SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 46 KEMARAHAN ARYA 2


__ADS_3

Seperti api yang di tambah kayu, membuatnya tak akan pernah padam Air, semakin panas dan menyala kobar terus tanpa berhenti, perasaan Arya yang begitu marah ketika melihat kedua orang tuanya di perlakukan seenaknya oleh Abah Dengan tidak punya peri kemanusiaan.


Kemarahan Arya yang tidak bisa di tahan selama ini, membuat hatinya luka, sakit dan patah, hati seorang ibu yang telah melahirkannya di sakiti seperti itu.


Rasa marah Arya tidak bisa di bendung, ia melampiaakan kepada istrinya dan yang lainnya.


Plak... Tampar pipi sang istri


" Ah mas sakit, kenapa kau menamparku," Ucap Rindu


" Itu hukuman yang pantas buat kau," Jawab Arya


" Aku salah apa kepadamu, " Ucap Rindu


" Kau tak harus tau, tapi jika kau merasa peka terhadap apa yang telah terjadi kau pasti akan tau apa yang membuat aku seperti ini, " Jawab Arya


" Tapi


aku salah apa mas, ampun jika aku punya kesalahan kepadamu," Ucap Rindu


" Tidak usah, kau akan sakit selama aku bersamamu, kau harus Terima itu, " Ucap Arya


" Mas jangan begitu berhenti, " Jawab Rindu menolak untuk menghancurkan kamar


" Kau diam jangan buat aku semakin marah, jika kau membuatku marah aku kau akan merasakan sakit, " Ucap Arya


" Mas berhenti, tolong, " Jawab Rindu


" Ahh aku pusing di dalam rumah ini, hanya membuat diriku marah dengan apa yang terjadi kepadaku, " Ucap Arya meninggalkan kamar


Rindu menangis terus menangis karena ia di siksa dan mendapatkan serangan dari Arya dengan kasar, muka lebam merah yang menghiasi muka indahnya, luka-luka di bahu, di tangan dan pipi pun membuat dirinya seperti badut yang menahan sakit.

__ADS_1


Air mata yang hanya ia keluarkan dan bahkan rasa bersalah apa yang membuat dirinya bertanya-tanya.


Tiba-tiba Mbok masuk untuk mengantarkan sesuatu tehadapnya, ia melihat semua yang di alaminya membuat bertanya dan kasihan apa yang terjadi kepada Rindu.


" Permisi, den ayu, ini Simbok, " Ucap Mbok


" Iya Mbok silakan masuk, " Jawab Rindu


" Astaga... Den ayu sapa yang terjadi, " Ucap Mbok sambil membuka dan berlari masuk kamar


" Sudah tidak apa Mbok, " Jawab Rindu


" Lho den ayu wajah dan semua badan semua luka apa yang terjadi den, " Ucap Mbok


" Ini saya bersih-bersih dan saya terjatuh dan semua barang pecah dan aku terkena jadi semua luka, " Jawab Rindu


" Benar itu Den ayu, kalau begitu Simbok ambilkan obat dan syaa obati, sebentar den ayu, " Ucap Mbok


" Haha ini masih permulaan Rindu, kau akan sakit sesakit sakitnya, " Ucap Wardani di kejauhan


" Mbok ada apa senang Rindu, " Tanya Wardani


" Oh Den Rindu jatuh saat bersih-bersih, semua luka, Simbok mau mengambil kompres dan obat buat Den Rindu, " Jawab Mbok


" Iya Mbok buruan, " Ucap Wardani


" Paring den ayu, " Ucap Mbok


" Iya Mbok," Jawab Wardani


" Sudahlah aku tinggal pantau, " Ucap Wardani sambil meninggalkan tempat

__ADS_1


" Ahhh aku harus secepat mungkin membuat keluarga Lurah hancur sehancurnya, " Ucap Arya


Keadaan mabuk berat di sebuah tempat para penghibur malam. Yang membuat tenang untuk menghilangkan rasa kesal dan sakit itu.


" Den ayu Simbok obatin dulu ya, " Ucap Mbok


" Aduh sakit, " Jawab Rindu


" Tahan sebentar den, agar cepat sembuh setelah itu diberi obat agar tidak terasa sakit, " Jawab Mbok


" Iya mbok, Terima kasih ya Mbok, " Ucap Rindu


"Sama-sama den ayu, kalau begitu Simbok kebelakang dulu, kalau ada apa-apa bisa panggil Simbok," Jawab Mbok


" Iya Mbok, " Ucap Rindu


Akhirnya Arya pulang dan menuju kekamar, dengan jalan pontang panting seperti orang yang oleng, karena efek kebanyakan meminum arak.


" Buka pintu, " Ucap Arya dengan teriak


" Iya mas sebentar, " Jawab Rindu


" Lama sekali, aku udah capek, " Masuk dengan pontang panting


" Mas mabuk ya, " Jawab Rindu menutup Pintu


" Diam kau..., " Ucap Arya sambil menjatuhkan Rindu


" Mas saya bantu, " Jawab Rindu berdiri dan langsung memangkul dirinya untuk ke kasur


" Mas maaf kan Rindu, jangan kau lampiaskan dengan minum-minuman seperti ini, " Ucap Rindu

__ADS_1


Malam pun semakin malam semua beristirahat malam, untuk menikmati malam dengan mimpi.


__ADS_2