
Setelah satu tahun kemudian, Trimoko merasa di selimuti rasa takut dan rasa curiga, peristiwa yang lama terpendam itu kembali dalam kehidupannya.
Trimoko merasa tidak bebas untuk menjalankan kehidupannya dalam hidupnya, akhirnya Trimoko menceritakan ini kepada komplotannya.
" Hey hari ini aku sangat tidak enak sekali, " Ucap Trimoko
" Apa yang kau katakan," Ucap komplotannya
" Hidup terasa di hantui dan di datangi peristiwa masa lalu yang sudah berlalu, " Ucap Trimoko
" Yang kau ucap peristiwa Wardani dan Arya itu Bos, " Sahut Raka
" Kita berdua yang selama ini masih mengikutimu belum ada rasa itu Bos," Ucap Rio
" Entahlah aku binggung, dan aku bukanya untuk mengingat tetapi ia datang sendiri tanpa aku undang, " Ucap Trimoko
" Sudah sudah lupakan saja bos, " Jawab komplotannya
" Ya sudah aku lupakan, tapi tak tau apa yang terjadi setelah perasaan yang tidak sesaat ini, " Ucap Trimoko
" Sudah lah bos jangan kau pikirkan, " Ucap Komplotannya
" Iya bos sudah, kita ngopi untuk melupakan happy, " Sahut Raka
Akhirnya Trimoko melupakan sejenak, ia lupa karena ia sedang bersama komplotannya bersenang -senang di balai desa, ia ingin melupakan perasaan yang datang secara tiba-tiba itu.
Tak di sangka Wardani lewat di balai desa.
" Bos Wardani setiap hari makin cantik, dan auranya membuat diri setiap bertemu ingin keluar, " Ucap Raka
" Memeng dia sangat cantik dan aku saja tahan apalagi kalian, " Ucap Trimoko
" Ahh bos keluar deh, " Sahut Rio
" Huuu dasar cowok, " Sahut Komplotannya
" Ayo bos tanyain mau kemana," Ucap Raka
Trimoko pun Terbagun berdiri untuk menyapa orang yang dia cintai.
" Hay sayang, mau kemana, " Ucap Trimoko
" Oh mas Trimoko, mau ke rumah Biyung mas mau menjenguk Biyung Sumi, kan sudah lama aku tidak ke rumahnya, " Jawab Wardani
" Oh begitu ya, salam kan aku ya, agar aku dapat restu dari nya untuk mendapatkan mu, " Ucap Trimoko
" Ah mas bisa aja, ya sudah Wardani kesana dulu ya, pareng, " Jawab Wardani
__ADS_1
" Hati-hati ya sayangku, " Ucap Trimoko
" Dasar laki-laki hidung belang, tunggu salah satu dari kalian akan aku bunuh untuk tumbalku, " Batin Wardani
" Bos kapan kau nikahi dia, kalau tidak aku mau menikahinya," Jawab Raka
" Apa kau bilang, aku akan menikahi nya, untuk mendapatkan saja sulit, di rumah ku saja adalah kunci setiap hari bertemu walaupun dia masih tertutup hatinya, aku sabar menanti nya, kau mau merebutnya, " Jawab Trimoko
" Sorry bos, bercanda jangan di ambil hati, " Jawab Raka
" Sudah aku mau pulang," Ucap Trimoko
" Sampai jumpa," Sahut Raka
Akhirnya Trimoko pulang ke rumah, ia merasa takut perasaan itu akan datang kembali, disetiap langkah ia seperti melihat kejadian ia memperlakukan Wardani dan Arya sampai meninggal, terus terlihat di dalam gerak-geriknya yang membuat Trimoko takut berlari.
" Apa jangan, kenapa kau datang lagi, maaf kan aku, " Ucap Trimoko sambil berlari ke kamarnya
" Kenapa aku selalu dibayangi peristiwa itu, memang aku salah tapi aku harus bagaimana, aku coba cari tau apa yang harus aku lakukan, " Ucap Trimoko
" Tolong jangan ganggu aku," Ucap Trimoko
Malam hari pun tiba, Suara seram dan hening di malam yang begitu penuh dengan suara burung gagak bersahutan dan baung Serigala.
Trimoko menuju ke kamar tidurnya untuk menikmati tidur malamnya, seolah lupa iya tertidur pulas.
