
Setelah Wardani menemui Ibu Narni, Wardani sebenarnya tidak mau untuk menuruti apa yang Ibu Narni ingin, demi suatu rencana yang indah.
Ibu Narni merasa bahagia ketika Wardani menerima apa yang di ucapkan tadi.
" Amir akan mengantikan Amar, Agar Wardani bahagia setelah kejadian ini, " Ucap Ibu Narni
Seketika itu Biyung Maryam menghampiri, Ibu Narni di Kamarnya.
" Ayunda mau kemana, " Ucap Biyung Maryam
" Dinda, aku mau keluar sebentar mau ke pasar, sekali-kali keluar rumah juga cari suasana baru, " Jawab Biyung Zubaidah
" Ya sudah kalau begitu, hati -hati di jalan ya, " Ucap Biyung Maryam
" Baik Dinda, mari, " Jawab Biyung Zubaidah
Tok.... Ketuk pintu
" Siapa, " Ucap Ibu Narni
" Ini Maryam Ibu, " Jawab Biyung Maryam
" Iya masuklah, " Ucap Ibu Narni
" Kemarilah, ada yang ingin aku sampaikan kepadamu, " Ucap Ibu
" Apa itu Ibu, " Jawab Biyung Maryam sambil menutup pintu serta menuju ke arah Ibu Narni
" Duduklah, " Ucap Ibu Narni
" Iya Ibu, " Jawab Biyung Maryam
" Tadi Aku sudah berbicara kepada Wardani tentang semua yang kita mau, " Ucap Ibu Narni
" Terus jawaban dari Wardani apa Ibu, " Apakah dia menerima saran dari rencana kita, " Jawab Biyung Maryam
" Wardani menerima dan ikut dengan apa yang kita mau, jadi sebentar lagi kita harus menyiapkan pernikahan mereka, turun ranjang secepat, " Ucap Ibu Narni
" Baiklah kalau begitu Ibu, " Jawab Biyung Maryam
Seketika pembicaraan Mereka tidak di sangka Amor mendengarkan percakapan Mereka Amor langsung marah dan kecewa, jika diri mau mendekati Wardani, Ibu memiliki rencana untuk turun ranjang terhadap Amir, Amor langsung kearah taman belakang dengan marah-marah untuk meluangkan kekecewaannya.
" Apa semua keinginanku akan terganggu lagi, masih ada halangan untuk memilikinya, kenapa harus begini, Tapi Amor jangan kalau dengan kangmas mu, aku harus menunggu waktu yang tepat, " Ucap Amor
" Apa Mas Amir mau turun ranjang ke mbak Wardani, aku harus ekstra menunggu lagi ini, sialan, " Batin Renaldi di balik serambi arah ke taman
__ADS_1
" Bagaimana ya hasil dari ucapan Ibu kepada Wardani, aku penasaran, " Ucap Amir
Amir menuju ke kamar Ibu Narni untuk memastikan apa jawaban Wardani.
" Ibu Bolehkan Amir masuk, " Ucap Amir
" Boleh Masuk lah, " Jawab Ibu Narni
" Ternyata ada Dinda Maryam, " Ucap Amir
" Iya kebetulan kita bertemu disini," Sahut Biyung Maryam
" Kedatangan Amir kesini mau menyanyakan Tentang itu Ibu, " Ucap Amir
" Tentang Wardani, aku sudah mengira kau pasti akan bertanya tentang itu, jawabanya dia menerima untuk turun ranjang, " Jawab Ibu Narni
" Benarkah itu Ibu, Wardani menerima, " Sahut Amir dengan senang dan hati berbunga
" Aku sebentar lagi akan menjadi suami dari kangmas Amir, apa yang harus aku lakukan, " Ucap Wardani
" Aku harus membuat semuanya terasa tidak ada apa-apa, setelah itu baru aku akan membuat gempar lagi keluarga Lurah Darso, " Ucap Wardani
" Abah kau sudah dengar kabar terbaik dari Ibu kamu dan Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Bahwa Amir akan turun ranjang untuk mengantikan Amar," Ucap Biyung Maryam
" Apa... Kenapa bisa terjadi begini, " Jawab Lurah dengan marah sekali
" Abah kenapa marah apa ada yang salah, kenapa kau marah setiap berkaitan dengan Wardani, apakah kau suka dengannya, " Jawab Biyung Maryam
" Tutup omong kosongmu, aku tidak mau mendengar apapun, karena aku baru pulang sudah tambah lagi cerita, " Ucap Lurah
" Ini kabar yang baik kan Abah, kenapa Abah marah-marah, Biyung heran jika Abah marah, marah lah ke Ibu mu, kenapa marah ke Biyung, " Jawab Biyung Maryam
" Sudahlah lupakan, " Ucap Lurah kelaur kamar
" Hahahaha ribut lagi ribut lagi, angin ribut datang dan begitu kencang sekali hahahah, " Ucap Wardani di balik sisi lorong kamar.
