SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 134 KEMATIAN SEMUA KOMPLOTAN TRIMOKO


__ADS_3

Setelah mengetahui semua itu, Wardani merasa bahagia dan siap untuk mencari cara untuk menbongkar semua kelakuan Arya kepada Eyang Narni, Wardani yang begitu marah dengan dirinya yang telah mencoba menghianatinya yang dimana Wardani sudah percaya kepadanya, Arya melanggar itu demi untuk kesenangan dan keberhasilanya dengan cepat, dengan hasutan Biyung Sumi yang telah merusak kepercayaan mereka, yang sekarang sedang bermusuhan secara semu.


" Ini sungguh yang aku mau, Aku sudah tau dan sudah punya bukti, jadi siap-siaplah untuk di kejar dan di hukum oleh Lurah Darso dan Trimoko, rasakan tunggu tanggal mainnya, haha..., " Ucap Wardani


" Sekarang aku harus mencari cara bagaimana aku menbongkar semuanya itu, sebelum itu aku sudah lama tidak memberikan tumbal dan seserahan kepada junjunganku, aku juga lama memberikan asupan kecantikan aku dengan pros lain, aku harus melakukan itu terlebih dahulu agar aku kembali cantik dan bergairah bahkan ilmu ku akan bertambah," Ucap Wardani


Wardani yang merasa kurang dan semua yang di miliki memudar ia mencari untuk memperbaiki dirinya dengan mencari pria yang di tumbalkan dan bersenang denagmnya untuk membuat ilmu ilmunya dan sukmanya kembali sempurna.


Rasa itu sudah tidak bisa di bendung lagi, terasa ada magnet untuk melakukan itu dengan kuataan yang kuat, sehingga Wardani merasa sangat bersemangat untuk mencari pria yang akan di bunuhnya untuk tumbal.


" Aku harus mencari pria, kenapa aku tidak membunuh satu persatu komplotan Trimoko, kan lebih mudah karena dia jatuh hati padaku, dengan mudah untuk kita bujuk," Ucap Wardani


Wardani memiliki rencana dan baru teringat dengan komplotan Trimoko yang semua menaruh hati padanya, dan manfaatkan untuk membunuhnya dengan mudah.di perjalanan Wardani menemui Bowo yang sedang pulang untuk mengantarkan sesuatu disaat itu ia mulai me rencanakan.


Bowo mengendarai seperate motornya dengan pelan karena sedang membawa barang yang dipesan oleh Biyungnya. Dan lama Bowo melihat Wardani yang sedang terjatuh tergelincir.


" Da..., pagi yang begitu sejuk dan barang ini segera aku berikan ke Biyung, lho itu bukannya Wardani aku coba ke sana dan berhenti kayak dia terjatuh aku harus bantu," Batin Bowo sambil menghampiri Wardani


" Wardani tidak apa, Ayo bangun aku bantu, kok bisa begini hati-hati, " Ucap Bowo yang turun dan menolong Wardani


" Ah... Terima kasih Bowo, tadi Wardani tergelincir, " Jawab Wardani


" Kalau begitu kita migir dulu disana," Ucap Bowo


" Ah..." Ucap Wardani Saling pandang memandang posisi Wardani yang ampit di pinggir kanan dan Bowo kirim, yang menumbuhkan rasa untuk bowo.


" Kenapa dengan diriku ini, rasa nya gemetaran sekali, Bowo safari," Batin Wardani


" Sakit ya, ya sudah kamu disini dahulu aku mau naruh barang ini dulu aku antar pulang, " Ucap Bowo


" Iya mas, Ayo, " Jawab Wardan


Bowo akhirnya menaruh barangnya di pinggir jalan sejenak dan sejenak untuk mengantarkan Wardani pulang, Wardani yang di boncengnya meminta untuk berjalan ke batas desa.


