SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 98 BERMUKA DUA BIYUNG ZUBAIDAH


__ADS_3

Setelah hukuman kedua yang di alami oleh Biyung Zubaidah maka Biyung Zubaidah mencari cara untuk membuat Abah mulai senang kepadanya.


" Ampun Abah, aku sudah tidak kuat lagi, dia meninggal dunia, tolong kasihi aku, Aku akan berubah," Ucap Biyung Zubaidah


" Sudah berhenti, aku akan memberikan kamu kesempatan jangan kau ulangi perbuatan ini lagi, bawa Wanita itu kekamarnya, dan jangan di bantu sama sekali biar dirinya sendiri yang mengurus dirinya agar menjadi pelajaran buat dirinya, semua kembali ke kerjaan masing-masing, " Ucap Lurah Darso


" Awas kau wanita setan, gara-gara kamu semua sudah kurang percaya kepada kuliah, aku akan buat dirimu lebih menderita, au... Sakitnya, " Ucap Biyung Zubaidah


" Au... Sakit ya, itu kalau berani melawan Wardani, siapa yangau buat jahat akan kembali ke diri sendiri, bye, " Sahut Wardani


" Bangsat, dasar wanita murahan, " Jawab Biyung Zubaidah


Biyung Zubaidah mengambil air sendiri dan obat sendiri walaupun tubuhnya yang masih sakit, karena hukuman dari Abah yang kedua, tidak membuat Biyung Zubaidah merasakan jera atau takut, malah Biyung Zubaidah membuat rencana baru untuk melancarkan tujuannya.


" Kasihan sekali Tuan Zubaidah tadi, aku melihatnya tidak tega sangat kejam Lurah Darso Menghukumnya, " Ucap Simbok Darmi


" Ya pantas Mbok, Tuan sudah ber buat salah dia berhak di hukuman, " Sahut Simbok Denok


" Iya benar tapi tidak sekejam itu untuk menghukumnya, seperti binatang saja, " Ucap Simbok Darmi


" Aduh Simbok ini tidak tau saja, Tuan Lurah seperti apa, " Jawab Simbok Warsi


" Sudah amit-amit yang penting kita jangan sampai melanggar perintah dan pelaturan yang ada di sini biar tidak mendapkan hukuman sekejam itu, " Jawab Simbok Warni


" Iya sudah ayo kita kerja, nanti ada seorang yang tau, " Ucap Simbok Darmi


" Bagaimana keadaan Ananda, kenapa dia selalu nekat ber buat seperti ini, " Ucap Biyung Maryam


" Kenapa Biyung bersedih, ceritalah, " Sahut Wardani


" Biyung mengkhawatirkan Biyung Zubaidah, bagaimana keadaannya saat ini, jika kita melanggar perintah Abah pasti kita di hukum, " Ucap Biyung Maryam


" Sudah percayalah bahwa Lurah memberikan hukuman untuk merubah Biyung Zubaidah lebih baik lagi, untuk masalah itu Wardani yakin Biyung Zubaidah bisa melakukannya karena Biyung Zubaidah orang yang kuat, " Jawab Wardani dengan bersandiwara


" Sungguh tenang Hatiku mendengarkan semua yang kau katakan tadi Wardani, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung sekarang Biyung siapkan apa yang dibutuhkan Lurah, sebentar lagi dia kayaknya pulang, " Ucap Wardani


" Ya sudah saya mau menyiapkan apa yang di butuhkan Abah, " Jawab Biyung Maryam


Biyung Maryam pun menuju ke kamar untuk menyiapkan air hangat, pakaian untuk Lurah karna sebentar lagi waktu Lurah pulang dari kantor desa.


" Ah... Akting yang memukau sekali, sebentar lagi aku akan mendapatkan yang aku mau, " Ucap Wardani


Lurah Darso datang dan Lurah Darso melihat Wardani langsung menuju kepadanya.


