SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 99 CINTA MATI


__ADS_3

Pagi itu Hartono selesai beribadah di mushola dekat Rumah nya, Hartono merasa rindu kepada Wardani yang sederhana serta lugu. Semakin di hilangkan semakin teeing at dengannya,Hartono mulai binggung semenjak kedatangan saudara Biyung Sumi yang semakin cantik serta nama yang sama men buat Hartono merasa bahwa dia adalah Wardani yang dahulu kala.


Setiap bertemu Wardani mengapa Hati Hartono selalu berdeguk kencang bahkan merasa salting tak karuhan di buatnya, apalagi Wardani saat ini menjelma menjadi wanita cantik bake bidadaei surga, yang tak diketahuin oleh Hartono dan yang lain nya, kecuali Biyung Sumi dan Abah Warso.


Rasa itu selalu muncul di setiap hari, bahkan setiap detik,Hartono hanya mendoakan Wardani agar tenang disana dan akan menyimpan rasa cintanya itu.


" Astagfirullah, mengapa aku selalu terbayang-bayang dengan my Wardani, semenjak kau menghilang dan meninggal serta belum tau dimana jasadmu ditemukan, Hatiku saat ini masih untuk much, semoga kau tenang disana, " Ucap Hartono


" Seandainya dahulu kau menerima cintaku, pasti kita sudah bahagia, tetapi kau memilih Trimoko si anak Lurah, yang kau kejar-kejar tidak menyukaimu, alasan kau tidak memiliku hanya kau jelek tidak mau denganku, padahal aku mencintaimu tulus apa Adanya, " Ucap Hartono


Tiba-tiba Ningsih dan Suwarni datang menghampirinya.


" Assalamualaikum, " Mas Hartono


" Waaalaikumsalam, Ada apa, " Jawab Hartono


" Tidak mas, kayak mas lagi merenungi dan merindukan seseorang, kelihatan dari raut muka dan tatapan matanya, "


"Ucap Ningsih


" Cie pasti dengan Wardani, atau dengan wanita lain, " Sahut Suwarni


" Tidak kalian berdua ada-ada aja, " Sahut Hartono dengan tersipu malu


" Tidak mas, kits berdua kesini mau tanya nanti jadi Ada cara pengajian dari desa lain yang kesini, " Ucap Ningsih


" Jadi, nanti kalian berdua atau warga boleh datang acaranya bebas, acaranya hanya tausiah dari teman Abah," Jawab Hartono


" Ya sudah kalau begitu, kali berdua pamit dahulu Mas, sampai jumpa nanti,Assalamualaikum, " Ucap Ningsih


" Waaalaikumsalam, " Jawab Hartono


Setelah makan itu Biyung Zubaidah merasa bahagia selalu karena Abah Darso sudah memaafkan diri nya, Biyung Zubaidah makin menjadi-jadi dan melakukan rencananya untuk Wardani.


" Akhirnya Abah memaafkan Aku, jadi Aku harus main segara cantik dan santaii, tidak perlu otot lagi, tunggu pembalasanku Wardani, " Ucap Biyung Zubaidah


" Ananda, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Dinda, silahkan masuk, " Jawab Biyung Zubaidah


" Nanti malam Aku, kamu dan Wardani datang ke acarnya Hartono ya,kita cari suasana baru," Ucap Biyung Maryam


" Tapi Dinda, Abah apakah boleh kita ke acara pengajian, Abah aja tidak suka, " Jawab Biyung Zubaidah


" Sudah tenang saja, Aku sudah bilang ke Abah boleh yang penting kita tidak mengamalkan di rumah sini, kita keluar niatnya hanya kumpul teman, " Ucap Biyung Maryam


" Iya kan Wardani, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, " Jawab Wardani


" Dasar keluarga jauh dari tuhan,datang hanya untuk berkumpul teman, dan mencari sesuatu kepada Warga, dasar keluar Lurah semua sama, " Batin Wardani


" Iya tentu siap Biyung, jadi besok Wardani juga ikut, " Jawab Biyung Zubaidah


" Iya Biyung, Kenapa Biyung Zubaidah tidak suka kalau Saya ikut, " Ucap Wardani


" Tidak, malah Biyung Zubaidah suka kamu ikut kita bisa menjalin hubungan baik lagi, " Jawab Biyung Zubaidah


