
Setelah pengakuan Biyung Zubaidah itu membuat Lurah marah karena Keluarga Lurah Darso meninggal dengan di bunuh oleh istri keduanya, di lain itu Lurah senang karena Wardani wanita yang di cintainya sendiri dan tidak men jadi milik orang lain.
Setelah hukuman yang diberikan kkepada Biyung Zubaidah membuat tubuhnya penuh dengan luka yang sangat merch bake bibir merona delima dengan saya tan panjang bakteri sungai yang mengelilingi bumi,serta rasa lemas tak berdaya yang di alami Biyung Zubaidah tanpa kata dan gerak yang diakibatkan hukum tadi.
" Sudah lepaskan, dan bantu Biyung Maryam bawa Biyung Zubaidah ke Kamarnya, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung mari Wardani Bantu, " Sahut Wardani
" Sakit sekali tubuhku, aku tak just dan tak berdaya, pergi kau wanita setan dasar wanita bermuka dua, pergi jangan kau berpura-pura baik kepadamu, pergi...., " Batin Biyung Zubaidah
" Aku terpaksa membantumu, dan tak sudi aku bantu kamu jika Biyung Maryam tidak menyuruhku, juga tidak membuat buruk di mata Biyung Maryam, " Batin Wardani
" Bertahan sebentar lagi kita sampai di kamar, " Ucap Biyung Maryam
" Mbok siapakan air hangat, rempah jamu, dan obat luka, terus bawa ke Kamar Biyung Zubaidah, " Ucap Biyung Maryam
" Baik,Tuan saya buatkan dan ambilkan, " Sahut Simbok Darmi
" Sudah tidurkan yang enak Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, sudah," Jawab Wardani
" Kenapa bisa begini Ananda, akhir-akhir ini kenapa kau menjadi berubah, sampai mengapa kau membuat pelanggaran yang amat tidak pantas kau lakukan, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah Biyung nanti kalau Biyung Zubaidah sudah membaik bisa di tanya kan, sekarang obatin dan segera di tanganin luka agar segera sembuh dan tidak infection, " Jawab Wardani
" Benar juga kalau Wardani, sebentar kita tunggu Simbok datang membawa yang kita perlukan, " Sahut Biyung Maryam
Simbok tak lama kemudian menuju kamar Biyung Zubaidah dan membawa yang di suruh oleh Biyung Maryam.
" Sini Mbok, aku bersihkan dulu ya Ananda tahan jika sakit, " Ucap Biyung Maryam
Sikap dan rasa sakit di rasakan oleh Biyung Zubaidah dengan respons bergerak dan berteriak, tetapi Biyung Maryam terus melakukan agar segera bersih dan segera di berikan obat untuk meringankan sakit serta agar membuat luka mendingan. Wardani yang meracik ramuan jamu yang di minimum dan racikan luka, Simbok yang memberikan ramuan jamu di bibir Biyung Zubaidah.
" Ah... Ah..., " Teriakan Biyung Zubaidah dengan terus ketik a di bersihkan
" Tahan Ananda, kamu just sebentar lagi selesai bertahanlah dan tunggu, " Ucap Biyung Maryam
" Kenapa di berikan perilaku enak, hidupnya aja membunuh orang, dasar mak lampir," Batin Wardani
" Kalau aku biarin saja, Biyung Maryam tau nanti kurasa bawa diri kurang perhatian, " Batin Wardan
" Sebentar lagi sudah hamburger selesai bertahanlah, " Ucap Biyung Maryam
" Tinggal saja Biyung, kenapa nenek lampir kau obatin, kalau aku biarin hahaha, " Batin Wardani
" Sudah selesai, bagaimana udah selesai obati Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah Biyung, " Jawab Wardani
" Ya sudah kita tinggal dulu, biar Biyung Zubaidah istirahat dia pasti kesakitan dan masih trauma kejadian tadi, " Ucap Biyung Maryam
" Mari Biyung kita keluar, " Jawab Wardani
Biyung Maryam dan Wardani selesai
membersihkan luka dan memberikan obat kepada Biyung Zubaidah.
" Permaian yang bagus dari mu, semua orang bodoh, aku ikutin apa permaianmu dari pada aku membuat rencana, " Ucap Wardani
" Sebentar lagi keluargamu akan semakin menderita dan banyak permasalan dalam keseharianmu, " Ucap Wardani
Wardani menuju ke kamar Eyang untuk memberikan makanan dan monument serta memberitahukan semuanya kepada Eyang dengan bahagia.
