
Setelah Biyung Darni memberikan izin kepada sang puteri untuk mengikuti suaminya,Biyung Darni sedikit cemas kerena puteri kesayangannya akan jauh darinya yang membuat Biyung Darni memikirkan hidupnya,tetapi harus bagaimana Rani sudah memiliki sosok pendamping maka mau atau tidak mau harus mengikuti keinganan sang suaminya.
" Iya Biyung memberikan kamu izin semoga kau bahagia hidup dengan pasanganmu, semoga langgeng sampai cucu dan kakek," Ucap Biyung Darni
" Terima kasih Biyung atas semua doanya, semoga Rani bisa hidup bahagia bersama pilihan Rani dan keluarga," Jawab Rani
" Lah begitu kan lihatnya enak, saling mendukung satu sama lain, kalau begitu kapan rencana kesana, " Sahut Lurah Tedjo
" Besok Abah, Mas Trimoko menunggu jawaban dari saya untuk berbicara kepada kalian untuk memberikan izin atau tidaknya, dan jadi hari ini Rani dapat izin pasti Mas Trimoko senang mendengarnya," Jawab Rani
" Begitu ya, memang sangat baik, harus seperti itu punya sopan dan santun," Sahut Lurah Tedjo
" Ya sudah kalau begitu aku mau ke kamar dulu Biyung, Abah, " Ucap Rani
" Iya silahkan, " Jawab Biyung Darni
Rani menuju ke kamarnya. Biyung dan Abah mengobrol bersama di luang santai ya sambil membaca koran dan menyulam kerajian hiasan rumahnya.
" Biyung sekarang Puteri kita sudah berrumah tangga jadi Biyung harus bisa mengerti bagaimana hidup berrumah tangga, Biyung harus mulai merelakan dan tidak memanjakan anak, sekarang juga jangan pernah memanjakan Laksono agar Biyung tidak merasa kehilangan jika suatu saat Laksono berrumah tangga dengan pasangananya," Ucap Lurah Tedjo
" Memang Biyung salah Abah, Biyung akan merubah pola fikir Biyung agar menjadi pemikiran yang dewasa dan dapat di terima, " Jawab Biyung Darni
" Iya itu harus mulai dan membiasakan mulai sekarang agar segera bisa beradaptasi, " Ucap Lurah Tedjo
" Iya Abah, Biyung akan segera merubahnya, dan mulai hari ini dan sampai seterusnya," Jawab Biyung Darni
" Pasti Mas Trimoko sangat senang mendengar apa yang aku dapatkan dari Biyung Darni," Batin Rani
" Aku segera ke kamar untuk menemui Mas Trimoko," Ucap Rani
Rani sesampai di depan kamarnya langsung mengetuk pintunya dan masuk ke dalam kamar mengungkapkan bahwa keluarganya mengizinkan bahwa mereka pindah.
Mendengar itu Trimoko senang dan segera bersiap untuk berangkat keesokan harinya.
" Mas Biyung dan Abah memberikan izin bahwa Rani bisa memilih apa yang harus menjadi hak dan kewajiban Rani, jadi Biyung mengizinkan bahwa kita bebas mau tinggal dimana, Rani ikut mas dan keputusan mas karena mas Adalah suami dan pemimpin Rani," Ucap Rani
" Benar itu, kalau begitu bagus, kita besok berangkat ke rumah Abah Darso, dan saat ini kau bersiap-siaplah dan siapkan semua barang yang akan di bawa kesana, " Jawab Trimoko dengan senang
" Akhirnya aku segera bisa berjumpa denganmu sayang, aku sudah tidak sabar untuk berjumpa dan memelukmu, tunggu aku sayang," Batin Trimoko sambil tersenyum keluar
" Pasti mas Trimoko senang mendengar tadi, mas..., " Batin Rani
" Aku segera menyiapkan barang mana yang akan kita bawa, " Ucap Rani
Rani sibuk dengan sendirinya menyiapkan semua keperluan yang akan di bawa pindah ke rumah Abah Darso, dengan senanannya melihat Trimoko yang tersenyum Rani menghilangkan rasa capeknya demi sang suami yang dia cintai walaupun dengan perjodohan.
