
Setelah keluarga Lurah sampai di kediamannya Lurah Tedjo Dan keluarga menyambutnya dengan ramah serta baik, Rumah yang sudah di rubah untuk acara Lamaran sang puterinya, dengan tanpa mereka menpersilahkan masuk ke dalam rumahnya.
" Abah itu dia keluarga Lurah Darso, sudah sampai, " Ucap Buying Darni
" Iya Biyung, Nampaknya dia mulai menuju kesini, Ayo kita sambut di depan teras," Jawab Lurah Tedjo
" Dia sudah di depan terasnya, Ayo segera kesana, " Biyung Maryam
" Iya Dinda," Jawab Biyung Zubaidah
" Selamat datang di rumah kami, bagaimana perjalanannya hari ini, " Ucap Lurah Tedjo
" Iya terima kasih kembali, cukup menyenangkan perjalanan kemari, " Jawab Lurah Darso
" Syukurlah karena sedikit jauh, " Sahut Biyung Darni
" Tidak apa ini masih tentang desa sebrang saja Dinda," Jawab Biyung Maryam
" Sudah Abah, jangan bicara terus ayo kita suruh masuk, " Ucap Biyung Darni
" Iya jadi lupa Abah, " Jawab Lurah Tedjo
" Ya sudah mari kita masuk ke dalam dan memulai acaranya," Ucap Lurah Tedjo
" Mari, terima kasih, " Jawab Lurah Darso
Mereka bersama her Jalan menuju ke dalam rumah Lurah Tedjo, pemandangan rumah yang sangat indah dengan hiasan dekorasi modern, bunga-bunga menghiasi atap di dalam rumah bahkan karpet merah di sepanjang Jalan masuk, terdapat tempat khusus untuk pinangan putera serta puterinya.
Tak lama semua berkumpul dan duduk tempat yang sudah di siapkan. Rani segera muncul dari Kamarnya untuk keluar menuju tempat lamaran.
" Silahkan Dinda dan Lurah Darso duduk disitu," Ucap Biyung Darni
" Oh iya Dinda, " Jawab Biyung Maryam
" Simbok tolong segera bawa Rani menuju kesini sebentar lagi acara akan dimulai," Ucap Biyung Darni
" Baik Tuan saya panggilkan," Sahut Simbok Suti
Simbok menuju ke kamar Rani untuk memanggilnya.
" Den Ayu semua sudah datang dan segera akan di mulai acara mari kita ke Sana, " Ucap Simbok Suti
" Oh iya mbok, mari, " Jawab Rani
Mereka berjalan menuju ke tempat acara, dengan cantiknya Rani berjalan seperti Ratu, dengan sanggulan modern, serta makhota yang menghiasi kepalanya, membuat dirinya tampil anggun. Biyung Maryam yang hanya Terkesima dengan Rani saat ini. Tetapi Trimoko yang hanya memasang muka biasa saja, yang hanya memikirkan Wardani, disaat itu Wardani tampil dengan sangat cantik dan mengoda.
" Sini Sayang ini keluarga Lurah Darso, " Ucap Biyung Darni
Rani menundukkan diri di hadapan serta memasang tangan hormat di dada.
" Sungguh cantik, " Ucap Biyung Maryam
Rani yang hanya tersenyum tersipu mendengar pujian dari Biyung Maryam. Rani yang sedang memandang Trimoko mulai suka dan menyukai ketika awal jumpa itu juga.
" Ternyata Mas Trimoko orangnya ganteng, menawan Aku jadi suka kepadanya, semoga dia jodoh yang tepat untukku, " Batin Rani
__ADS_1
" Mengapa dia memandangku aku tidak suka kepadanya, Aku lebih suka kepada Wardani kenapa kau sangat cantik, menawan sekali, Sayang semoga cepat selesai agar aku bisa bertemu dengannya," Batin Trimoko memalingkan muka ke Wardani
" Aku yakin dia selalu memikirkanku, " Batin Wardani
" Ya sudah semua sudah siap Mari kita mulai acara pinangannya," Ucap Lurah Tedjo
Acara pinangan di mulai yang di pimpin orang yang sudah diberi ke percaya an oleh Lurah Tedjo. Yang di mulai saling mengenal serta berbincang-bincang, bahkan proses pelamaran yang diucapkan oleh Trimoko terhadap Lurah Tedjo untuk memberikan restu dan menerima lamarannya.
