SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 107 KEBUSUKAN TERBONGKAR


__ADS_3

Setelah kejadian itu Biyung Maryan mengetahui sikap dan sikap buruk Wardani yang suka bermuka dua, Biyung sangat kecewa kepada Wardani yang selama ini Biyung Maryam bersikap baik kepadanya Wardani membalas seperti ini. Melihat dan mengetahui secara langsung Biyung merasa lemas dan tidak berdaya.


Kejadian Wardani yang di angkat Lurah Darso ke kamar secara mesra menbuat perasan Biyung Maryam campur aduk tak karuan.


" Ternyata selama ini orang yang baik serta baik kepadaku adalah penghancur dan racun untuk kehidupanku, " Ucap Biyung Maryam sambil lemas dan duduk perlahan


" Dinda, ada apa denganmu, " Jawa Biyung Zubaidah


" Aku sudah pernah bilang dan kasih tau kepada Dinda, hati-hati serta cari tau bahwa Wanita itu licik, seperti kelakuan setan yang amat seram, " Ucap Biyung Zubaidah


" Seumpama aku tau dan mendengarkan apa yang kau katakan pasti tidak akan menjadi seperti ini, dan mungkin kita bisa melakukan untuk mencegahnya, semua sudah menjadi bubur, " Jawa Biyung Maryam


" Sudah,...Dinda sekarang jangan menyesali pa yang sudah terjadi, sekarang kita harus bersiap untuk menghadapi Wanita itu, " Jawab Biyung Zubaidah


" Iya kita harus berhati-hati dengan Wanita itu, " Ucap Biyung Maryam


" Ya sudah ayo aku antar ke kamar Dinda, biar Dinda istirahat sebentar dan jika Dinda ingin melepaskan semua kesedihan silahkan tapi aku antar dulu kesana, Mari, " Jawab Biyung Zubaidah


" Iya, " Ucap Biyung Maryam


Biyung Maryam diantar oleh Biyung Zubaidah ke kamarnya untuk beristirahat. Lurah yang sangat memanjakan Wardani setelah kejadian itu. Memang sangat menarik untuk di teruskan Wardani agar Biyung Zubaidah semakin terbawa untuk membenci serta melakukan segala hal yang dapat melakukan kepadanya.


" Sayang kenapa kau harus melakukan itu sendiri, kan ada Paimin dan Paijo, jadinya seperti yang terjadi kepadamu luka, " Ucap Lurah Darso


" Tidak apa-apa Aku sebagai istri juga harus melakukan sendiri, tidak boleh bergantung kepada orang kita kita mampu sendiri setelah kita tidak mampu butuh pertolongan baru kita minta bantuannya mereka, toh kita bergerak bagus buat tubuh, " Jawab Wardani


" Sungguh kau istri yang sempurna, aku bangga memilikimu sayang, " Ucap Lurah Darso


" Bangga hanya semata dendam,dan bangga hanya semata kiasan untukmu, kau masih belum merasa hancur dan peka ternyata, dasar Lelaki bodoh, lihat body Wanita cantik semua apapun menjadi lupa dan tanpa ada rasa curiga, " Batin Wardani


" Ya sudah aku pijatin, mana yang sakit," Ucap Lurah Darso


" Tidak udah Sayang, sekarang Sayang ke kamar Biyung Maryam lihat dan minta maaf kepadanya bahwa dia tidak bersalah, kan malam ini jatah Sayang dengan Biyung Maryam, " Jawab Wardani


" Kenapa kau pikir dia, aku tidak akan kesana setelah perlakukan dia kepadamu membuatku kecewa padanya, " Ucap Lurah Darso


" Tidak boleh be gitu sayang, " Ucap Wardani


" Sekali tidak ya tidak, aku sudah males, aku mau menemani kamu kan lagi sakit, "Jawab Lurah Darso


" Baik permainan bagus, memang kau tidak udah kesana, kamu harus disini agar mereka berdua marah-marah dan akan membuat Lurah Darso marah, " Batin Wardani


" Ya sudah kalau begitu Sayang hanya minta maaf tau tenggok sebentar Biyung Maryam setelah itu ke sini lagi tidak apa, biar Biyung Maryam sedikit tidak bersedih, " Jawab Wardani


" Iya aku kesana," Ucap Lurah Darso


" Iya buruan hibur Biyung Maryam sejenak dia juga istrimu, " Jawab Wardani


Lurah Darso mendengarkan apa yang di ungkapkan kepadanya agar memberikan kesan Wardani masih baik serta menerima apa yang di lakukan mereka berdua, Lurah Darso yang sangat mulai kesal masih membela wanita dua itu, Lurah pun sejenak melihat keadaan dan mengatakan kepadanya.


