
Setelah kejadian itu Biyung Zubaidah dan Dukun Lewi telah di seret ke penjara dan akan di berikan hukuman atas per buatan mereka berdua. Apakah yang akan terjadi kepada mereka berdua.
" Ya sudah ayo segera ke kamar mu, Biyung akan membantumu, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, terima kasih, " Jawab Wardani
" Kalau begitu kau harus segera bersih diri nanti kamu sakit, " Sahut Trimoko
" Sudah bawa kekamar, " Ucap Lurah Darso
" Mbak siapkan air hangat dan minuman hangat dan bawa ke kamar Den ayu, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Tuan, " Jawab Simbok Darmi
Akhirnya Wardani basah kuyup dan segera untuk berganti pakaian. Yang di bantu oleh Biyung Maryam dan Simbok Darmi.
" Hey semenjak akhir-akhir ini keluarga Lurah semakin banyak masalah,ngeri tidak seperti keluarga yang dahulu," Ucap Simbok Warsi
" Iya aku amati, seperti itu, dari mulai Den Rindu gila, saudara kandung Tuan meninggal, keponakan, dua istrinya, Eyang Narni yang tiba-tiba sakit,dan terakhir sikap Biyung Zubaidah yang aneh-aneh, jadi ngeri aku dan takut, " Sahut Simbok Denok
" Amit-amit semoga tidak nular kepada keluarga kita ya, jangan keluarga Lurah ada dosa di jaman dahulu dan akhirnya karma saat ini yang sedang datang menghampiri, " Jawab Simbok Warning
" Hust... Kalian ini malah ngomongin apa, nanti Tuan tau kena marah lho, " Sahut Simbok Darmi
" Benerkan Mbok, Mbok masak tidak bisa merasakan perubahan dirumah sini," Ucap Simbok Denok
" Iya tapi kita harus bersabar jaga perasaa jika Tuan dan yang lain tau pasti dia akan marah dan tersinggung, " Sahut Simbok Darmi
" Ladala... Kalian ini lho bicara begitu Paimin aja sudah takut kejadian awal sampai sekarang, kayak ada sesuatu yang terjadi di keluarga Lurah Darso, " Jawab Paimin
" Son toloyo... Ngomong di jaga, jangan begitulah, tidak baik jika kita ngomongin keluarga Lurah tidak tau bahwa ini semua takdir keluarga Lurah Darso, yang penting doakan yang terbaik buat keluarga Lurah Darso yang selalu membantu kita," Ucap Paijo
" Nuh.. Apa yang di bilang Paijo ada benar nya, kita harus bersyukur di berikan tempat tinggal dan kerjaan, " Sahut Simbok Darmi
" Tapi Mbok, ke depan ada kejadian lagi bagaimana, " Sahut Simbok Denok
" Tidak yang penting kita berdoa terbaik agar terhindar dari sikap tercela, " Jawab Simbok Darmi
Tak lama kemudian tiba-tiba Wardani datang dan mereka tidak tau bahwa Wardani datang.
" Semenjak Datangnya Wardani sama Suami Den Rindu rumah semakin banyak masalah, " Sahut Simbok Warsi
" Hust kamu kok ngulang lagi kita itu, tidak boleh, " Sahut Simbok Darmi
" Ada apa ini kenapa dengan saya Mbok dan Arya, " Ucap Wardani
" Waduh Den Ayu, bisa Paimin bantu, " Sahut Paimin
" Minta maaf Den Ayu, ada yang di butuh kan, " Ucap Simbok Darmi
" Tidak apa -apa Den Ayu, tadi semenjak Den Ayu dan Den Bagus ke sini rumah makin banyak orang, " Sahut Simbok Warsi
" Iya Den Ayu, " Jawab Simbok Denok
" Ya sudah aku kira ada apa, tolong buatkan minum hangat dan teh ya Mbok setelah itu antar ke taman belakang, " Ucap Wardani
" Baik Den Ayu, " Sahut Simbok Darmi
" Mari Mbok, " Jawab Wardani
" Aduh hampir saja ketahuan, iya kan aku bilang hati-hati kalau terulang seperti tadi pasti kita kena marah Lurah, " Ucap Simbok Darmi
" Maaf Mbok tadi saya teringat lagi, jadi tidak sadar bahwa Den Ayu ada di situ, " Jawab Simbok Warsi
" Tu lihat Den Ayu aja baik masak dia yang mengakibatkan keluarga Lurah hancur tidak mungkin, " Ucap Paimin
" Iya baik seperti itu tidak pantas membuat hancur, " Sahut Paijo
" Sudah berhenti ini sudah matang Sana antar ke taman belakang, " Ucap Simbok Darmi
" Iya saya antarkan, " Jawab Paimin
Sambil menunggu yang di minta Wardani melihatnya Biyung Zubaidah dan Dukun Lewi di penjara belakang.
