SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 85 TEROR WARDANI 2


__ADS_3

Semenjak kejadian yang di alami oleh Ibu Narni, Wardani pun telah memasang muka sedih dan terus menangis karena dirinya dikira ingin menghabisi Ibu Narni.


Apalagi Wardani di salah kan bahwa dirinya cerobah tidak mengechek obat sebelum di berikan kepada Ibu Narni, Lurah yang marah langsung menyeretnya


" Abah berhenti kau tidak bisa main hakim sendiri, apakah ini benar atau salah belum tau, dengan adanya ungkapan Arya jadi fik, bahwa ada yang mau mengadu domba Wardani dan Arya bahkan, keluarga kita yang ingin menjadi korbannya, dan berdua ini seolah dianggap penyebab, " Ucap Biyung Maryam


" Wardani sudah bangun, ada yang sakit, " Sahut Biyung Maryam


" Auw sakit, " Balasan Wardani


" Kau tak apa Arya, " Ucap Biyung Zubaidah


" Tidak apa Biyung, " Jawab Arya


" Siapa yang beraninya mengadu domba ku, yang seolah-olah aku yang mau menjatuhkanmu Wardani, agar Wardani menaruh benci dan bercerai berai kita, awas siapa yang berani aku akan cari siapa orang itu, " Batin Arya


" Biadap, siapa yang berani bermain api dengan ku, apa yang aku buat hanyalah semata untuk balas dendam tetap ada yang mau menghancurkan aku, aku harus mencari siapa orang itu, sampai-sampai aku yang merasakan sakit seperti ini, tunggu pembalasan aku," Batin Wardani


" Mbok ada apa itu kok Lurah marah seperti itu apa yang terjadi kepadanya, " Tanya Paijo


" Simbok itu tidak tau obat apa yang Aden Arya kasihkan kepada saya, karena Obat nya sama yang diminum setiap hari oleh Ibu Narni, lah ternyata obat itu obat racun pembunuh, jadi Lurah marah, kepada Wardani mengira Wardani yang mau melakukan Perbuatan ini," Jawab Mbok


" Oh begitu jadi semua salah paham, " Sahut Paimin


" Seperti itu benar, tapi siapa yang berani membuat ini semua disaat masalah satu selesai masalah baru datang, kasih keluarga Lurah, akhir -akhir ini banyak Masalah semenjak pernikahan Aden Arya dan Den Ayu Rindu, " Ucap Mbok


" Hust jangan begitu, ini semua sudah jalah takdir dari yang diatas, " Jawab Paijo


" Sudah-sudah bubar, kerja, " Sahut Paimin


Wanita berkerudung itu menemui Biyung Sumi, untuk mengabarkan bahwa semua tugas sudah selesai dan beres.


" Semua tugas sudah siap, dan aku sudah memberikan obat itu kepada Arya, " Ucap Wanita berkerudung


" Kerja bagus, tapi tadi Arya curiga atau tidak, " Jawab Biyung Sumi


" Tidak malah dia menerima dengan cepat karena dia anggap bahwa obat itu benar dari keluarga Lurah yang memesannya, " Ucap Wanita berkerudung

__ADS_1


" Ya sudah sekarang kau pergi, dan jangan pernah kasih tau jika aku yang memberi kan obat itu, " Ucap Biyung Sumi


" Baik Biyung, aku pamit dahulu, " Jawab Wanita berkerudung


Setekah kejadian itu Wardani langsung menemuu Arya untuk membicarakan dan bertanya langsung kepadanya, tanpa berlama-lama Wardani langsung saja menuju ke kamar Arya.


Tok... Ketok pintu


" Siapa, " Ucap Wardani


Wardani hanya berdiam, dan Arya membuka pintu menyilahkan Wardani untuk masuk ke dalam kamarnya.


