
Setelah kejadian aneh yang terjadi di desa kembali dengan sangat mengerikan banyaknya pria yang telah terbunuh serta wanita yang membuat warga takut dan bimbang. Warga dengan kaget nya melihat situatian yang beguti menakutkan. Karena semua meninggal dengan keadaan yang sangat tidak wajar darah yang berceceran dan tusukan di bagian tertentu dan bahkan alat kelaminnya pun hilang.
" Waktu sudah malam, aku sudah membunuh ke 4 pria ini dan aku sudah hisap darah, ambil darah, jan tung dan kelaminnya, aku harus segera melakukan ritual penyerahan tumbal langsung di sini, agar tubuhku dan ilmuku semakin bertambah." Ucap Wardani
Wardani menyiapkan bahkan Wardani mulai untuk ritual secara langsung di tempat disitu tanpa ritual seperti biasanya yang angat banyak syaratnya, dengan ritual yang sederhana ini Wardani mengharap ini menjadi sebuah ritual yang berbeda dari Sebelumnya.
Wardani mulai duduklah bersilah, dan tangan mulai mebentuk gunungan di taruh dia Tara dada dan perut, serta memejamkan matanya, dan tidak lupa mengucapkan mantra.
" Jiwo ing rogo, ka perlu sukmo lan pakan, jiwo ing ono jobo, rogo ing ono dalem, sembah pengbahargo kasih seserah karo kulo," Ucap mantra yang di ucapkan Wardani
Tak lama kemudian datanglah sosok hitam menyeramkan, share di sekitar banyak nya baungan srigala, dan petition bahkan angin kencang, dan suara-suara tertawa yang sangat menakutkan.
" Kau memanggulku," Ucap Setan Hitam
" Aku sembahkan 4 sekaligus di malam ini, terimalah," Jawab Wardani
Setan yang berwujud hitam mengeluarkan tawa bahagai mendengar ucapan Wardani kepadanya.
" Hahaha...," Tawa setan Hitam
" Memang kau bisa di andalkan, maka kau akan terhindar selama 4 purnama karena kau memberikan tumbal dengan banyak, jika kau membunuh pria lagi maka itu kamu akan bertambah waktu untuk tidak memberikan tumbal kepada kepadaku," Ucap Setan Hitam
" Terima kasih," Jawab Wardani
Setan Hitam itu tiba-tiba menghilang dari Wardani, Wardani segera pulang ke rumah Lurah Darso. Lurah Darso yang sedang menunggunya.
" Sayang kamu dari mana saja, dari pagi sampai malam baru pulang," Ucap Lurah Darso
" Aku dari rumah Biyung dan tadi aku diajak untuk berkebun," Jawab Wardani
" Oh pantas bajumu begitu kotor dan itu terdapat darah, darah apa itu," Ucap Lurah Darso
" Oh... Ini sayang tadi Abah mencangkul tanah terdapat tikus jadi terkenal cangkul Abah, lalu aku lupa bahwa Abah belum cuci tangan memegangku karena aku mau jatuh geli lihat seekor tikus," Jawab Wardani
" Oh begitu, ya sudah kamu bersih-bersih dulu Sana, aku tunggu disini kita makan bersama," Ucap Lurah Darso
" Iya aku mau bersih-bersih dulu ya," Jawab Wardani
Malam itu Hartono mau merencana berkunjung di desa dimana parwati tinggal di sana. Untuk berkunjung ke teman Hartono teman pada saat mondok disana.
" Kamu jadi berkunjung ke rumah teman kamu kah," Ucap Habib
" Iya karena aku sudah ingin bersilaturami ke sana, lama belum ber jumpa," Jawab Hartono
" Ya sudah kalau begitu, hati-hati aku mau istirahat dulu," Ucap Habib
" Ya istirahat sana," Jawab Hartono
Hartono melanjutkan tartil ngajinya dengan indah. Malam semakin larut dan Hartono mengakhirinya dan istirahat.
" Syaang ayo makan, udah lapar setelah ini kita baru istirahat," Ucap Lurah Darso
" Iya sayang ayo," Jawab Wardani
Mereka berdua menikmati makan malamnya berdua saja, sambil bermesraan. Setelah menikmati makan mereka langsung menuju ke kamar untuk beristirah. Dengan suasana sepi sunyi, dan bulan begitu indah menyinari bumi yang gelap gulita. Suara-suara kicauan burung malam. Mereka berdua menikmati malam dengan mimpi indah.