" Haha dasar pembohong, Aku tidak akan pernah termakan sikap manismu, " Batin Wardani


" Cuih, amit-amit Aku buat baik kepada ku, kamu sekarang jadi keras kepala," Batin Biyung Zubaidah

__ADS_1


" Ya sudah kalian bisa menyiapkan apa yang dibawa, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, " Jawab Wardani


Wardani berpapasan dengan Trimoko


" Hay cantik dari Mana, sini teman aku, Trimoko ini sangat rindu kamu cantik, " Ucap Trimoko


" Dasar lelaki hidung belang," Batin Wardani


" Maaf mas Wardani lagi sibuk karena Wardani mau di ajaka oleh Biyung Maryam nanti, jadi Wardani mau siap-siap, " Jawab Wardani


" Iya tau sebentar saja, kan acaranya masih nanti, " Ucap Trimoko


" Tapi Wardani tidak bisa Mas, nanti Wardani di marahi jika Wardani belum bersiap diri, " Jawab Wardani


" Ya sudah, kalau begitu, kapan-kapan kau harus menerima cintaku, " Ucap Trimoko


" Bisa di atur mas, " Jawab Wardani


" Aku mendekatimu sekarang hanya untuk menbuat kau sakit hati setelah kau pernah membuatku sakit, dan kau akan merasakan, " Batin Wardani


" Ya sudah mas Wardani Mau ke kamar dulunya," Ucap Wardani


" Iya Cantik, " Jawab Trimoko dengan main ma tanya genitnya


" Sebentar lagi kau akan menjadi istriku yang paling cantik, " Batin Trimoko


Trimoko menuju ke kamar dengan hati bahagia serta senang tak karuan dibuat oleh Wardani.



" Tuan sudah pulang, " Ucap Paimin


" Sudah Min, taruh di tempatnya," Jawab Lurah Darso


" Baik Tuan, " Ucap Paimin


Lurah Darso menuju ke kamarnya untuk menaruh tasnya dan seketika itu langsung menuju ke kamar Wardani.


Tok... Tok... Tok... Mengetuk pintu Wardani


" Sayang, kenapa ke sini, ayo masuk, " Ucap Wardani sambil membuka pintu


" Entah mengapa aku merasa rindu kepadamu, lalu aku pulang sebelum waktu pulang, kau selalu membuatku terbayang dirimu sayang, " Jawab Lurah Darso


" Ini kesempatan aku untuk menbuat dirinya jatuh ke perlukanku, " Batin Wardani


" Benerkan sayang, terus mengapa Lurah selalu merindukanku, bukankah istri mas masih, kasihan mereka, sekarang Wardani juga capek hubungan ini Wardani hanya seperti selir yang hanya di perlukan saja tanpa Ada ikatan apapun, kalau begitu Wardani cari pendamping yang lain yang bisa Wardani miliki seutuhnya, " Ucap Wardani


" Tutup mulutmu yang indah itu, Aku akan segera menikahimu, maukah kau menjadi istri kelimaku, " Jawab Lurah Darso


" Istri kelima,kenapa bisa begitu sayang," Jawab Wardani


" Karena harta yang aku miliki setengahnya milik Biyung Maryam dan Biyung Zubaidah, yang lainnya sudah menjadi milikku,jika aku menceraikan mereka maka harta itu akan di ambil dirinya, karena ini sudah perjanjian dari dulu jadi kau tidak perlu tau, jika mereka berdua meninggal maka harta akan menjadi milikku dan akanku berikan kepadamu, " Jawab Lurah Darso


" Ya sudah aku tunggu janjimu, walaupun aku menjadi istri ke limamu mas, " Ucap Wardani


" Dasar Lurah kejam,licik, serakah, kamu akan hancur sebentar lagi, " Batin Wardani


" Terima kasih sayang, segera tunggu waktu yang tepat bersabarlah, " Ucap Lurah Darso

__ADS_1


Asyik berbincang di dalam kamar Biyung Maryam menuju ke kamar Wardani untuk bertanya apakah sudah siap, ternyata Biyung Maryam mendengar ada suara lelaki yang berada di kamar Wardani, yang menurut Biyung Maryam seperti suara Abah.


