SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 105 MENJADI NYONYA


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Wardani sejenak memikirkan yang sangat tidak layak seorang ibu yang memperlakukan anaknya seperti itu, bahkan Wardani terus mencari dan mencari mengapa Biyung Sumi melakukan itu semua, Wardani yang saat itu kembali bersama Lurah seolah tidak fokus menerima ucapan dari para undangan.


" Hey sayang..., itu ada yang mau mengucapkan kepadamu, " Ucap Lurah sambil menyenggolnya


" Hey... Iya maaf Sayang, oh iya terima kasih banyak, " Jawab Wardani


" Kenapa ada apa denganmu, " Ucap Lurah Darso


" Tidak ada apa-apa Mas, hanya kurang Fokus aja tadi aku lupa mau kasih sesuatu kepada Biyungku, jadi masih aku ingat, " Jawab Wardani


" Ya sudah kalau begitu, " Jawab Lurah Darso


Malam semakin larut semua para undangan berbondong-bondong untuk pulang, setelah menikmati tarian serta gabyong sampai dini hari semua berpamitan. Biyung Sumi dan Abah Warso berpamitan kepada Wardani.


" Wardani Biyung Sumi dan Abah mau pamit ya, minta maaf tadi Biyung kapadamu, selamat menempuh hidup baru " Ucap Biyung Sumi


Wardani yang hanya bersalam dan tidak menjawabnya dengan muka marah dan kecewa kepada Biyungnya.


" Awas kau berani sama Biyung, aku di diamin, dasar anak tak tau doubting, " Batin Biyung Sumi


" Sayang Abah pulang dulu semoga kau bahagia, " Sahut Abah Warso


" Iya Abah hati-hati di jalan, terima kasih sudah hadir di pernikahan Wardani, " Jawab Wardani


" Iya sama-sama, jaga dirimu, " Ucap Abah Warso


" Ya sudah Biyung pamit, Mari nak, " Ucap Biyung Sumi


" Mari Bu, " Jawab Lurah Darso dengan Gengsi


" Kalau kamu tidak menikah dengan Keponakanku, aku tidak akan datang dan sebaik ini, " Batin Biyung Sumi


" Apalagi aku aku tidak level denganmu, karena keponakanmu yang level dengan ku, " Batin Lurah Darso


" Dasar Lelaki hidung belang, aku sangat benci melihatmu, tetapi semua aku lakukan karena suatu misi, " Batin Abah Warso


Kebencian mereka tetaplah sama tidak akan pernah hilang karena semua perlakuan dahulu hingga Wardani kembali, dan sekarang hanya bermuka dua karena suatu misi rencana untuk menghancurkan keluarganya. Lurah Darso sudah term akan rayuan manis dan kecantikan Wardani, semua telah tertutup dengan cinta butanya,sampai lupa apa yang menjadi gak dan kewajiban.


Waktu istirahat malam.


Keesokan harinya, Biyung Maryam sudah bangun menyiapkan sarapan pagi, Lurah Darso dan Wardani sama sekali belum keluar dari kamarnya.


" Tuan ini makannya sudah siap, " Ucap Simbok Darmi


" Iya Mbok, tolong bawakan ke sini, " Jawab Biyung Maryam


" Iya Tuan, " Ucap Simbok Darmi


" Tata di situ, kita nunggu semua pada keluar, " Ucap Biyung Maryam


" Biyung Abah belum keluar dari kamarnya ya, " Tanya Trimoko


" Belum, sebentar lagi pasti keluar, " Jawab Biyung Maryam


" Iyalah kan penggantin baru pasti bahagia, " Sahut Arya bikini suasana panas


Biyung Zubaidah yang mendengar itu sedikit memalingkan muka dan bersikap tidak suka.

__ADS_1


Makan semua sudah tersaji di ruang makan, dan tak lama Lurah Darso dan Wardani keluar dari kamarnya dengan mesra, Wardani yang memengang ping gang Lurah, dan Lurah menaruh tangannya diatas pundaknya. Sambil bermesra saling memandang dan bercanda gurau.


Biyung Maryam terasa sakit melihat kemesraan itu sehingga Biyung Maryam menahan perasannya. Biyung Zubaidah yang hanya marah-marah dan hatinya ingin melakukan kepada Wardani ia tahan, bahkan Trimoko yang marah dan tidak senang melihat mereka bermesraan dan bahagia.


" Abah sudah keluar, " Ucap Biyung Maryam sambil menahan


" Iya ini bersama istri yang aku sayang, " Jawab Lurah Darso


" Sayang bisa aja, " Jawab Wardani


Biyung Maryam tidak mampu menahan, Biyung sebentar untuk ke belakang.