" Hebat sangat berani, " Ucap Wardani sambil tepuk tangan
" Diam kau wanita licik, aku akan membuatmu bertekuk lutut di kakiku,, " Jawab Biyung Zubaidah
" Silahkan, siapa takut, " Ucap Wardani
" Hay Dukun peot, kamu tertipu benar yang di bilang itu nenek peot bahwa aku itu wanita setan, hahaha, " Ucap Wardani
" Dasar wanita setan, biadap aku akan membuatmu musnah, " Jawab Dukun Lewi dengan marah
" Wau sungguh besar juga nyalimu, aku tunggu, " Ucap Wardani
" Ku kira aku tidak tau apa yang kau ingin lakukan kepadaku, itu salah aku tau semua, sebelum kau menguyurkan dan memberikan air minum kepadaku, aku suka memberikan gula,garam agar semua mantra dan syarat bilang dan amber dari nya, juga yang ada di air nguyur, " Ucap Wardani
__ADS_1
" Wau pintar sekalikan, " Ucap Wardani
" Dasar wanita mata-mata, " Jawab Biyung Zubaidah
" Bukan mata-mata, tapi wanita tau, karena kau bertindak yang bodoh, " Ucap Wardani
"Tutup mulut palsumu itu, aku muak melihat kamu," Ucap Biyung Zubaidah
" Hust...aku lebih muak ketimbang kamu, " Jawab Wardani
" Sampai jumpa besok kalian berdua akan di hukum dan akan menerima hukuman yang berat, selamat menikmati, " Ucap Wardani
" Berhenti, " Jawab Biyung Zubaidah
" Berhenti wanita setan, " Sahut Dukun Lewi
Wardani menuju ke taman belakang, dan di saat kesana semua belum tersaji jadi Wardani secara cepat sampai disana.
" Untung saja aku segera ke sini, jadi Paimin tidak curiga, " Ucap Wardani
" Permisi Den Ayu, ini tadi yang Den Ayu minta, " Ucap Paimin
.
" Iya taruh situ saja, terima kasih ya, " Jawab Wardani
" Sama-sama Den Ayu, Paimin pamit dulu, parent, " Ucap Paimin
" Iya Paimin, " Jawab Wardani
Tiba-tiba Lurah Darso mengampiri Wardani dengan ciri khasnya.
" Pasti ini sayang, " Ucap Wardani
" Iya... Kenapa kau disini, " Jawab Lurah Darso
" Aku mencari udara sejuk dan menenangkan diri, " Ucap Wardani
" Pas yang kau rasakan saat ini, pastinya sedih sekali, " Jawab Lurah Darso
" Sangat sakit sekali, aku mulai dihina dan tidak suka terhadapku di rumah sini, " Ucap Wardani
" Diam...! ( sambil menutup mulut Wardani)
" Aku selalu ada buat kamu pasti akan aku bela dan aku percaya kepadamu,aku akan selalu adil kepada si apapun, " Ucap Lurah Darso
" Benar yang kau katakan, tetapi sayang ku hanya untukmu melebihi sayangku padanya, hanya kau yang lebih ku sayang, " Ucap Lurah Darso
" Kalau begitu kapan mau menikahiku, " Jawab Wardani
" Secepatnya aku akan menikahimu, " Jawab Lurah Darso
" Benarkah, " Ucap Wardani
" Iya tunggu waktu yang tempat, " Jawab Lurah Darso
" Kita harus bertapa, baca yang aku berikan kepadamu agar besok kita bisa Menghadapi hukuman dari Lurah Darso, " Ucap Dukun Lewi
" Baik Mbak, Mari kita mulai, " Jawab Biyung Zubaidah
Biyung Zubaidah dan Dukun Lewi melakukan tapa agar membantu dirinya saat di hukum oleh Lurah di keesokan hari nya.
" Kalau begitu aku mau ke kamar dulu waktu sudah larut malam aku takut Biyung Maryam mencarimu dan mengetahui kita berada disini, " Ucap Wardani
" Iya sayang selamat malam, sampai jumpa besok, " Jawab Lurah Darso
" Dada sayang, " Ucap Wardani
" Da... Muach, " Jawab Lurah Darso penuh manja
" Dasar kakek peot, hidung belang, " Batin Wardani
" Abah dimana sudah malam belum ke kamar, aku cari dulu, " Ucap Biyung Maryam
" Abah-abah dimana kamu, " Ucap Biyung Maryam
" Aku coba ke taman belakang, ternyata dia disana, " Ucap Biyung Maryam
" Ternyata Abah disini, " Ucap Biyung Maryam
" Iya aku disini lagi mencari udara segar, " Jawab Lurah Darso
" Sudah malam ayo Abah masuk kamar, malam sudah larut malam nanti Abah sakit, " Ucap Biyung Maryam
Abah memasuki kamar bersamaan dengan Biyung Maryam.
