
Keesokan harinya Biyung dan Abah memiliki rencana yang sudah disiapkan untuk mencari mangsa, mereka mempunyai alasan untuk pergi ke Pasar untuk menutupi, ia berencana mencari perempuan yang ingin dibuat sebagai mangsa untuk menuruti permintaannya. Ia bergegas untuk berangkat ke pasar, agar cepat mendapatkan mangsa.
" Nduk cah ayu, Biyung dan Abah pergi ke pasar dulu , untuk membeli kebutuhan, apa saja kebutuhan yang habis tolong diingat apa yang ingin di habis, Wardani, " Ucap Biyung.
" Abah dan Biyung mau pergi ke pasar , jangan..!!! Kenapa tidak menyuruh Wardani saja untuk pergi ke pasar," Jawab Wardani.
" Tidak, sekali-kali Biyung dan Abah biar melihat keadaan luar dan mencari udara segar, lama Biyung dan Abah tak pernah pergi ke pasar jadi kangen, " Ucap Biyung.
" Iya Abah juga ingin melihat keadaan pasar, apakah pasar saat ini atau beda dengan zaman Abah dulu ?, " Sahut Abah.
" Kalau begitu ya sudah, Biyung dan Abah ingin kesana Wardani tidak bisa menolaknya, Hati-hati dijalan Abah dan Biyung jangan lama-lama, " Ucap Wardani.
" Biyung dan Abah berangkat dulu, jaga rumah dengan baik," Jawab Biyung.
" Baik Biyung, Jawab Wardani.
Mereka berdua berangkat menuju ke pasar dengan berjalan kaki, tak disangka di tengah perjalanan iya memiliki rencana untuk segera mendapatkan perempuan sebagai mangsanya.
" Abah mari kita kerjakan rencana kita, " Ucap Biyung.
" Mari, Abah menunggu aba dari Biyung, " Jawab Abah.
" Abah tau wanita itu,itu salah satu mangsa kita, Abah harus siap, dia sasaran kita jangan boleh kita lengah Abah, " Ucap Biyung.
" Siap, kita ikuti dia sampai ditempat sepi dari keramaian, ketika dia meninggalkan pasar,baru Abah bertindak " Jawab Abah.
" Iya cocok, Abah pintar juga," Ucap Biyung.
" Lihat Biyung, ia segera keluar dari pasar, awasi terus Abah jangan kita lalai" Jawab Abah.
Wanita itu berjalan ditengah hutan menuju rumahnya di kampung sebelah.
" Abah ayo, Abah sihir dua orang untuk menjadi perampokan ketika itu kita masuk untuk menyelamatkannya " Ucap Biyung.
" Baik, Abah kerjakan, " Jawab Abah.
Abah mengucapkan mantra dan akhirnya jadilah perampok yang menganggu wanita itu.
" Ku carane malakala, sumedrot ono ing kene, ilang tan po kondo, teko tanpa ngomong, iki dadio marang pusno ing dene iki," Mantra Abah.
" Abah coba lihat itu muncul, ia menganggu dia, hahahaha, " Ucap Biyung.
Teriakan Wanita itu keras.
" Tolong...!!! Sambil melawan.
" Kamu siapa, mau apa kau dari ku, " Ucap Wanita itu.
" Aku akan merebut hartamu dan untuk menemani ku malam ini, " Jawab perampok.
" Aku kasih barang yang aku punya, tapi kamu pergi tinggalkan aku, " Ucap Wanita.
" Tidak aku ingin dua-duanya, hahahaha, " Jawab Perampok.
Perampok itu akhirnya memaksa Wanita itu, dan Wanita itu berteriak sekeras mungkin dan mempertahankan dirinya. akhirnya Biyung dan Abah segera keluar untuk menolongnya.
" Ayo Abah kita beraksi, " Ucap Biyung.
" Ayo Biyung, dengan suka hati, " Jawab Abah.
" Hey kamu siapa beraninya dengan wanita, " Ucap Abah.
Biyung pun membantu Wanita itu, dan membawa tempat yang aman, untuk mengamankan diri.
" Hahahaha, ada kakek tua yang menjadi pahlawan, " Jawab perampok.
Mereka berkelahi sejenak dan Abah mengucapkan mantra untuk menghilangkan perampok tersebut.
" Ku malakala, musnahlah dan hilanglah, ilang tanpa kuncat, kurumo ilang kang ambono, " Mantra Abah.
Seketika itu hilanglah perampok secara tiba-tiba, yang membuat Wanita bingung dan bertanya serta ingin pergi meninggalkannya, Abah pun menghampiri Biyung dan Wanita itu.
