SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 86 KEBAHAGIAN BIYUNG SUMI


__ADS_3

Wardani saat itu merasa datang lagi penganggu dirinya, saat melakukan apapun terasa ada yang membuntutinya San membuat dirinya binggung, kasat mata yang tidak Wardani tau siapa yang berani mengulangi perbuatan kedua kali itu, yang membuat Wardani tidak tinggal diam, Wardani mencari tau siapa yang berani bermain-main dengan dirinya.


" Hahaha...., " Tawa Biyung di kamarnya


" Kenapa dengan dirimu Biyung, ada sesuatu yang membuat dirimu bahagia, " Tanya Abah kepadanya


" Biyung hari ini sangar berbahagia Abah, aku telah mengirim teror kepadanya Wardani, aku tidak akan membuatnya begini jika dia tidak main-main denganku,aku kirimkan teror ini agar ia jera segera melakukan dendam kita dengan cepat, " Jawab Biyung Sumi


" Biyung jika suatu saat Wardani tau ini ulah Biyung pasti dia akan marah, " Ucap Warso


" Tenang saja Abah tidak akan bisa Wardani tau, jika kita berdua ber hati-hati, " Jawab Biyung Sumi


" Apa yang kau kirimkan ke Wardani Biyung, " Tanya Abah Warso


" Aku hanya mengirimkan sebuah penganggu yang selalu membayanginya, Abah tak usah kwatir terhadapnya tidak akan membuat Wardani mati percaya kepada Biyung, hahahaha, " Jawab Biyung Sumi dengan sinis dan tawa bahagia


" Ya Abah percaya itu, " Jawab Abah Warso


" Ah... Siapa ini yang berani menganggu ku, " Ucap Wardani sambil keluar dari kamarnya


Arya yang melihat Wardani berteriak


menghampirinya dan menyayakan kepadanya. Arya berjalan pelahan menuju ke tempatnya


" Ada apa kau berteriak seperti orang marah bahkan kau terasa kesal seperti itu, " Tanya Arya


" Aku saat ini telah dapat masalah Arya, kau tau tidak Teror itu datang lagi bahkan aku sampai binggung siapa di balik semua ini, aku tidak akan tinggal diam, " Ucap Wardani


" Apa teror itu kembali lagi, aku juga ingin tau siapa orang di balik ini semua, " Ucap Wardani


"Aku juga ingin tau siapa orang yang berani main ini kepadamu, aku juga ingin segera mengetahuinya, " Jawab Arya


" Aku tidak akan tinggal diam, aku akan mencari tau siapa dan Mengapa dia melakukan ini kepada ku," Ucap Wardani


" Aku dukung dan aku bantu, " Jawab Arya


" Tapi aku penasaran siapa orang itu, membuat aku penasaran sebesar gajah, " Tanya Arya


" Aku masih belum tau, jika aku sudah tau aku sudah memberitahukan kepadamu, " Jawab Wardani


" Jangan-jangan apa ini ulah Trimoko, Lurah atau saudaranya, " Ucap Arya


" Kenapa kau bilang itu Arya, aku tidak yakin bahwa merely yang melakukan ini terhadapku, " Jawab Wardani


" Kenapa kau tak coba mengawasi dan mencari tahun dulu, " Ucap Arya


" Arya bukan begitu kau tau kan mereka siapa, dia semua suka terhadapku masak tega melakukan itu kepada ku, " Jawab Wardani


" Yang kau katakan ada betul nya juga, tapi siapa, " Ucap Arya


" Pasti dalang di balik ini ada disekitar kita dan dekat dengan kita, kita harus mencari tahunya," Jawab Wardani


" Iya pasti, ya sudah tenangkan dirimu, " Ucap Arya


Arya meninggalkan Wardani.


" Aku harus segera bergerak dan cari tau, sebelum diriku stress di buatnya, Aku tidak boleh lemah dan berdiam dirinya, " Ucap Wardani


Biyung Sumi memasak masakan yang begitu banyak, dia mendatangkan teman untuk makan bersama yang bertujuan atas pencapaian meneror Wardani dengan sukses, kebahagian Biyung Sumi dan Abah Warso.


