
Setelah Trimoko mendengar semua perkataan dari Biyung Maryam, Trimoko berfikir mencara untuk memberikan keputusan karena waktu Trimoko untuk memberikan keputusan hanya sedikit. Trimoko yang bingung untuk menentukan pilihan tersebut.
" Aku binggung, apa yang harus aku lakukan, Aku sudah mencintai Wardani, sekarang aku dijodohkan oleh Abah dan Biyungku," Ucap Trimoko
" Aku harus segera menemukan jawaban, jika Aku menolak Mana keluarga Abah akan jelek, dan Aku akan diusir dari rumah sini, serta di hukum, jika aku mempertahankan hubungan dengan Wardani aku menjadi seorang jaka tua, banyak yang menghinaku, bahkan aku mampu mempertahankan cintaku, tetapi Aku harus memilih ini, toh kita bisa ber hubungan gelap," Ucap Trimoko
Tiba-tiba Wardani datang.
" Kau Mau menikah, Aku sudah mendengarnya sendiri sebelum Lurah memberitahukan kepadaku, Aku tau kau binggung harus pilih yang mana,dilain hati kau sangat mencintaiku, Aku tidak apa jika kau harus menikah," Ucap Wardani
" Maafkan dirimu yang bisa membuatmu sakit hati jika aku memilih perjodohan ini, " Jawab Trimoko
" Tak masalah, kau berhak memilih," Ucap Wardani
" Aku tidak akan pernah sakit hati lagi, malah aku suka dengan cara ini hidupmu akan selalu terbayang-bayang kesalahan," Batin Wardani
" Tapi yakin cinta dan kasihku hanyalah untukmu seorang sayang," Ucap Trimoko
" Aku percaya kau sekarang mencintaiku, tapi sekarang hatiku sudah milik orang lain, semua ini aku lakukan hanya ingin membuatmu hancur," Batin Wardani
" Terima kasih kau sudah memberikan pengetian kepadaku, kau kekasihku yang sangat baik, " Ucap Trimoko
" Sama-sama Mas, kalau begitu aku ke kamar dulu," Ucap Wardani
" Iya hati-hati," Jawab Trimoko
Trimoko mulai mendapatkan sebuah petunjuk atas perjodohan itu, Trimoko bersiap menentukan keputusan dan menyampaikan kepada Biyung Maryam. Lurah Darso mengatakan kepada Wardani.
" Sayang sebentar lagi Trimoko akan menikah, dia sudah di jodohkan dengan puteri sahabatku dahulu," Ucap Lurah Darso
" Baguslah kalau begitu, biar Trimoko segera mempunyai keluarga sendiri, juga Trimoko sudah waktunya untuk mencari pendamping hidupnya, " Jawab Wardani
" Tapi apakah dia mau dengan perjodohan ini, tadi saja Biyung Maryam baru saja memberitahukan kepadanya, semoga dia mau menerima perjodohan ini, " Ucap Lurah Darso
" Tenanglah pasti dirinya akan menerima apa yang sudah menjadi keputusanmu sayang," Jawab Wardani
" Iya sayang, kalau menurutmu bagaimana," Ucap Lurah Darso
" Ya menurutmu jika Trimoko belum memberikan keputusannya karna dia harus memilih serta memutuskan apa yang Trimoko pilih, Trimoko berhak untuk memilih Jalan hidupnya, tetapi Aku yakin dia akan mengikuti apa yang kau inginkan, " Jawab Wardani
" Semoga setelah ini Aku mendengarkan kabar yang baik, " Ucap Lurah Darso
" Iya sayang," Jawab Wardani
Trimoko menimbang semua fikirannya untuk segera memutuskan keputusan.
" Aku harus segera mengambil keputusan sebelum keduluan Biyung Maryam
menyanyakan kepadaku, Aku sudah mengambil keputusan, dan aku putuskan Aku harus menerimanya," Ucap Trimoko
Akhirnya Trimoko segera menuju ke kamar Biyung Maryam.