" Terima kasih saya ucapkan kepada Abah dan Biyung, serta kepada Lurah Tedjo dan Biyung, serta Rani sudah memberikan waktu untuk saya, kedatangan saya kemari ingin melamar puteri Lurah Rani untuk kujadikan pendamping hidup, apakah lamaran saya di terima," Ucap Trimoko dengan berdiri
" Kalau dari Abah terima saja, semua saya serahkan kepada Rani untuk menjawabnya, Ayo puteri ku jawab, " Jawab Lurah Tedjo
" Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Biyung dan Abah tercinta sudah melakukan yang terbaik dan untuk semuanya, apapun yang terjadi Aku akan selalu mengikuti dan menuruti calon suamiku, dan saya menjawab lamaran dari mas Trimoko bahwa Rani bersedia menjadi pendamping mas Trimoko, " Jawab Rani dengan bahagia
Terus tangan yang menghiasi suasana saat itu, yang di lanjutkan pemasangan cincin kepada berdua secara bergantian. Serta di lanjut penyerahan oleh-oleh dari keluarga Lurah Darso untuk keluarga Lurah Tedjo. Bahkan jadwal pernikahan keduanya segera akan di langsungkan.
" Jadi saya umumkan bahwa pinangan saya terima dan saya umumkan untuk pernikahan Putera dan puteri kita akan segera di laksanakan dua hari setelah lamaran, lebih cepat lebih baik, bagaimana, " Ucap Lurah Tedjo
" Dari saya tidak keberatan, saya juga mendukung lebih cepat lebih baik, " Jawab Lurah Darso
" Jadi semua setuju bahwa pernikahan mereka akan di laksanakan dua hari setelah acara ini, Mana dari itu kita akan menyiapkan segera, " Ucap Lurah Tedjo
" Iya saya ikut saja, dan Aku serahkan semua kepada pihak puteri Lurah, " Ucap Lurah Darso
" Terima kasih atas kepercayaannya," Jawab Lurah Tedjo
Acara pinangan pun selesai semua untuk bersiap pulang untuk menyiapkan acara pernikahan mereka yang sesingkat itu. Jangka waktu dua hari harus sudah menikah.
" Akhirnya acaranya berjalan dengan Lancar, bagaimana Rani kamu sudah siap pernikahan kamu, " Ucap Lurah Tedjo
" Ya sudah kalau begitu, Abah akan segera menyiapkan mulai dari hari ini agar pernikahanmu Lancar, " Ucap Lurah Tedjo
" Baik Abah terima kasih banyak, " Jawab Rani
" Abah kita harus menyiapkan acara Trimoko, " Ucap Biyung Maryam
" Sudah tenang saya sudah siapkan semua tinggal kamu siapkan apa yang perlu untuk dibawa," Jawab Lurah Darso
" Kalau begitu ya sudah, jadi kita tinggal membawa sebuah oleh-oleh saja jika semua udah Abah siapkan, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Dinda kita lebih santai karena kita dari pihak lelaki hanya menyiapkan yang kita bawa saja, selebihnya sudah di persiapkan dari keluarga Lurah Tedjo, " Sahut Biyung Zubaidah
" Iya Ananda, ya sudah kita istirahat dulu capek, " Jawab Biyung Maryam
" Iya Aku juga capek, pegel Mau istirahat juga, " Sahut Biyung Zubaidah
" Sayang Aku akan tetapi mencintaimu, Aku selalu mengingatmu walaupun Aku sebentar lagi aku menikah, " Ucap Trimoko
" Iya sayang aku percaya kepadamu,tapi aku takut kau setelah ini pergi dari rumah ini, " Jawab Wardani
" Tidak akan, Aku setelah menikah aku akan tinggal disini, dia akan aku bawa kesini agar aku bisa bertemu dan berdua denganmu," Ucap Trimoko
" Benar yang kau katakan itu, Aku tidak salah dengar," Sahut Wardani
" Iya sayang, percayalah," Jawab Trimoko
__ADS_1
" Iya sayang kalau begitu kau jangan bersedih, tersenyumlah, " Ucap Trimoko
Wardani mulai tersenyum.
