
Setelah mengetahui segala yang dilakukan kepada Wardani, Wardani merasa tidak percaya kepada Biyung Sumi dan Abah Warso, Wardani harus berhati-hati dan akan lebih baik memainkan segala dengan cantik.
" Pasti Biyung Sumi melakukan ritual di ruang bawahnya, aku harus masuk kesana, " Ucap Wardani
Wardani mengeser shofanya untuk membuka pintu bawah tanahnya, dan langsung turun lewat tangga yang panjang itu. Dengan perlahan-lahan sampailah di tempatnya.
Tempat pembakaran dupa, sesaji, boneka dan bunga yang masih tertata dengan tapi di mejanya, bahkan mantra yang masih terbuka di bukunya.
" Ternyata benar yang aku pikirkan semua ini ulah Biyung Sumi, mengapa dia melakukan ini semuan kepadaku, aku ini anak kandungnya kenapa dia tega seperti ini, aku harus mencari tau apa yang terjadi dan apa yang di sembunyikan Biyung dariku, " Ucap Wardani
" Aku harus segera pergi dari sini sebelum Biyung Sumi dan Abah pulang, " Ucap Wardani
" Abah ayo kita pulang, Wardani di rumah kita sudah cukup, " Ucap Biyung Sumi
" Iya ayo pasti Wardani sudah menunggu, beli oleh-oleh buat Wardani," Jawab Abah Warso
" Iya aku beli dulu, " Ucap Biyung
Wardani yang sudah sampai di atas dan merapikan shofa milik Biyung Sumi dan terasa capek mengangkat shofa sendiri, dan segera bersih diri untuk menghilangkan jejaknya.
" Ah capek sekali, aku harus segera bersih diri sebelum Biyung Sumi dan Abah Warso pulang, sebentar lagi pasti dia pulang, " Ucap Wardani
Biyung Sumi memberikan sebuah oleh-oleh yang banyak buat Wardani, agar Wardani suka dan bisa di bawa pulang ke Rumah Lurah.
" Sudah Biyung, sudah tidak ada yang ketinggalan," Ucap Abah Warso
" Sudah Abah, " Jawab Abah Warso
" Kalau begitu ayo kita mulai perjalanan pulang, " Ucap Abah Warso
Biyung Sumi dan Abah Warso dalam perjalanan pulang.
" Aku sudah bersih, tinggal menunggu Biyung Sumi dan Abah Warso pulang, " Ucap Wardani
" Aku harus menyiapkan makan buat mereka berdua agar kita sambil makan untuk bertanya kepadanya, " Ucap Wardani
Wardani menyiapkan makanan dan minuman di atas ruang makannya.
" Akhirnya kita sudah sampai di rumah Abah, " Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung, mari kita masuk rumah, " Jawab Abah Warso
" Sayang, Biyung datang, " Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung, kok bawaannya banyak sekali," Jawab Wardani
" Iya nie Biyung belanja buat kamu juga," Sahut Abah Warso
" Ya udah Terima kasih Biyung, Abah, ya sudah Biyung dan Abah bersih diri setelah itu makan sudah Wardani siapin, " Ucap Wardani
" Ya sudah Biyung dan Abah bersiap untuk bersih diri setelah itu kita makan bareng, " Jawab Biyung Sumi
__ADS_1
" Mbok tau Wardani, " Ucap Arya
" Tidak tau den, sehari Mbok tidak kelihatan den ayu Wardani," Jawab Mbok
" Paling di rumah Biyungnya, ya sudah lah aku kira dimana, " Batin Arya
" Ya sudah Mbok, Terima kasih, " Ucap Arya
" Sama-sama den, " Jawab Mbok
Wardani menyiapkan segala rencananya agar Mengerti gerak-gerik Biyung Sumi.