Pagi telah tiba. Kicauan burung begitu indah saling bersautan, ayam betina yang berkokok, ayam jantan berkeruyuk, bahkan embun sejuk yang menutupi sekitar.
" Biyung nanti teman ku dari desa sebrang mau silaturrahmi ke sini, Hartono, " Ucap Hamal
__ADS_1
" Iya nanti Biyung siapakan, sesuatu kalau begitu kamu sana siap-siap bersihkan halaman dan rumah sebelum Hartono datang, waktu bersih-bersih dahulu," Jawab Biyung Umi
" Iya Biyung, Hamal mau bersih-bersih dulu," Ucap Hamal
Biyung Umi dan Hamal membersihkan rumah dan menyiapkan hidangan untuk tamu teman Hamal.
Hartono pun bersiap untuk berangkat dari rumahnya untuk menuju ke rumah Hamal. Hartono berpamitan dengan Habib untuk menjaga rumah dan melakukan sementara Hartono berkunjung ke rumah karibnya.
" Aku sudah siap, Habib aku berangkat dulu, apa yang menjadi kewajibanku kamu lakukan beri amanah untuk mengantikan sementara, aku hanya berkunjung sebentar," Ucap Hartono
" Iya Hartono, pasti aku akan menjaga dan me ngerjakan apa yang menjadi kewajiban kita," Jawab Habib
" Kalau begitu aku berangkat, assalamualaikum," Ucap Hartono
" Waalaikumsalam, hati-hati di jalan," Jawab Habib
Hartono berangkat ke desa sebrang, di tengah perjalanan bertemu dengan Ningsih dan Suwarni, mereka berdua bertanya kepadanya.
" Lho itu kayaknya mas Hartono, diam mau kemana ya Ning," Ucap Suwarni
" Aku juga gak tau, coba kita samperin untuk lebih jelas," Jawab Ningsih
" Ya sudah ayo," Ucap Suwarni
" Assalamualaikum, Mas Hartono," Ucap mereka berdua
" Waalaikumsalam, iya kenapa asa yang bisa Mas bantu," Jawab Hartono
" Oh iya ngomong-ngomong Mas mau kemana," Tanya Ningsih
" Mau berkunjung ke rumah teman di desa sebrang," Jawab Hartono
" Tidak aku mau bersilaturami ke rumah teman aku yang sudah lama tidak berjumpa saja," Ucap Hartono
" Ya sudah Mas, maaf kan kami berdua, hati-hati mas," Sahut Ningsih
" Tidak apa-apa, permisi assalamualaikum," Ucap Hartono
" Waalaikumsalam, " Jawab mereka berdua
Akhirnya Hartono meninggalkan mereka berdua.tak lama Hartono berjalan untuk desa sebrang sampai lah Hartono di depan kediaman rumah Hawal. Dan langsung mengucapkan Salam untuk Hawal
" Assalamualaikum," Ucap Hartono
" Waalaikumsalam, Hartono kamu sudah tiba, ayo masuk," Jawab Hawal
" Terima kasih, baru saja aku tiba disini," Jawab Hartono
" Silahkan duduk, pasti kamu lelah dan capek," Ucap Hawal
" Terima kasih," Ucap Hartono
" Biyung, Hartono sudah datang," Sahut Hawal
" Iya sebentar," Jawab Biyung Umi
" Oh iya bagaimana keadaan kamu baik-baik saja," Tanya Hawal
" Alhamdulillah sehat," Jawab Hartono
__ADS_1
" Syukurlah kalau begitu, kita sudah lama tidak bertemu, dan hari ini kita bisa bersua kembali," Ucap Hawal
" Iya alhamdulillah kita bisa bersua dan bersilaturami lagi," Jawab Hartono
" He nak Hartono selamat datang di rumah Hawal, oh iya silahkan di nikmati suguhannya, maaf hanya ala kadarnya, kalau begitu Biyung permisi, nikmati sambil ngobrol berdua," Sahut Biyung Umi
" Terima kasih Biyung, ya ampun jangan repot-repot, jadi merepotkan," Jawab Hartono
" Tidak, ya sudah Biyung tinggal dulu ya," Ucap Biyung Umi
" Iya Biyung, terima kasih," Jawab Hartono
Hartono dan Hawal me ngobrol dengan banyak cingcong, membahas tentang apa yang pernah di alami dan ceritakan masak lalunya, sampai -sampai Hartono mulai ingin berpamitan untuk segera pulang, waktu yang pas untuk selesai bertamu.