" Begitu kau cantik dan lebih mengoda ketika tersenyum, " Ucap Trimoko
Dirumah Lurah Tedjo sibuk dengan persiapan pernikahan yang sangat indah dan meriah, konsep jawa yang kentang masih menyelimuti pernikahan puterinya. Dekorasi yang masih traditional yang menghiasi tempat pengantin, dengan di kerumuni bunga-bunga setaman di tempatnya.
Panggung yang berdiri tegap dengan pemandangan alat musik traditional yang saling bergemelantungan dan tertata rapi, dengan hiasan naga berwarna merah ciri khasnya.
Pintu masuk yang di hiasan dengan rumah traditional yang di hiasan dengan Janur kuning yang melengkung pertanda pernikahan. Yang lengkap dengan daun songket, kelapa muda, tutus, kembang mayang, serta hiasan pohon pisang yang masih lengkap menghiasinya.
Penataan kursi tamu yang begitu unit dengan saling berhadapan, bahkan sekujur tempat berlapiskan karpet merah yang menyelimutnya.
Persiapan mulai hampir selesai hingga menunggu datangnya hari yang indah itu.
" Syukur Abah persiapan sudah hampir selesai tinggal kita menunggu hari yang kita tunggu, " Ucap Biyung Darni
" Iya Biyung, semua sudah hampir selesai, " Jawab Lurah Tedjo
" Tinggal hidangan dan santapan yang kita butuhkan ketika hari telah tiba, " Ucap Biyung Darni
Dua hari punya telah berlalu dan saatnya waktu telah tiba, pernikahan segera di laksanakan. Lurah Tedjo dan Biyung Darni siap dan menunggu para undangan.
" Sayang segera bersiap hari ini hari pernikahanmu akan di laksanakan kita berangkat lebih awal, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung aku sudah bersiap dari, " Jawab Trimoko
" Baik kalau begitu, " Jawab Biyung Maryam
Rani yang sedang di rias dengan adat jawa yang lengkap dengan sunduk mental di atas kepalanya, hiasan hitam bergelombang yang menghias dahinya, bahkan baju hitam emas dan tapih kembang batik yang menghias Rani, Para wiyogo dan waranggono mulai berdatangan dan mulai memaikan alat musiknya, para penari gambyong menari untuk memghibur para undangan yang datang.
Para undangan Lurah dan warga berbodong-bondong untuk mencari tempat, bahkan keluarga Lurah Darso sudah datang barusan, serta langsung untuk di rias, Trimoko yang di rias dengan adat jawa lengkap juga yang terlihat tampan dan gagah bak seorang raja.
Alunan lagu gending serta langgam jawa yang terdengar serta share para sinden yang sangat alus bahkan indah yanyian jawa, penari gambyong yang menerima tamu dengan gerakan tangan yang luwes.
Serta suara dalang yang mengatur jalan acara pernikahan puteri Lurah Tedjo dan Putera Lurah Darso dengan sangat meriah dan gayeng.
" Dinda begitu mewah acara pernikahan Puteri Lurah Tedjo, lihat semua begitu ramai dan lengkap sudah, " Ucap Biyung Zubaidah
" Iya Ananda, semoga pernikahan ini akan membawa Kebaikan untuk Trimoko dan Rani kedepannya," Jawab Biyung Maryam
" Semoga, aku doakan yang terbaik untuk mereka berdua, " Ucap Biyung Zubaidah
" Iya doakan saja, " Jawab Biyung Zubaidah
Ijab would mulai Trimoko dan Lurah Darso, Lurah Tedjo serta sanksi bersiap mendengarkan ijab yang dilafadkan oleh Trimoko, tak lama kemudian ijab qobul berjalan dengan Lancar, setelah itu proses resepsi yang menunggu Rani untuk keluar dengan adat jawanya.
Rani yang di ampit oleh sang Abah dan Biyung menuju ke dekorasi untuk mengantarkan hari pernikahan untuk menunggu pangeran datang untuk bertemu, Trimoko yang di ampit oleh Biyung dan Abahnya serta pemuda yang membawa kembang mayang menghampiri Rani yang sedang menunggunya,dengan adat jawa yang kental meraka melewati itu semua bahkan mereka saling bersanding di duduk pelaminan.
__ADS_1
Pernikahan Trimoko Dan Rani yang bergitu lancar dan meriah. Bagaimana kehiduapan mereka berdua setelah menikah.