
Setelah masalah turun ranjang selesai di setujui oleh Amir dan Wardani, maka keluarga lurah menyiapkan persiapan pernikahan.
Lurah yang tak rela harus menerima apa yang telah ibunya katakan, agar tidak ketahuan bahwa lurah memiliki hubungan dengan Wardani.
" Aku harus menyiapkan semua pernikahan buat Amir, sudahlah jika Wardani buka jodohnya Amir pasti akan gagal, " Ucap Lurah
" Ya sudah aku tenangkan diri saja dulu, yang penting aku tetap bisa bertemu kekasihku setiap hari di rumah sini, " Ucap Lurah
Amir bersiap untuk membuat sebuah kerajinan yang di buat oleh dirinya untuk tanda cinta kepada Wardani. Amir memang pintar dan mahir dalam membuat kesenian dengan skill tangannya.
Jerami yang sudah kering yang di beri berbagai warna yang disukai telah du kumpulkan serta sebuah bahan yang dibutuhkan, Amir melukis Wardani du dalam lukisan kerajinan dengan jerami tersebut. Dengan susah payah Amir harus memandang dan mengingat Wardani dalam melukisnya.
" Aku akan melukis calon istriku di papan ini dan aku berikan kepada Wardani, pasti dia akan suka, aku yakin dia akan terkejut melihatnya, " Ucap Amir
Amir sibuk dengan proses pembuatan lukisan dengan bahan jerami, dan tidak disangka Ibu Narni masuk kedalam kamar Amir.
" Wau kau mau melukis siapa ini, dengan jerami ini, begitu indah di setengah proses," Ucap Ibu Narni
" Iya Ibu, Amir sedang Melukis Wardani buat hadiah rasa cintaku kepadanya," Jawab Amir
" Sungguh cintanya kau dengan Wardani, iya berikan apa yang kau punyai dan buktikan bahwa kau serius kepadanya," Ucap Ibu Narni
" Iya Ibu, ini akan aku berikan kepada Wardani di saat waktu yang tepat, " Jawab Amir
" Iya, " Ucap Ibu Narni
" Mbok bagaimana sudah mendapatkan bahan untuk pernikahan Amir di dapur, apa ada yang sulit untuk mencarinya, " Ucap Biyung Maryam
"Siap Tuan, sudah beres untuk perlengkapan Tuan, tinggal tunggu di antar, " Jawab Mbok
" Baguslah Mbok, kalau begitu Mbok cari bunga yang akan di gunakan nanti, kau harus beli di pagi hari ya," Ucap Biyung Maryam
" Iya Tuan nanti saya akan memberi tahukan ke Tuan jika Mbok ambil Bunganya, " Jawab Mbok
" Ya sudah Mbok, saya tinggal, Wardani sudah kesini tadi, " Ucap Biyung Maryam
" Belum Tuan, mari, " Jawab Mbok
" Ya sudah Ibu keluar dulu, lanjutkan agar cepat selesai," Ucap Ibu Narni
" Iya Ibu, " Jawab Amir
Ibu Narni keluar dari kamar Amir dan kepapasan oleh Biyung Maryam.
" Hey Ibu, dari kamar Amir ya, " Ucap Biyung Maryam
" Iya, dari kamar Amir, " Jawab Ibu Narni
" Tadi Maryam sudah tanya semua apa yang di butuhkan sudah di siapkan Ibu, " Ucap Biyung Maryam
__ADS_1
" Syukurlah jadi kita tinggal cari kekurangan apa yang harus di butuhkan, " Jawab Ibu Narni
" Iya Ibu kalau begitu Maryam mau ke belakang untuk melihat persedian Lumbung padi apakah masih cukup atau kurang, " Ucap Biyung Maryam
" Lihatlah, jangan lupa bawakan makan buat Putri kamu yang kau pasung, " Jawab Ibu Narni
" Iya Ibu, mari, " Ucap Biyung Maryam
Biyung pun melihat dan membawakan makan buat sangat Puteri yang ia pasung.
