SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 103 PEMBUNUH PEMUDA


__ADS_3

Melihat kejadian itu Biyung Zubaidah marah-marah kepada Wardani, Biyung Zubaidah sangat tidak rela jika Lurah menikah lagi. Tetapi harus bagaimana lagi semua sudah terjadi atas ulah Biyung Zubaidah kepada Wardani.


" Terimalah Biyung, kan semua juga rencanamu," Ucap Wardani


" Tutup mulutmu, dasar wanita licik, " Jawab Biyung Zubaidah


" Ups... Maafkan aku, tapi tidak dengan semudah itu Biyung Zubaidah membuatku hancur, Biyung kira aku tidak tau bahwa Biyung mau merencanakan ini semua, pastinya Wardani tau, pemuda suruhan Biyung dia lari ke luar terus aku manfaatkan Lurah agar dikira Lurah yang melakukan semua nya, dan ternyata itu benar sebentar lagi aku menjadi nyonya di sini, jadi buat Biyung Zubaidah terima kasih ya atas kejutannya, sangat bahagia aku mendengarnya, " Ucap Wardani


Tangan Biyung Zubaidah menampar Wardani tetapi Wardani mampu memegangnya.


" Jangan pernah kau lukai dan tampar pipiku yang cantik ini, " Ucap Wardani


" Lepaskan, dasar kau wanita licik, wanita setan, awas kamu akan aku balas, " Jawab Biyung Zubaidah


" Jika tidak suka silahkan kau keluarga dari sini, oh iya Biyung Zubaidah pintunya ada di sebelah sana ya, " Ucap Wardani


" Tidak udah kau beritahu, aku sudah tau, awas kau berani memperlakukan aku seperti ini, " Jawab Biyung Zubaidah


" Oh Wardani tidak takut, aku tunggu Biyung dengan suka hati, " Ucap Wardani


Biyung Zubaidah menuju ke kamarnya dan sangat marah, semua barang di kamarnya berantakan atas ulahnya.


" Ah... Kenapa jadi begini aku tidak akan rela, hidupku semakin menderita dan kenapa semua rencanaku selalu gagal, aku harus mendatangi pemuda itu untuk memberikan pelajaran untuknya, " Ucap Biyung Zubaidah


" Ah... Buang-buang waktu hanya demi pemuda bodoh itu semua rencanaku menjadi sebuah racun kepadaku, aku harus segera kesana, " Ucap Biyung Zubaidah


" Wardani sudah tenanglah Abah akan segera menikahi mu,aku jamin dia akan bertanggung jawab setelah mereka memperlakukan diriku seperti itu, " Ucap Biyung Maryam


" Tetapi bagaimana dengan Biyung, Wardani merasa bersalah atas semua ini, bukan maksud Wardani merebut Lurah dari Biyung, " Jawab Wardani dengan menangis


" Sudahlah semua bukan salah kamu karena Abah saja melihat wanita seperti itu, Biyung Maryam dan yang lain sudah tau sikap Abah juga sudah sering di madu, tapi Wardani harus kuat setelah menjadi istri Abah, " Ucap Biyung Maryam


" Dasar nenek peot lugu sekali, aku menikahi Abah bukan untuk berbahagia hanya untuk sebagai alat untuk membuat bahagia kalian semua, sebuah hadiah bahagia sakit yang akan sebentar lagi kau terima, " Batin Wardani


Trimoko yang mendengar cerita dari Biyung Maryam, Trimoko seketika marah karena perbuatan yang tidak baik untuk di lakukan kepada wanita yang di cintainya, Trimoko juga tidak rela bahwa Wardani menjadi ibunya karena Wardani kekasih hatinya yang baru menerima dirinya menjadi kekasihnya dan harus merelakan menjadi milih orang lain.


Trimoko pun menghampirinya. Dengan marah dan tidak menerima dia menikahinya.