" Abah Biyung sudah menyiapkan masakan yang enak buat merayakan semua ini Abah, " Ucap Biyung Sumi


" Iya Biyung Abah juga merasa senang selalu, ya sudah kau siapkan masakan yang enak dan segera di tata sebentar lagi teman Biyung dan Abah akan segera datang, " Jawab Abah Warso


" Iya Abah, Abah bantu bersihkan tempat makan agar bersihkan, " Ucap Biyung Sumi


" Oh iya Biyung, Abah mau bertanya sebentar kepada Biyung, " Tanya Abah Warso


" Iya mau Tanya apa Abah, " Jawab Biyung Sumi


" Biyung tidak memberi tahu Wardani untuk ikut makan bersama, " Ucap Abah Warso

__ADS_1


" Tidak Abah jika kita datangkan Wardani maka dia akan curious dan bertanya ke Biyung, karena di bulan ini tidak ada acara syukuran apa pun pasti dia berfikir begitu, " Jawab Biyung Sumi


" Betul Biyung, ya sudah Abah tinggal bersihkan tempat jamuannya, " Ucap Abah Warso


Mereka berdua menyiapkan segara apa yang di butuhkan untuk acara senang-senangnya, tetapi suatu jalan telah membuat curiga Wardani muncul kepada Biyung Sumi dan Abah Warso, di karenakan dia tau bahwa melakukan syukuran yang tidak Wardani tau serta acara yang begitu tertutup terhadapnya. Wardani mengetahui informasi dari sahabatnya Ningsih dan Suwarni yang tidak sengaja bertemu dan bertanya kepada teman Biyung dan Abahnya di pertengahan jalan menuju ke rumah Biyung Sumi.


" Ningsih tadi kau belanja apa, Aku tadi belanja makan yang Aku suka, " Tanya kepada Ningsih


" Aku belanja keperluan rumah karena habis semua, " Jawab Ningsih


" Oh iya sih, hey kapan kita main ke rumah lurah bertemu dengan Wardani, " Ucap Suwarni


" Ya kapan aja lah kan kita masih sibuk, " Ucap Ningsih


" Hey Suwarni kau lihat itu bukannya teman-teman Biyungnya Wardani, mereka semua mau kemana ya, " Ucap Ningsih


" Oh iya, benar itu, coba kita kesana Tanya, " Jawab Suwarni


" Ya sudah ayo, " Jawab Ningsih


Gerombolan Teman Biyung Sumi berkata dengan sahabatlainnya sambil berjalan menuju ke rumah Biyung Sumi dan Ningsih serta Suwarni menghampirinya untuk bertanya kepada mereka semua.


" Permisi ini Biyung-Biyung temannya Biyung Sumi ya, " Tanya Ningsih


" Iya ada apa, benar kita Teman Biyung Sumi, " Jawab salah satu Biyung


" Oh iya Biyung mau kemana, " Ucap Ningsih


" Kami mau ke rumah Biyung Sumi untuk menghadiri syukurannya, " Jawab Salah satu Biyung


" Oh acara apa Biyung, " Ucap Ningsih


" Tidak tau kata syukuran saja gitu, ya sudah kami mau melanjutkan perjalanan ya, Mari, " Jawab Salah satu Biyung


" Iya Biyung terima kasih, hati-hati, Mari Biyung, " Jawab Ningsih


" Ningsih Biyung Sumi ada acara apa ya, aku pikir bulan ini tidak ada acara sepertinya, dan aku binggung Wardani kompetensi tidak di in danger, " Ucap Suwarni


" Ide bagus sambil kita bertemu dengan Wardani, " Jawab Suwarni


" Ya sudah ayo segera kesana," Ucap Ningsih


" Ayo capcus," Jawab Suwarni


Suwarni dan Ningsih menuju ke rumah lurah untuk menemuinya, menceritakan apa yang mereka dapatkan dari pertemuan tadi di tengah jalan.


" Permisi, " Ucap Ningsih


" Aduh tak ye, ada neng gelis,oh iya ada apa neng, " Jawab paijo


" Wardaninya ada kah, " Ucap Ningsih


" Oh Neng Wardani ada sebentar, Paijo


panggilkan dulu, silahkan duduk, " Jawab Paijo


" Iya , " Sahut Suwarni


Paijo langsung masuk untuk memanggil Neng Wardani di kamarnya.