" Abah katanya dari warga, Biyung dengar bahwa Amir akan turun ranjang terhadap Wardani," Ucap Biyung Sumi
" Apakah benar itu Biyung, " Jawab Abah Warso
" Belum tau untuk kebenaran, tetapi ini sudah ramai, pasti sebentar lagi ada kabar, kita tunggu saja Abah, " Ucap Biyung Sumi
" Iya Biyung, ini berita bagus, " Jawab Abah Warso
" Kabar bagus gimana Abah, bukanya lama sekali nanti waktunya, " Jawab Biyung Sumi
" Kita tidak tau jika ini rencana Wardani, kita juga tidak tau ini salah satu keuntungan buat kita, " Ucap Abah Warso
" Lama sekali sih, jadi aku sekarang harus mulai bersabar aku serahkan kepada Wardani, tetapi aku belum yakin sepenuhnya kepadanya, aku harus pantau, " Batin Biyung Sumi
" Biyung kenapa diam, " Ucap Abah Warso
" Aku kira ada yang salah, " Ucap Abah Warso
" Aku harus cari sesuatu buat bisa bertemu mbak Wardani di kamarnya, agar aku bisa meluangkan rasa kangen aku,Kira-kira apa ya, " Ucap Renaldi
" Aku coba ke pasar untuk mencari sebuah shal buat Mbak Wardani, pasti dia aka suka, " Ucap Renaldi sambil berjalan keluar rumah
Pasar begitu ramai Renaldi pun telah memilih shal buat Wardani, apakah Wardani menerima apa yang di berikan okeh Renaldi kepadanya.
" Aku sudah mendapat ini semua aku harus segera pulang dan aku berikan kepada Mbak Wardani, " Ucap Renaldi
Amir mulai selesai melukis, tinggal memberikan sentuan akhir agar lukisan terlihat indah, dan siap untuk di berikan ke Wardani.
" Lukisan sebentar lagi selesai, tinggal aku berikan hiasan agar lebih bagus, setelah itu aku antar ke kamar Wardani, aku tidak sabar untuk memberikan lukisan ini kepada Wardani kekasihku, " Ucap Amir
Tok.... Renaldi mengetuk pintu kamar Wardani.
" Siapa, " Ucap Wardani
" Ini aku Mbak, Renaldi, " Jawab Renaldi
" Oh iya sebentar, " Ucap Wardani
" Ada apa, apa ada yang Mbak bantu, " Ucap Wardani
__ADS_1
" Bolehkan aku masuk ke kamar Mbak, aku mau memberikan sesuatu kepada mu, " Ucap Renaldi
" Ini kesempatan aku untuk berdua dengan Renaldi, agar aku bisa menyuruh dia untuk menjalankan rencana aku, " Batin Wardani
" Oh iya boleh, silahkan, " Jawab Wardani
" Aku mau memberimu sesuatu, ini Terima, " Ucap Renaldi
Wardani membuka hadiahnya ternyata shal, Wardani pun langsung memakai serta Renaldi terasa bergairah melihatnya, Wardani mencoba untuk membuat Renaldi memeluknya.
Ketika Amir mau memberikan Lukisan kepada Wardani, Amir melihat Wardani dipeluk, Wardani langsung bermuka dua kepadanya.
" Apa yang kalian lakukan berdua di kamar ini, " Ucap Amir
" Mas Renaldi mencoba mau memperkosaku, " Sahut Wardani sambil mengeluarkan air mata
" Tidak kangmas, Renaldi hanya ingin
memeluknya tetapi dia menuduh ku, " Jawab Renaldi
" Diam kau kau sudah mau berbuat seenaknya kau tidak mau mengaku dasar lelaki hidung belang, " Ucap Amir dengan madah dan pukul Renaldi sampai jatuh
" Tolong...., " Ucap Wardani sambil keluar kamar
Renaldi pun membalasnya dengan marah karena perlakukan Kangmas Amir yang tidak mau mendengarkan dirinya, sehingga Renaldi tak sadar bahwa dirinya membawa pisau yang mengenai perut Amir hingga meninggal.
" Apa yang kau lakukan, Renaldi kau telah membunuh Amir, " Ucap Wardani
" Dasar pembunuh, kau Amir, " Sahut Ibu Narni dan lainnya
" Bukan Renaldi tidak bersalah, " Ucap Renaldi tang sudah kehilangan semuanya semua tidak percaya kepadanya
" Kau akan di hukum karena semua perbuatan kami Renaldi walaupun kau keluarga sendiri, karena kau bersalah, bawa di kesana dan hukum dia sampai mati, " Ucap Lurah
" Dasar kau wanita pengoda dan kau pembohong, " Ucap Renaldi
Wardani hanya menangis dan membalas senyum ketika Renaldi yang melihatnya.
" Hati-hati kalian semua, sama perempuan ini, perempuan itu setan dan akan menghancurkan keluarga kita, " Ucap Renaldi
" Diam kau, kau berbuat salahkah kepada Wardani, " Jawab Trimoko dengan marah
" Apa salah aku menagis dan aku berduka lagi, apa salah aku, " Sahut Wardani
" Sudah kau sabar ya, tenangkan diri, " Sahut Biyung Maryam
Renaldi pun di seret dan diarak di alun-alun, dan dihukum serta di hukum kejam, Renaldi tidak bisa membantu dan memberikan tahukan bahwa semua adalah Wardani yang merencanakan, Renaldi telah tiada.
-
__ADS_1