
Mbok yang kaget yang terjadi terhadap Ibu Narni, yang terjatuh terbentur lantai yang sangat keras sekali.
Wardani merasa bahagia bahkan masih was-was jika Ibu Narni siuman dia akan menceritakan semuanya kepada Lurah yang akan menghancurkan rencananya.
" Mbok bagaimana ini, " Ucap Wardani
" Mbok juga tidak tau Den Ayu, " Jawab Mbok
Tak disangka Paimin dan Paijo pun telah mendengar suara tolong -tolong menuju ke arah mereka.
" Kamu dengar suara meminta tolong dari arah dari kamar pasung Den Rindu, " Ucap Paimin
" Iya aku mendengarnya, ayo segera kesana, " Jawab Paijo
" Ada apa ini, " Ucap Paimin
" Syukur alhamdulillah kalian kesini, bantu aku dan Den Ayu Wardani untuk bawa Ibu Narni ke kamarnya," Ucap Mbok
" Pa yang terjadi, " Ucap Paijo
" Sudah nanti saya aku ceritakan ayo bawa Ibu ke kamar dulu, " Jawab Mbok
" Sudah ayo bawa Ibu ke kamar dulu, " Sahut Wardani
" Baik Den Ayu, " Sahut mereka berdua
Mereka mengangkat Ibu Narni kedalam kamarnya.
" Sudah turunkan, Mbok siapkan minuman buat Ibu, dan Paimin serta Paijo ke pusat pembantu desa untuk memangil mantri untuk periksa Ibu Narni sekarang, Aku takut apa yang terjadi kepada Ibu," Ucap Wardani
" Baik Den Ayu, " Sahut bertiga dan mengerjakan apa yang di suruhnya
" Kalian buru-buru mau kemana, " Ucap Biyung Maryam
" Tuan, kita mau ke pusat pembantu untuk menjemput Mantri, " Jawab berdua
" Siapa yang sakit, " Sahut Biyung Zubaidah
" Ibu Narni tadi jatuh Tuan, " Ucap Paijo
" Apa Ibu Jatuh, sekarang dimana Ibu, " Jawab Biyung Maryam
" Di kamarnya, " Ucap Paijo
" Ya sudah kalian buruan ke sana temui mantri untuk segera ke sini, " Jawab Biyung Maryam
" Baik Tuan, pareng, " Ucap berdua
Mereka berdua berangkat untuk menjemput Mantri untuk melihat kondisi Ibu.
" Yunda ayo kita lihat kondisi Ibu, " Ucap Biyung Maryam
" Mari Dinda, " Jawab Biyung Zubaidah
" Min kasihan tadi Ibu jatuh ke lantai, aku aja tidak tau bagaimana kejadiannya, yang penting kita segera bertemu Mantri dan bawa dia untuk Ibu, nanti di tunggu Den Ayu, " Ucap Paijo
" Sudah nanti kita cerita lagi, buruan biar kita cepat sampai di puskesmas untuk bertemu dengan Mantri, " Jawab Paimin
__ADS_1
" Wardani, " Ucap Biyung Maryam
" Biyung, Wardani menghampiri sambil bersedih, " Ucap Wardani
" Apa yang terjadi terhadap Ibu, " Ucap Biyung Maryam
" Wardani juga tidak tau bagaimana bisa terjadi, Wardani datang menolongnya Biyung sudah terjatuh," Jawab Wardani
" Permisi Tuan, " Ucap Mbok Sambil membawa apa yang di minta Wardani
" Masuk Mbok, " Sahut Biyung Zubaidah
" Apa yang terjadi kepada Ibu Mbok, " Sahut Biyung Zubaidah
" Tadi Mbok melihat Ibu berlari dan selendang Ibu mengenai kaki Ibu dan Ibu terjatuh, Simbol juga tidak tau kenapa Ibu berlari tidak ada yang mengejarnya, Simbol berteriak minta tolong Datang Den Ayu serta di susul Paimin dan Paijo, begitu Tuan," Jawab Mbok
" Ya sudah Mbok, Terima kasih atas informasinya, " Biyung Maryam
" Sama-sama, Tuan, " Jawab Mbok
Paimin dan Paijo sampai dan mengajar Mantri untuk mendatangi rumah Lurah, mereka berjalan kaki untuk ke rumah lurah karena disaat itu kendaran Mantri telah bermasalah. Sampailah Mantri di rumah Lurah dan langsung ke kamar Ibu.
" Min, mana Mantri nya, " Ucap Mbok
" Apa sih Mbok, " Jawab Paimin
" Ini Mbok, " Sahut Paijo
" Enggeh Mantri, segera ke rumah Ibu, mari saya antar, " Ucap Mbok
Bertiga mengantar Mantri ke dalam kamar Ibu.