" Sebentar aku mau ke belakang dulu, ada yang lupa, " Ucap Biyung Maryam


" Pasti kau tidak kuat menahan sakit dan melihat aku mesra dengan kekek peot haha, rasakan, " Batin Wardani


Biyung Maryam berlari menuju ke kamarnya langsung mengeluarkan air matanya melihat kemesraan Lurah Darso dan Wardani yang membuat dirinya sakit.


" Kenapa aku tidak rela mereka bahagia, Kemesraan itu tidak pernah aku dapatkan dari Lurah, sekarang aku merasakan sakit seperti ini, " Ucap Biyung Maryam


" Aku harus kuat, jangan begini pasti Lurah Darso dan Wardani berfikir tentang diriku, aku harus kembali dan kuatkan diri, " Ucap Biyung Maryam


Biyung Maryam kembali ke tempat makan.


Kemesraan terus terjadi diruang makan, yang dimana Lurah disiapkan dan saling bersuap-suapan. Yang membuat Biyung Zubaidah terus merasa kesal dan sakit, serta Trimoko yang mulai marah dan tidak tahan lagi, Biyung Maryam yang hanya berdiam melihatnya, serta Arya yang selalu memujinya.


" Sayang mau ini, akkk.. Buka mulutnya, " Ucap Wardani


" Ha... Jatuh," Jawab Lurah Darso


" Bentar di hidungmu ada nasi juga sini aku bersihkan, " Jawab Lurah Darso


" Mbak Wardani dan Abah sangat serasi, cocok bahagia kau lihatnya, jadi teringat aku sama Rindu saling men cintainya, " Sahut Arya


Sendok makan milik Trimoko dia jatuhkan kepiring, berbunyi keras pertanda Trimoko marah dan sakit melihatnya. Trimoko langsung meninggalkan ruang makan. Serta Biyung Zubaidah yang seketika itu langsung memalingkan muka dan meninggalkan ruang makan juga.


" Sayang mau kemana, makanannya belum habis, " Ucap Biyung Maryam


" Sudah tidak nafsu lagi Biyung, " Jawab Trimoko


" Ananda kau sudah, masih banyak makanan, " Ucap Biyung Maryam


" Sudah Kenyan Dinda, juga aku merasa ada seorang setan di dekat sini, jadi aku mau ke kamarnya, " Jawab Biyung Zubaidah


" Aku terasa sakit melihatnya tetap aku harus bertahan," Batin Biyung Maryam


" Pasti kalian semua pada cemburu apa yang aku buat kepada kalian semua, bagus permainan bagus sekali, Biyung Maryam mencoba untuk bertahan tetapi kebenarannya dia rapuh,oke tunggu suasana yang sangat membuatmu sedih yang amat sedih, " Batin Wardani


Biyung Maryam setelah selesai makan ia langsung berpamitan untuk ke kamar dulu, siap-siap untuk membersihkan diri ternyata Biyung Maryam tidak kuat menahan semuanya,selama itu Biyung Maryam hanya bisa menahan dan memendam apa yang menjadi kesedihannya.


Wardani dan Lurah menikmati sarapannya serta bermesraan agar membuat semua cemburu, Biyung Zubaidah yang hanya marah-marah dan menyesal atas semua rencana yang mengakibatkan mereka menjadi bersatu, Biyung Zubaidah aku tidak hanya mampu monarch dendam serta bagaimana cara membuat Wardani di hukuman dan mendapatkan sesuatu yang ia perbuatnya.


" Ah...sungguh membosankan dan sungguh lancang, sekarang dia berani berulah berani-beraninya dia menarikku untuk marah, lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu, wanita setan, " Ucap Biyung Zubaidah


" Aku tidak boleh berdiam diri, aku harus melakukan sesuatu, keenakan dirinya jika tidak ada yang menganggunya,siapa wanita itu, wanita yang hanya numpang dan dinikahi oleh Lurah, wanita setan dan murahan tidak cocok tinggal dan menjadi istri Lurah," Ucap Biyung Zubaidah


Biyung Zubaidah sejenak untuk memikirkan apa yang akan dia rencanakan kepada Wardani, sembari Biyung Zubaidah memasang sikap baiknya seolah-olah dirinya tidak ada masalahlah lagi dengannya, tapi nnyatanya kebencian terus tubuh dan terus Biyung Zubaidah rasakan.

__ADS_1


Lurah Darso pun untuk bersiap untuk pergi ke kantor, Wardani siap untuk menyiapkan segala apa yang Lurah Darso bawake kantor desa, serta saat itu Wardani mulai mengungkapkan bahwa dirinya adalah nyonya di rumah ini kepada Biyung Zubaidah dengan perkataan Wardani Biyung Zubaidah semakin marah dan datanglah Biyung Maryam yang melihatnya untuk menyanyakan apa yang terjadi kepadanya.