" Kalian berdua siapa, anehnya perampok itu menghilang, kalian bedua dukun yang jahat kan, " Ucap Wanita.
" Kenapa kau kaget hahahah, kamu akan menjadi budakku menolong untukku, " Jawab Biyung.
" Tidak mau aku menolong untuk hal yang keji yang membuat orang lain rugi dan hidupku sengsara, " Ucap Wanita.
" Hahahaha kau jangan sok suci Wanita, " Sahut Abah.
" Aku akan pergi, " Ucap Wanita.
Biyung langsung memengang tangannya, Wanita itu memaksa untuk terus melawan agar mereka melepaskannya, dengan jeritan dan kegirangan Wanita itu, Abah memukulnya dengan tangannya agar pingsan.
Druk...!!! Wanita itu terjatuh.
" Abah kau memang pintar, Abah ayo bacakan mantra untuk dia menuruti dan akan lupa hal yang tadi, " Ucap Biyung.
" Iya Biyung, kumala rinjeng, lulut kan omong ku, kongkon dilakoni, lali seng werni, eleng menawi ilang syarat patri, " Jawab Abah.
" Sudah Abah," Ucap Biyung.
" Sudah Biyung, selagi dia siuman dia akan ikuti apa yang kita inginkan," Jawab Abah.
Wanita itu bangun. Membuka matanya.
" Kamu sudah bangun Nak, " Ucap Biyung.
" Aku ada dimana, apa yang terjadi denganku, " Jawab Wanita.
" Kamu ada di hutan, tadi ada perampok yang mengganggumu, " Ucap Biyung.
" Oh iya aku sedikit teringat, siapa kamu " Jawab Wanita.
__ADS_1
" Aku Biyung Sumi dan ini Abah Warso, " Ucap Biyung.
" Siapa namamu kamu dari mana, " Sahut Abah.
" Namaku Parwati, aku dari desa sebrang di desa saworka, " Jawab Parwati.
" Iya, kamu bisa bantu Biyung dan Abah, " Ucap Biyung.
" Bantu apa, " Jawab Parwati.
" Kamu ikut Biyung dan Abah ke rumah Biyung sementara saja, Nanti ikuti apa yang Biyung katakan selanjutnya, " Ucap Biyung.
" Bagaimana dengan Biyung dan Abah dirumah, "Jawab Parwati.
" Apa Parwati pulang dulu nanti minta izin ke Biyung dan Abah Parwati, nanti kamu datang ke desa Biyung dan Abah, " Ucap Biyung.
" Iya saya pulang dulu untuk minta izin sebentar," Jawab Parwati.
" Ya sudah silakan pulang dan segera ke rumah Biyung dan Abah, " Ucap Biyung.
Parwati pun meninggalkan Biyung dan Abah, dan untuk segera datang ke rumahnya.
" Hahahaha berhasil rencana kita Abah, mungkin cara pertama ini kita berhasil untuk Wardani benci dan balas dendam dan segera memakai susuk Anoman, " Ucap Biyung.
" Iya, sudah ayo pulang, " Jawab Abah
Akhirnya Parwati sampai dirumahnya dan segera meminta izin kepada Biyung dan Abahnya.
" Biyung tadi Parwati di ganggu oleh perampok dan akhirnya Parwati di bantu oleh Biyung sumi, Apakah Parwati boleh untuk sementara tinggal bersamanya karena Biyung Sumi menyuruh saya untuk kesana dan mengizinkan Parwati untuk pulang meminta izin ke Biyung dan Abah, juga Parwati kesana untuk rasa ucapan berterima kasih telah membantu Parwati, " Ucap Parwati.
" Iya tak apa-apa Parwati, tetapi jika sudah selesai segera pulang dan jangan merepotkan orang lain, " Jawab Biyung Marti.
"Abah juga terserah kamu, ingat jangan menyusahkan siapapun dan selalu berbuat baik untuk semua orang disekitarmu, " Sahut Abah Minto.
" Iya Biyung dan Abah, terima kasih, Parwati siap dan berangkat sekarang, sekalian belum waktunya kemalaman, " Ucap Parwati.
" Iya segeralah, " Jawab Abah Minto
Parwati pun berpamitan dan segera meninggalkan desanya untuk sementara, ia meninggalkan dan menunju ke rumah Biyung Sumi, tak terasa sampailah di kediamannya.
" Permisi ini benar dengan Desa Sindang tempat tinggal Biyung Sumi dan Abah Warso, " Ucap Parwati ke warga sekitar.