Tok... Tok... Tok... Mengetuk pintu kamar Biyung
" Masuk, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, " Jawab Trimoko
" Sayang, Ada apa apakah sudah ambil keputusan, semoga Biyung Maryam mendengarkan jawaban yang menyenangkan," Ucap Biyung Maryam
" Trimoko sudah berfikir panjang dan Trimoko yakin dan atas keputusan yang Trimoko ambil, bahwa Trimoko menerima perjodohan ini jadi Trimoko siap untuk melamarnya, " Jawab Trimoko
" Agar keluarga terbebas dari semua dan Aku tetapi kekasih Wardani," Batin Trimok
" Apa Biyung Maryam tidak salah dengar dengan semua ucapanmu itu," Ucap Biyung Maryam
" Iya benar Biyung, Biyung kan sudah mendengar secara Langsung yang Trimoko ucap akan, jadi semua benar kan, " Jawa Trimoko
" Biyung sangat senang sekali mendengar yang kau ucapkan, pasti jika Abah mendengarkan jawaban ini , Abah akan senang Dan bangga semua keputusan yang kau ambil," Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, Trimoko ikut dan membalas budi kepada Abah sudah Abah berikan kepada Trimoko hingga sekarang, we hingga Trimoko menjadi anak yang berbakti, " Jawab Trimoko
" Ya sudah terima kasih ya sayang, memang putera Biyung yang amat tersayang, ya sudah aku langsung ke kamar Abah pasti Abah senang mendengarkan kabar baik ini," Ucap Biyung Maryam
__ADS_1
" Iya Biyung, " Jawab Trimoko
Biyung Maryam mendengarkan keputusan Trimoko yang membuatmu dirinya bahagia, karena Trimoko menerima perjodohan yang di lakukan Abah Darso dan Lurah Tedjo. Dengan bbahagianya Biyung Maryam segera bergegas untuk menyampaikan kabar itu kepada Abah Darso.
" Dinda kok buru-buru amat dan Ada sesuatu ya kok kelihatannya bahagia sekali," Sahut Biyung Zubaidah
" Ananda memang kabar yang baik, jadi Aku menjadi bahagia, jadi aku mau memberitahukan ini kepada Abah," Jawab Biyung Maryam
" Kalau begitu aku ikut, penasaran banget, " Ucap Trimoko
" Kalau begitu ayo," Jawab Biyung Maryam
Mereka pun bersama untuk menemukan Abah.
Tok... Tok... Tok...
" Siap itu, ganggu saja aku masih capek masih masalah perjodohan baru saja belum terselesaikan," Ucap Lurah Darso
" Sabar sayang, sebentar aku coba lihat," Jawab Wardani
" Dinda, ada apa, " Ucap Wardani
" Aku mau bertemu dengan Abah, " Jawab Biyung Maryam
" Iya ada silahkan, Abah Ada di dalam," Ucap Wardani
" Permisi, " Sahut sewot Biyung Zubaidah
" Dasar nenek peot," Batin Wardani
" Siapa, " Sahut Lurah Darso
" Ini Biyung Maryam Dan Biyung Zubaidah Sayang, " Jawab Wardani
" Maaf Abah menganggu waktunya," Ucap Biyung Maryam
" Ada apa, kalian kemari," Ucap Lurah Darso
" Dinda kesini ingin memberitahukan kepada Abah, soal perjodohan, " Ucap Biyung Maryam
" Tadi Trimoko memberitahukan kepada Dinda bahwa dirinya menerima perjodohan ini Abah," Ucap Biyung Maryam
" Apakah itu benar, Aku tidak salah dengar," Ucap Lurah Darso
" Iya benar Abah, Dinda tidak bohong, bisa tanyakan langsung kepada Trimoko," Jawab Biyung Maryam
" Mbok, " Panggil Lurah Darso
" Iya Tuan, bisa saya bantu," Jawab Simbok Darmi
" Tolong panggilkan Trimoko untuk menuju ke kamarku sekarang, " Ucap Lurah Darso
" Siap Tuan, saya panggilkan," Jawab Simbok Darmi
Simbok Darmi langsung bergegas menuju ke kamar Den Trimoko, dengan sedikit tergesa-gesa sambil memanggilnya.
" Den... Bagus Trimoko.... Den... " Ucap Simbok Darmi
" Simbok kenapa teriak-teriak, " Ucap Trimoko didalam kamar
" Iya Simbok, Ada apa tenangkan dirinya baru ngomong," Ucap Trimoko
" Ka.. Lau begitu Aden dengarkan Simbok mau mengatakan sesuatu," Ucap Simbok Darmi
" Iya tenang, ayo tarik nafas lalu ungkapkan, " Jawab Trimoko
" Aden disuruh untuk mengadap Abah di kamar Tuan Wardani, sekarang, " Ucap Simbok Darmi
" Ya Mbok, ya sudah ayo kesana," Jawab Trimoko
" Mari Den, " Ucap Trimoko
Mereka berjalan menuju ke kamar Wardani untuk menemui Lurah Darso.
