
Setelah Darso datang dari bertemunya dengan Wardani, ia merasa bahagia cintanya di Terima olehnya, dengan senang iya tidak sadar bahwa iya mengatakan jika mau menikah lagi untuk menjadi istri yang ke 4.
Dengan hati gembira, Darso segera mengadakan pertemuan secara bersembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan oleh anaknya dan istrinya.
" Aku ingin menikah lagi, rasanya enak jika memilikinya, sudah cantik dan menawan sekali, " Ucap Lurah
Tak di sangka terdengar oleh istri ke 3 yaitu Zainab
" Apa Mas, kau mau menikah lagi, aku tidak rela kau menikah lagi, " Jawab Zainab
" Hust kenapa kau masuk tanpa ketuk pintu, lancang kau, " Jawab Lurah sambil memukulnya
" Ahh mas sakit, aku tak sengaja, maafkan aku, " Jawab Zainab
"Keluar dari kamar ku," Ucap Lurah
Zainab meninggalkan kamarnya dengan sedih, hati sakit dan penuh dengan derai air mata yang membasahi pipi mulusnya, tak di sangka ia bertemu dengan istri ke 2.
" Zainab kenapa kau menangis, apa yang di lakukan abah kepadamu, " Ucap Zubaidah
" Entah aku harus bagaimana untuk mengatakan yang aku dengan tadi yang du ucapkan oleh Abah," Jawab Zainab
" Bicaralah agar kau sedikit merasa plong, atau kau masih trauma, " Ucap Zubaidah
" Tidak aku, akan menceritakan kepada semua istri Abah,maukah kau bawa kita semua di ruang khusus untuk membicarakan yang aku dengar tadi, " Jawab Zainab
" Iya saya akan memanggilkan semuanya, kau siap dan tunggu di ruang yang sudah kau siapakan, " Jawab Zubaidah
" Aku tunggu di sana, " Ucap Zainab
Zubaidah akhirnya memanggil semua istri Abah untuk kumpul di ruang yang sudah di siapkan
" Ada apa kau mengumpulkan kita semua di ruangan ini, apa ada yang kau katakan, " Ucap Maryam istri pertama
__ADS_1
" Maafkan saya Biyung, saya akan memberi tahu sesuatu kepada kalian semua, " Jawab Zainab
" Apa yang akan kau katakan, " Sahut Aisyah Istri ke4
" Katakan saja jangan takut dan jangan risau, " Jawab Zubaidah
" Maafkan saya ini benar atau tidak karena saya tadi tidak sengaja mendengar Abah berbicara sendiri mau menikah lagi Biyung, " Ucap Zainab
" Apa... Abah mau nikah lagi, aku tak percaya kita akan di madu lagi, aku tidak suka Biyung," Sahut Aisyah sambil menangis
" Sabar jangan menangis, kan masih belum benar yang di katakan Abah tadi, jangan bersedih, " Sahut Maryam sambil menenangkan Aisyah
" Betul aku juga kaget mendengarkan itu, " Ucap Zainab
" Aku tak Terima aku akan bicara pada Abah, aku tidak mau di madu lagi, aku udah mengabdi menjadi istri ke dua yang mau di duakan lagi, " Jawab Zubaidah
" Tahan emosimu, aku tau kau kaget dan tak setuju, jangan seenaknya kau tidak tau Abah seperti itu, " Sahut Maryam
" Tapi Biyung, aku akan menemui sekarang, " Jawab Zubaidah
Zubaidah pun menghampiri Abah ke kamarnya.
" Abah buka pintunya, aku kau berbicara penting, " Ucap Zubaidah dengan emosi
" Ada apa ini tidak sopan ketuk pintu Abah dengan seperti ini, ada apa, " Jawab Lurah
" Apa benar Abah mau menikah lagi, aku tidak setuju, " Ucap Zubaidah
" Apa yang kau katakan, " Jawab Lurah
" Zubaidah tau kalau aku mau menikah lagi dari siapa, pasti dari Zainab, aku harus mengalihkan dan membohongi nya, " Batin Lurah
" Oh kamu dengar dari Zainab kan, Abah menang mau rencana menikah putra ku dengan wanita di kampung sini, kenapa masalah buat kamu, " Jawab Lurah
__ADS_1
" Tapi Abah tadi kata Zainab begitu, dia salah paham dan sepihak mengambil keputusan,sini istri tak atau di untung, " Ucap Lurah sambil menyeret dan menyiksa
" Lihat kalian harus hati-hati dan harus mendengarkan sebaik mungkin akibatnya akan seperti itu, aku takut kalian disakiti," Ucap Maryam di kejahuan bersama istri lainnya
" Tapi Biyung, aku mendengarkan
Sejelas-jelasnya, " Sahut Zainab
" Sudah lupakan, " Jawab Aisyah
" Sudah mas hentikan kasihan Zubaidah" Ucap Maryam
" Diam kalian, jika kalian berani melawan Abah, dan tidak mau menuruti dan menerima keputusan Abah akan seperti ini, " Ucap Lurah
Lurah Darso akhrinya meninggalkan dan melepaskannya.
" Zubaidah apa yang kalau lakukan seperti ini, jika Abah tidak berbicara sendiri maka kalian semua jangan pernah berani bertanya, " Ucap Maryam
" Iya Biyung, Maafkan Zainab, " Jawab Zainab
" Sudah lupakan ayo bantu Zubaidah, " Sahut Aisyah
" Sudah ayo bawa ke kamar, " Ucap Maryam
Akhirnya mereka sejenak melupakan permasalahan yang terjadi saat itu, Apakah yang di dengarkan Zainab itu benar atau salah?
###
Assalamu'alaikum minta dukungan author dalam berkarya ya, vote, like, serta share karya author ke teman kalian.
Karena dengan vote, like dan share adalah kunci penting untuk saya.
Ojo lali lho yo komentar, kritik dan saran untuk perbaikan
__ADS_1
Ayo tungguin kelanjutan ceritanya seru banget.... Matur suwun salam oc ( ochim chim)