" Permisi Tuan, Mantri sudah datang, " Ucap Mbok
" Iya Mbok, mari Tolong Periksa Keadaan Ibu saya Mantri," Ucap Biyung Maryam
" Saya periksa dulu ya, " Jawab Mantri
" Aduh bagaiman ini, kayaknya Ibu mulai siuman, " Batin Wardani
Mata Ibu mulai membuka, Pertanda Ibu Narni siuman.
" Alhamdulillah, Ibu sudah membuka matanya, semoga baik-baik saja dengan Ibu, " Ucap Biyung Maryam
" Semoga, " Jawab Mantri
" Ibu Siuman bagaimana ini, aku kan hancur jika Ibu berbicara kepada Lurah, aku harus tenang, " Batin Wardani
Ibu Narni tidak bisa berbicara dan gerak, Ibu Narni hanya marah dengan menggerakkan kepalanya dan menangis.
" Mantri apa yang terjadi terhadap Ibu, Ibu tidak bisa berbicara dan bergerak, " Ucap Biyung Maryam
" Dari pemeriksaan tadi setelah Ibu Narni bangun, Ibu mengalami gangguan pada sarafnya diakibatkan benturan keras dari kepalanya yang membuat saraf mati dan akhirnya Ibu Narni susah untuk berbicara dan bergerak, Ibu Narni lumpuh, " Jawab Mantri
" Ibu, kasihan apa yang terjadi kepadamu, semoga cepat sembuh, " Ucap Wardani sambil memeluknya, Ibu Narni berdiam diri hanya menangis dan menggeleng-gelengkan kepala terasa mau jauh dari Wardani
" Pergi kau Wardani jahat, penghancur keluarga ku, jangan dekati aku, pergi, " Batin Ibu Narni
__ADS_1
" Syukurlah ternyata kau tidak bisa melakukan apa-apa kau hanya sebatas Mayat hidup, ha....., sungguh keberuntungan ku, " Batin Wardani
" Apa, apakah bisa sembuh, " Sahut Biyung Zubaidah
" Jika perawatan dan sering terapi pasti sembuh, kalau begitu saya tinggal, " Jawab Mantri
" Baik Mantri, " Ucap Biyung Maryam
" Ibu Narni segera membaik ya, saya pamit dulu, " Ucap Mantri
" Mari Simbol antar, " Ucap Mbok
" Mari, " Jawab Mantri
" Terima kasih sudah datang dan memeriksa Ibu, " Ucap Mbok
" Sama-sama Mbok, saya pamit dulu, " Jawab Mantri
" Iya hati-hati di jalan, Min dan Jon ayo antar Mantri pulang, " Ucap Mbok dengan lucunya
Maaf mari Mantri, " Jawab Paimin
" Baguslah aku aman dari Semua rahasiaku, " Batin Wardani
" Ibu cepat sembuh ya, kami disini selalu menjaga mu dan akan tetap merawat Ibu sampai sembuh, " Ucap Biyung Maryam
" Ibu yang sabar ya pasti Ibu akan sembuh, agar kita bisa bersama lagi, " Sahut Biyung Zubaidah
" Wardani juga ya Ibu, Wardani akan merawat dan akan melakukan yang terbaik untuk Ibu, " Ucap Wardani
" Terima kasih ya Wardani kau sangat sayang kepada Ibu, " Ucap Biyung Maryam
" Kalau begitu Wardani biar yang merawat Ibu bagaimana Dinda, " Sahut Biyung Zubaidah
" Iya itu rencana bagus,mau kah kau merawat Ibu disaat kita sibuk, " Ucap Biyung Maryam
" Dengan senang hati Biyung, Wardani mau, " Jawab Wardani
" Jangan kau serahkan aku, aku tidak mau di rawat oleh Wanita jahat ini, tolong aku, " Batin Ibu Narni
" Ibu tidak keberatan kan jika Wardani yang merawat Ibu, " Ucap Wardani dengan sinis ke Ibu Narni
" Ya sudah Wardani mulai merawat Ibu, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, " Jawab Wardani
" Ya sudah aku mau keluar dulu, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, Wardani disini dulu mau bersihkan apa yang tadi di pakai oleh Mantri, " Jawab Wardani
Biyung Maryam dan Biyung Zubaidah meninggalkan kamar Ibu Narni.
" Ibu ku sayang terima kasih ya kau telah menutup rahasia Aku, Wardani bahagia banget mendengar ini, aku tinggal dulu ya nanti aku akan rawat Ibu, " Ucap Wardani
" Tidak sudi aku kamu rapat, mending aku mati sekalian daripada kau rawat dengan tangan kotor mu, " Batin Ibu Narni
Biyung mempercayakan kepada Wardani, Wardani menerima dengan senang hati, karena tujuan Wardani akan telah tercapai, apakah yang akan terjadi terhadap Ibu Narni dan keluarganya setelah semua rahasia tertutup oleh Keadaan Ibu yang sedang mayat hidup.
__ADS_1