" Bowo kita gak usah pulang, kita cari tempat yang indah di batas desa saja yang sepi orang itu, ayo aku butuh kesegaran," Ucap Wardani


" Tapi kamu sedang sakit, masak kita kesana," Jawab Bowo


" Ini udah mendingan dan tidak terasa sakit kok, Ayo please sayang," Ucap Wardani


Bowo mendengar panggilan Wardani itu merasa kaget dengan panggilan sayang karena dia sudah menaruh hati padanya dan saat itu juga ia mendengarkan panggilan itu yang lebih membuat dirinya suka yang di tunggu selama ini. Wardan Bowo akhirnya sampai di Sana.


" Sudah turun, sudah sampai, " Ucap Bowo


" Wau sepi dan sejuk sekali, terima kasih sayang, " Jawab Wardani yang turun dengan bermuka dua dan berlagak jalan diantara sakit dan tidak


" Aku harus segera lakukan ini, aku akan mengeluarkan ajian pemikat," Batin Wardani


Lama kelamaan Bowo melihat Wardani begitu cantik, dirinya merasa sangat terangsang sekali, bahkan Bowo tak sadar, ia berbuat selonok kepada Wardani, Wardani dengan cepat mengigit leehrnya yang membuat Bowo teriak.


" Au.., apa yang kau lakukan, sakit.. Ternyata kau bukan wanita kamu setan, aku sudah tidak kuat kau telah membunuh ku.., " Ucap Bowo yang tidak kuat dan meninggal tidak wajar


" Segar sekali darahnya,dan aku segera ambik kelaminnya dan aku tumbalkan, terima kasih bowo," Ucap Wardani mengusap darah di bibirnya dan pergi meninggalkan mayat Bowo


Disaat perjalanan lagi ia tak menyangka Dikin yang telah berkebun melihat Wardani yang berjalan sendiri di sana, Dikin pun untuk menghampirinya.


" Wardani, dari mana kok sendirian dari desa sebrang ya," Ucap Dikin


" Tidak Dikin, iya tapi tepatnya di tempat yang sejuk itu lho, cari suasana sejuk," Jawab Wardani


Tiba Wardani tergelincir.


" Au..., " Ucap Wardani terjatuh di atas Dikin


" Dikin maaf ini tadi aku terpeset," Jawab Wardani


" Aduh kenapa ini, ah.. Terasa keluar sendiri, kau begitu mengoda sekali," Batin Dikin


" Sayang kenapa, kau sebenarnya suka denganku kan," Ucap Wardani sambil mengelus tubuhnya yang membuat Dikin tak kuat tergoda


" Iya sayang dan saat ini aku aku baru bisa berdua denganmu," Jawab Dikin


Jleb... Pisau didekatnya ditusukkan ke Dikin

__ADS_1


" Ah.., kenapa sayang kau menusukku," Ucap Dikin


" Haha...emang ini yang aku inginkan kau akan aku tumbalkan serta aku ambil bagian kelaminmu, agar membuat diri kita, terima kasih orang bodoh," Jawab Wardani


" Dasar wanita setan," Ucap Dikin dan langsung meninggal


" Dua orang sudah aku habisi, tinggal dua lagi, hahaha, hari ini aku sangat senang dapat memberikan tumbal yang begitu lengkap," Ucap Wardani


Wardani pun menunggu komplotannya Trimoko lainnya.Wardani seolah istirahat di cakruk balance desa, take disangka bahkan Fendi melihatnya di sana sendiri tanpa teman.


" Kayaknya itu Wardani kenapa dirinya sendiri disana, coba aku ke sana sekalian lepas rasa rinduku," Ucap Fendi


Motor Fendi terbelokkan dari tangannya yang ingin menghampiri wanita kesukaan Fendi.