" Sayang kenapa kamu berada disini, " Ucap Lurah Darso


" Tadi setelah bertemu dengan istri teman, dia mencemaskan Biyung Zubaidah, " Jawab Wardani


" Oh ya sudah jangan kau pikirkan terserah dialah, " Ucap Lurah Darso


" Ya sudah kay segera ke kamar sudah di tunggu Biyung Maryam dan nanti jika ada yang tau kamu bisa mampus, " Jawab Wardani


" Iya iya sayang, sampai jumpa nanti, " Ucap Lurah Darso


" Iya sayang sampai jumpa nanti juga, " Jawab Wardani


" Aku harus mencari cara yang beda dari ini, aku jangan main kasar aku harus main man is, sekarang aku akan membuat Abah semakin suka lagi kepadaku, " Ucap Biyung Zubaidah

__ADS_1


" Nanti aku akan berakting disaat makan malam, lihat saja, " Ucap Biyung Zubaidah


" Wardani kamu tadi tau apa enggak bahwa Biyung Zubaidah mau melakukan rencana itu kepadamu, " Ucap Arya


" Awalnya aku tidak tau sama sekali tetapi saat itu aku mau ke dapur mau minum aku tiba-tiba tau Biyung Zubaidah melakukan aneh jadi aku langsung mundur kebelakan sembunyi, lalu aku samperin ternyata dia melakukan itu untuk membuat aku kesakitan dan membuat bahwa aku memiliki sesuatu, untung aku cepat bertindak, " Jawab Wardani


" Untunglah, tetapi bukannya kita kuat, kenapa kita harus berjaga-jaga," Ucap Arya


" Memang kuat tetapi kita juga kelemahan, kelemahan yang tau hanya kita, untuk yang lain paling tau hanya sedikit agar lengah saja, tapi kita harus tetap berhati-hati karena satu keluarga Lurah sudah tau tujuan aku disini juga E yang Narni, " Jawab Wardani


" Apa Eyang Narni sudah tau juga siapa kamu, " Ucap Arya


" Iya Arya cerita itu sangat panjang, dan dia terjatuh sendiri karena sesuatu dan mengakibatkan dia Lumpuh, awalnya aku binggung mau apa dengan adanya kecelakaan itu aku aman dan tidak jadi melakukan apa-apa menjaga tangan ku yang cantik ini, " Jawab Wardani


" Ya sudah kau juga berhati-hati, Rindu istri itu juga sudah curiga dan tau siapa kamu jadi kamu harus mengawasi dia, " Ucap Wardani


" Iya aku sudah tau aku akan selalu mengawasinya, " Jawab Arya


" Ya sudah aku mau ke kamar, " Ucap Wardani


" Silahkan, " Jawab Arya


" Wardani tunggu, " Sahut dari kejahuan dari Trimoko


" Lelaki hidung belang kenapa itu, " Ucap Wardani


" Ya sudah aku mau kesana tadi aku mau tanya kepada Mbak yu aku, parent, " Ucap Arya


" Ada apa mas Trimoko, ada yang penting, " Ucap Wardani


" Tidak hanya menyanyakan keadaan kamu saja, kamu baik-baik saja kan, aku akan selalu menjagamu seluruh jiwaku, apakah kau masih menutup hati untukku, " Jawab Trimoko


" Mas ini bicara apa, aku saja baru kehilangan suami, mas sudah tanya yang aneh-aneh, " Ucap Wardani


" Maaf, kalau begitu aku mau siap bersih diri sebentar lagi kita makan malam, sampai jumpa di Sana ya, " Ucap Trimoko


" Iya mas tidak apa-apa, ya sudah aku juga mau ke kamar mau siap, " Jawab Wardani


Malam mulai datang, jamuan makan di siapkan oleh Simbok di meja makan, makanan dan minuman yang begitu mengoda mulut dan tenggorokan, yang tidak sabar untuk mencicipi dan menikmati masakan yang spesial, bahan-bahan yang di dapatkan teman Abah yang dari jauh datang ke kantor untuk memberikan bahan makan untuk malam ini.


" Mbok sudah siap semua, kalau sudah silahkan Mbok dan yang lain makan bareng juga di tempat makan kalian ya, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Tuan kalau begitu saya tinggal, kalau ada apa -apa Tuan bisa panggil simbok, " Jawab Simbok


" Iya Mbok, " Ucap Biyung Maryam


Biyung Zubaidah keluar dari kamar menuju ke ruang makan.


" Ananda sudah semua, " Ucap Biyung Maryam


" Mendingan, tapi tidak apa-apa kan sakitnya tidak seberapa kok, ini sudah aku kasih obat, " Ucap Biyung Zubaidah


" Oh iya aku mau bertanya kepadamu, mengapa kau berbuat seperti itu, " Ucap Biyung Maryam


" Maaf Dinda aku termakan hasutan dari dukun itu jadi aku tidak tau bahwa dukun itu dukun salah sasaran, " Jawab Biyung Zubaidah


" Lain kali kalau kamu tidak kenal jangan mau di debate, akhirnya kau kena hasutan dan kena hukuman dari Abah, ya sudah duduk, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Dinda, maafkan aku, " Jawab Biyung Zubaidah

__ADS_1


" Iya aku udah maafkan kamu, " Ucap Biyung Maryam


" Abah silahkan duduk," Ucap Biyung Maryam


" Sayang silahkan duduk, " Sahut Biyung Maryam


" Iya Biyung, wau makananya enak-enak sekali, " Jawab Trimoko


Saat itu Arya tidak mengikuti makan malam karena dia pergi untuk melakukan sesuatu yang sudah di rencanakan, dengan inisiatifnya sendiri.