" Sudah tidur malam sudah larut malam, " Ucap Biyung Maryam
__ADS_1
" Iya, selamat malam, " Jawab Lurah Darso
Malam penuh dengan hening, semua menikmati malam dengan mimpi indah. Sampai -sampai cahaya sinar matahari muncul dari ufuk timur, suara burung-burung bersautan, suara ayam berkokok tanda pagi telah datang.
Pagi hari itu hukuman untuk Biyung Zubaidah dan Dukun Lewi sudah disiapkan hanya menunggu waktu yang tempat untuk menghukumnya, hukuman di lakukan di taman belakang.
" Semua sudah siapa, Ayo bawah Mereka berdua ke sini, hukuman akan segera di laksanakan, " Ucap Lurah Darso
" Siap Tuan, saya akan bawa mereka kemarin, " Ucap penjaga
" Secepat lebih baik, jangan lama-lama, " Ucap Lurah Darso
Penjaga memanggil dan membawa mereka di hadapan Lurah Darso.
" Karena kau telah ber buat kesalahan maka berdua akan di hukum, " Ucap Lurah Darso
" Maafkan saya Abah," Ucap Biyung Zubaidah
" Terima apa yang kau lakukan maka kau akan Menjalani hukuman, " Ucap Lurah Darso
" Ayo cambuk mereka berdua," Ucap Lurah Darso
Ples... Cambuk
" Ah... Sakit Abah, " Ucap Biyung Zubaidah kesakitan
" Ah... Awas kau, " Ucap Dukun Lewi
" Cambuk tiga kali, " Ucap Lurah Darso
Ples... Ples... Ples...
" Ah... Sakit Abah, sakit tubuh terasa mau hancur," Ucap Biyung Zubaidah
" Ah bangsat kau, " Jawab Dukun Lewi
" Itu hukuman bagi orang yang mefitnah orang tanpa ada bukti, seenaknya, " Ucap Lurah Darso
" Cambuk lagi Empathy kalian, " Ucap Lurah Darso
'
Ples... Ples... Ples... Ples...
" Ah... Abah.... Tolong, " Ucap Biyung Zubaidah
" Ah.... Aku mulai marah, " Jawab Dukun Lewi
" Ini belum seberapa, apakah kalian sudah ampun tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi, " Ucap Lurah Darso
" Iya ampun Abah, " Jawab Biyung Zubaidah
" Tidak aku tidak akan kalah dengan kau Lurah Darso, kau Lurah kejam, " Sahut Dukun Lewi dengan marah
" Cambuk lagi dia, " Ucap Lurah Darso
Ples... Ples... Ples... Cambuk kepada dukun
Dukun Lewi pun marah dan mengenggamkan tangan, saat cambukan berulang kali cambukan terputus dengan tube dukun tersebut, Lurah Darso menganggu dengan hukum menaruh barang berat di tubuhnya.
" Kenapa bisa jadi begini, cambukan yang kuat bisa terputus, kalau begitu baringkan dukun itu, ambilkan barang yang berat taruh di atas nya, " Ucap Lurah Darso
" Hahaha... Tidak ada yang bisa melawanku, " Jawab Dukun Lewi
" Siapa yang tidak bisa melawanmu, aku buktikan kepadamu," Batin Wardani
" Taruh di atas dada nya, " Ucap Lurah Darso
" Hahaha tidak berpengaruh terhadap ku, " Sikap sombongnya dukun Lewi
Akhirnya Wardani mengucapkan mantra dari kejahuan dan mengarahkan ke arah barang berat itu, lama kelamaan barang berat itu berat dan terasa menumpangi dada dukun Lewi, dukun Lewi berteriak kesakitan dan minta untuk di angkat dan minta ampun, tetapi disaat itu dukun Lewi tidak tertolong karena Wardani sengaja memberikan ilmu yang sangat berat karena kesombongannya.
" Ah... Sakit ini terasa sesak dadaku, ampun Lurah Darso tolong angkat barang berat ini dari tubuhku, aku sudah tidak kuat, " Ucap dukun Lewi
" Haha... Katanya kau kuat dan tadi meremekan hukuman ini dukun sombongnya, kenapa sekarang kau minta ampun, angkat barang itu, " Jawab Lurah Darso
" Iya Than, " Jawab Penjaga
Ketika diangkat Dukun Lewi meninggal dunia.
" Tuan Dukun Lewi tidak ada dia meninggal, " Sahut Penjaga
" Kalau begitu kau kubur di tempat biasa," Sahut Lurah Darso
" Dasar dukun abal-abal, nenek peot sudah lemah, " Batin Wardani
Bagaimana keadaan Biyung Zubaidah atas hukuman keduanya apakah Biyung Zubaidah merasa trauma dan dia tidak berani bertingkah lagi. Dan apa yang di lakukan Wardani untuk Biyung Zubaidah yang memiliki rencana jelek kepada nya.
__ADS_1