" Apa benar bukan kamu yang melakukan semua ini Arya," Ucap Wardani


" Benar aku tidak tau dari siapa yang memberikan obat itu, " Jawab Arya


" Percayalah kepadaku aku tidak akan pernah berkhianat kepadamu, ini ada orang yang mau mempercah belah kita agar kita saling bermusuhan, " Ucap Arya


" Aku juga merasa seperti itu tapi siapa yang berani melakukan ini, aku harus mencarinya, " Jawab Wardani


" Aku juga akan berusaha untuk mencari tahu siapa dalang di balik ini, yang berani meneror mu serta membuat kita saling bermusuhan, " Jawab Arya


" Aku agak lupa tapi aku akan ingat-ingat lagi karena dia berkerudung dan kerudungnya itu sedikit menutupi jidadnya, tapi aku melihat ada tanda di tanganya, " Jawab Arya


" Jadi kita bisa menemukan wanita itu, " Ucap Wardani


" Pasti kita bisa menemukannya, kita harus kerja sama untuk mencarinya," Jawab Arya


" Ya sudah kalau begitu aku keluar dahulu, Arya ingat jika kau berani bermain kepada aku, di saat kita berjuang dan siapa yang memberikan tahu untuk berilmu kamu berani menghianati aku aku akan tega kepadamu,ingat itu, " Ucap Wardani


" Iya aku akan ingat semua jasa kamu, dan tidak akan pernah menghianati mu, kita akan bersama berbalas dendam kepada keluarga Lurah, " Jawab Arya


Wardani meninggalkan kamar Arya dan seketika di pertengahan jalan Wardani melihat Lurah menuju ke arah kamarnya, Wardani pun cepat untuk masuk ke kamarnya.


" Kenapa Lurah datang ke kamar aku, pasti dia akan minta maaf kepadaku, " Ucap Wardani


" Wardani bolehkah aku masuk ke kamar kamu, " Ucap Lurah sambil membuka pintu yang tidak terkunci

__ADS_1


Wardani bertengkurap serasa sedih dan menangis agar mencuri hati Lurah, serasa sedih ketika dia memperlakukan dirinya serta siksa yang sangat sakit yang di rasakan.


" Kenapa kau marah kepadaku ya, maafkan diriku yang langsung marah dan tidak mencari kebenarannya, aku akan membantu siapa yang berani membuat masalah baru di keluarga ini, apakah perlakuan tadi membuat kau begitu kecewa, " Ucap Lurah


" Sakit dan sangat sakit, kau menyakitiku, katanya kau sayang dan cinta kepadaku kau lebih kejam dan lebih baik Amor daripada dirimu itu, kalau kamu masih bergini aku akan melupakan dirimu, " Jawab Wardani


" Maaf sayang aku akan percaya kepadamu, aku akan mencari tahu sebelum aku bertindak seperti itu lagi," Jawab Lurah


" Kalau begitu berikan aku waktu untuk berfikir, " Ucap Wardani sambil keluar dari kamarnya


" Wardani, " Ucap Biyung Maryam


Wardani menghapus air matanya dan Lurah keluar dari kamar Wardani dengan bersembunyi-sembunyi sampai di tengah perjalanan Lurah di panggil oleh Biyung Maryam.


" Iya Biyung, kenapa kau masih bersedih ya, sudah jangan dengarkan omongan Abah, sekarang udah jelas kan, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, " Jawab Wardani


" Sekarang Wardani sudah di tunggu Ibu Narni di kamar, untuk merawatnya lagi, " Ucap Biyung Maryam


" Tapi Biyung, apakah semua menerima ku lagi semenjak kejadian kemarin, " Jawab Wardani


" Sudah kemarin kan salah paham sudah lama, pasti semua percaya apalagi Abah, " Ucap Biyung Maryam


" Itu Abah, Abah kemarin, dari mana Abah, " Tanya Biyung Maryam


" Tidak dari mana tadi hanya mengchek kamar yang di sampaing saja Biyung, " Jawab Lurah


" Oh, Abah setuju kan jika Wardani merawat ibu lagi, " Ucap Biyung Maryam


" Setuju, Karena kemarin salah paham jadi maafkan saya dan kamu boleh merawat Ibu lagi, " Jawab Lurah


" Iyakan Abah setuju besok kamu boleh merawat lagi ya, " Ucap Biyung Maryam


" Yah awalnya Ku malah lebih suka di tidak merawatnya tapi tak apalah dari pada mereka berpikir lagi, " Batin Wardani


" Iya Biyung, Terima kasih Abah dan Biyung atas izinnya kembali, ya sudah Wardani mau ke taman sebentar, " Jawab Wardani

__ADS_1


" Iya, " Ucap Biyung Maryam


Wardani sejenak melupakan hal yang tak penting ini, dia juga harus fokus siapa yang telah berani melawan dan meneror kedua kalinya, Wardani tidak tinggal diam.


__ADS_2