SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 44 SIKSA RINDU


__ADS_3

Setelah Aisyah menerima hukuman atas tuduhan membunuh Marno, akhirnyaa masalh terus terjadi di rumah Lurah Darso, yang sangat nyaris tanpa berhenti.


Bahkan masalah terus bermunculan yang ada di dalam rumah Lurah.


wardani pun merencanakan untuk membuat sesuatu yang akan membuat Rindu disiksa oleh Arya, karena yang saat ini Arya masih belum tega untuk menyiksan mantan pacar dahulu yang sekarang menjadi pasangan hidupnya. Agar memberikan rambu segera melakukan sesuatu yang dapat membuat hidup Rindu hancur.


Pagi yang cerah terdapat seorang yang mencari Wardani, di rumah Lurah untuk bertemu dengannya.


" Permisi, " Ucap Aziz


" Iya den, ada yang saya bisa bantu, " Jawab Mbok


" Wardaninya ada mbok, saya temannya yang kemarin janjian ingin bertemu dengannya, untuk memberikan sesuatu kepadanya, " Ucap Aziz


" Ada den, sebentar saya panggilkan dulu, " Jawab Mbok


" Iya mbok," Balik Aziz


" Den ayu dicari teman laki-laki, dia menunggu di depan pintu rumah, " Ucap Mbok


" Iya mbok saya akan segera kesana, Terima kasih Mbok, " Jawab Wardani


" Pareng, " Ucap Mbok


Akhirnya Wardani menemui Aziz tersebut, dan menerima apa yang ia ingin kasih terhadap Wardani.


" Hay Apa kabar, masuk kerumah, " Ucap Wardani


" Iya Terima kasih, " Jawab Aziz


" Oh iya mari kebelakang, kita ngobrol di sana saja suasananya indah dan teduh," Ucap Wardani


" Ayo, ini buat kamu, " Jawab Aziz


" Terima kasih oleh-olehnya, " Ucap Wardani

__ADS_1


"Ya sudah aku tinggal, sebentar ya, " Jawab Wardani


Akhirnya Wardani meninggalkan Aziz sendiri, ketika itu Aziz ingin pergi ke belakang mencari kamar kecil iya mencari dan terus mencari akhirnya iya sampai di bagian kamar -kamar di rumah itu, dan tak disangka Aziz masuk.


Kedalam kamar Rindu dan masuk kedalam tempat toiletnya. Ketika rindu saat itu keluar mengambil air minum.


" Semua kamar disini bagus-bagus dan aku binggung pilih yang mana, yang ini saja aku sudah tidak tahan sekali, " Ucap Aziz


Tiba-tiba Arya pulang dan sampai di depan pintu rumah, dan Wardani serta para yang lain mencari Aziz si teman Wardani, dan akhirnya menjadi permasalahan yang serius.


" Aziz kau dimana, aku mencarimu, kalian menemukannya, " Ucap Wardani


" Tidak den ayu, " Jawab para mbok


" Kalau begitu kita menuju ke bagian kamar-kamar, entak nanti ada di salah satu kamar, " Ucap Wardani


Semua menuju dan mengechek di kamar-kamar rumah, dan akhirnya terdapat Aziz di kamar itu.


Aziz keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamar Rindu, dan terjatuh tersandung ke dekapan Rindu, tak di sangka Arya melihat dan Wardani.


" Kau siapa, ahh jangan masuk di kamar aku,tolong, " Ucap Rindu


" Apa.....," Ucap Arya sambil membuka pintu dengan marah


" Apa Rindu, " Jawab Wardani


" Ya ampunnn den ayu, " Jawab Mbok


" Ini tidak yang kau pikirkan mas, aku tidak berbuat tadi dia masuk ke kamar kita tanpa ada yang tau, dan dia terjatuh dan mendekap saya, " Ucap Rindu membela diri


" Kau sudah berbuat tidak mau jujur, " Jawab Arya sambil menampar dan menyiksanya


" Den jangan nanti, tuan besar marah, " Sahut Mbok


" Sudah mbok, tidak apa, jika Abah tau malah Rindu akan lebih di hukum, mending aku hukum, ini yang tau hanya kita dan kamu Mbok, jangan pernah bilang ke siapa-siapa nanti, " Ucap Arya

__ADS_1


" Iya mbok jangan kau bilangkan ke Lurah, nanti malah den ayu disiksa," Jawab Wardani


" Iya den, ya sudah Mbok tinggal dulu masih banyak kerjaan," Sahut Mbok


" Iya mbok, " Jawab Wardani


" Hey kau keluar dari kamarku," Ucap Ary


" Aku pamit dulu Wardani," Sahut Aziz


" Dasar kau, aku tinggal sebentar saja kau berani masukkan laki-laki lain, " Ucap Arya


" Tidak mas aku tidak sejelek yang kau pikir, " Jawab Rindu


" Sudah aku tak percaya padamu," Ucap Arya


Arya meninggalkan kamarnya untuk mencari udara segar.


" Aziz Terima kasih kau berakting sebaik mungkin, ayo ikut aku aku beri sesuatu hadiah buat kau, " Ucap Wardani


" Sama-sama, aku juga bahagia membantumu, " Jawab Aziz


" Ya sudah, ayo kesana nanti ada yang tau, " Ucap Wardani


" Aku tau kau pasti membantuku, tetapi kau harus tiada jika kau masih ada pasti kau akan menbeberkan semua rencanaku," Batin Wardan


i


" Mana hadiahnya, " Ucap Aziz


" Bentar kau tak sabar ya, bentar ini hadiahnya," Jawab Wardani


Crok... Tusukan tusuk konde ke dada Aziz


" Kenapa kau tusuk aku, aku bisa mati, " Ucap Aziz

__ADS_1


" Ya ini hadiah buat kau Aziz, karena jika kau hidup suatu hari kau akan menjadi pengaku apa yang telah aku minta dari mu, jadinya maaf kau mati saja, " Ucap Wardani


Menusuk berkali-kali, hingga Aziz menjadi mayat, dan menyeretnya ke dalam penangkaran Buaya, mestinya keadaan Wardani penuh dengan darah yang menyelelimuti badannya.


__ADS_2