
Renaldi pun telah di arak oleh Lurah di alun-alun kota, semua warga melihat dirinya telah berbuat tidak layak untuk Wardani sebagai calon pengantin turun ranjang dengan Amir.
Amir telah terbunuh di tangan Renaldi, Renaldi terus membela diri bahwa dirinya tidak bersalah.
Lurah dan kelurga telah melihat sendiri dan tidak akan memberi ampun walaupun kelaurga sendiri, yang membuat malu keluarga dengan masalah yang sebegitu besar.
Wardani yang mengeluarkan Air mata untuk menghilangkan rasa curiga terhadap semuanya agar tidak ketahuan apa yang di rencanakan itu semua kerjaan dirinya, air mata yang terus mengalir di pipinya merasa dirinya sangat rapuh dan bersedih.
Para warga dan yang lain sampai melihat begitu sedih dan hancur rasa Wardani sampai semua merasa kasihan terhadapnya.
" Tolong aku tidak bersalah, Aku telah di jebak oleh wanita licik itu, dia wanita gila, " Ucap Renaldi
" Diam kau jangan kau berkata itu, kamu yang berbuat kau tidak mau tanggung jawab, kau mau mencoba memperkosanya, lalu kau bunuh Amir seorang yang mau turun ranjang, dasar keponakan tidak tau di untung, " Jawab Lurah
" Kenapa kau begitu Renaldi, Bingung tidak habis pikir, apa yang mau lakukan adalah hal yang tidak benar, " Sahut Biyung Maryam sambil menangis
" Sabar ya Biyung, " Sahut Biyung Zubaidah sambil mengelus badannya
" Cepat hukum dia, walaupun dia keluargaku sendiri, dia telah membunuh saudaranya sendiri, " Ucap Ibu Narni
" Suatu permainan dan pertunjukan yang luar biasa, " Batin Wardani sambil menangis
" Memang kau sunggu licik dan berhasil menipu ku Wardani, " Batin Arya
" Kasihan sekali ya anak muda itu, " Ucap Warga
" Gimana lagi dia bersalah dan harus di hukum untuk mempertanggung jawabkan, " Jawab Warga
" Ya sudah lah, harus gimana lagi, " Ucap Warga
" Kenapa Renaldi bilang begitu kepada Mereka, apakah yang di bilang Renaldi benar atau salah ya, " Batin Hartono
" Sudah aku kan tidak tau sebenarnya tapi semua bilang dan melihat Sendiri, ya sudah Semoga ini keputusan yang terbaik, " Batin Hartono
" Ini suatu pertanda serta kabar baik, Wardani tidak akan bisa turun ranjang kepada Wardani, tetapi masih ada satu penghalang ku dia Amor pamanku, sudahlah urus belakang saja, " Batin Trimoko
Remparan batu kecil ke arah Renaldi yang membuat badannya terluka dan keluar darah dari tubuhnya, yang membuat para warga berteriak kasihan dan takut apa yang terjadi, bahkan Hartono tidak bisa menghentikan apa yang di lakukan oleh Lurah karena sudah perjanjian dari hukum keluarga buka hukum yang berlaku di warga yang baru itu, Hartono hanya kasih apa yang terjadi terhadap Renaldi.
Tak lama itu Renaldi pun telah menghembuskan nafas telah tiada.
" Bawa Mayatnya dan kuburkan sekarang, " Ucap Lurah
" Baik Tuan, " Penghukum dan yang lainnya
" Sudah Ibu mari kita pulang, semua sudah selesai," Ucap Lurah
__ADS_1
" Mari, " Jawab Ibu Narni
" Bagus, dua orang sudah tiada lagi perlahan-lahan keluargamu akan hancur, " Batin Wardani
" Ayo kita pulang, " Ucap Arya
" Iya, " Jawab Wardani sambil merasa sedih
Biyung Maryam tak kuat dan lemas melihat kejadian itu, bahwa dirinya tidak yakin dan harus melihat Renaldi terhukum yang sama, keluarga nya malah yang terkena hukum keluarga.
Kejadian itu membuat Wardani bersenang diri dan keluarga Lurah bersedih telah terjadi yang tidak seharusnya terjadi seperti ini, merasa membuat Keluarga Lurah yang memiliki masalah yang sangat bertubi-tubi.
Semua dirundung kesedihan sampai -sampai mereka lupa dengan apa yang harus mereka kerjakan, sampai - sampai makan buat Jasmin yang gila strees karena ulah Arya yang di pasung itu diantar oleh Wardani.
