SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 116 BOYONG


__ADS_3

Setelah selesai ijab Qobul itu mereka berdua say menjadi suami istri, Trimoko yang lancar mengucapakan lafad ijab Qobul itu, Rani yang merasa degdegan di kamarnya menunggu ijab Qobul selesai. Akhirnya ijab qobul telah selesai di lakukan. Resepsi pengantin di laksanakan setelah acara itu, adat jawa yang masih kental menjadi adat mereka pertemuan seorang ratu dan raja.hingga ritual penyatuan adat jawa. Yang membasu kaki seorang suami, melemparkan sesuatu yang saling berlawanan, menyapu kaki suami, menginjak telur sampai pecah, dan saling memberi hormat, salaman, dan berputar menuju dekatnya.


Penampilan penari gambyong yang masih menghibur para tamu bahkan ada yang ikut menari di acara itu, alunan musik yang traditional yang membuat nyaman tentram yang mendengarkan.


" Mas bagaimana perasaanmu sekarang, " Ucap Rani


" Biasa saja, kenapa kau bertanya itu kepadaku," Jawab Trimoko


" Mengapa mas Trimoko bersikap seperti itu, pasti dia lagi dia lagi capek jadi balasnya agar sinis, " Batin Rani


Para undangan saling mengambil foto dengan para tamu dan saudara. Makanan dan minuman yang sudah tersedia dimana tinggal apa yang mau ia ambil lengakaplah sudah.


Dan tak disangka Adik Rani telah menaruh hati pada Wardani yang begitu anggun dan cantik.


" Sungguh sempurna wanita itu, aku ingin menuju kesana, " Ucap Laksono


" Hay sendiri saja, lagi menikmati makan ya, " Ucap Laksono


" Iya mas, tapi tadi kesini sama keluarga juga, " Jawab Wardani


" Pasti dia jatuh hati padaku, bagus ayo cintai aku,kau adik Rani aku harus mendapatkan hatinya," Batin Wardani


" Oh iya perkenalkan aku Laksono Tedjo adik dari Rani Tedjo, " Ucap Laksono


" Iya Mas aku Wardani Darso, " Jawab Wardani


Lurah Darso menghampiri Wardani sambil mesra menciumnya dan izin untuk menemui teman-temannya untuk di tinggal sebentar.


" Sayang, kau disini, hay Laksono, sayang Aku Mau kesana mau berkumpul dengan teman-temanku dulu ya, kamu disini sama Laksono adik dari Rani, " Ucap Lurah Darso


" Iya , " Sahut Laksono


" Iya sayang aku akan menunggu disini," Jawab Wardani


" Mereka sangat mesra apa hubungan diantara mereka berdua," Batin Laksono


Laksono memberanikan diri untuk bertanya kepada Wardani.


" Sebelumnya aku boleh bertanya kepadamu," Ucap Laksono


" Iya boleh mas silahkan," Jawab Wardani


" Lurah Darso dan kamu itu apa ya hubunganya kau begitu mesra dengannya," Ucap Laksono


" Oh mas, hahaha, kenapa emang, iya aku sama Lurah itu suami istri, aku menjadi istri ke 5 Lurah Darso, " Jawab Wardani


" Ha... Istri kelimanya, wanita secantik kamu menikah dengan Lurah Darso, " Ucap Laksono


" Iya mas memang kenapa, kau sangat kaget mendengar pernyataan dariku," Jawab Wardani


" Tidak apa-apa, hanya ingin bertanya, " Ucap Laksono


" Mas tak usah berbohong dan menutupi diri, bahwa mas menyukaikukan, " Jawab Wardani sambil sambil memandangnya


" Kenapa dia tau tentang perasaanku kepada dirinya, Aku tidak bisa berbohong memang aku jatuh hati padanya, tapi harus bagaimana ini, " Batin Laksono


" Tidak... Apa yang kau katakan itu sedikit Ada benarnya, karena kau begitu sempurna, cantik pasti semua lelaki suka kepadamu, " Ucap Laksono


" Tau lah aku lihat dari sorot matamu itu yang nampaknya aura cinta, " Jawab Wardani


" Tapi aku tidak akan marah jika mas suka kepadaku, jika mas bisa kita lebih dekat lagi, untuk masalah Lurah serahkan kepadaku, pasti kau akan menemui ku lagi, " Ucap Wardani


sambil mendekat mengelus dadanya


" Kenapa tubuh ini merasa gemetar ketika kau berada di dekatku, sungguh membuatku tergoda, dan bergairah sekali, " Batin Laksono

