
Setelah terjadi keributan diatara Lurah Darso dan Trimoko, Wardani merasa senang mereka saling serang menyerang. Untuk menjadi yang lebih unggul. Lurah Darso yang tidak mau mengalakan maupun sebaliknya, mereka saling beradu.
" Kenapa Rani datang segala, tapi lihat saja siapa yang akan menjadi terbaik saat ini," Batin Wardani
" Pergi dari sini jangan ganggu," Sahut Trimoko
" Tapi Mas ini tidak baik, Mas berani melawan Abah sendiri, sadar wanita di luar banyak, demi wanita gila kau rela berkelahi dengan Abahmu sendiri," Ucao Rani
" Diam, pergi atau kasih perajaran," Jawab Trimoko
" Mas, berhenti," Ucap Rani
" Pergi," Ucap Trimoko sedang mendorong Rani terjatuh dan terbentur dengan meja
" Au...,Aku harus melakukan sesuatu kepada wanita setan itu sebelum dia menjadi korban," Batin Rani dengan ber diri
Laksono yang sedikit luka itu, penasaran dan tidak mau ke tinggalan untuk merebut Wardani, dia melihat dari kejauhan untuk mengstur strategi untuk melawan siapa yang menang akan melawan dirinya.
Rindu yang sedang mencari Simbok Darmi untuk mengikuti dirinya sebagai saksi bahwa Wardani orang yang tidak baik, Rindu ingin membongkar semua tingkah lakunya selama ini kepada Abah dan Trimoko. Rindu tetap mencari hingga ketemu.
" Aku harus mencari Simbok Darmi untuk ikut aku harus membongkar semuanya ini kepada Abah dan Mas Trimoko, atas semua perbuatannya," Ucap Rindu
" Aku harus cari Simbok Darmi dahulu, Aku harus hati-hati," Ucap Rindu
Rani yang sedang berdiri itu langsung menuju ke Wardani dan menarik Wardani ke taman belakang.
" Ayo ikut aku, dasar wanita setan," Ucao Rani
" Lepaskan sakit, lepaskan... mau apa kamu," Jawab Wardani
" Ayo kamu bilang kepada mereka suruh untuk berhenti, kalau tidak salah satu dari mereka pasti akan menjadi korban, cepat," Ucap Rani
" Ya terserah mereka, aku saja tidak menyuruhnya kenapa dia mau menaruhkan nyawanya," Jawab Wardani
Plak... Tamparan Rani
" Apa kau tampar aku, memang dasar wanita tidak tau diri," Jawab Wardani
" Kenapa tidak suka, memang kamu yang tidak tau diri buka aku, dasar wanita pengoda," Ucap Rani sambil menusukkan pisau di pundak Wardani
" Au.. Sakit, apa yang kau lakukan, " Jawab Wardani
" Rasakan kau akan membunuhmu," Ucap Rani
" Aku harus bisa memngelak," Batin Wardani
" Rasakan ini, kamu harus mati dan ini balasannya untuk wanita penggoda, licik, berbisa," Ucap Rani yang ingin menusuknya
" Jangan, " Jawab Wardani
Wardani buang-buang sedang terbaring iti, bersiap mengambil tusuk kondenya dengan pelan-oelan, dan menusukkan ke perut, dan di cabut dan tusukkan kedada Rani.
" Rasakan ini wanita setan," Ucap Rani dengan amarah
" Ah..., ternyata kau yang lebih menusukkan ke perutku, dasar wanita setan, ini rasakan," Ucap Rani
" Au... Ini aku kasih lagi," Jawab Wardani
" Ah..., aku sudah tidak kuat, kamu memang jahat," Ucap Rani meninggal
Wardani yang kelelahan dan penuh dengan keringat, serta darah yang bercucuran di badannya. Rindu yang mencari Simbok Darmi dan akhirnya ia menemuka Simbok Darmi sudah tidak bernyawa.
" Mbok siapa yang melakukan ini, pasti wanita setan itu aku harus membantu untuk menyelamatkan kelaurgaku," Ucap Rindu
Tidak disangka Ketika Wardani menyeret Mayat Rani untuk di satukan Mayat Simbok Darmi, Wardani melihat dari sisi pintu yang terbuka kecil melihat di dalam ada Rindu dan Wardani siap untuk menghabisinya.
" Ternyata kau sudah sembuh, dan kamu mau menjadi pahlawan kesiangan, tidak akan bisa, tunggu," Ucap Lirih Wardani
Wardani dengan hati-hati memasuki kamar sambil memegang tusuk kondenya, lalu ia ingin menusuknya dari belakang, tidak tau Rindu seolah membalikkan badan dan berlari untuk menjauh dari Wardani.