" Wardani, kenapa disini sendiri emang kenapa, bisa Fendi bantu," Tanya Fendi


" Oh Fendi, ini tadi aku baru dari desa sebelah lewati jalan tengah sawah itu aku capek," Jawab Wardani


" Kalau begitu biar Fendi antar pulang ke rumahnya Trimoko kan," Ucap Fendi


" Tidak mas, mau pulang nanti aku mau ambil barang aku yang lupa di desa sebrang baru teringat sampai disini, sebelum ke sana jalan lagi aku istirahat sejenak disini," Jawab Wardani


" Ya sudah nanti biar Fendi yang antar Wardani saja," Ucap Fendi


" Tidak mas nanti Wardani nyusai Fendi, jadi tidak udah," Jawab Wardani


" Tidak apa-apa, oh iya ngomong-ngomong kamu begitu cantik dan kenapa bawaannya aku terangsang denganmu, maaf jika kau tersinggung," Ucap Fendi


" Ah Fendi bisa aja, Wardani orangnya biasa saja," Jawab Wardani


" Beneran Fendi tidak bohong," Ucap Fendi


" Terima kasih mas, kalau begitu Wardani mau berangkat dulu sampai jumpa lain kalian ya Fendi," Jawab Wardani


" Sudah ayo aku antarkan, tidak apa kasihan nanti kamu sampai sana malah kemalaman, ayo sudah biasa saja," Sahut Fendi


" Ya sudah kalau begitu, aku naik ya," Jawab Wardani


" Kebetulan sekali haha... Memang bodoh semua ini laki-laki datang untuk tiada, aku sangat suka, aku berpesta lagi," Batin Wardani


" Oh iya Wardani kamu bagaimana soal Trimoko dia katanya menikah jadi, bagaimana denganmu," Tanya Fendi


" Oh soal Trimoko sudah gak usah di bahas, aku sudah tidak ada hubungannya karena dia udah menikah dan tidak memilihku, sudah lupakan saja kenapa mas," Jawab Wardani


" Tidak apa-apa aku hanya tanya saja," Ucap Fendi


" Bohong mas Fendi suka kan dengan Wardani," Jawab Wardani sambil memegang badannya dengan cantik


" Aduh jangan begitu Wardani, Teresa tergoda, ah... Tak sengaja aku punya ku keluar dengan sendirinya, memang wanita penikmat walaupun belum apa-apa udah bikin rasa nikmat, "Batin Fendi


" Pasti kau sudah terangsang, bagus ini kesempatan aku untuk memulai," Batin Wardani


" Ah maafkan aku memang aku sangat menyukaimu dari awal ketemu, tidak bisa untuk melupakan kau cinta pertamaku," Ucap Fendi


" Oh iyakah, kalau begitu, aku akan memberikan hadiah buat mas sebelum kita ke sana kita menuju ke tempat biasa, tempat perbatasan kita yang sepi itu," Jawab Wardani


" Asyik dia mengajakku ke sana, pasti dia akan memberikan kepadaku kehangat," Batin Fendi dengan tidak sabar


" Ayo ke sana ya mau apa, nanti kamu telat," Ucap Fendi


" Sebentar saja aku mau kasih sesuatu kepada Fendi, aku akan memuaskan dirimu, pasti kau mau kan," Jawab Wardani


" Iya mau aku akan menuruti kemauanmu, ya sudah ayo," Ucap Fendi


Fendi putar balik dan dirinya tidak sadar bahwa dirinya di bawa ke tempat dimana bowo juga tiada. Tak lama dia sampai disana.


" Ayo mas ke sini," Ucap Wardani menggoda


" Iya," Jawab Fendi dengan senyum turun dari motornya


Wardani mulai membaringkan tubuhnya dan Fendi mulai mendekati dan mau mencium dirinya, Fendi yang sudah tak tahan dan bernafsu, terlepas bajunya tiba-tiba Fendi melihat tangan di dekat semak nya sontak Fendi untuk melihat.


" Sebentar kau di situ dulu sayang," Ucap Fendi

__ADS_1


Wardani yang terima, dan terbangun serta bersiap memegang kayu untuk memukulnya agar terjatuh.


" Bowo... Ternyata kau, siapa yang berani melakukan ini," Kaget Fendi dan seolah kabur


Buk... Pukul Wardani di samping tubuhnya Fendi


" Auw...., kenapa sayang aku memukul ku, kau siapa jangan kau juga yang membunuh bowo," Ucap Fendi


" Wau benar sekali, maaf ya Fendi aku memukul ku, aku kasih satu lagi," Jawab Wardani


Buk.. Buk...