" Aku harus ke kamar Wardani, apakah dirinya sudah siap?, " Ucap Biyung Maryam sambil berjalan menuju kamarnya


Suara mesra dan suara ceria terasa jelas terdengar.


" Seperti suara Abah, di dalam Kamar Wardani, " Batin Biyung Maryam


" Wardani.... Buka pintunya didalam kelihatan Ada suara Abah, " Teriakan Biyung Maryam


" Sayang, Biyung Maryam kesini dia mendengar kita, gimana ini, " Panik Wardani


" Aku sembunyi saja, " Jawab Lurah Darso


" Jangan nanti Biyung Maryam tau, Sayang keluar dari jendela cepat, " Ucap Wardani


" Iya aku keluar dulu, sayang, " Jawab Lurah


Lurah keluar lewat jendela kamar Wardani, Wardani lalu menuju dan segera Menyiapkan sesuatu.


" Iya Ada apa Biyung, teriak-teriak, " Jawab Wardani


" Aku mendengar suara Abah dari kamar kamu, dimana dia, " Ucap Biyung Maryam sambil menerobos pintu kamar Wardani


" Biyung tidak ada Lurah disini, jika Biyung Maryam mendengar suara Lurah itu dari kaset ini, kalau tidak percaya ini Wardani putarkan, benerkan ini acara pernikahan Wardani dengan Mas Amir dan Lurah saat itu bermain opera dengan Biyung tidak sengaja aku rekaman buat kenangan, Wardani mendengarkan karena seeing rindu, " Jawab Wardani


" Ya Wardani, maaf Biyung Maryam emosi sebelum melihat kebenarannya, ternyata hanya salah paham, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, Lurah tidak pernah ke sini, kalau kesini hanya hal penting lalu keluar kok, kalau tidak bicara di depan pintu saja, jangan khawatir, " Jawab Wardani


" Iya maafkan Biyung, Biyung Maryam kesini mau melihat kamu Udah siapa apa belum untuk acara setelah ini, " Ucap Biyung Maryam


" Wardani sudah siap, sekarang Biyung berangkat Wardani siap, " Jawab Wardani


" Kalau begitu kita menunggu Biyung Zubaidah dulu, sambil menunggu Aku ke kamar mengambil tas dulu, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, setelah itu aku tunggu di depan, " Jawab Wardani


" Ha... Untung aku punya alasan dan Aku siapkan kaset ini, kalau tidak sudah jadi masalah runyam sekali, terima kasih kau sudah membantuku, " Ucap Wardani


" Ya sudah Aku tunggu Biyung di depan, " Ucap Wardani


" Ananda, sudah siapa buruan kita mau mau berangkat, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Dinda, sudah siap ini Mau keluar, " Jawab Biyung Zubaidah


" Sebentar menunggu Biyung Zubaidah tinggal jalan keluar kok orang nya, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, tunggu saja dulu, " Jawab Wardani


" Maaf nunggu ya karena tadi masih Bersih diri, mari kita berangkat keburu di mulai, " Ucap Biyung Zubaidah


Akhirnya mereka jalan menuju ke mushola Hartono, sesampai di sana Wardani melihat Hartono merasa rindu dan ingin bercerita kepadanya tetapi Wardani tidak bisa memberitahukan sekarang, Wardani menyukai Mas Hartono karena dia baik dan sangat tulus kepadanya.


" Mas Hartono sekarang Wardani malu, Wardani menyukaimu dari dahulu Wardani kembali, kau lelaki terbaik dan tulus kepadaku,semoga kita bisa bersatu di waktu yang tepat, " Batin Wardani


" Wardani, kenapa diriku merasa kau Wardani yang dahulu, rasa ini tidak bisa di bendung, astagfirullah, " Batin Hartono


" Mas Aku akan menjalankan rencanaku hingga tuntas,setelah itu Aku akan memberitahukan kepada semuanya, " Batin Wardani


Semua Warga dan undangan telah berkumpul,acara di mulai, disaat acara di mulai membaca ayat-ayat qur'an Wardani merasa panas meninggalkan acara itu.

__ADS_1


__ADS_2