__ADS_1


" Sayang Ayo kita ke sana mengucapakan ke Trimoko dan Rani, " Ucap Lurah Darso


" Iya sayang, ya sudah aku kesana dulu ya, " Jawab Wardani sambil mengedipkan mata ke arah Laksono


" Sayang Biyung Maryam mengucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga kalian berdua bisa menjadi pasangan yang bahagia," Ucap Biyung Maryam


" Biyung juga mengucapakan semoga kalian tetap langgeng dan segera di berikan buat hati, " Sahut Biyung Zubaidah


" Selamat semoga kau semakin dewasa dan bisa mencintai istrimu dengan baik, " Ucap Lurah Darso


" Sayang, semoga kau tetap sayang kepada istrimu yang cantik, terus kau jangan pernah sakit dirinya, lakukan istrimu selayaknya seorang istri, " Ucap Wardani sambil mengelus telapak tangannya


" Terima kasih semua ucapannya, " Jawab Trimoko


" Tentu sayang akan mencintaimu selalu, hanya kamu Wardani cintaku," Batin Trimoko


Hari semakin sore, semua para undangan siap untuk meninggalkan acara resepsi tersebut, keluarga Lurah Darso segera berpamit untuk pulang ke rumah.


" Kalau begitu terima kasih banyak atas semuanya, kalian pamit, " Ucap Lurah Darso


" Sama-sama, jangan sungkan datang main dan jaga per saudaraan, " Jawab Lurah Tedjo


" Iya Mari sampai jumpa lagi, " Ucap Lurah Darso


Malam hari pun tiba, Trimoko yang setelah bergani ia langsung untuk beristrilahat.


" Mas sudah capek ya, " Ucap Rani


" Iya Aku capek sekali, aku mau tidur, " Jawab Trimoko


" Iya mas silahkan, tidur yang nyenyak, " Ucap Rani


" Mungkin mas Trimoko sedang capek, tapi tak tadi acara banyak orang jadi wajar mas Trimoko berperilaku seperti itu, ya sudah aku mau istirahat juga, tubuhku teras capek sekali," Batin Rani


Tak lama itu pagi telah menghampiri, suara kicauan burung, dan suara ayam yang saling bersahutan bercukuruyuk, pertanda pagi telah tiba dan memulai aktifitas paginya dengan semestinya.


" Mbok Rani bersama Trimoko belum keluar ya, " Ucap Lurah Tedjo


" Seperti belum Tuan, " Jawab Simbok Suti


" Aduh Abah ini tidak pernah merasakan pengantin baru, ya wajarlah, " Sahut Biyung Darni


Simbok yang menyiapkan makanan dan minuman.


" Abah ini kayak apa saja, Mbayu Rani sekarang udah ber suami masih di cariin seperti anak kecil saja, " Ucap Laksono


Tak lama mereka keluar menuju ke ruang makan.


" Itu dua baru keluar," Ucap Laksono


" Maaf Abah tadi masih bersih-bersih diri, " Ucap Rani


" Tidak apa-apa, " Jawab Lurah Tedjo


" Mas Mau makan apa, " Tanya Rani kepada Trimoko


" Terserah kamu mau ambilin apa, aku suka semua, " Jawab Trimoko


Mereka menikmati sarapan pagi bersama keluarga barunya.Trimoko teringat dengan Wardani dan mengurangi nafsu makanya sehingga Trimoko menyudai makannya dan menuju ke ruang depan.


" Aku sudah kenyanga, Aku permisi dulu ya mau cari udara segar di depan, " Ucap Trimoko


" Apa yang terjadi kepada mas Trimoko," Batin Rani


" Apakah kalian berantem," Sahut Biyung Darni

__ADS_1


" Tidak sama sekali Biyung, memang Mas Trimoko tadi malam lagi tidak enak badan jadi agak kurang nafsu Biyung," Jawab Rani


" Aku kita kalian berantem, masak baru nikah berantem, " Ucap Biyung Darni


" Tidak Biyung, " Ucap Rani


" Mengapa aku selalu teringat dengan Wardani, hati ini kangen sekali, serasa tidak bertemu sehari terasa mati, aku harus segera boyong untuk tinggal di rumah Abah Darso, " Ucap Trimoko


