
Setelah berhasil membunuh Nenek Ayu, Wardani dan Arya bertambah ilmunya.
Semua ilmu yang di miliki Nenek Ayu dihisap mereka semua.
" Wardani ku yang cantik, kau pulang hari aku sudah lama menahan rasa kangen ini itu mu, " Ucap Trimoko setelah makan
" Ah mas Trimoko bisa aja, aku hanya menghabiskan waktu dengan keluargaku di Kampung sebrang Mas, " Jawab Wardani
" Tapi ini benar aku kangen dengan mu, terasa tak hidup tanpamu, " Ucap Trimoko
" Haha ternyata kau menyukai aku ketika aku cantik dan sempurna, tidak akan aku berikan kepada mu Mas, " Batin Wardani
" Kau masih tetap tidak mau menerima aku menjadi pasanganmu, " Ucap Trimoko
" Mohon maaf Mas Trimoko, aku sudah punya lelaki yang aku cinta dia ustad Hartono, " Jawab Wardani
" Awas kau Hartono, tidak ada satu pun yang bisa mendapatkan hati Wardani, " Batin Trimoko
" Ya sudah Mas, Wardani mau ke kamar istirahat karena capek, " Ucap Wardani
" Silahkan, " Jawab Trimoko
Trimoko panas ketika Wardani bertanya seperti itu terhadapnya.
" Nenek Ayu sudah meninggal jadi kita harus melakukan ritual penghisapan ilmu, " Ucap Wardani
" Siap, besok kita siapkan rencana dan ritualnya, " Jawab Arya
" Kita bawa Mayat ini ke serambi gua, " Ucap Wardani
" Cepat, " Jawab Arya sambil menyeret bersamaan
Mereka menyeret mayat Nenek Ayu untuk ditaruh di serambi gua sambil menunggu menyiapkan ritual.
Lurah Darso setelah makan menemui Wardani yang berada di kamarnya.
Tok... Tok... Tok...
" Sayang... Buka buruan, " Ucap Lurah
" Mas kenapa ke sini, sudah masuk dulu sebelum ada yang tau Lurah ke kamarku, " Jawab Wardani dengan menarik Lurah Masuk ke kamar
Wardani menutup pintu kamarnya.
" Aduh Mas, kalau kesini itu bilang-bilang jangan begini, aku takut Biyung dan yang lain tau hubungan kita, " Ucap Wardani
" Iya maaf kan Mas, jangan marah cantiknya hilang lho, " Jawab Lurah sambil mencubit janggut manisnya
__ADS_1
" Aku berhasil membuat tua bangkak ini jatuh di pelukkanku, aku gampang untuk memanfaatkan, " Batin Wardani
" Iya aku senang, tapi mas janji kalau mau ke sini bilang-bilang ya, " Jawab Wardani
" Iya sayang, " Sahut Lurah
Tiba-tiba Biyung Maryam menuju ke kamar Wardani.
" Wardani, ini Biyung apakah kamu didalam, ada yang Biyung katakan kepadamu, " Ucap Biyung Maryam di luar kamar
" Mas Biyung sudah di depan kamar ku, kamu sembunyi cepat, " Ucap Wardani
" Dimana ini, " Jawab Lurah
" Bawah kasur atau mas keluar dari Jendela, " Ucap Wardani
" Aku kelaur dari jendela saja, " Jawab Lurah
" Iya Biyung, aku di dalam silahkan masuk Biyung, " Jawab Wardani
Biyung masuk kamar Wardani, jendela yang bergerak itu Wardani diamkan dengan tanganya.
" Oh kamu di dalam, aku kira tak ada lama menjawabnya, kenapa jendela kamar kamu Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Tak apa Biyung, tadi ada kucing masuk jadi menyenggol jendela jadinya bergerak, maaf Biyung kalau lama menjawab ada apa Biyung, " Jawab Wardani
" Bisa Biyung, besok aku akan bantu untuk menyiapkan segala sesuatunya," Ucap Wardani
" Untung aku sudah ke keluar dari kamar Wardani, ya sudah lah aku pergi ke kantor desa saja, " Ucap Lurah
" Ya sudah Biyung permisi dulu, " Jawab Biyung Maryam
" Iya Biyung, " Sahut Wardani
" Untuk Lurah keluar dari kamar aku cepet, kalau tadi lama pasti akan jadi masalah, " Ucap Wardani
Dayang-dayang pun menyiapkan semua peralatan ritual penghisapan Ilmu Nenek Ayu untuk di hisab oleh Wardani dan Arya.
