
Setalah kejadian itu, Biyung Sari teringat dengan anak semata wayangnya itu, dan ia melakukan acara syukuran mengenang Putranya dengan meminta untuk memberikan sedikit batuan untuk melaksanakan acara itu, tetapi ditolak dan menyiksa Biyung Sari dan Abahnya.
Biyung Sari datang menemui Lurah di rumahnya.
" Selamat Pagi, Mbok Bapak ada, " Ucap Biyung Sari
" Ada Biyung, bentar saya panggil dulu," Jawab Mbok
" Biyung ayo pulang, jangan ke sini takut ada apa dengan kita Biyung, " Sahut Abah
" Diam Abah, ini aku lakukan demi putra kita, Arya kau harus ikuti apa yang Biyung mau," Ucap Biyung Sari
" Tapi Biyung," Sahut
" Sudah diam disitu saja Abah, " Jawab Biyung Sari
" Oh kalian ada apa, datang kerumahku, " Jawab Lurah
" Ada yang saya bicarakan dengan Lurah," Ucap Biyung Sari
" Kalau begitu, sampaikan saja,silakan duduk di situ diluar saja, " Ucap Lurah
Mereka duduk di teras tamu rumah, menyampaikan sesuatu yang di minta oleh Biyung Sari.
" Begini Lurah, saya punya rencana acara syukuran lamanya di tinggal putra saya sekalian putri Biyung Sumi, kalau saya minta bantuan dana apakah pak lurah bisa membantu serta mengizinkan, " Ucap Biyung Sari
" Hahaha beraninya kau bicara seperti itu kepadaku, kau minta kepadaku uang, " Jawab Lurah
" Bukan begitu pak, tapi meminta bantuan, " Sahut Abah
__ADS_1
" Apa kaitannya dengan ku, apakah kau keluargaku, " Ucap Lurah
" Bukan keluarga, tapi orang yang harus kau perhatikan karena, kayu sebagai Lurah harus membuat sejahtera dan mengayomi warganya, " Ucap Biyung Sari
" Apa kau berani berbicara begitu kepadaku, " Jawab Lurah
Akhirnya Wardani memanggil Arya, dan memberitahukan bahwa Biyung dan Abah telah datang ke rumah tangga di caci maki dan di hina habis-habisan oleh Lurah.
" Arya, aku mendengarkan kalau Biyung dan Abahmu datang ke rumah Lurah, diteras rumah, ayo lihat di balik samping teras, " Ucap Wardani
" Apa benar itu Wardani, iya ayo buruan, " Jawab Arya
" Iya buruan, kasian lihatnya," Ucap Wardani
" Kenapa, " Jawab Arya
" Lihat saja sendiri, aku takut jika berbohong dan membuat cerita sendiri," Ucap Wardani
" Tidak Abah, ini hak ku dan aku wajib minta bantuan kepada pemimpin desa kita, " Ucap Biyung Sari
" Diam, aku tidak akan memberikan kepadamu sama sekali," Ucap Lurah
" Tapi aku tidak akan memberikan kepadamu, pergi dari rumahku, " Ucap Lurah
" Tidak, aku akan menunggu Lurah memberikan kepadaku, " Ucap Biyung Sari
" Ayo Biyung kita pulang, " Sahut Abah dengan kasihan
" Pergi, aku bilang pergi, atau perlu aku seret, " Ucap Lurah
__ADS_1
" Dasar Lurah tua bangka, kau berani perlakukan Biyung dan Abah tersayangku, seperti binatang," Ucap lirih Arya
" Arya tahan amarahmu, nanti Lurah curiga kepadamu, " Jawab Wardani
" Tapi terasa sakit melihat kedua orang tuaku diperlakuan seperti itu, " Ucap Arya
" Maka dari itu apa yang kau lakukan untuk membuat kamu lega, " Ucap Wardani
" Pergi dari rumahku, " Ucap Lurah sambil menyeret
" Lepaskan sakit, aku bisa keluar sendiri, dasar Lurah angkuh, awas kau akan mendapatkan balasannya atas semua perilakumu, " Jawab Biyung Sari
" Udah ayo kita pulang kerumah sudah, " Sahut Abah
" Ayo Abah, " Ucap Biyung Sari
" Pergi..., " Sahut Lurah
Biyung Sari dan Abah pun meninggalkan rumah Lurah dengan menangis dan Abah kasih melihat perlakuan terhadap Biyung Sari yang begitu sadis.
" Aku tidak akan tinggal diam, Terima balasannya terhadap apa yang kau lakukan kepada Biyung dan Abahku, " Ucap Arya
" Arya kau bener, perlakuan Lurah tidak wajah, ingat Kehidupan ku hancur karena ulah mereka, jadi kita harus lebih membuat nya sakit lebih dari kita, " Jawab Wardani
" Kita akan membuatnya sakit lebih dan lebih dari kita, percaya, " Ucap Arya
" Aku percaya kepadamu, " Jawab Wardani
" Kalau begitu kita masuk kedalam, kita menyiapkan rencana yang lebih baik lagi, " Ucap Arya
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua menuju ke dalam rumah. Apakah Yang di lakukan ketika melihat kedua orang tuannya di perlakukan seenaknya seperti binatang yang di lihat langusng oleh matanya sendiri.