" Hawal terima kasih atas waktunya, serta sunguhannya, waktunya sudah tepatnya dan saya ingin berpamitan untuk pulang," Ucap Hartono
" Kenapa buru-buru, kita baru ngomongin apa, kok udah mau pulang, kenapa tidak pulang besok saja," Jawab Hawal
" Tidak Hawal karena banyak tanggungan serta tugas, jadi saya alhamdulillah bisa Luang kan waktu untuk bersua dengan dirimu serta keluarga," Ucap Hartono
" Oh ya sudah kalau begitu," Jawab Hawal
" Kalau begitu aku pamit, Salam kan kepada Biyung," Ucap Hartono
" Iya nanti aku Salam kan, tadi Biyung sedang keluar, kalau begitu Salam buat keluarga dan teman disana, serta terima kasih sudah bersilaturami dan hati-hati," Jawab Hawal
" Iya Hawal, assalamualaikum," Ucap Hartono
" Waalaikumsalam," Jawab Hawal
Tak disangka di perjalanan Hartono melihat Parwati yang pernah tinggal dirumah Biyung Sumi, Hartono penasaran serta menghampirinya.
" Sepertinya dia Parwati saudara Biyung Sumi, aku akan menyapanya," Ucap Hartono
" Assalamualaikum, maaf ini bukannya Parwati saudara Biyung Sumi yang pernah tinggal di rumah sana," Tanya Hartono
" Waalaikumsalam, iya benar aku Parwati tapi aku bukan saudara Biyung Sumi, untuk soal itu aku sedikit mengingat, bahwa aku pernah di beri mantra yang membuat ku lupa dan seperti orang yang tak ingat sama sekali, setelah aku di usir untuk keluarga ku mencarikan seorang untuk membuat aku kembali seperti ini, bahwa Biyung Sumi dan Abah itu sangat jahat, kamu aku beri tahu sesuatu Bahwa Arya dan Wardani yang asli masih hidup dia berupa menjadi cantik dan tampan atas ulahmu Biyung Sumi untuk membalaskan dendamnya dan mengasut untuk mengancurkan musuhnya," Jawab Parwati
'
" Apakah itu benar, aku tidak salah dengan, apa Wardani dan Arya masih hidup, sekarang dia hidup berdampingan dengan kita," Ucap Hartono tidak percaya
" Iya aku tidak bohong, bahwa Wardani tetap memakai nama itu agar dirinya tidak melupaka dirinya, dan is tambahkan nama itu, dan Arya, tapi dirinya sudah berubah cantik dan tampan tidak tertandingi, mereka beesekutu dengan setan dengan memakai susul anoman," Jawab Parwati
" Ya ampun ternyata orang aku cintai masih hidup, dan sekarang ada di sekitar kita, aku harus memberitahukan kepada temannya, sebelum itu aku harus mencari tau soal ini, tadi aku sudah percaya kepada Parwati, hanya aku ingin mencari bukti untuk para sahabatnya," Batin Hartono
" Ya Alloh, aku memang belum taking bahwa mereka berdua telah tiada, pasti mereka masih hidup, karena perasaanku dan rasa hating yakin itu," Ucap Hartono
" Maaf aku boleh berbicara, aku sudah tau bahwa kau menaruh hati kepada Wardani dari dahulu, dan itu adalah itulah rasa cinta my yang belum hilang dari nya, maka dari itu buatlah Wardani kejalan yang benar lagi, kau bisa membuatnya menjadi Wardani yang seperti dahulu tapi dengan wujud yang sekarang, tinggal buat sikap dan perbuatannya kembali jalan yang benar," Jawab Parwati
" Terima kasih atas informasinya, aku sangat bersyukur bertemu denganmu, ini suatu petunjuk untukku, aku akan segera untuk mencari tau," Ucap Hartono
" Sama-sama, memang kebetulan ini suatu jalan untuk mengaakhiri cerita deritanya, aku berharap kau mampu menyelesaikan dan membantu dirinya," Jawab Parwati
" Insya Alloh, aku pamit, assalamualaikum," Ucap Hartono
" Wassalamu'alaikum," Jawab Parwati
Hartono mendapatkan sebuah kabar yang membuat dirinya kaget dan ingin menceritakan semua kepada sahabat Wardani, dan untuk menolong Wardani yang terjerumus di jalan yang sesat.
__ADS_1