" Benar, itu rumahnya, " Jawab Warga.
" Terima kasih, " Ucap Parwati.
Tak disangka Trimoko dan gerombolannya pun melihat Parwati.
" Wau...Wanita itu cantik sekali, siapa gerangan, " Ucap Sofyan.
" Bener yang kau bilang bray, sungguh cantik sekali dia, " Jawab Trimoko.
" Hahaha kamu jatuh cinta lagi ke Wanita lain, " Sahut Arya.
" Haha Jun.. Jun kau bilang gitu seperti kau gitu juga, " Jawab Trimoko.
" Hahaha kitakan sama, playboy cap desa," Sahut Sofyan.
" Udah diam kita fokus dan ikuti Wanita itu kearah mana, " Ucap Trimoko.
" Dia kearah rumah Wardani, ada apa dia kesana, " Ucap Arya.
" Siapa gerangan dia kesana, jangan-jangan dia teman Wardani atau saudaranya di desa sebrang, " Jawab Sofyan.
" Sok tau kalian, " Sahut Arjuna.
" Hust kalian bisa diam tidak, kita cari informasi dulu, kalian ini gak pintar sih," Jawab Trimoko.
" Santai bray kita kan cuma berpendapat," Sahut Arjuna.
" Sudah besok kita cari tau , kita sekarang lanjut ngumpul ditempat biasa, " Jawab Trimoko.
Parwati pun sampai di depan rumah Biyung Sumi.
" Permisi ini dengan tempat tinggalnya Biyung Sumi, saya Parwati ingin bertemu dengannya, " Ucap Parwati.
" Iya betul, Sebentar saya Panggilan Biyung, " Jawab Wardani.
" Biyung..., ada Wanita mencarimu, bernama Parwati, " Ucap Wardani.
" Iya suruh masuk dulu saja Nduk, " Jawab Biyung Sumi di dalam rumah.
" Silakan masuk tunggu di dalam, mari, " Ucap Wardani.
Parwati memasuki dan menunggu Biyung di dalam rumah.
" Tunggu ya Biyung Masih dibelakang sebentar, saya tinggal untuk selesaikan tadi, " Ucap Wardani.
" Iya, " Jawab Parwati.
Tak lama pun Biyung pun keluar menghampiri Parwati.
" Sudah datang, gimana sudah di izinkan oleh Biyung kamu dan Abah", Ucap Biyung Sumi.
" Iya Biyung boleh, Ngomong-ngomong tadi itu siapa Biyung, " Ucap Parwati.
" Itu Putri Biyung yang ketiga namanya Wardani, " Jawab Biyung Sumi.
" Iya... Biyung, Abah dimana, " Ucap Parwati.
" Masih di sawah," Jawab Biyung Sumi.
" Wardani sini Nak, " Ucap Biyung Sumi.
__ADS_1
" Bentar Biyung, sebentar lagi selesai, " Jawab Wardani.
" Iya, " Jawab Biyung Sumi.
" Parwati nanti kamu ikut Biyung dan Abah untuk melakukan rencana ini, " Ucap Biyung Sumi.
" Siap Biyung, " Jawab Parwati.
Ilmu Hitam yang berada di raga Parwati membuat Parwati lupa akan kebaikan dan lupa segala yang ia rasakan hanya semata untuk menutupi bahwa dia buka Parwati, Parwati tidak bisa melakukan apa-apa agar terbebas dari jeratan ilmu Biyung dan Abah.
" Ini Biyung minumannya, " Ucap Wardani.
" Duduk lah Nak, ini Parwati yang Biyung bantu di tengah jalan yang di ganggu oleh perampok yang ingin mencelakakan Parwati, " Jawab Biyung Sumi.
" Astaga Biyung, Alhamdulillah kamu selamat, kalau kemana harus mengajak salah satu teman atau orang yang dekat dengan kamu Parwati, " Sahut Wardani.
" Iya, saat itu Saya buru-buru di suruh oleh Biyung ku, sehingga saya lupa untuk itu, " Jawab Parwati.
" Iya sudah lupakan saja, yang penting kamu selamat dan buat pelajaran kedepan, " Ucap Wardani.
" Iya Terima kasih, " Jawab Parwati. q
" Sudah... Ayo tunjukkan kamar Parwati, " Ucap Biyung Sumi.
" Iya Biyung sampai lupa kita asyik berbincang-bincang, mari ikuti aku, " Jawab Wardani.
Mereka mengikuti Wardani untuk menuju ke kamarnya, sembari Abah pun datang dari Sawah.