" Sayang, " Ucap Biyung Sumi
" Iya silakan duduk Abah, Biyung, " Jawab Wardani
" Abah mau makan apa, " Ucap Wardani
" Sudah nanti Abah ambil sendiri apan yang Abah inginkan, " Jawab Abah Warso
" Ya sudah, kalau Biyung, " Jawab Wardani
" Sama nanti Biyung ambil sendiri, " Jawab Biyung Sumi
" Bagaimana caranya aku bisa mengungkapkan rasa cintaku terhadap Wardani, aku harus secepatnya untuk mengungkapkan rasa ini aku sudah tidak tahan lagi menahan rasa ini, " Ucap Renaldi
" Ya sudah aku harus cari waktu yang tepat untuk mengungkapkan rasa ini, " Ucap Wardani
" Kenapa kamu mengalamun, " Ucap Biyung Maryam
" Aku belum berani bercerita Biyung karena aku takut jika Mas Trimoko bermusuhan dengan diriku, " Batin Renaldi
" Kalau begitu tidak apa-apa, kalau ada yang mau diceritakan Biyung akan mendengarkan apa yang mau di katakan, " Ucap Biyung Maryam
" Iya biar, pasti jika ada apa-apa Renaldi akan bercerita kepada Biyung, " Jawab Renaldi
" Ya sudah Biyung mau kesana dulu, aku tinggal ya, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung, " Jawab Renaldi
" Ayunda Ayo ikut aku ke rumah teman aku, " Ucap Biyung Maryam
" Oh Adinda mengajar saya, kalau begitu saya mau siap-siap dahulu, " Jawab Biyung Zubaidah
" Ya sudah aku tunggu du depan ya, " Ucap Biyung Maryam
" Siap Adinda, " Jawab Biyung Zubaidah
" Abah kami berdua izin mau kerumah teman ku untuk urusan arisan ibu Lurah, " Ucap Biyung Maryam
" Hati-hati di jalan, ya sudah sana berangkat, " Jawab Lurah
__ADS_1
" Iya Abah," Ucap Biyung Maryam
Biyung Maryam dan Zubaidah berangkat arisan ke rumah temannya.
" Enak sekali masakan kamu sayang, " Ucap Biyung Sumi
" Ini beneran masih asli seperti dahulu, memang jago sekali Puteri Abah, " Sahut Abah Warso
" Terima kasih, Abah dan Biyung masih suka dengan masakan Wardani, " Ucap Wardani
" Memang enak sekali dan tidak bohong," Ucap Biyung Sumi
" Iya benar apa yang di katakan oleh Biyung mu, " Sahut Abah Warso
" Apakah saat ini aku coba ceritain ke Biyung dan Abah aku ceritakan saja, " Batin Wardani
" Abah dan Biyung, Wardani mau bercerita kepada kalian berdua, " Ucap Wardani
" Cerita saja sayang, Biyung dan Abah pasti akan mendengarkan, " Jawab Biyung Sumi
" Begini, Akhir-akhir ini ada orang yang meneror Wardani Abah dan Biyung, siapa ya Wardani dibuat binggung dan ketakutan, jadi sampai Wardani terasa dikejar -kejar, " Ucap Wardani
Biyung yang berhenti makan dan merasakan takut dan kebingungan untuk menjawab, serta Abah yang kaget mendengarkan cerita Wardani.
" Apa sayang, aku baru tau kalau kamu cerita kepada Biyung, " Ucap Biyung Sumi
" Siapa ya yang tega dengan mu, " Sahut Abah Warso
" Yang tega itu kalian berdua, emangnya aku tak tau semua ulah kalian, " Batin Wardani
" Sabar ya sayang, Biyung selalu menjagamu, " Ucap Biyung Sumi
" Abah selalu mendoakan terbaik buat kamu, dan akan membantu mencari siapa yang berani meneror mu sayang, " Sahut Abah Warso
" Oke aku akan mengikuti permainan kalian," Batin Wardani
" Ya sudah teruskan makannya, tak dapat pikir nanti kita cari tau bersama," Ucap Abah Warso
" Iya sayang sudah teruskan makannya," Sahut Biyung Sumi
" Iya Aku terusin makannya, Terima kasih sudah mau dengarkan cerita Wardani, " Jawab Wardani
" Iya penting untuk di ceritakan, " Ucap Abah Warso
" Ya sudah Abah Biyung aku mau pulang ke rumah Lurah, takutnya di tunggu olehnya, " Ucap Wardani
" Iya sayang, Terima kasih sudah di siapkan makanan dan minuman, hati-hati di jalan, " Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung, " Jawab Wardani
" Abah ternyata kirim dari Biyung sampai juga kesana, baguslah, " Ucap Biyung Sumi
__ADS_1
" Iya Biyung tapi sekarang Biyung berhenti dan harus hati-hati, " Jawab Abah Warso
Wardani harus berhati-hati, serta mencari tau kenapa Biyung tega mengirimkan teror kepadanya.