" Wanita setan kau mau apa, jangan berani kau mendekati ku, dasar pembunuh," Ucap Rindu
__ADS_1
" Wanita gila rrupanya sudah sembuh, aku baru tau sekarang, dan pintar sekali rencana kamu tapi kamu terlambat, kamu akan mati di tanganku ini," Jawab Wardani
" Wardani kamu itu wanita tidak tau diri kenapa kau mengancurkan kelaurgaku, apa salah ku," Ucap Rindu
" Karena keluarga mu itu keluarga jahat, Lurah kejam, dan kamu pasti tidak tau bahwa keluarga telah menjadi korban oleh kekejamannya," Ucap Wardani dengan suara marah
" dan saatnya ini saatnya dendam akan terbalaskan, Rindu sayang," Ucap manis Wardani
" Kamu yang telah membunuh semua keluarga ku, kamu yang merencanakan semua, aku tidak habis pikir, kenapa kau melakukan itu," Ucap Rindu
" Benar sekali, karena aku ingin membuat hidup Dan sengsara keluargamu, dan saatnya kau mati," Jawab Wardani
Rani berlari untuk keluar dari kamar iti, Rani berlari di depan pintu, ketika ingin membuka pintu sudah terkunci dengan Wardani.
" Tolong... Aku.," Teriak Rindu
" Sayang... Mau keluar ya kuncinya aku bawa, kamu Mau kemana," Jawab Wardani
Rani yang kebingungan dan mencari cara untuk keluar dari kamar itu, Rindu kesana kemarin, dan akhirnya ia menemukan jendela dan Rindu membukanya serta mengambil tangga untuk keluar.
" Rupanya dia menemukan jendela," Ucap Wardani
" Sayang kamu mau kemana, kamu mau lari ya," Jawab Wardani
Wardani seolah langsung menjatuhksn tangganya.
Bluk... Rindu terjatuh kebawah
" Au... Sakit," Ucap Rindu jatuh tengkurap
" Kamu coba mau kabur dariku," Ucap Wardani
" Rasakan ini, " Ucap Wardani sambil menusuknya
" Ah... Wardani maafkan keluargaku, aku sudah tidak kuat, dan kamu wanita jahat yang aku temui," Jawab Rindu yang tak bernyawa
Wardani memasukkan mayat Rani kedalam rumah. Dan Wardani menuju ke tempat Trimoko dan Abah berkelahi, Abah yang terjatuh lemah yang masih bernafas. Trimoko mulai di lawan oleh Laksono hingga berkelahi di sampai di teras depan.
Paimin, Paijo, Simbok Denok, Warso dan Marni melihat kejadian secara sembunyi itu pelan-pelan untuk pergi dan menemui Hartono untuk memberikan bahwa apa yang terjadi di Luar Lurah Darso.
" Aku takut Mbok," Ucap Paimin
" Kita semua takut, kalau begitu ayo kita pergi cari bantuan, sekarang jumping dia masih disana, ayo kita keluar pelan-pelan," Jawab Simbok Denok
" Ayo sudah hati-hati, ayo kita lewati belakang terus kita lewati jalan pinggir itu buruan," Sahut Simbok Denok
" Sayang kenapa kau berbicara begitu kepadaku, apa salahku, " Sahut Lurah Darso
" Kamu belum tau aku siapa, aku Wardani yang dahulu buruk rupa yang kau hina, kau bust keluarga Biyung Sumi dihina bahkan di campakkan, sekarang ini adalah balas dendam ku kepadamu," Ucap Wardani
" Apa, Maafkan aku Wardani aku tidak ber maksud begitu saat itu, tetapi untuk soal keluarga mu bukan aku yang menyiksa sampai meninggal tapi Biyung Sumi dan keluarganya, karena keluarga dia yang aku siksa tetapi diimbaskan kepada kedua orang tua kandungmu dan Rahma itu juga orang lain yang di abdopsi untuk membalaskan dendamnya tetapi Rahma masih remaja," Jawab Lurah Darso
" Apa.. Rasakan ini, kamu tetap akan aku bunuh,selamat jalan sayang ku," Jawab Wardani tak mengubris pengakuan, tapi percaya dengan pengakuannya.
" Ah...., tolong Wardani," Ucap Lurah Darso dengan tidak wajar
" Ternyata Biyung Sumi telah membohongiku, aku harus memberikan pelajaran bahkan aku akan melenyapkan dirinya dan suaminya itu. Dasar Keluarga pembunuh keluargaku.
" Ayo kita segera sampai di rumah mas Hartono kita cerita apa yang terjadi pada keluarga Lurah Darso," Ucap Simbok Denok
" Aku capek, karena tadi kita lama ber sembunyi bahkan kita keluar lewati pinggir harus naik pacar yang tinggi agar tidak ketahuan oleh Den Wardani," Jawab Paimin
" Ya sudah ayo kita jalan secara pelan-pelan yang penting tetap jalan biar cepat sampai," Ucap Simbok Denok
" Ayo bener itu kata Mbok Denok," Ucap Simbok Warsi
" Lah dalah, Aku juga jalan terus ayo, segera saja sebelum banyak korban yang berjatuhan," Sahut Paijo
" Ya sudah ayo," Jawab Bersama
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan yang hampir sampai, mereka lelah buka karena jauh tapi mereka menaiki pagar yang sangat tinggi untuk bisa kabur dari rumah itu yang dimana di depan terdapat Trimoko dan Laksono yang sedang beradu kemenangan.