" Ya sudah Rani ingin menyusul Mas Trimoko dulu ya, " Ucap Rani


" Iya sana, temani dan ajak jalan-jalan, " Sahut Biyung Darni


" Iya Biyung, permisi, " Ucap Rani


" Mas Trimoko maaf Rani lancang mengikutimu, kenapa apa ada sesuatu bisa cerita kepada Rani, " Tanya Rani


" Kenapa kau kesini aku mau sendiri, " Jawab Trimoko


" Ya sudah kalau begitu, Rani permisi ke kamar dulu, " Ucap Rani


Rani meninggalkan Trimoko agar Trimoko bisa menikmati sendiri untuk bersendiri, Rani memaklumi apa permintan yang di minta oleh Trimoko. Trimoko berfikir dengan serius untuk tinggal di rumah Lurah Darso. Setelah memutuskan rencananya ia berani untuk mengatakan kepada Rani tentang keinganan boyongnya.


" Aku mau menyampaikan kepada tentang sesuatu, " Ucap Trimoko


" Apa itu mas sampaikan saja, " Jawab Rani


" Bahwa aku ingin boyong tinggal di rumah Lurah Darso karena aku kerja di sana dari pada aku jauh kesana kemari aku putuskan untuk


pindah kesana, apakah kau ikut atau bagaimana, " Ucap Trimoko


" Kalau aku ikut saja apa yang mas inginkan,nanti aku akan bicara dengan Abah dan Biyung," Jawab Rani


" Ya sudah kau putuskan sendiri dan kau bisa kasih tau kepada Abah dan Biyung, soal ini, " Ucap Trimoko


" Iya mas nanti aku sampaikan kepada Abah dan Biyung, " Jawab Rani


Saat itu juga Trimoko mulai lega bahwa dirinya segera pulang dan tinggal di rumahnya sendiri agar bisa bertemu kekasih hatinya. Dan ketika itu juga Rani segera menemui Biyung Darni untuk memberitahukan tentang itu.


" Biyung ada yang Rani katakan kepada Biyung, ini soal bahwa mas Trimoko mau pindah Dan memboyong Rani ke rumahnya, " Ucap Rani


" Apa kamu mau pindah, Biyung tidak setuju kamu itu anak Biyung harusnya kau disini bersama Biyung, " Jawab Biyung Darni


" Tapi gimana lagi Rani sudah bersuami dan aku harus nurut apa yang di mintanya, mas Trimoko pindah kesana juga kerjaan disana disana lebih dekat tanpa kesana kesini," Ucap Rani


" Kan Trimoko bisa cari kerjaan disini, apa susahnya, " Jawab Biyung Darni


" Tidak semudah itu keluar dari kerjaan dan mencari perkerjaan Biyung, " Ucap Rani


" Terserah kamu, Biyung tidak setuju, " Jawab Biyung Darni


Lurah Tedjo mendengar keributan disana, tiba menghampirinya, Lurah Tedjo hanya memberikan jalan tengah untuk menyelesaikan peributan ini.


" Ini Ada apa, sudah ribut kalau ada apa-apa itu di selesaikan buka malah ribut, " Ucap Lurah Tedjo


" Ini Rani mau boyong ke rumah Trimoko, Biyung tidak mau, " Ucap Biyung Darni


" Kenapa harus begitu Biyung tidak boleh egois, apa yang di ambil Trimoko itu ada alasannya, kita harus menghormati, toh Rani juga sudah menjadi istrinya jika ia mau kemana ya terserah karena ia sudah berrumah tangga, Rani hanya tinggal di desa sebrang jika kangen tinggal datang, kayak Rani pindah ke kota, Rani bisa kesini setiap minggu biar bisa nemenin Biyung, " Ucap Lurah Tedjo


" Tolong Biyung Rani harus ikut apa yang menjadi kewajiban Rani sebagai seorang istri, " Ucap Rani


" Kalau begitu ya sudah Biyung beri izin tapi kamu harus kesini setiap minggu untuk menjenguk Biyung serta menemani Biyung, " Jawab Biyung Darni


" Benaran Biyung pasti Rani akan selalu sering menjenguk serta menemani Biyung, terima kasih, " Ucap Rani


Akhirnya Rani diberikan izin untuk boyong bersama Trimoko tinggal di rumahnya, apa yang terjadi kepada kehidupan barunya.

__ADS_1


__ADS_2