" Eyang waktunya makan, Ayo makan, " Ucap Wardani
" Eyang Wardani punya cerita menyenangkan buat Eyang, bahwa menantu Eyang yang sok baik itu sekarang kena batunya, ternyata dia yang meracuni Amor putera Eyang lho, tapi pastinya Eyang tidak percaya dengan cerita ini tapi itu benar memang Biyung Zubaidah tidak membunuh Amor tapi mau membunuh aku, dia memasukkan racun ke makanan aku lalu aku mengetahuinya lalu aku tukar deh ke mas Amor, gimana ide baguskan Eyang, " Ucap Wardani
__ADS_1
" Apa ternyata Begitu ceritanya, tetapi aku harus gimana lagi ini, semakin hari keluarga anakku akan hancur oleh wanita ini, " Batin Eyang Narni
" Kasihan ya Eyang cerita tragisnya, ini lebih tragis cerita dahulu kalau, " Ucap Wardani
" Ya gusti berikan kekuatan dan kebesaran hati untuk hamba dan keluarga Lurah, " Batin Eyang Narni
" Ayo makan dulu buka mulutnya, " Ucap Wardani
Setelah selesai memberi makan Eyang Wardani keluar dari kamar Eyang, dan perpapasan dengan Arya.
" Wardani ternyata ulah Biyung Zubaidah, kenapa bisa begitu, " Ucap Arya
" Sekarang Biyung Zubaidah sudah tau siapa aku, dan dia berani melawan aku untuk melindungi keluarga Lurah, jadi dirimu berhati-hati walaupun di belum mengetahui kamu baik atau tidaknya, pasti dis sudah memiliki pikiran bahwa kita satu kubu untuk membalas dendam, " Jawab Wardani
" Ternyata Biyung Zubaidah sudah tau semua, oke jadi kita harus legit berhati-hati, siap aku akan selalu siaga, " Jawab Arya
" Harus demi dendam kita, kita harus berhasil membuat keluarga Lurah hancur-sehancurnya, " Ucap Wardani
" Demi abah dan Biyungku, aku akan melawan nya, " Jawab Arya
Wardani bersantai di taman belakang.
Mata Wardani tertutup dan Kerala gelap.
" Ini siapa, pasti Lurah Darso, " Ucap Wardani
" Kamu tau kalau aku sayang, " Jawab Lurah Darso sambil melepas tangan
" Iya siapa lagi kalau bukan kamu yang seperti ini, " Ucap Wardani
" Iya, aku turut berduka atas meninggalnya suamimu ya, walaupun dia adikku aku tetapi menaruh duka kepadanya, " Ucap Lurah Darso
" Basa-basi, kamu pastinya suka dengan ini kamu juga gak suka aku dengan adikmu,tetapi kau seolah baik terhadapnya, dasar lelaki hidung belang, " Batin Wardani
" Iya sayang, kenapa kamu pasti sukakan aku sendiri, " Ucap Wardani
" Hey bisa di bilang begitu," Jawab Lurah Darso
" Jangan kau tetapi disini, aku selalu akan membelamu jika ada yang mau berbuat jahat kepadamu," Jawab Lurah Darso
" Tapi aku takut," Ucap Wardani
" Gak udah takut disini ada aku yang selalu siap menjagamu, " Jawab Lurah Darso
" Ya sudah kalau begitu ya sudah kesana nanti ada yang tau kita disini bisa Berabe, " Ucap Wardani
" Iya, ya sudah aku mau ke kamar, muach sayang, " Jawab Lurah Darso
" Sebentar lagi rumah ini akan aku kuasai dan aku yang akan mengatur semua, tunggu permainan ku, " Ucap Wardani
" Dasar lelaki hidung belang, lihat yang muda dan cantik sedikit untuk berulah, " Ucap Wardani
" Abah kau tidak mau melihat keadaan Biyung Zubaidah, " Ucap Biyung Maryam
" Kenapa kau bilang begitu aku lagi sibuk aku mau pergi ke kantor desa, jadi gak udah kasih kerjaan yang tidak penting, " Ucap Lurah Darso
" Tetapi dia butuh kamu dan jika kau tidak suka, lihat aja biar dia merasa senang, " Ucap Lurah Darso
Lurah Darso meninggalkan Biyung Maryam dengan selonong tampa berpamitan.
" Abah..., ya sudah suatu hari pasti dia ada rasa walaupun sekedar melihat, " Ucap Biyung Maryam
Lurah begitu benci dengan Biyung Zubaidah karena dia berani melakukan ini terhadap keluarganya. Tetapi Lurah Darso masih memberikan rasa untuk tinggal di rumahnya.