Lurah menemui Ibunya.
" Ibu bolehkan Darso masuk, " Ucap Lurah
" Iya silahkan, oh Darso ada apa datang kekamar Ibu, " Jawab Ibu Narni
" Apa benar bahwa Ibu memiliki rencana turun ranjang Amar ke Amir, " Tanya Lurah
__ADS_1
" Iya benar, kenapa apa ada masalah buat kamu, Wardani saja sudah mau dan menerima apalagi Amir juga sudah siap, sebentar lagi mereka akan menikah," Jawab Ibu Narni
" Apa itu tidak cepat sekali Ibu, dan mengapa harus turun ranjang, " Ucap Lurah
" Kasihan Wardani dan ini demi kebahagiaan Amir juga bahwa dia juga belum dapat pasangan, kenapa kau merasa tidak suka terhadap rencana ini, apakah ada yang kau sembunyikan dari Ibu, " Jawab Ibu Narni
" Hem tidak Ibu, Darso hanya kaget mendengarkan kabar ini, " Ucap Lurah
" Ya sudah kalau tidak keberatan besok mereka akan menikah, " Ucap Ibu Narni
" Iya Ibu besok saya siapkan, " Jawab lurah
Akhirnya Amir dan Wardani menikah, untuk turun ranjang.
" Gagal semua rencana aku, aku harus mengikuti apa yang Ibu inginkah daripada Ibu curiga dan tahu, " Batin Lurah sambil keluar kamar
" Aku harus menyiapkan diri, hari bahagia ku akan datang, " Ucap Amir
" Apa Ternyata pernikahan mbak Wardani di percepat, dan aku tidak akan bisa memilikinya, dasar wanita pengoda, " Ucap Renaldi
" Wardani apakah kau mau menikah lagi, bukannya kamu mau balas dendam, " Ucap Arya
" Santai saja, aku juga butuh udara dan bahagia Arya, tenanglah, " Jawab Wardani
" Ya sudah kalau begitu, " Ucap Arya
" Iya Arya, kenapakau bertanya seperti itu, apakah kau mencurigai aku bahwa aku tidak akan berhasil, " Ucap Wardani
" Bukan begitu aku hanya mengingatkan saja, karena Biyung dan Abahmu selalu tanya itu kepadaku, aku harus jawab apa, " Jawab Arya
" Tenang saja kamu jawab berjalan dengan baik, " Ucap Wardani
" Ya sudah kalau begitu, " Jawab Arya
" Iya, " Ucap Wardani
" Pasti Biyung dan Abah selalu mendesak Arya, dan untuk segera membalas dendam, tetapi aku jadi penasaran kenapa dia tidak percaya kepadaku, inginnya segera hancur, aku harus cari tau, apa yang terjadi, " Ucap Wardani
Renaldi pun datang untuk menghampiri Wardani di kamarnya, tak disengaja Wardani membukakan pintunya untuk Renaldi.
" Mbak Wardani, boleh Renaldi masuk kekamar, " Ucap Renaldi
" Boleh masuk saja, " Jawab Wardani
Wardani memancarkan ajian sukanya yang membuat Renaldi terangsang untuk melakukan hal itu, tak disangka ketika Amir menemui Wardani Renaldi melepaskan bajunya.
__ADS_1