SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 30 TUMBAL KEMBAR


__ADS_3

Waktu yang ditunggu-tunggu tiba, sekejab itu mereka menemukan tumbal yang sangat memukau, Wardani akan menumbalkan kepada Nyi Ayu seorang kembar saudara dari Tegar yang sudah di tumbalkan sebelumnya.


Malam purnama pun datang, tumbal harus di serahkan kepada seserahan, ritual tumbal kali inini harus diadakan di tengah hutan.


Wardani dan Arya harus melakukan dengan sebaik-baiknya.


"Arya sebentar lagi purnama akan datang kita harus mengerahkan tumbal kepadanya, untungnya kita sudah dapat mangsanya, " Ucap Wardani


" Iya Wardani, kita harus mencari cara agar mereka mudah untuk diajak ketengah hutan untuk ritual tumbal, " Jawab Arya


Blug.... Jatuh kedalam kamar


"Rahma kenapa kau terjatuh kedalam kamar ku," Ucap Wardani


" Maaf mbak tadi saya tak sengaja mau memanggil mbak disuruh makan bersama bersama Biyung dan Abah, " Jawab Rahma


" Iya bentar lagi ya, mbak masih ada sedikit sama adik mbak, " Ucap Wardani


" Iya mbak, maaf kan Rahma memang tidak tau tadi dan tidak sengaja syaa terjatuh, " Jawab Rahma


" Ya sudah Ayo kita keluar makan bersama dulu, nanti di tunggu Biyung dan Abah, " Ucap Wardani

__ADS_1


" Mari Wardani, " Jawab Arya


Akhirnya mereka berdua menuju ruang makan.


" Kalian berdua lagi ngapain, " Ucap Biyung


" Enggak Biyung hanya ini Arya mau ngajak Aku besok ke pasar untuk beli kebutuhan besok, " Jawab Biyung


" Oh aku kira ada sesuatu, " Jawab Biyung


" Sudah Biyung, keburu dingin makanannya," Sahut Abah


" Iya siapkan makan," Ucap Biyung


" Kita berteduh dan istirahat disana sebentar Arya, " Ucap Wardani


" Iya aku juga sudah lelah, barusan hari ini aku terasa lelah sekali tidak seperti biasanya. " Jawab Arya


" Nanti malam kita harus menjalankan misi kita, membunuh untuk tumbal Nyi Ayu. " Ucap Wardani


" Kita jadi tumbalkan, saudara Tegar itu kah Wardani. " Tanya Arya

__ADS_1


" Tentulah karena Tumbal itu sangatlah spesial." Jawab Wardani


"Ya udah ayo kita lanjutkan untuk ke pasar setelah itu kita harus siap-siap untuk merencanakan pembunuhannya. " Ucap Arya


Mereka berdua akhirnya melanjutkan perjalanan ke pasar, hingga sampailah ke rumahnya.


Teriakan sikembar yang tidak ada salah satu pun yang membantu membuatnya siap untuk mati di tangan mereka berdua, pemberontakan sudah dilakukan tetapi mereka tidak mampu melawan Wardani dan Arya karena terkenal sebuah mantra yang kelaur dari mulut serta racun yang berada di dalam ***********.


Darah yang mengalir dari dada serta perutnya terus mengalir seperti air yang deras membasahi semua tubuh Wardani dan Arya,mulut mereka berdua merah penuh dengan bercak darah yang sampai keseluruhan wajah yang manis itu.


Misi Wardani dan Arya pun telah usai, Tumbal kembar pun telah dipersiapkan dan di suguhkan kepada junjungannya, akhirnya ilmu mereka bertambah dan semakin kuat.


Apakah mereka berdua tetap akan membunuh dan siap menjadi tumbah untuk waktu pertumbalan?


###


Assalamu'alaikum minta dukungan author dalam berkarya ya, vote, like, serta share karya author ke teman kalian.


Karena dengan vote, like dan share adalah kunci penting untuk saya.


Ojo lali lho yo komentar, kritik dan saran untuk perbaikan

__ADS_1


Ayo tungguin kelanjutan ceritanya seru banget.... Matur suwun salam oc ( ochim chim)


__ADS_2