" Kalau begitu aku berangkat dulu kalian bertiga harus baik-baik saja jangan saling berkelahi, jangan Wardani," Ucap Lurah Darso


" Iya Abah, pasti kita semua baik-baik saja di jamin, " Jawab Biyung Maryam


" Iya Abah tenang saja pasti akan baik-baik saja, benar yang di katakan Biyung Maryam, iyakan Wardani, " Sahut Biyung Zubaidah


" Dasar wanita gila, siapa yang tidak tau kamu, " Batin Wardani


" Iya Abah, Biyung semua baik kepada Wardani sebelum aku disini sudah baik-baik jadi Abah jangan khawatir, " Jawab mesra Wardani sambil merangkulnya


Lurah pun berangkat, dan berpamitan dengan mereka semua, setelah Lurah berangkat Wardani mengungkapkan sesuatu kepada Biyung Zubaidah bahwa dirinya sebentar lagi menjadi nyonya di rumah ini. Biyung Maryam yang langsung ke belakang yang masih banyak kerjaan yang belum salesai.


" Biyung aku akan memberitahumu bahwa aku sebentar lagi akan menjadi nyonya di rumah ini, jadi kamu harus mengikuti apa yang aku mau, " Ucap Wardani


" Jangan harap kau bisa dan mampu, nyonya disini hanya Biyung Maryam karena dia sebagai Istri pertama Abah, dan yang lainnya juga yang harus menurut dengan keputasan Abah, " Jawab Biyung Zubaidah


" Lihat dan tunggu siapa yang bisa, dan aku bisa mewujudkan itu, maka Biyung Zubaidah siap-siap untuk mendengarkan semua keputusan Abah, terus Biyung Maryam tersingkir dari nyonya tetapi tetap menjadi Istri pertamanya Abah, bahkan kau Nenek peot menjadi Istri bahkan pembantu, " Ucap Wardani


" Tutup omong kosong mu, rasakan itu pantas kau rasakan, anak kecil berani kepada orang yang lebih tua, " Jawab Biyung Zubaidah sambil menamparnya


" Wau kau sangat berani kepadaku," Jawab Wardani sambil menahan marah


" Kenapa kau tidak terima mau balas, ayo balas ini pipi aku, " Ucap Biyung Zubaidah


" Sabar, sebentar lagi aku akan memberikanmu suatu balasan yang cocok dengan mu," Batin Wardani


" Bukannya aku kasihan, tidak membalasmu tapi aku terima karena itu tanda kau tidak bisa menyaingiku, haha... Dasar Nenek peot, " Jawab Wardani


" Berhenti kau wanita setan," Ucap Biyung Zubaidah


" Dasar wanita setan tidak punya sopan santun, aku harus lebih berhati-hati pada wanita licik itu, " Ucap Biyung Zubaidah


Malam pun tiba, semua berkumpul di rumah santai ada yang ingin di sampaikan oleh Lurah kepada seluruh penghuni rumah.


" Aku mengumpulkan kalian disini akan memberitahukan bahwa Wardani akan menjadi nyonya di sini, dia tidak akan mengubah status Biyung Maryam hanya saja dia mengantikan, " Ucap Lurah Darso


" Abah saya tidak setuju, dan Apakah pantas Wardani menjadi nyonya dia masih sedikit pengalaman, Apakah tidak kasihan dengan Biyung Maryam, " Sahut Biyung Zubaidah


Biyung Maryam mendengar itu hanya kaget dan terdiam tak berdaya, seolah binggung mengapa bisa terjadi seperti ini.


" Abah Wardani tidak mau begini, nyonya di rumah ini tetap Biyung Maryam, Wardani tidak sanggup, " Jawab polos Wardani


" Diam kau wanita bermuka dua, dasar pembohong, setan, licik, " Ucap Biyung Zubaidah


" Semua sudah aku tegaskan Bahwa Wardani menjadi nyonya di sini, dia mampu atau tidak biar diajarin oleh Biyung Maryam, " Ucap Lurah Darso


" Tapi Abah, aku tidak siap, " Sahut Wardani


" Tenang sayang kamu pasti bisa, ya sudah aku mau ke kamar, " Jawab Lurah Darso


" Sudah... Tenangkan fikiranmu, semua sudah keputusan nya, kita terima saja, " Sahut Biyung Maryam kepada Biyung Zubaidah


" Tapi kau masih tertipu sifat baiknya," Ucap Biyung Zubaidah


Wardani yang memasang muka menantang dan bersenyum manis kepada Biyung Zubaidah. Biyung Maryam yang masih tertipu sikap baik yang di lihatkannya, apakah Biyung Maryam makin percaya dan segera mengetahui sikap Wardani.

__ADS_1


__ADS_2