untuk saya.
Ojo lali lho yo komentar, kritik dan saran untuk perbaikan
__ADS_1
Ayo tungguin kelanjutan ceritanya seru banget.... Matur suwun salam oc ( ochim chim)