" Mbok semua pada kemana ko sepi sekali, " Ucap Wardani
" Dia masih sedih atas kejadian tadi Den Ayu, " Jawab Mbok
" Aku juga mbok tapi kita harus juga melakukan hal apa yang kita kerjakan, oh iya makanan buat Den Ayu Rindu sudah siap, " Ucap Wardani
" Sudah non, sebentar lagi Mbok mau antar kesana, " Jawab Mbok
" Gak usah biar aku saja yang mengantarnya," Ucap Wardani
" Sudah Mbok aja Den, " Ucap Mbok
" Kalau begitu aku antar dulu ke sana ya, " Ucap Wardani
" Rindu aku tau kau tersiksa, aku kasih melihatmu, ini ulah dari Arya karena dia sakit Hati kepadamu, juga aku sangat bahagia karena ini terjadi terhadapmu, " Ucap Wardani
Dia berbicara sendiri dan terasa bingung seolah gila.
" Aku boleh bersedih aku juga harus melakukan apa yang harus aku lakukan, aku belum memberikan makan kepada cucu yang di pasung, " Ucap Ibu Narni
Ibu Narni menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman terhada cucu kesayangannya.
Mbok yang sibuk dengan pekerjaan dapurnya, dan menyiapkan makan untuk nanti.
" Mbok makanan Buat Rindu sudah siap, " Ucap Ibu Narni
" Eyang, makanan dan minumannya sudah di antar oleh Den Ayu Wardani, " Jawab Mbok
" Oh sudah di antar oleh Wardani, " Ucap Ibu Narni
" Ya sudah kalau begitu saya akan menyusul ke sana, " Jawab Ibu Narni
__ADS_1
" Iya Tuan, " Ucap Mbok
Ibu Narni berjalan menuju ke Kamar tempat Rindu dipasung.
" Rindu semua keluargamu lama-kelamaan akan hancur, dan terpecah belah, dan itu harus terjadi, kau tau semua orang yang sudah telah tinggal disini akan segera tiada, hahaha, ayo makan sambil mendengarkan omonganku, " Ucap Wardani
Rindu berbicara sendiri sambil menangis serta memainkan rambut gimbalnya, sambil menerima suapan makan dari Wardani.
" Maafkan diriku yang tak bisa membantumu sayang hahaha," Ucap Wardani
Ibu Narni pun sampai ke kamar Rindu dan dia mendengarkan apa yang Wardani katakan, Ibu Narni tak sengaja ingin segera memberitahu apa yang Ibu Narni dengar, ketika berlari Ibu Narni ketahuan oleh Wardani dan Ibu Narni terjerat kain selendang yang di pakainya hilang terjatuh.
Klontang suara yang terinjak
" Siapa, Aduh Ibu Narni datang dia pasti mendengar ocehan ku, " Ucap Wardani
" Ibu tunggu, " Ucap Wardani
" Ceritakan kepadaku apa benar yang kau katakan itu, "Jawab Ibu Narni
" Apa Ibu, aku tidak tau apa yang Ibu katakan, " Ucap Wardani
" Jangan kau berbohong, kau segala dari keretakan keluarga Lurah, " Jawab Ibu Narni
" Hahaha memang benar kenapa, kamu harus tau dan cari sendiri Ibu, " Ucap Wardani
" Aku akan ceritakan semua ini terhadap Lurah agar kau dibunuh dan dihukum, " Jawab Ibu Narni
" Apa Ibu mau memberitahu kepada Lurah, silahkan pasti Ibu sendiri yang akan mati, " Ucap Wardani
" Dasar wanita jahat, " Ucap Ibu Narni sambil berlari
" Yang jahat itu keluargamu," Jawab Wardani
" Ibu berhenti, " Ucap Wardani
Seketika itu Ibu terjerat selendangnya terjatuh dan tertatap oleh lantai sekeras mungkin yang saat jatuh tidak di sangka Mbok melihat bahwa Ibu jatuh terkenal Selendangnya sendiri dan Wardani langsung menuju ke bilik untuk sembunyi agar tidak curiga bahwa Ibu berlari saat di kejar oleh Wardani.
" Ahh... Bluk... Ibu Narni jatuh
" Syukurlah dia terjatuh, semoga dia telah tiada agar aku aman, " Ucap Wardani
" Ya Ampun Tuan, tolong, " Ucap Mbok
" Aku harus keluar seolah-olah aku menolongnya, " Batin Wardani
__ADS_1
" Ada apa mbok, kok Ibu bisa terjatuh seperti ini, " Ucap Wardani
Wardani dan mbok bingung apa yang harus di lakukan, bagaimana keadaan Ibu Narni.