" Arya tidak ikut makan malam, " Ucap Biyung Maryam


" Tidak Biyung, Arya ada acara dan sudah agak telat, Arya berangkat dulunya, " Jawa Arya


" Iya sudah hati-hati di Jalan, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, Mari semua, " Jawab Arya


Wardani keluar dari kamar menuju ke tempat makannya, Biyung Zubaidah mulai menjalankan rencananys agar Lurah bersikap baik lagi kepadanya, Biyung hanya memasang muka baik dihadaoan Lurah Darso, Trimoko, dan Biyung Maryam.


" Akhirnya wanita setan itu muncul juga, Aku segara melakukan apa yang sudah men jadi rencanaku, " Batin Biyung Zubaidah


" Permisi, maaf Wardani telat tadi masih ngurus Eyang, " Ucap Wardani


" Tidak apa duduk, silahkan makan malam dan nikmati makan malam nya, " Jawab Biyung Maryam


" Terima kasih Biyung, " Ucap Wardani


" Oh iya bagaimana keadaan Ibu, " Tanya Lurah Darso


" Keadaan Ibu baik-baik saja Abah, " Jawab Biyung Maryam


" Keadaan Eyang baik-baik saja, semua sehat walaupun untuk geraknya memang belum pulih, untuk keadaan makan dan auranya masih sehat seperti orang sehat, Abah, " Sahut Wardani


" Bisa sembuh dari mana, Dia masih tergantung dengan Wardani, dan pasti semua ada kaitannya dengan wanita satu ini, " Batin Biyung Zubaidah


Mereka menikmati makan malam dengan seksama, hidangan yang benar-benar enak men buat makan semua jadi lahap, seketika itu Biyung Zubaidah mulai ingun mengatakan sesuatu kepada Lurah Darso. Biyung Zubaidah memberanikan diri untuk berbicara kepada Lurah Darso.


" Ini waktu yang sangat tepat, aku katakan kepada Abah Darso, " Batin Biyung Zubaidah


" Sebentar sebelumnya maaf Biyung Zubaidah menganggu dan menyelah makan malam kita, Ada yang mau Biyung Zubaidah katakan kepada Abah, " Ucap Biyung Zubaidah


" Mau katakan apa, silahkan," Jawab Biyung Maryam


" Abah, " Ucap Biyung Zubaidah


" Apa, " Cetus kepada Biyung Zubaidah


" Aku tau Abah sangat marah dan kesal bahkan benci, tapi Biyung Zubaidah menyesali semua perbuatan ini, maka Biyung Zubaidah meminta maaf kepada Abah, dan khususnya kepada Wardani yang selalu Aku salahkan," Ucap Biyung Zubaidah sambil menangis


" Kalau begitu aku sudah memaafkan kamu tapi untuk selanjutnya terserah kamu, tinggal Wardani bagaimana, " Jawab Lurah Darso


" Dasar Nenek lampir, sekarang kau mulai bermuka dua, terserah Aku tidak akan bisa kamu bohongi, sikap palsumu, " Batin Wardani


" Sudah Biyung, Wardani juga sudah memafkaan Biyung, jadi Biyung tak usah bersalah karena ini salah Wardani yang belum bisa buat Biyung Zubaidah percaya kepadaku, " Jawab Wardani


" Sungguh baik hating kau Wardani, kau memaafkan Biyung Zubaidah, Biyung Maryam suka terhadapmu, teruntuk Ananda, jangan kau ilangi Wardani sangat baik kepada ku, " Ucap Biyung Maryam


" Dasar wanita setan masih saja bermuka dua dan mencuri hatinya, awas wanita setan, " Batin Biyung Zubaidah

__ADS_1


" Iya Dinda, Terima kasih Abah dan Wardani," Jawab Biyung Zubaidah


Akhirnya suasana makin baik tetapi situasi semakin memburuk, kebaikan Biyung Zubaidah semata-mata hanya agar mendapatkan kepercayaan lagi oleh Lurah Darso dan Biyung Maryam untuk mengungkapkan siapa Wardani itu. Apa yang terjadi selanjutnya.


__ADS_2