" No... Darni...,kesini, " Ucap Trimoko
" Iya Den Bagus, Ada yang bisa Darno bantu," Jawab Darno
" Tolong siapkan kendaraan untuk besok perjalanan saya dan Rani kita mau ke desa sebrang untuk pindah dan tinggal disana," Ucap Trimoko
" Baik Den, saya siapkan, pareng Den, " Jawab Darno
" Sana, siapkan sebaik mungkin, " Ucap Trimoko
Trimoko sudah mengatur dan menyiapkan segala keperluan untuk ke berangkatan kerumah Biyung Maryam, serta menyiapkan kendaraan untuk transportasinya. Keinginannya sangat mengebu-gebu untuk segera bertemu kekasih hatinya yaitu Wardani melainkan adalah seorang Biyungnya.
Dengan semangat ya Rani selesai dalam berkemas barang bawaannya. Hingga sekujur tubuhnya dibasai keringat yang mengalir seperti air hujan yang terus menetes, tangannya yang mengusapnya dengan capek dia beristrilahat karena semua telah selesai.
__ADS_1
" Capek sekali, akhirnya selesai juga, ya sudah aku bersih-bersih dulu nanti mas Trimoko masuk semua sudah siap dan aku sudah bersih, " Ucap Rani
" Trimoko kesini Abah mau bicara denganmu," Ucap Lurah Tedjo
" Iya Abah, " Jawab Trimoko
" Besok jadi berangkat ke rumah Abah Darso," Ucap Lurah Tedjo
" Rencana iya besok, semua sudah Trimoko siapkan semua Abah, karena Trimoko segera bekerja karena dua hari setelah persiapan pernikahan Trimoko di panggil untuk kerja di kantor desa untuk membantu tugas disana, dan lusa Trimoko sudah masuk kerja," Jawab Trimoko
" Ya sudah kalau begitu semoga lancar pekerjaanmu dan tolong jaga istrimu dengan baik, " Ucap Lurah Tedjo
" Iya Abah, terima kasih atas semua dukungan dan perhatiannya,kalau begitu Trimoko mau ke kamar dulu Aba," Jawab Trimoko
" Iya silahkan, " Ucap Lurah Tedjo
Tak lama kemudian keesokan harinya ia berangkat untuk ke rumah Abah Darso Biyung Darni yang menangis ketika Rani dan Trimoko berangkat menuju rumah Abah Darso.
" Jangan dirimu baik-baik jangan lupa untuk menjenguk dan datang kemari, " Ucap Biyung Darni
" Iya Biyung selalu aku akan sering untuk menemui, " Jawab Rani
" Jaga istrimu dengan baik, " Ucap Biyung Darni
" Laksono sekarang kau harus menjaga Biyung, dimana kau berada harus utama Biyung, temanni Biyung jika ada apa-apa segera kau memberi tahun mbakyu datang ke Sana, " Ucap Rani
" Iya mbakyu, Laksono akan menjaga Biyung sesuai dengan amanah mbakyu, " Sahut Laksono
" Iya Biyung, kami berdua pamit, " Sahut Trimoko
Mereka bersiap dan menaiki sebuah mobil yang jadul milik Lurah Tedjo dengan tanpa lama mereka melaju untuk berangkat ke rumah Abah Darso, tak lama kemudian sampailah mereka di kediamannya.
" Apakah itu benar Mbok, Mari kita kesana, " Jawab Biyung Maryam
" Sayang kalian berdua kesini tidak bilang-bilang Biyung, ya sudah masuk," Ucap Biyung Maryam
Paimin Dan Paijo pun menghampiri dan siap membawa barang bawaannya dan Biyung Denok. Rani yang hanya tersenyum manis.
" Biar surprise buat Biyung, " Jawab Trimoko
" Mbok, Paimin dan Paijo bawa barang-barang ke dalam, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Tuan, " Jawab bersamaan
" Bagaimana kabarmu sayang baik-baik saja kah," Tanya Biyung Maryam
" Baik Biyung, gimana keadaan Biyung, " Jawab Rani
" Baik-baik saja, sehat seperti yang Rani lihat saat ini," Ucap Biyung Maryam
" Lho ada tamu, Rani kapan kau datang," Ucap Wardani
" Barusan datang Biyung, " Jawab Rani
" Dimana Trimoko, " Sahut Lurah Darso
" Dia masih kedalam kamar menaruh sesuatu Abah," Jawab Rani
" Kalau begitu kita langsung makan, Biyung Wardani sudah memasakkan kamu makan yang enak," Ucap Wardani
__ADS_1
" Wanita setan itu bisa saja menutupi kejahatan dan pintar mencari muka, " Batin Biyung Zubaidah
" Dinda lihat itu dia mulai bermuka dua, " Bisik lirih ke Biyung Maryam
Biyung Maryam yang hanya membalas muka sinis kepadanya, Wardani yang selalu mengejek dan menghinanya dengan gerak serta pintar untuk membalas perilaku yang sama semestinya tidak ada padanya.
