SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 66 KAMAR RAHASIA


__ADS_3

Setiap jumat Lurah selalu memasuki kamar rahasia itu, dan membawakan sesaji serta persembahan untuknya.


Ruang yang tidak boleh di jamak oleh setiap orang kecuali atas perintah dan seorang yang setia dan dipilih oleh Lurah untuk memasuki Ruang rahasia itu.


Hanya di bersihkan yang berada di depan pintu dan di sekitarnya, didalam hanyalah Lurah seorang pun.


Setiap jumat pasti suara aneh dan suara Lurah yang memanjatkan serta tidak akan lupa semua janjinya.


" Benar sekali tenyata Biyung Sumi tega membohongi ku, dan aku sudah tau semuanya, aku harus berhati-hati, serta aku harus mencari tau mengapa Biyung tega melakukan ini semua kepadaku, " Ucap Wardani


" Kalau begitu aku harus sudah sampai du rumah Lurah, aku akan sejenak mencari penafsiran tentang ini, " Ucap Wardani


Wardani yang seketika itu mengetahui segala kebohongan sang Biyungnya membuat Wardani berpikir dua kali untuk mencari bukti.


Dengan kesadaran serta kejeliannya Wardani pun ia menemukan bukti yang ada di kamar bawah Biyung berubah sebuah perlengkapan untuk menerornya.


" Wardani kau ada waktu tidak, " Ucap Renaldi


" Oh Ada apa ya Mas, karena Wardani baru saja pulang dari rumah saudara Wardani Biyung Sumi, " Jawab Wardani


" Kalau begitu ya, ya sudah istirahatlah saja, " Ucap Renaldi


" Ya sudah lah kasihan Wardani pasti capek aku tunda lagu sajalah, " Batin Renaldi


" Ya sudah Wardani masuk dulu ya Mas, " Jawab Wardani


" Iya, " Ucap Renaldi


" Aku selalu ingat akan janji-janji ku padamu, aku akan setia, terima kasih atas semuanya, " Ucap Lurah sambil memberikan Dupa


Lurah membacakan mantra untuk memberikan doa, serta membersihkan disekitar yang kotor. Setelah itu Lurah keluar dari Kamar Rahasia dengan memindik-mindik.


" Hey Wardani kau dari rumah Biyung kamu ya," Ucap Arya


" Iya kamu kok tau, " Jawab Wardani


" Apa aku harus ceritakan ini kepada Arya, atau tidak ya, aku rasa ini biar aku saja yang tau," Batin Wardani


" Iyalah jika kau tidak ada dan tidak penting pasti pergi ke rumah Biyung, " Ucap Arya


" Ya sudah aku masuk kamar dulu, capek perjalanan dari rumah Biyung, " Jawab Wardani


" Silahkan, " Ucap AryaArya


" Raharja kau ikut aku untuk mencari persembahan di hari Jum'at, kau tidak lupakan semua itu, carikan yang terbaik untuk malam ini, " Ucap Lurah


" Sembah saya Abah, Saya permisi mau


mencarinya, " Jawab Raharja

__ADS_1


" Kenapa Lurah bilang seperti itu ya, seperti ada sesuatu yang Lurah sembunyikan dari aku, " Batin Wardani dari kejauhan


" Iya cari secepatnya, jika sudah siapkan seperti biasa aku dan kau saja yang kesana, " Ucap Lurah


" Siap, " Jawab Raharja


Raharja berangkat untuk memenuhi tugas yang diperintahkan oleh Lurah, dan Wardani tak sengaja mendengarkan pembicaraan yang Mereka bicara yang membuat penasaran Wardani.


Wardani memeluknya dari belakang.


" Eh sayang, kenapa kau kangen ya, tau saja kalau mas kangen, " Ucap Lurah


" Iya lah aku kangen, mas lama gak ngajak aku ketemuan, " Jawab Wardani


" Apa aku harus katakan, tadi ya kepada Lurah, aku tanyakan sajalah, biar tidak penasaran, " Batin Wardani


" Sayang tadi kau bersama dia bicara tentang apa kok Serius sekali, " Ucap Wardani


" Jangan-jangan Wardani mendengarkan apa yang aku katakan dengannya, semoga saja tidak, " Batin Lurah


" Oh tadi Raharja, antek setiaku tidak ada yang dikatakan seserius itu, hanya membicarakan tentang warga disini, karena ayaa sebagai lurah harus menyanyakkan sesuatu begitu, kenapa sayang, " Jawab Lurah


" Oh begitu ya, tak apa hanya bertanya saja, " Ucap Wardani


" Aku tidak yakin, pasti ada yang di sembunyikan dirinya, aku harus mencari tau sendiri, " Batin Wardani


" Aku punya sesuatu buat kamu, " Ucap Wardani


" Cintaku, " Ucap Wardani sambil berlari


" Kamu ini main -main bersamaku, " Jawab Lurah sambil mengejarnya


Raharja berusaha mencari apa yang dibutuhkan. Kesana-kemari untuk mencarinya dan akhirnya ia mendapat dengan baik.


