
Sepakat dengan acara pinangan kemarin, hari -hari yang di tunggu Arya bisa bersanding dengan pasangan yang ia cinta dahulu kala.
Keluarga lurah yang begitu sibuk menyiapkan acara yang sangat megah, yang akan menghadirkan para pejabat desa. Dan akan di Meriah akan para seniman serta pesta yang dilaksanakan satu malam suntuk.
Kesibukan juga di lakukan Arya untuk membawakan bingkisan adat Jawa yang masih kental di kampung itu.
" Semua aku tugaskan, siapkan acara Puteri ku dibuat semegah mungkin, jangan lupa untuk mengundang semua masyarakat kampung sini untuk datang melihat acara dan pesta di nikahan Puteriku yang begitu cantik, " Ucap Lurah
" Siap semua akan kami siapkan sebaik mungkin, " Jawab antek-anteknya
" Abah apakah acara ini tidak terlalu mahal, " Sahut Maryam
" Diam kau, terserah Abah semua pesta akan meriah dan besar, " Jawab Lurah
" Sudah, aku tegaskan jangan bantah apa yang Abah bilang ikut apa yang semau ketetapan Abah, " Ucap Abah
" Iya Abah maaf kan kami, " Sahut istri-istrinya
" Ya sudah kerja dan siapkan acara untuk besok, " Ucap Lurah
Akhirnya semua sibuk mengurusi acara pernikahan, menghias rumah bakal istana, dengan hiasan bunga, karpet yang menghiasi jalan menuju tempat akad, dengan panggung yang menjulang tinggi yang di penuhi alat - alat campur sari, hingga dekor tradisional yang menghiasi resepsi.
Busana yang sangat indah di siapkan serta pakaian baju adat kampung.
Para penari sudah bersiap berdatangan untuk menginap di kediaman Lurah. Memilih baju yang serasi dan selaras untuk sama tampil di acara besar itu.
Segala persiapan di siapkan dengan semaksimal mungkin, untuk menghasilkan acara yang sangat meriah.
" Puteriku besok hari pernikahanmu semoga kau terus bahagia bersama pendamping pilihan Abahmu, jangan pernah kau bantah Suami ya, " Ucap Zainab
__ADS_1
" Iya ibu saya akan mendengar apa yang dikatakan suami Rindu, " Jawab Rindu
" Rasa sayang Abah kepadamu begituu besar, sampai-sampai pesta pernikahanmu begitu meriah apa lagi, Mas Trimoko rela kau langkahi, " Ucap Zainab
" Iya ibu, kalau begitu Rindu mau persiapan acara pingitan di untuk nanti malam dan siraman," Jawab Rindu
Malam tiba serangkaian acara di lakukan, dimulai dari siraman, pingitan, serta hiburan para penari roggeng periah acaranya, Rindu sangat bahagia walaupun didalam hatinya masih terdapat kesedihan, tentang pernikahan yang dipilihkan okeh sang Abahnya. Rindu hanya menerima dan mengikuti apa yang di di putuskan abahnya.
Malam berlalu, semau bersiap di pagi hari yang seri, dekor yang penuh dengan bunga setaman, janur kuning yang melengkung, serta alunan gamelan musik pengiring berbunyi, tarian dan nyanyi penyanyi Jawa yang berkumandang, menunggu pengantin datang.
Rindu yang sudah cantik dengan hiasan konde dan alatnya yang membuatnya bak sebagai ratu yang cantik, baju yang bernuansa emas yang membaluti badan indahnya, dan balutan jarik tapih yang menghiasi paha sampai betis kaki, serta sepatu yang menghiasinya.
Semua serta mewah dan serba tradisional yang mengikuti ada Jawa yang khas sekali.
Rombongan Arya datang, tak kalah dengan yang dikenakan oleh Arya yang sangat cocok dengan semua perlengkapan yang sudah di lengkapi oleh Rindu.
Iringan musik gamelan dengan suara gending ketemu kangen yang di kumandangkan, tanda Rindu segera keluar menuju tempat ijab qabul.
"Saya Terima nikahnya Rindu Bin Darso Trimo Harso dengan mas kawin di bayar tunai, " Ucap Arya
" Sah, " Ucap penghulu
" Sah, " Jawab Para Saksi yang ditunjuk
" Selamat kalian sudah menjadi pasangan suami istri, " Ucap Penghulu
Acara ijab qobul berjalan dengan khidmat dan lancar, acara semakin meriah yang di sambut tarian gambyong tanda para tamu datang dan menikmati pernikahan yang di sambut dengan resepsi yang sangat meriah, yang di laksanakan semalam suntuk.
Arya dan Rindu bersiap untuk berganti busana, yang berwarna biru yang mengartikan Cintanya akan selalu tetap mengalir bagaikan air.
__ADS_1
Setiap tarian di tampilkan bahkan tamu melakukan tarian bersama waranggono.
" Lihat Bos, body Wardani sexy dan cantiknya luar biasa dengan kebaya cantik itu, Mohon maaf mau keluar, " Ucap Rendy dan komplotannya
" Playboy lho..., benar juga begitu cantik calon istriku, aku sudah tidak tahan ini udah di celana, begitu menawan dan merangsang diriku, kau cantik, " Jawab Trimoko
" Coba kau temui bos, " Sahut Ali
" Malam Sayang, kau begitu cantik, " Ucap sambil mencium tangannya
" Kau jatuh hati padaku, makasih cantik kan, kau pasti tergoda dan tuk udah badah..., " Sambil memoletkan badannya
" Hem kok tau kau, jadi kau pantas jadi istriku, " Jawab Trimoko
" Ahhh masak sih, " Jawab Wardani
" Akan menikahimu setelah aku selesai menghabisi salah satu dari keluargamu, " Batin Wardani
Lurah yang melihat dari kejauhan tingkah laku Trimoko yang mengoda kekasih gelapnya itu dia tidak Terima dan dia coba untuk menahannya.
Acara pun berakhir yang telah digelar semalam suntuk, apakah yang dilakukan Lurah selanjutnya.
###
Assalamu'alaikum minta dukungan author dalam berkarya ya, vote, like, serta share karya author ke teman kalian.
Karena dengan vote, like dan share adalah kunci penting untuk saya.
Ojo lali lho yo komentar, kritik dan saran untuk perbaikan
__ADS_1
Ayo tungguin kelanjutan ceritanya seru banget.... Matur suwun salam oc ( ochim chim)