" Sudah ayo pasti kau lapar perjalanan dari sana kesini," Ucap Biyung Maryam
Mereka menuju ruang makan untuk sarapan pagi bersama keluarga Lurah Darso.Trimoko sangat senang bisa memandang kecantikan Wardani dan merasa bahagai berada di dekatnya, tidak seperti di rumah Lurah Tedjo yang hanya merasa murung. Trimoko keluar dari kamar menuju ruang makan, selaya langsung memandang Wardani dengan berhati-hati.
" Mengapa mas Trimoko kelihatan bahagia dan berwarna ketika di rumah ini, beda dengan di sana, mungkin efek kerinduan mas Trimoko kepada keluarganya hingga membuat mas Trimoko seperti saat ini, Aku melihatnya lebih nyaman dan senang jika mas Trimoko seperti itu," Batin Rani
" Hey sayang kok ngelamun Ayo makan," Sahut Biyung Maryam
" Oh iya maaf Biyung, oh iya mas Trimoko Mau makan apa, " Ucap Rani
" Terserah kamu mau ambilkan apa, " Jawab Trimoko
" Itu sayang istrinya bilang ayo donk, kasihan lho Rani, " Sahut Wardani
" Abah mau makan apa, mau seperti Wardani, " Ucap Wardani
" Iya aku sama sepertimu saja, " Jawab Lurah Darso
" Iya kau mau sayur dan ikan itu Sayang, " Jawab Trimoko
" Iya mas, " Jawab Rani
" Mengapa aku selalu tidak suka jika melihat Abah dan Wardani bermesraan," Batin Trimoko
" Begutulah sudah makan ayo Rani makan nanti Trimoko tak makan sendiri, " Sahut Wardani
" Iya Biyung, " Jawab Rani
Mereka saling menikmati sarapan paginya dengan seksama dengan keluarga barunya.hingga malam pun tiba. Malam itu Trimoko meminta malam pertama setelah Trimoko menundanya karena tidak nyaman di rumahnya.
" Kesini sayang aku ingin memelukmu, temani aku, " Ucap Trimoko
" Sebentar mas, ini belum selesai bersih-bersih dan menganti semua ke dalam lemari," Jawab Rani
" Kesini cepat Aku sudah tidak tahan, layani aku sekarang," Ucap Trimoko menarik dan menyeretnya
" Ah mas sakit, iya sabar sakit, " Ucap Rani kesakitan
" Kau disini jangan seenaknya, kau harus menurutiku, aku sudah tak tahan," Ucap Trimoko sambil menyiksa dirinya
Trimoko menampar, melukai tubuh Rani, dan mereka melakukan kayaknya seorang suami istri, setelah itu Rani yang kesakitan dan menjadi tak berdaya dalam keadaan tengkurap dengan menangis mengeluarkan air matanya.
" Terima kasih sayang, kamu jangan begitu lagi jika tidak aku siksa,aku menikahimu dan menerima perjodohan bukannya aku mencintaimu melainkan agar aku tidak kehilangan semua yang ku miliki, dan biar membuat bahagia abahku," Ucap Trimoko sambil memegang rambutnya
Rani yang hanya menangis dan menahan sakit serta memikirkan apa yang telah ia ambil dia harus menerima dan kuat untuk menjalaninya.
" Ternyata mas Trimoko orang yang sangat kejam, keras, dan suka main kasar, aku sangat kecewa kenapa aku baru tau sekarang, tubuhku terasa sakit semua," Batin Rani
" Auw...sakit, " Ucap Rani sedikit bergerak
" Aku harus bertahan, aku sudah memilih jalan keputusan ini aku harus bisa menjalanin walaupun aku baru tau sit at dan sikap suamiku, aku harus kuat, " Batin Rani sambil menangis
Saat itu Rani menerima perlakuan yang tidak sepantasnya kepada seorang istrinya, tubuh Rani sakit dan menjadi luka karena ulahnya, bagaimana dengan keadaan Rani selanjutnya.
__ADS_1