Tok... Tok... Tok.... Ketuk pintu


" Neng, ini Paijo, " Ucap Paijo


" Oh iya ada apa Paijo, " Jawab Wardani sambil membuka pintu


" Maaf Neng Paijo ganggu Waktunya, " Ucap Paijo


" Tidak apa-apa,ada apa Paijo " Jawab Wardani


" Di depan Ada sahabat Neng Wardani, " Ucap Paijo

__ADS_1


" Suwarni dan Ningsih,Ya sudah ayo Kesana, " Jawab Wardani sambil menutup pintu serta berjalan menghapirinya


" Hello Wardani, " Ucap Ningsih


" Hello semua nya, " Jawab Wardani


" Neng Paijo tinggal mau lanjutkan kerjaan Paijo, " Ucap Paijo


" Iya Sana, terima kasih Paijo, " Ucap Wardani


" Iya sama-sama Neng, parent, " Jawab Paijo


" Wardani aku mau bertanya kepadamu boleh, " Ucap Ningsih


" Ya boleh lah masak tidak boleh, katakan saja, " Jawab Wardani


" Apakah di rumah Biyungmu ada syukuran, " Ucap Ningsih


" Syukuran apa, kalau ada syukuran pasti Wardani di kasih tau Biyung, kan bulan ini di keluarga Biyung tidak ada scars apa-apa, kenapa Ningsih kau bertanya kepadaku, " Jawab Wardani


" Gini Wardani Aku dan Ningsih tadi di tengah jalan bertemu dengan teman-teman Biyungmu, kita berdua menghampiri dan bertanya kepadanya bahwa mereka di undang menghadiri undangan syukuran dari Biyung Similar, " Sahut Suwarni


" Masak begitu, aku saja tidak tau, " Ucap Wardani


" Betul Wardani, kita tidak bohong, " Jawab Ningsih


" Ini ada yang tidak beres dengan Biyung, pasti ada sesuatu yang di sembunyikan dariku, aku curiga apakah semua ulah Biyung, tapi tidak mungkin jika aku belum mencari kebenaran sendiri, " Batin Wardani


" Hey Wardani kok malah diam, " Ucap Ningsih sambil menyalurkan tangannya


" Hey iya Maaf, terima kasih ya atas informasinya, nanti aku coba tanyakan ke Biyung, " Jawab Wardani


" Kalian berdua mau minum apa biar aku buatkan, " Ucap Wardani


" Tidak usah Wardani, kami berdua hanya kesini untuk memberitahukan serta tanya itu kepadamu, kalau begitu kami berdua pamitnya, " Jawab Ningsih


" Iya kami berdua pamitnya, " Sahut Suwarni


" Kok buru-buru, aku masih mau bicara dengan kalian berdua, " Ucap Wardani


" Lain kali kita ketemu lagi Wardani, karena tadi masih ada kerjaan terus kita belain kesini dulu, " Sahut Suwarni


" Ya sudah kalian berdua hati-hati di jalan, terima kasih ya atas semua nya, " Ucap Wardani


" Iya sama-sama sahabatku," Jawab Ningsih sambil berpelukan bertiga


" Ya sudah, kita pamit Mari, " Ucap Ningsih


" Iya hati-hati, " Jawab Wardani


" Ini informasi bagus, terima kasih sahabatku, kau adalah teman terbaikku, " Ucap Wardani


Ningsih dan Suwarni pun segera pulang untuk meneruskan kerjaan yang di tundanya, agar selesai yang di tunggu oleh Biyung mereka.


Wardani mulai curiga dan tidak percaya apa yang di lakukan Biyungnya, mengapa dia tidak memberitahukan acaranya kepada Wardani.Wardani makin ingin mencari tahu tanpa berfikir panjang.


" Hello kalian semua sudah dating, Mari duduk, " Ucap Biyung Sumi


" Terima kasih sudah datang ke rumah kami untuk datang ke acaranya syukuran yang saya bersama Biyung laksanakan hari ini," Sahut Abah Warso


" Sama-sama kami bersama malah suka dapat undangan biar saling ngumpul, " Jawab Biyung Sri


" Oh iya Sumi, ini acara apa ya, kok tumben kamu melaksanakan acara ini, " Tanya Biyung Mara


" Oh syukuran kecil-kecilan saja ulang tahun Abah, iya kan Abah, " Sahut Biyung Sumi sambil menginjak Kaki ya


" Iya syukuran ulang tahun saya, semoga kalian suka, " Jawab Abah Warso


" Ternyata kau udah tambah usia ya, " Sahut Abah Mario


Biyung dan Abah Warso sudah siap dan menganggu para undangan, sambil menyiapkan diri menyambut para undangan, kebahagian Biyung Sumi sangat puas apa yang ia rencanakan berhasil dan membuat dirinya seenaknya berulah, apa yang terjadi selanjutnya ketika Wardani mengetahui semua perbuatan Biyung yang berani menganggu Wardani si anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2