__ADS_1
" Sekarang Aku sudah mati, Aku harus segera menyelesaikan ini, tinggal dua lagi, baru aku akan ke rumah Biyung Sumi dan Abah Warso aku akan memberikan kejutan untuknya," Ucap Wardani
" Ayo tunjukkan siapa yang lebih kuat diantara kita," Ucap Trimoko
" Aku yang akan mendapatkan cinta Wardani, bukan kamu," Jawab Laksono
" Kalau begitu ayo buktikan jangan banyak bacot," Ucap Trimoko
" Siapa takut ayo," Jawab Laksono
Laksono dan Trimoko saling beradu, saling menyerang satu sama lain, dengan tangkas, Laksono yang mulau terjatuh dan di imbangi oleh Trimoko.
" Apa kamu sudah mulai lemah, pasti yang akan menang ada aku," Ucap Trimoko
Laksono mulai menambahkan tarungnya, dan membuat Trimoko terjatuh.
" Haha... Jangan remehkan aku, rasakan ini," Jawab Laksono
Ketika Trimoko di kalah Trimoko muncul semangat untuk melawan lagi, bahkan Trimoko semakin kuat, Laksono yang sering terjatuh dan lemah membuat dirinya sedikit melemah dari pertarungan ini, bahkan dirinya sudah tidak bisa berdiri lagi, Trimoko memberikan pukulan terakhir yang membuat dirinya tidak bernyawa.
" Akhirnya aku yang menang, aku akan memiliki Wardani seutuhnya, Siapa yang melawan ku pasti akan kalah, siapa suruh untuk melawanku," Ucap Trimoko sambil duduk lelah dan luka
Trimoko berusaha untuk berjalan walaupun dengan sempoyongan untuk menemui Wardani.
" Sayang aku yang menang, jadi aku adalah milik mu selamanya," Ucao Trimoko
" Terima kasih ternyata kau memang sangat menyukaiku, Kamu tidak menyesal membunuh Abahmu dan Laksono," Jawab Wardani
" Tidak sayang, karena aku sangat mencintaimu, apapun aku lakukan," Ucap Trimoko
" Kalau begitu aku akan memberikamu sebuah hadiah," Jawab Wardani
" Apa itu," Ucap Trimoko
" Ayo ikut aku ke kamar," Jawab Wardani
Sesampai di Kamarnya tangan dan kaki Trimoko di ikat dengan selendang.
" Sayang kenapa di ikat segala, jika kita main aku tidak bisa ngapa-ngapain," Ucap Trimoko
" Memang kau harus yang merasakan dariku," Jawab Wardani
Wardani sedikit berpenampilan mempesona dan membuat libido Trimoko terangsang sehingga tidak bisa melakukan apapun, Trimoko hanya berteriak ingin melakukan itu.
" Sayang aku sudah tidak kuat, biar enak kelaur sendiri tanpa disentuh," Ucap Trimoko
" Aku tidak akan membuatmu bahagia, tapi ini hukuman bagi kamu sayang, Aku sudah memiliki Kekasih yang aku cintai, tubuhku ini sudah aku jaga untuk dirinya sekarang, bukan buat kamu," Jawab Wardani
" Apa yang kau ucapkan itu aku tidak mengerti," Ucap Trimoko
Ples... Cambukan
" Au... Sakit," Ucap Trimoko
" Oh sudah lupa, berlagak tidak mengingatku Aku Wardani yang dulu kamu hina, kamu lecehkan, kamu perkosa, awalnya aku mengejar-ngejarmu, sekarang aku tidak lagi, karena aku sudah milih orang lain," Ucap Wardani
" Apa kamu Wardani," Jawab Trimoko
" Iya yang dulu buruk rupa, dan sekarang menjadi seorang wanita cantik, semua ini gara-gara kamu aku melakukan ini hanya untuk membalas dendam," Jawab Wardani
" Maafkan aku, aku memang salah, tapi sekarang aku sangat mencintaimu, maka terima aku dan maafkan aku," Ucap Trimoko
" Sekarang aku tidak menyukaimu, dan aku sudah benci bahkan kecewa denganmu, jadi aku akan membuat dirimu sakit dan telah tiada," Jawab Wardani
Menusukkan tusuk kondenya di dada nya.
" Au... Semua ini ulahku, jadi semua orang di dekat ku telah tiada, tapi di akhirnya hidup ku aku ingin meminta maaf kepadamu, dan aku akan mencintaimu walaupun sekarang kau tidak mencintaiku," Ucao Trimoko mengembusakan nafas nya
" Akhirnya kau telah diada,semua sudah selesai tinggal, aku ke rumah Biyung Sumi," Ucap Wardani
Apa yang akan di lakukan oleh Wardani, dan apakah Paimin dan lainnya sudah memberi tahu kan kepada Hartono dan sahabatnya.
__ADS_1