Biyung Zubaidah siuman dalam keadaan tubuhnya yang masih sakit, yang di akibatkan oleh ulah nya sendiri. Tak tau kenapa dia semakin marah dan ingin melakukan sesuatu untuk membuat dirinya puas bahkan dirinya mampu menggalahkah Wardani.
" Eh... Tubuhku terasa sakit sekali, au... au... au... Ini gara-gara wanita setan itu, aku harus melakukan sesuatu, aku tidak akan membiarkan wanita setan itu menang dan menguasai Lurah Darso, " Ucap Biyung Zubaidah
" Au..., " Ucap Biyung Zubaidah
__ADS_1
" Tetapi keadaanku masih sakit dan lemah, aku harus menunggu tubuhku agak meningan dari sakit baru aku bertindak, " Ucap Biyung Zubaidah
" Pagi sudah siuman, aku bawakan jamu untuk meringankan sakit mu dan biar segera sembuh, Di minum, " Ucap Biyung Maryam
" Dinda, terima kasih Dinda masih baik kepadamu, " Jawab Biyung Zubaidah
" Aku maafkan walaupun itu kejahatan yang sangat kriminal dan sangat dosa sekali, tetapi kamu harus berubah dan jangan kau ulangi lagi, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda, mana aku minum, " Jawab Biyung Zubaidah
" Sebentar, Ayo aku bantu duduk dulu, Ayo minum, " Ucap Biyung Maryam
Biyung Zubaidah meminum jamu buatan Biyung Maryam dengan menikmati secara pelan-pelan.
" Sudah, kenapa kok di lepaskan, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah Dinda nanti lagi, sudah menang, " Jawab Biyung Zubaidah
" Ya sudah nanti di minum lagi, biar tubuhku semakin membaik, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda, maaf Dinda ngomong-ngomong Abah dimana kenapa dia belum kesini, " Jawab Biyung Zubaidah
" Abah lagi tugas jadi belum sempat kesini, tadi aku sudah bilangkan bahwa aku suruh untuk menjenguk mu, tenanglah jangan kau pikir itu, nanti Abah juga kesini, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda, " Jawab Biyung Zubaidah
Wardani tiba-tiba masuk untuk membawakan buah-buah buat Biyung Zubaidah.
" Permisi, lho ternyata ada Biyung Maryam, " Ucap Wardani
" Iya ini Biyung memberikan jamu untuk Biyung Zubaidah, masuk sini, " Jawab Biyung Maryam
" Iya Biyung, Wardani bawa buah-buah buat Biyung Zubaidah, " Jawab Wardani
" Iya baik sekali, nanti setelah minum jamu, kamu makan buah juga bagus untuk menganti makanan Ananda, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda saya akan makan, " Sahut Biyung Zubaidah
" Kenapa wanita setan kemari, aku tau dia hanya berpura-pura kepadamu, ku kira aku tidak tau, " Batin Biyung Zubaidah
" Aku tidak sudi sekali, aku sudah tau pasti kau berfikir tentang aku, tapi semua aku lakukan hanya untuk mencari muka Biyung Maryam agar aku terlihat baik tapi kebenarannya itu bohong, Hahaha, " Batin Wardani
" Ya sudah Wardani Biyung Maryam mau kebelakang masih banyak kerjaan, kalau begitu kau remain Biyung Zubaidah ya, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, " Jawab Wardani
" Ananda, Dinda tinggal dulu kamu baik-baik ya, kalau mau apa tinggal bilang saja ke Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda pastinya, terima kasih, " Sahut Biyung Zubaidah
" Kenapa kau disini wanita setan, pergi, " Ucap Biyung Zubaidah
" Aku disini mau lihat kamu, bagaimana masih mau lanjut atau bagaimana, " Jawab Wardani
" Aku tidak akan berhenti sebelum semua tau semua rencana licik mu, " Ucap Biyung Zubaidah
" Wau oke nenek lampir, " Jawab Wardani
" Oh iya jangan harap Abah menjenguk mu, dia sudah benci kepadamu jadi kau jangan berharap Abah datang kesini, " Ucap Wardani
" Tidak mungkin, Abah pasti kesini, jangan membuat ma salah baru, " Jawab Biyung Zubaidah
" Kalau tidak percaya ya sudah, " Jawab Wardani
" Aku ingatkan jangan berani-berani melawan Wardani, jika kau berani akan kembali ke kamu sendiri Nenek lampir, " Ucap Wardani
" Aku tidak pernah takut, tunggu permainan akan di mulai, " Batin Biyung Zubaidah
" Tidak takut, pergi dari kamar kuliah, " Jawab Biyung Zubaidah
__ADS_1
Wardani keluar dari kamarnya, apa yang akan di lakukan Biyung Zubaidah untuk selanjutnya.