" Ya sudah Dinda istirahat dulu, tenangkan pikiranmu,Aku tinggal ya, " Ucap Biyung Zubaidah


" Iya terima kasih, " Jawab Biyung Maryam sambil menagis


" Iya sama-sama, " Ucap Biyung Zubaidah

__ADS_1


Biyung Maryam terus mengingat kenangan dimasa keluarga Lurah yang harmonis, serta kehiduaoan cintanya, serta kejadian yang pernah Biyung Maryam rasakan, is merasa saat ini keluarga risk dan akan hancur se cepat itu. Biyung Maryam heran semua perlakuan Wardani yang tidak punya hati.


Lurah sampailah di kamar Biyung Maryam.


Tok... Tok... Tok... Suata ketok Pintu


" Iya Masuk, " Ucap Biyung Maryam


" Pasti dia Abah, syukur Abah mau kesini, ini jadwal denganmu, walaupun aku masih marah ini seperti tanya Abah masih memiliki rasa untuk minta maaf serta peduli kepadaku, " Batin Biyung Maryam


" Ternyata Benar yang aku pikir, " Batin Biyung Maryam


" Aku ke sini hanya melihat kau, karena dia membujukku untuk kembali ke kamar karena hari ini jadwal malam kita, tetapi semenjak kejadian tadi Aku kecewa dan marah kepadamu, aku ke sini hanya ingin membuat hati Wardani bahagia, jangan kau pikir aku akan ke sini, sebelum kau berminta maaf pada Wardani, " Ucap Lurah Darso


" Apa Abah kesini hanya itu saja, apakah kau tidak merasakan perasan Biyung, kau telah dibutakan cintanya," Jawab Biyung Maryam sambil bangkit dari tidurnya


" Iya hanya itu yang mau aku katakan, jika kau tidak menerima ya sudah, aku mau kembali ke kamar Wardani, " Ucap Lurah Darso


" Terserah, kau telah pilih kasih antara kita, " Jawab Biyung Maryam


Lurah meninggalkan kamarnya, Biyung Maryam yang sontak menangis semakin menangis serta tak berdaya terjatuh serta rapuh hari terkeping-keping. Trimoko mendengan suara tangisan dari arah kamar Biyung Maryam, seketika itu menghampiri apa yang telah terjadi kepada Biyung Maryam.


" Kayaknya suara itu berasal dari kamar Biyung Maryam, apa yang terjadi kepadanya, " Ucap Trimoko


" Ternyata Benar Biyung Maryam bersedih, aku harus menenangkannya, " Ucap Trimoko


Trimoko sontak langsung membuka Pintu kamar Biyung Maryam tak berfikir panjang, yang sudah melihat tangisan Biyung Maryam yang membuatnya Penasaran.


" Biyung apa yang terjadi kepadamu, ayo bangun," Ucap Trimoko


" Apa yang terjadi kepadamu Biyung, ceritalah jangan seperti ini, jika Trimoko bisa bantu akan aku bantu, " Ucap Trimoko


Biyung Maryam terus menangis dan belum bisa bercerita karena begitu sedihnya.


" Ya sudah kalau Biyung belum mau bercerita tapi tolong jangan keluarkan air mata, berhenti dan beristirahat, kondisi Biyung bisa sakit, " Ucap Trimoko


" Trimoko mau kelaur ingat Biyung jangan kau siksa diri sendiri, " Ucap Trimoko


Lurah Darso pun kembali ke kamar Wardani.


" Lho kamu sudah ke sini lagi, Bagaimana keadaan Biyung Maryam, sudah sedikit bahagia, " Tanya Wardani


" Sudah, Aku segera ke sini karena sudah kangen dan ingin menemanimu, " Jawab Lurah Darso


" Mulai bermuka dua kau, aku tau pasti Biyung Maryam semakin bersedih dan bersedih, syukurlah," Batin Wardani


" Mau makan apa biar aku suapin," Ucap Lurah Darso


" Tidak sayang, aku tidak merasa lapar, jadi terima kasih, " Jawab Wardani


Tiba-tiba Trimoko datang dengan mengedor-gedor pintu Wardani dengan marah hanya mengatakan kepada Biyung apa yang terjadi kepada Biyung Maryam.