" Wardani, kenapa kau mau menikah dengan Abah, bagaimana dengan diriku, kau tega melakukan ini kepadaku, " Ucap Trimoko


" Dasar anak sama Abahnya sama saja, aku harus pintar membujuknya, " Batin Wardani


" Mas Trimoko sayang Aku juga bingung atas semua kejadian ini semua, siapa yang harus bertanggung jawab atas kehamilanku jika aku Hamil, ulah Abah mu yang tidak punya kasih terhadapku yang berani melakukan diri seperti ini, semua juga dorongan Biyung Maryam untuk menikahiku di satu sisi aku bahagia Lurah mau bertanggung jawab dan menikahi ku untuk menjadi bapak dari anak -anakku, satu Sisi sedih karna kita tidak bisa menjadi istrimu, tetapi bukan ya kita bisa bermain cinta dengan sembunyi-sembunyi, " Jawab Wardani


" Tetapi aku tidak akan bisa memilikimu seutuhnya, " Ucap Trimoko


" Seorang yang cinta tidak harus memiliki yang penting kita masih bisa bertemu, Wardani masih juga di dalam rumah sinikan, apa yang Mas binggungkan, " Jawab Wardani


" Entahlah aku terima atau tidak, jika semua keputusan itu aku terima saja, walaupun terasa sedih jika kau bermesraan dengan Abah, merasa bahagia jika kau bersamaku, " Ucap Trimoko


" Sudahlah kau juga kekasihku,kita masih bisa bersama percaya lah, " Jawab Wardani

__ADS_1


Trimoko meninggalkan kamar Wardani dan merasa terpukul mendengar pernikahan Wardani dengan Abahnya. Yang membuat dirinya gagal memiliki kekasihnya yang selama ini baru menerimanya.



Biyung Zubaidah pun bergegas untuk menemui pemuda itu didesanya, sesampai di desanya Biyung Zubaidah langsung menuju ke rumahnya untuk mengatakan semua kepadanya.


" Permisi, " Ucap Biyung Zubaidah


" Iya, Biyung silahkan masuk, " Jawab Pemuda


" Duduk Biyung, " Ucap Pemuda


" Apa yang terjadi pada saat malam itu, apakah kau sudah melakukan yang aku suruh, " Tanya Biyung Zubaidah


" Saat itu aku sudah mau memulainya tetapi ketika aku mau melakukan semuanya tiba-tiba lurah datang lalu memukulku hingga terjatuh, seketika itu Abah marah dan bertanya siapa kamu, dan Abah mengancam akan mencari dan membunuhku, saat itu aku pun takut dengan ancaman lurah aku tau tenyata aku berhadapan dengan lurah Darso jadi aku lari dan langsung meninggalkannya, " Jawab Pemuda


" Dasar bodoh kau, aku ke sini akan memberikan hukuman dan ancaman Abah yang akan aku berikan kepada mu, " Batin Biyung Zubaidah


Biyung Zubaidah melihat sekilas di dekatnya terdapat sebuah pisau di meja, lalu Biyung Zubaidah dengan pintar dan hati-hati mengambilnya.


" Maafkan aku Biyung aku tidak berhasil melaksanakan dengan berhasil karna aku juga takut atas ancaman dari Lurah, untuk yang aku kembalikan, aku tidak mau berurusan dengan keluarga lurah Darso, " Ucap Pemuda


" Tidak apa-apa, semua juga kesalahan aku, dan uangnya ambil saja, aku kemarin untuk meminta kejelasan serta akan memberikan hadiah kepada mu, " Jawab Biyung Zubaidah


" Syukurlah terima kasih Biyung sudah memaafkanku serta mau memberikan hadiah," Jawab Pemuda


" Bersiaplah Hadiah nya akan segera aku berikan, " Ucap Biyung Zubaidah


" Dengan senang hati, " Jawab Pemuda


" Ah... Biyung apa yang kau lakukan, " Ucap Pemuda dengan memegangnya perut yang terkenal tusukkan


" Itu hadiah yang cocok untukmu, rasakan itu hukuman jika berani melawanku, " Ucap Biyung Zubaidah


" Ini hadiah yang aku berikan kepada mu, serta ancaman Abah kepada mu, jadi kau akan mendapatkan dua-duanya, dasar anak bodoh disuruh saja tidak bisa melakukan dengan baik," Ucap Biyung Zubaidah


" Tolong aku, jangan kau lakukan ini aku minta maaf Biyung, " Jawab Pemuda dengan lemas serta darah yang keluar dari perut nya


Biyung Zubaidah menusuknya kembali sampai dirinya tidak bernyawa.


" Ah... Ah... Ah... Lepaskan... Ah... Ah.., " Ucap Pemuda hingga tak bernyawa


" Syukurlah sudah tidak ada, aku harus membawanya ke belakang aku buang, " Ucap Biyung Zubaidah yang berlumuran darah


Biyung Zubaidah menyeretnya kebelakang rumahnya, Biyung Zubaidah melihat terdapat sebuah kolam sehingga mayat Pemuda itu dibuanglah kedalamnya yang penuh dengan ikan.