" Abah sini bentar, " Ucap Biyung Sumi.
" Apa Biyung, " Jawab Abah Warso.
" Parwati sudah disini dan sudah diantar Wardani di tempat tidurnya, nanti kita harus ajak dia untuk merencanakan acara kita ini agar cepat terlaksana apa yang kita inginkan. " Ucap Biyung Sumi.
" Iya Biyung kita harus berhati -hati jangan sampai tau kalau nanti kita menuju ruang di bawa kamar kita ada sesuatu tempat yang sakral yang tidak boleh ketahuan Wardani dan adiknya, " Jawab Abah Warso.
" Iya Abah, Biyung tau itu kita harus jaga rahasia dan kita harus berhati-hati, " Ucap Biyung Sumi
" Abah sudah pulang, " Ucap Wardani.
" Barusan datang, " Sahut Abah Warso.
" Sana Abah bersih-bersih dulu, lihat badan Abah kotor, " Jawab Biyung Sumi.
" Wardani kamu siapakan makan malam buat nanti malamnya, masak yang enak dan banyak buat Parwati dan adikmu untuk bersama nanti, " Ucap Biyung Sumi.
" Iya Biyung, " Jawab Wardani.
" Oh jangan lupa buatkan jenang yang biasa Biyung suruh, " Ucap Biyung Sumi.
" Iya Biyung, " Jawab Wardani.
Wardani bergegas untuk menuju ke dapur untuk memasak makan yang dihidangkan makan malam nanti, ia memasak beraneka macam makanan, sehingga Parwati pun menghampiri untuk membantunya.
" Wardani, lagi apa kamu, boleh aku ikut memasak dan membantumu, " Ucap Parwati.
" Boleh sini Parwati, sungguh senang aku di bantu, juga kayaknya pintar memasak, " Jawab Wardani.
" Iya saya sering memasak dengan Biyungku, jadinya aku suka memasak, " Ucap Parwati.
" saya suka kepada orang yang pintar memasak, jadi dia bisa bantu orangtua juga sudah cocok untuk jadi calon istri orang, " Jawab Wardani.
" Wardani bisa saja kau bilang, sudah ayo lanjutkan memasaknya, " Ucap Parwati.
Mereka dengan ramahnya saling membantu sama lainnya hingga hidangan sesaji di ruang tamu diatas meja makan dengan sajian yang enak. Sambil menunggu waktu malam mereka bersih diri dan aktifitas seperti biasa dari mulai bersih diri, sholat di mushola dan serba aktifitas setiap harinya. Waktu makan malam pun tiba. Semua pun siap untuk menikmati makan di ruang makan.
" Oh iya mana kakakmu, " Ucap Abah Warso.
" Masih di kamar Abah, " Jawab Rahma.
" Sana Panggil kakakmu, suruh segera kesini makan malam bersama, " Sahut Biyung Sumi.
" Iya Biyung, Rahma ke kamar Kak dulu," Jawab Rahma.
" Kak... Disuruh makan malam bersama ditunggu tu sama Biyung dan Abah, " Ucap Rahma.
" Iya ini sudah mau kesana, Untuk Kak Parwati apa sudah kesana, " Jawab Wardani.
" Saat saya ke sini. Kak Parwati baru keluar sudah di ruang makan, ayo kak saya tunggu ya" Ucap Rahma.
Tak lama itu Wardani pun keluar. Dan berbarengan bersama Rahma menuju ke ruang makan.
" Ayo segara kesana sudah ditunggu, " Ucap Wardani.
" Ayo kak, Rahma tak sabar, perut Rahma udah keroncongan, " Jawab Rahma.
" masalah makan kamu nomer satu, " Ucap Wardani.
" iya lah, Rahma, " Jawab Rahma.
Mereka pun menyantap makan malam dengan lahap dan penuh dengan keharmonisan, yang mengambarkan keberasaman keluarga yang ayem tentrem dan sejahtera. Makan malam selesai Rahma dan Wardani pun meninggalkan ruang makan. Tinggal Abah, Biyung dan Parwati yang akan melakukan rencananya.Rencana apa yang akan diberikan ke Parwati oleh Biyung dan Abah.
###
Assalamu'alaikum minta dukungan author dalam berkarya ya, vote, like, serta share karya author ke teman kalian ya.
Karena vote, like dan share adalah penting untuk saya.
Ojo lali lho yo komentar, kritik dan saran untuk perbaikan.
Ayo tungguin kelanjutan ceritanya seru banget....
Matur suwun salam oc ( ochim chim).
__ADS_1