Dor... dor.... Dor suara Pintu Wardani dengan keras


" Siapa sih itu, sebentar sayang aku lihat, " Ucap Lurah Darso

__ADS_1


Trimoko langsung Masuk kedalam kamar dan langsung menyanyakan semua kepada Abah.


" Abah apa yang terjadi kepada Biyung, dia menangis terus menangis, Abah apa tidak kasihan kepada Biyung, Biyung merasa tersiksa atas perlakuan Abah seperti ini, " Ucap Trimoko dengan marah


" Sungguh cerita dan kabar yang baik, aku sudah mengira akan menjadi seperti ini, " Batin Wardani


" Dia tutup mulutmu, kau tidak sopan berbicara kepada Abah mu sendiri, dasar anak tidak di untung, " Jawab Lurah Darso sambil menamparnya


" Ini aku gunakan kesempatan ini untukku," Batin Wardani


" Kenapa Abah menamparku, aku hanya mau bertanya kepada Biyung, malah Abah menamparku tanpa ada sebab," Jawab Trimoko


" Itu pantas buat kamu, harusnya kau harus tanya baik-baik bukan berlaku seperti ini, dan jika itu terjadi padamu semua salah kamu, " Ucap Trimoko


" Aku mulai Masuk, " Batin Wardani


" Sudah Sayang tahan emosi kamu, walaupun apa yang terjadi Trimoko tetap puteramu, jangan perlakuan seperti itu, bisa di bicarakan dengan baik-baik, " Ucap Wardani


" Jangan kau bela anak ingusan ini, tau tau dia salah harus dapat hukuman dariku, " Ucap Lurah Darso


" Sayang Aku sudah bilang semua bisa di selesaikan dengan baik-baik, " Sahut Wardani


Wardani sekilas untuk memegang Trimoko serta memainkan tangan dipundak Trimoko dengan mesra yang membuat Trimoko sontak tak berdaya dan mengalikan perilaku yang baik dengan itu Trimoko mulai merasa ada suatu pertanda bahwa semua itu untuk berdiam tanpa ada tanya jawab lagi.


" Tenang Trimoko, kamu bisa tenang bisa bicarakan baik dengan Abah, " Ucap Wardani menghampirinya


" Tapi Aku ingin kejelasan sekarang, ayo katakan Aku sudah tahan amarahku," Sahut Trimoko


" Trimoko itu belum secara baik, jika kamu seperti itu pasti Abah belum akan mau memberitahukan kepadamu, " Ucap Wardani mulai menaruh tanya nya di belakangnya


" Kamu kenapa harus meladeni anak Satu anak itu buang waktu saja, " Ucap Lurah Darso


Wardani mulai memainkan tangannya.


" Trimoko kau harus sabar pasti Abah akan memberitahukan kepadamu, pasti akan baik-baik saja, kau percaya kan pada Abah, " Ucap Wardani


" Sungguh membuatku nyaman dan merasa terangsang, kenapa kau mainkan, " Batin Trimoko


" Gimana kamu mau membuat Abahmu tidak marah, bisa di bicarakan dengan baik -baik, Biyung Maryam itu baik-baik saja, " Ucap Wardani


Trimoko melihat wajah Wardani dan Wardani seolah-oalah bermain mata dengan Trimoko, perasan semakin terbawa perasaan, hati Trimoko menjadi layu serta tak berdaya, suara debar jantungnya pun terpacu, terpesona kecantikan Wardani serta terasa nyaman mainan tangannya di balik badannya. Trimoko seketika itu tak mampu berucap berkata, Trimoko terdiam tanpa kata Satu pun.


" Bagaimana sayang, " Ucap Wardani


" Ya sudah kita Masuk kamar dan istirahat, " Jawab Lurah Darso


" Ya sudah kalau begitu Trimoko kembali ke kamarnya, besok bisa ditanya ke Abah dengan baik, mengerti, " Ucap Wardani sambil bermain mata


" Iya besok Aku akan bertemu Abah, " Jawab lemas Trimoko


" Sudah keluar kamu ganggu saja, Biyung Wardani lagi sakit, kelaur, " Ucap Lurah Darso


" Permisi, " Jawab Trimoko


Pesona serta mainan gila Wardani yang membuat luluh Trimoko, apakah Trimoko akan bertanya dan Abah akan menceritakan kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2