" Aku buang di situ saja, berat sekali, " Ucap Biyung Zubaidah sambil berusaha menyeretnya mayat nya


Blur...mayat telah masuk ke kolam.


" Selamat tinggal benalu,ini pantas untukmu, sebelum Lurah menemukanmu," Ucap Biyung Zubaidah

__ADS_1


" Syukur sudah, aku harus bersihkan bekas darah di tanganku ini sebelum ada yang tau dan aku harus segera meninggalkan tempat ini, " Ucap Biyung Zubaidah


Saat kejadian itu ada seorang yang melihat di semak-semak belakang dia adalah Arya yang tidak sengaja berkunjung di rumah temannya yang tidak jauh dari rumah pemuda itu, Arya ketika itu tidak sengaja melihat ketika Arya mencari daun yang di minta temannya untuk membuat ramuan.


" Itu biyung Zubaidah, mengapa dia membunuh Pemuda itu, Wardani harus tau semua melakukan Biyung Zubaidah, nanti aku akan menyampaikan semua kepada nya, " Ucap Arya


Biyung Zubaidah langsung meninggalkan rumah Pemuda itu dengan cepat tanpa pikir lama.


Sesampai di rumah Biyung Maryam melihat Biyung Zubaidah pulang dari desa dan menghampirinya.


" Ananda kau dari mana, kelihatan kau lelah sekali, oh iya di pakaimu ada bekas darah, darah apa itu, " Ucap Biyung Maryam


" Aduh aku lupa tidak bersihkan darah di pakaianku, " Batin Biyung Zubaidah


" Hem... Ini tadi aku membantu orang yang terjatuh Dinda jadi darahnya nempel di pakaianku, " Jawab Biyung Zubaidah


" Oh begitu ya, ya sudah kalau begitu segera bersihkan dirimu, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Dinda aku mau bersih diri dulu, Mari Dinda, " Jawab Biyung Zubaidah


" Syukurlah Dinda tidak curiga dan terus bertanya, " Batin Biyung Zubaidah


Biyung Zubaidah meninggalkan Biyung Maryam untuk menuju ke kamarnya. Tiba-tiba Arya pulang ke rumah dan langsung menceritakan segala sesuatu yang ai ketahuin saat mereka bermain di rumah sahabat nya didesa sebrang.


" Wardani kesini, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu," Ucap Arya


" Iya santai aja, jangan teegesa-gesa, emang apa yang mau kau ucapkan, " Jawab Wardani


" Ini soal Biyung Zubaidah, " Ucap Arya


" Iya soal Biyung Zubaidah, emang apa yang mau kau katakan, tenang tarik nafas dan baru ungkapkan, " Jawab Wardani


Arya sejenak untuk tenang, agar tidak terbata-bata saat Mengungkapkan sesuatu kepada Wardani.


" Tadi aku melihat Biyung Zubaidah membunuh seorang Pemuda yang ada di desa sebrang, mayatnya ia buang di kolam belakang rumahnya, aku kaget jika Biyung Zubaidah setega itu, " Ucap Arya


" Arya yang kau katakan itu sungguh benar atau kau hanya berhalusinasi, " Jawab Wardani


" Sungguh benar aku melihat dengan mataku sendiri, dan aku tidak berhalusinasi, " Ucap Arya


" Jadi memang Biyung Zubaidah menjadi seorang yang hebat dia tidak mau terkena impasnya, " Ucap Wardani


" Apa yang kau katakan, " Jawab Arya


" Aku takut tadi ada yang melihat ku atau tidak, mengapa aku sekarang menjadi seperti ini setelah kedatangan wanita setan tinggal di tempat ini, sungguh kejamnya diriku, cukup kau harus berani jangan berdiam diri, " Ucap Biyung Zubaidah di depan kaca


" Kau harus menang melawan wanita setan itu jangan pernah beri sedikit jalan untuk menang, " Ucap Biyung Zubaidah


" Kau akan tau setelah aku menceritakan kepada tapi jangan sekarang, aku harus segera mengurus Eyang nanti kita kan bertemu lagi untuk memberitahukan kepada mu soal itu, " Ucap Wardani


" Ya sudah kalau begitu, aku hanya memberikan infirmasi itu, " Jawab Arya

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, jaga diriku, " Ucap Arya


Setelah itu apa yang terjadi kepada mereka.


__ADS_2