" Aku sudah mendapatkan segala yang diperintahkan Lurah, aku harus segera membawa ke rumah dan menyiapkannya, " Ucap Raharja


" Bagaimana dengan Raharja apakah dia sudah mendapatkan semua untuk ritual nanti, " Ucap Lurah panik di kamar pribadinya


Tak lama kemudian Raharja datang menemui sang Lurah di ruang pribadinya, Wardani yang melihat sekilas Raharja ke ruang Lurah, Wardani mengikuti ingin mengetahui apa yang di rencana sangat Lurah.


" Permisi, boleh saya masuk Abah, " Ucap Raharja


" Silahkan masuk, " Jawab Lurah


" Abah semua sudah dapat, dan sudah aku siapkan di tempat biasa, " Ucap Raharja


" Bagus, bagus nanti malam kau jangan lupa seperti setiap hati Jum'at, " Jawab Lurah


" Mereka seperti mau mengadakan ritual, aku harus mengikutinya, aku tidak boleh ketinggalan, " Batin Wardani di balik pintu

__ADS_1


" Siap Abah ya sudah saya permisi dulu, " Ucap Raharja


" Iya silahkan, " Jawab Lurah


" Aku harus cepat pergi, sebelum dia tahu, syukurlah aku sudah pergi dari situ, " Ucap Wardani


" Nanti malam aku tidak boleh lengah, aku harus mengetahui apa yang di lakukan Lurah di hari ini, " Ucap Wardani


" Ritual apa yang di lakukan Lurah di setiap Jum'at, aku jadi penasaran, " Ucap Wardani


Wardani mempunyai niat untuk Mengetahui apa yang dilakukan oleh Lurah.


Malam tiba, suasana sepi di rumah hari Jum'at, Lurah yang menuju ke kamar rahasia yang berada di belakang rumah yang terpencil secara bersembunyi.


Menjadi adat di keluarga Lurah di Hari Jum'at untuk segera tidur setelah makan malam jika melanggar dia akan mendapatkan hukuman yang pedih.


" Setiap Jum'at keluarga Lurah sudah sepi sekali, ini ada apa tetapi aku penasaran aku harus mengikutinya, " Ucap Wardani


Wardani bersiap diri mengikutinya, agar tidak kelihatan oleh Lurah dan Raharja, Lurah dan Raharja berpakaian hitam.


" Ayo kita masuk, ritual akan segera di laksanakan, " Ucap Lurah


" Baik Abah, " Jawab Raharja


Wardani semakin mendekat dan mendengarkan apa yang dilakukan mereka berdua. Tak disangka Wardani menemukan sebuah lubang kecil yang bisa melihat kedalam, ternyata Lurah dan Raharja melakukan ritual, penyembelihan ayam katek berbulu walik, mantra, bunga serta Pemandian tombak emas.


" Tapi kenapa Lurah melakukan ritual ini, aku akan masuk kedalam suatu saat aku akan mencari tau tentang ritual ini, yang penting aku sudah tau tempatnya, " Batin Wardani


Ketika Wardani bergerak tak tau kakinya menginjak sesuatu yang mengakibatkan suara yang membuat Raharja melihat keluar.


" Aduh, bagaimana ini, aku harus sembunyi dimana, di semak itu, " Batin Wardani


" Siapa keluarlah, " Ucap Raharja


Dan kebetulan lewat lah dua kucing yang berada di kejadian yang menginjak barang yang diinjak Wardani.


" Syukurlah aku selamat, " Batin Wardani


Raharja mamasuki kamar Rahasia itu.


" Siapa, " Ucap Lurah


" Ternyata Dua ekor kucing yang lagi lewat menginjak sesuatu Abah, " Jawab Raharja


" Ya sudah mari kita lanjutkan, " Ucap Lurah


" Aku harus pergi dari sini dan aku harus segera tidur sebelum ada yang mengecek di rumah ini, " Ucap Wardani


Wardani meninggalkan dengan hati-hati dan bergegas untuk menuju kamarnya, dan ketika Wardani mau membaringkan tubuh Pengchek mulai melihat ke dalam.

__ADS_1


" Syukur aku sudah berbaring jika belum aku perabe, " Ucap Wardani


Akhirnya Wardani makin penasaran dengan ritual yang dilakukan di hari jum'at dan tempat yang sangat rahasia.


__ADS_2