Wardani dan Arya membaca mantra yang ada di buku untuk menjalankan ritualnya.
" Kau sudah membacanya Arya, kita segera melakukan ritualnya semua pelengkapannya sudah siap, " Ucap Wardani
" Aku sudah siap juga, aku sudah menghafalkan mantranya, " Jawab Arya
" Ya sudah kita persiapan, " Ucap Wardani
Wardani dan Arya menyiapkan diri untuk mandi dengan kembang tujuh rupa, dan berendan di telaga gua sebelum melakukan ritual Penghisapan.
__ADS_1
Setelah mereka selesai ia melanjutkan ritualnya, Mereka membawa jasad Nenek Ayu ke ruang gua Mantra untuk melakukan ritualnya.
" Dayang-dayang bawakan bunga dan lainnya ke sini, " Ucap Wardani
Para dayang membawa sesuatu yang sudah di siapkan.
Wardani membela dadanya mengambil hati serta menyayat tangan untuk mengambil darah, yang di masukan kedalam wadah, setelah itu Wardani dan Arya menyiapkan bunga dengan air ke jasad Nenek Ayu.
Wardani dan Arya meminum darah dan memakan Hati Nenek Ayu, dengan mengucapkan mantra maka cahaya itu muncul dari tubuh Nenek Ayu lalu memasuki raga mereka berdua.
Wardani dan Arya bergoyang hebat dan menahan untuk jatuh ke tanah.
Pertanda Ritual berhasil dan ilmu sudah berada di dalam raga mereka berdua.
" Arya kita berhasil, " Ucap Wardani
" Hahaha ilmu ku bertambah dan kuat, " Jawab Arya
" Dayang kau kuburkan jasad Nenek Ayu ini di kelap gua, berilah bunga, setelah itu Kuburlah cawan ini, " Ucap Wardani
" Baik tuan, kami laksanakan, jika ada sesuatu yang di inginkan bisa panggil kami, " Jawab Dayang-dayang
" tentu itu, sudah kembali sana," ucap Wardani
" Bagus -bagus aku semakin kuat aku akan mendapatkan apa yang aku mau, agar aku bisa menghancurkan keluarga Lurah atas semua perlakuan kepadaku serta keluargaku, " Batin Wardani
" tidak salah jika aku mengikuti apa yang Biyung Sumi katakan untuk mengabdi setan, dengan ini aku bisa memiliki ilmu untuk melakukan hal senang mudah, Tunggu aku akan kembali Lurah untuk melihat kehancuran keluargamu," Batin Wardani
" Aku heran ternyata Ratu itu bisa meninggalkan, ternyata dia ada kelemahan, jika Wardani dan Arya tidak mengetahui kelemahan Ratu pasti Ratu akan Abadi, " Ucap Dayang-dayang
" Sudahlah sekarang dia berdua Tuan kita jadi kita harus melakukan yang ia perintah kepada kita, " Jawab Dayang
" Iya, sudah ayo kita kerjakam apa yang mereka perintah, kita laksanakan sebelum kita dapat hukuman," Jawab Dayang
Jasad Nenek Ayu terkubur dan cawan yang berisi darah itu, Wardani dan Arya pun melanjutkan untuk bertapa selama semalam saja agar lebih merasuk dan menyatu dengan dirinya.
" Tinggal kita menyatukan ilmu agar menyatu dengan tubuh kita, jadi malam ini kita bertapa semalam, " Ucap Wardani
" Jadi kita harus bertapa semalaman, aku siap saja kalau begitu kita mulai sekarang, " Jawab Arya
" Ya sudah kita mulai sekarang, jangan kita tunda-tunda," Ucap Wardani
" Aku sudah siap, ayo kita mulai, " Jawab Arya
Semua ilmu yang di miliki Nenek Ayu telah ambil ke raga Wardani dan Arya semua, ilmu yang dimilikinya bertambah semakin kuat.
Wardani dan Arya melakukan bertapa semalaman dan menjalan ritual terakhir agar menyatu dengan tubuhnya, agar ritual yang dijalankan lancar dan mendapat hasil.
__ADS_1