SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 43 FITNAH KEJAM KEPADA AISYAH


__ADS_3

Setelah kejadian Aisyah yang sengaja pergi ke taman. Tidak tau jika akan terjadi seperti ini.


Aisyah yang lupa memberikan sarung kepada Selir untuk di bersihkan, karena ia tidak tau sarung siapa, yang di bawa di belakang taman.


" Marno...., kau dimana, " Ucap keras Trimoko


" Ada apa den, " Sahut mbok ning


" Kau tau Marno mbok, dari tadi aku belum melihatnya, dimana dia, " Ucap Trimoko


" Tidak tau den, mbok saja malah mencarinya dan dari tadi sama sekali tidak muncul, " Jawab Mbok


" Kalau gitu coba tanya yang lain dan cari," Ucap Trimoko


" Sembah den," Jawab mbok


" Yang lain tau dimana Marno," Teriakan Trimoko


" Ada apa kau nak, " Sahut Biyung Maryam


" Aku mencari Marno dari tadi tidak ada aku cari, Biyung tau kah, " Jawab Trimoko


" Biyung tidak tau, sama sekali," Sahut tiga biyungnya yang lain


" Terus dimana dia, tidak ada kabar darinya, " Ucap Trimoko


" Ini saatnya aku akan membuat satu persatu keluargamu akan hancur, " Batin Wardani di balik pintu


Dalam rumah yang besar itu semakin ramai, mencari Marno yang hilang tak tau kemana, karena ada tugas yang akan di lakukan,apakah Marno ditemukan atau belum, yang saat itu semakin memanas dengan adanya penyataan bahwa Biyung Aisyah yang terakhir dengan Marno.


" Hey maaf ya mas, dan Abah Wardani jika salah bicara, tadi bukannya Marno terakhir bersama Biyung Aisyah, " Sahut Wardani


" Hey wanita, kau bicara apa, aku aja tidak bertemu dan bertemu dengan Marno, " Jawab Aisyah dengan menolaknya


" Tidak mungkin Yunda bertemu dengan Marno kalau tidak hal yang penting, " Sahut Zainab

__ADS_1


" Maaf tidak tau kan jika Biyung berbohong maaf, " Ucap Wardani


" Tutup bicara kau, " Sahut Zubaidah dengan menampar Wardani


" Ah sakit, apa salahku kepadamu, " Jawab Wardani


" Hem ini baru awal, sakit di pipi ku tidak sebanding dengan sakit yang aku lakukan kepadamu, sebentar lagi, " Batin Wardani


" Biyung apa yang kau lakukan, " Sahut Trimoko


" Kau tidak apa-apa, " Sahut Arya


" Diam jangan ribut, aku tidak bisa memutuskan jika saling berdebat, tolong satu persatu, " Sahut Lurah dengan marah


" Biarlah wanita ini memang pantas mendapatkan ini, dia seolah-olah menfitnah Biyung Aisyah untuk melakukan hal tersebut, " Jawab Zubaidah


" Tetapi aku melihat bahwa Mbak Aisyah membawa sarung milik Marno, " Ucap Wardani


" Apa benar itu, " Jawab Abah


" Maaf Abah, coba di chek saja di kamar atau mengechek kamar semua, " Sahut Wardani


" Cukup, aku tugaskan chek seluruh kamar di rumah sini, untuk yang lain tunggu di sini saja jangan ke mana-mana sebelum para pengechek datang, " Ucap Abah


Para pengechek kamar pun melakukan pencarian, serta menunggu.


" Bagaimana, apakah kalian menemukan bukti yang ada di kamar dirumah sini, " Ucap Lurah


" Ampun, saya menemukan sarung ini di kamar, Biyung Aisyah, " Jawab salah satu pengechek


" Iya kan saya tidak berbohong, saya melihat bahwa Mbak Aisyah membawa Sarung di taman belakang, " Ucap Wardani


" Tidak, aku dapatkan dari taman belakang, " Jawab Aisyah


" Iya kan dia mengaku sendiri, " Sahut Wardani

__ADS_1


" Tidak aku tidak melakukan ini, aku hanya di tuduh oleh wanita itu, percaya kepadaku, " Ucap Aisyah membela diri


" Tuduh bagaimana sih aku tak tau lho mbak, kau malah mengebalikan kepadaku, bukti sudah ada di kamu mbak kok bawa-bawa aku, " Ucap Wardani


" Tidak aku tidak bersalah, ini hanya fitnah untuk menyingkirkan aku, " Jawab Aisyah menangis


" Tapi semua bukti sudah ada di kamar Ayunda, aku tidak bisa menolongmu, karena kebesaran harus di ungkap, " Ucap Lurah


" Abah cari tau lagi apa yang terjadi, aku tidak yakin jika Ayunda Aisyah yang melakukan semua ini, " Sahut Biyung Maryam


" Mau bukti apa, bukti sudah ada dan terdapat di kamar Aisyah, jadi mau waktu apa, apakah kau bersedian dengan orang yang membunuh dan kau tak takut jika kau akan dibunuhnya, " Sahut Lurah


" Aku putuskan Bawa wanita ini ke ruang belakang, masukan ke penjara untuk menerima hukuman," Ucap Lurah


" Jangan Abah, aku tidak bersalah, " Sahut Aisyah


" Bawa cepat," Jawab Lurah


Akhirnya Aisyah pun di masukkan ke penjara.


" Hahaha satu benalu sudah aku lenyapkan, tinggal menunggu waktu mainnya," Batin Wardani


Malam pun tiba, rumah begitu sepisepi. Wardani menghampiri Aisyah di penjara.


" Hahaha mbak Aisyah, " Ucap Wardani


" Kenapa kau datang ke sini, dasar wanita penghancur kehidupan, " Jawab Aisyah


" Apa tidak salah itu, keluarga penghancur adalah kelaurgamu, kau tidak tau asal usul apa yang terjadi, " Ucap Wardani


" Tunggu waktunya kau akan menerima balasan dari ku, semoga kau tenang, dada mbak Aisyah, " Ucap Wardani


" Dasar wanita gila, " Jawab Aisyah


" Yang gila kau mbak, " Ucap Wardani

__ADS_1


" Selamat malam dan Terima apa yang kau tanam oleh keluargamu, " Ucap Wardani


Dengan menfitnah Aisyah menjadikan Aisyah hanya bisa menangis dan menangis sampai dirinya tergoncang menjadi gila yang terkurung di dalam penjara belakang.


__ADS_2