__ADS_1
" Mengapa Abah memanggilku untuk menemuinya, apakah Ada sesuatu yang ingin Abah katakan," Batin Trimoko
" Pasti ada sesuatu yang ingin dia sampaikan," Batin Trimoko
" Tuan ini Den Trimoko, saya pamit pareng," Ucap Simbok
" Iya Mbok terima kasih, " Sahut Wardani
" Abah memanggilku," Ucap Trimoko
" Iya aku mau bertanya langsung kepadaku, apakah kau setuju menerima perjodohan itu," Jawab Lurah Darso
" Semua benar Abah, Trimoko menerima perjodohan itu, jadi Trimoko ikut apa keputusan yang Abah mau," Ucap Trimoko
" Bagus kalau begitu, jadi Abah sudah plong mendengar jawab kamu yang membuatku bahagia, memang kamu putera Abah satu-satunya," Jawab Lurah Darso
" Iya Abah," Ucap Trimoko
" Kalau begitu Sebentar lagi Trimoko akan segera menikah, semoga lancar sampai hari terjadi ya," Sahut Wardani sambil
mengamphirinya dan saling berpegangan tangan di belakan.
" Kau selalu mencuri hatiku,aku tetap mencintaiku, " Batin Trimoko sambil membalas pegangannya dengan remasan mesra
" Iya Biyung doakan Trimoko bisa menjalin keluarga dengan calon istriku nanti," Jawab Trimoko
" Iya semoga kau bisa menjadi pendamping yang baik untuk istrimu, Biyung Wardani hanya bisa mendoakan untuk ke bahagiaanmu, " Jawab Wardani
" Terima kasih atas doakanya serta supportnya Biyung, " Ucap Trimoko
" Kalau begitu kita siap untuk datang untuk melamarnya, serta kita harus menyiapkan apa saja yang akan di bawa," Ucap Lurah Darso
" Iya Abah semua serahkan kepada Biyung Maryam saja, nanti semua saya atur," Sahut Biyung Maryam
" Terserah saya ikut saja, yang penting kita jadi ke rumah Lurah Tedjo untuk melamarnya," Ucap Lurah Darso
" Iya setelah ini saya siapkan dan segera saya laporan ke Abah," Ucap Biyung Maryam
" Aku tunggu hasilnya dan setelah itu kita akan rencana untuk mendatangi rumah Lurah Tedjo," Jawab Lurah Darso
" Iya Abah, " Jawab Biyung Maryam
" Kalau begitu Trimoko izin ke kamar lagi, permisi Abah, " Ucap Trimoko
" Silahkan, " Jawab Lurah Darso
" Ya sudah kami berdua permisi Abah, " Ucap Biyung Maryam
" Iya, " Jawab Lurah Darso
Akhirnya Semua dipersiapkan untuk melamar Puteri pak Lurah Tedjo, yang akan segera di lakukan untuk menemukan dua keluarga tersebut.
" Dinda kita harus menyiapkan acara untuk melamar Anak Lurah Tedjo, jadi kita siapkan sekarang saja, " Ucap Biyung Zubaidah
" Iya Ananda bantu Dinda, ayo segera saja kita mulai menyiapkannya," Jawab Biyung Maryam
" Pasti aku bantu Dinda, ayo kita kerjakan," Jawab Biyung Zubaidah
" Mbok tolong kamu beli bahan yang sudah aku tulis disini, aku tunggu ya, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Tuan saya akan segera mencarikan, kalau begitu simbok berangkat, pareng Tuan," Jawab Simbok Darmi
" Iya hati-hati di jalan, " Ucap Biyung Maryam
" Sayang jadi kapan rencana kita untuk ke rumah Lurah Tedjo," Ucap Wardani
" Secepatnya, kalau tidak besok kita juga bisa tinggal kita menunggu persiapan untuk melamar," Jawab Lurah Darso
" Iya sayang kau juga mendukung lebih cepat lebih baik, pasti besok kita sudah bisa ke Sana, kalau begitu aku mau membuatkan baju buat Trimoko buat ucapan Biyung ke puteranya," Ucap Wardani
" Sungguh istimewa kau, dia saja bukan anak kandungmu tapi cintamu seperti ibunya," Jawab Lurah Darso
" Semua sama sayang, ya sudah kalau begitu aku manyiapkan segala keperluan untuk besok ya, kamu istirahat saja," Ucap Wardani
__ADS_1
" Iya, " Jawab Lurah Darso
Semua sedang sibuk menyiapkan acara Lamar and Trimoko, apakah lamaran Trimoko berjalan dengan lancar.