" Hay Trimoko selamat datang," Ucap Arya
" Cocoknya dia makan darah, dia telah menghancurkan hidup kita, apalagi kau telah menfitnah Wardani wanita buruk rupa, " Jawab Wardani
" Jadi Terima balasannya, kau akan aku beri makan darah, dan akan di kejar -kejar rasa salahmu itu, " Jawab Wardani
Trimoko sempat bisa kabur dan melarikan diri tetapi dibalik sembunyikan ia selalu di temukan oleh mereka berdua. Dan ketika Trimoko di tusuk oleh mereka Trimoko bangun dari tidurnya.
" Tidak jangan kau bunuh aku, tolong jangan," Ucap Trimoko tiba bangun
" Apa yang terjadi padaku, hanya mimpi, namun mimpi sangat seram sekali ia kembali untuk membunuhku, apakah mereka datang dengan arwahnya untuk menemuiku, halah sudah ini hanyalah mimpi bunga tidur, pasti hanya mimpi semata, jangan ku pikirkan secara mendalam, " Ucap Trimoko
Trimoko tak bisa melanjutkan tidurnya ia sejenak mengambil air minum untuk meringankan ketakutannya.
Semua barang berjatuhan, lampu menyala mati menyala. Goyang semua selatan yang ia lihat, pintu jendela membuka menutup, yang membuat Trimoko berteriak karena perasaannya takut.
Trimoko berlari ke dalam kamarnya, kejadian itu terulang kembali, serta terdapat tulisan yang tertempel di kaca uang penuh dengan darah.
" Keluarlah jangan kau bersembunyi, kau siapa jangan kau teror aku seperti ini membuatku merasa takut, hanya ulah kerjaan kalian, kelaur," Ucap Trimoko
Perasaan semakin takut yang membuat semua datang dan membuat teror yang begitu besar yang membuat Trimoko berlari.
__ADS_1
Munculnya Wanita berjubah hitam yang datang dari jendelanya membawa parang yang sangat tajam menghampiri Trimoko, Trimoko terus berlari keluar dari kamarnya.
" Siapa kau, kenapa kau datang dan dengan berjunah, sebenarnya kau siapa, " Ucap Trimoko
" Aku akan menghabisimu, aku sudah membawa pedang tajam untukmu," Jawab
Wanita berjubah yang sambil naik dari jendela
" Berhenti, " Jawab Trimoko sambil membuka pintu untuk berlari keluar kamarnya
" Berhenti jangan kau berlari tunggu aku, " Jawab wanita berjubah
" Jangan mengikutiku, aku tidak tau kau, kau pasti manusia biasa ya mau membunuhku," Ucap Trimoko
" Aku buka manusia biasa, aku adalah setan yang akan membunuhmu," Jawab Wanita berjubah
Wanita itu mempelihatkan bahwa dia setan sungguhan yang membuat Trimoko percaya.
" Ternyata dia setan wanita beneran, tolong aku, " Batin
" Tolong.... Tolong..., " Ucap Trimoko sambil berlari di dalam lorong rumah besarnya
" Berhentilah, " Jawab wanita berjubah
" Tolong jangan kau mengikutiku, aku sudah tidak kuat untuk kau kejar, kau pergi, tolong..., " Ucap Trimoko
" Tidak akan kau kan mati di tanganku, " Jawab wanita berjubah
" Tolong...., " Ucap Trimoko
Selaya itu Trimoko terus berlari untuk menghindar wanita berjubah itu, sambil meminta tolong ia bertemu dengan mbok yang sedang persiapan pagi hari untuk acara nanti, yang membuat Trimoko aman dan ada seseorang yang membuat wanita itu tidak mengejarnya.
Bluk.... Bahan terjatuh
" Den Trimoko kenapa aden berlari sampai berkeringan di malam hari, sebentar lagi mau pagi kok tidak nanti saja olahraganya, " Ucap Mbok
" Tidak apa mbok, syukurlah aku ketemu Mbok, " Jawab Trimoko
" Kenapa den, " Jawab Mbok
" Tidak apa-apa, hanya ingin mencari suasana yang beda, " Ucap Trimoko
" Untung Mbok datang, dimana setan wanita berjubah itu yang bernama meneror ku, " Batin Trimoko
" Ya sudah mbok, aku mau ke kamar lagi, " Ucap Trimoko
" Iya deh, pareng, " Jawab mbok
__ADS_1
" Aneh sekali den Trimoko, malam-malam gini berlari di lorong rumah, " Ucap Mbok
Pagi pun tiba suara kokok ayam berkumandang, pagi yang cerah menyelimuti rasa takut yang sempat dipikir Trimoko yang akan menganggunya kembali.