Lemas masih sadar.


" Kenapa kau tega melakukan ini semua," Ucap Fendi


" Aku sudah membunuh Bowo, Dikin, giliranmu, dan setelah ini Didik dan Trimoko, haha.. Kau tidak ingat aku ini Wardani yang dahulu Trimoko dan kalian semua yang kau hina, dan saatnya aku untuk balls dendam," Jawab Wardani


" Tidak mungkin Wardani yang dulu buruk rupa kau begitu cantik," Ucap Fendi


" Oleh karena itu kau tidak boleh tau, dan aku hanya butuh nyawamu untuk aku tumbalkan," Jawab Wardani


" Jangan Wardani maafkan kami semua, dan aku khilaf, ampun, " Ucap Fendi


" Oh kasihan," Jawab Wardani


Wardani langsung mendekati dan mengigitnya, dan menusuknya dengan kayu.


" Au... Sakit, Wardani sakit kenapa kau tusuk aku, maafkan diriku dasar wanita jahat tak punya hati," Ucap Fendi


" Aku ambil darahmu dan kelaminmu Fendi, haha, " Jawab Wardani


" Au..., teriak kesakitan yang dalam," Teriak Fendi yang di ambil secara kasar dan Fendi tiada


Malam pun tiba Wardani berjalan untuk mengambil barangnya di desa seberang, Wardani saatnya itu sudah sampai di perbatasan desanya. Untuk menuju ke rumah Lurah Darso Tak disangka Didik lewati dan bertemu dengan Wardani.


" Pucuk di cinta ulam pun tiba, wanita yang ku suka ada disini," Ucap Didik


" Hey Wardani sendirian saja, boleh aku antar dirimu pulang ini sudah malam," Tawaran Didik


" Terima kasih," Jawab Wardani


" Sudah pegangan yang erat," Ucap Didik


Wardani berpegang dan dia mulai memainkan jemarinya di tubuhnya yang membuat Didik merasakan senang dan bergairah bahkan terangsang.


" Ah... Kau sungguh nikmati membuat diriku terangsang seperti ini," Batin Didik


" Kenapa kau terangsang kalau begitu aku akan memberikan sesuatu untukmu," Jawab Wardani


" Benarkan itu kalau begitu ayo kita tempat bisa," Ucap Didik


Mereka berdua menuju ke tempat Bowo dan Fendi telah di bunuh Wardani.


" Kau terlihat begitu cantik, terpesona aku melihatmu, au... Aku sudah tak tahan lihatlan basah celanaku," Ucap Didik


" Dasar laki-laki hidung belang," Batin Wardani


" Iya sini mas, ini buatmu," Ucap Wardani


Didik mulai untuk memainkannya disaat di mulai Didik pun di tendang bagian kelaminnya. Yang membuat Didik berdiri kesakitan.


" Au... Kenapa kau begitu sakit, dasar wanita tidak di untung," Jawab Didik dengan kasar dan mencoba untuk melawan karena nafsu Didik besar kepada Wardani


" Wardani langsung mengambil tusuk kondenya dan lalu di tusukkan di bagian dadanya.


" Ah.. Kau memang licik, " Ucap Didik


" Kenapa, ini pantas buat kalian yang telah menghancukan hidupku, dan saatnya kau pergi,aku Wardani yang kau hina dan kau buang," Jawab Wardani sambil terseden Didik di dadanya


" Kau wanita jahat sekarang, aku tertipu denganmu, ahh..., " Jawab Didik dengan tambahan tusukkan Wardani


Wardani menghisap darahnya dan mengambil alat kelaminnya dan segera untuk meny em bahkan semuanya kepada persembahnya Wardani akan terhindar dari tumbal karena memberikan tumbal empat sekaligus, ilmu dan auranya lebih terpancar dan begitu sangat menawan.

__ADS_1


__ADS_2