SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 74 AMARAH


__ADS_3

Setelah Wardani menerima Semua yang berada di rumah Lurah, Lurah Darso bhkan semua laki-laki yang tinggal di Lurah saling marah dan ingin mengajar beraduh kekuatan siapa yang berhak menerima Wardani.


Wardani tak menyangka akan menjadi seperti itu, perasan Lurah dan yang lainnya panas dan sangat terbakar.


Tidak rela ada yang memiliki Wardani.


" Semua sudah aku Terima, semoga mereka tidak kecewa ketika ada sesuatu yang terjadi kepadanya, " Ucap Wardani


" Apa yang terjadi jika aku sudah ada yang memiliki ku, apa yang akan mereka lakukan, " Ucap Wardani


" Aku harus menyakinkan agar mereka tetap percaya kepadaku, agar aku mudah untuk memasuki hati dan agar bisa menguasainya, " Ucap Wardani


Sarapan pagi di mulai semua berkumpul di ruang makan, dan saling membahas hal yang terjadi disetiap harinya.


" Semua sudah ada..," Ucap Biyung Maryam


" Kayaknya belum, Kakang Mas mana, " Ucap Amar


" Itu dia baru keluar dari kamarnya, " Jawab Biyung Maryam


" Kalian semua menungguku ya," Sahut Lurah


" Iya Abah, " Ucap Biyung Maryam


" Ya sudah silahkan, diteruskan makannya dan mulailah, " Jawab Lurah


Semua menikmati sarapan pagi dengan kebersamaan.


" Oh iya bagaimana kerjaan di perkebunannya, " Ucap Lurah


" Berjalan baik Kang Mas, kalau aku merasa cocok dan baik semua sudah Mendingan bisa, " Jawab Amir


" Kalau saya sangat suka karena saya bagian produksinya, jadi kita tinggal menyiapkan untuk di kirim Kang Mas, " Jawab Amor


" Kalau saya sangat mendingan karena baru mencoba hal yang baru dan bagian saya bagian kualitas jadi perlu belajar dan mencari caranya Kang Mas, " Jawab Amar


" Syukurlah kalau begitu kalian bisa belajar dan tekuni aja disitu tidak tau nanti kau akan sukses," Ucap Lurah


" Iya itu beneran yang di bilang Kang Masku, " Sahut Ibu Narni


" Wau bagus kalau kalian makin bisa dan mengembangkan Perkebunan, " Jawab Biyung Maryam


" Oh iya besok Renaldi bisa datang ke kantor Abah," Ucap Lurah


" Baik Abah, besok saya akan menemui Abah di kantor, " Jawab Renaldi

__ADS_1


" Oh iya Arya bagaimana rencanamu, apakah ada biar Abah memberikan kau bantuan, " Ucap Lurah


" Oh ada Abah, Arya fokus yang Arya kerjakan saat ini, Terima kasih atas tawarannya Abah, jika Arya perlu maka kan kasih tau ke Abah, " Jawab Arya


" Iya jika ada yang di perlukan jangan sungkan bilang ke Abah, jika sukses biasa membuat kebesaran saya di kampung sini, " Ucap Lurah


" Kebesaran yang salah, sebelum kau semakin menjadi kau akan hancur Lurah kejam dan sangat angkuh, tunggu permainan yang menarik, " Batin Wardani


" Hahaha ini suatu keberuntungan, Abah semakin memberikan kepercayaan kepadaku, aku akan memanfaatkan semua ini jika aku butuh, akan ku habiskan kekayaan ini, " Batin Arya


" Oh iya Kapan rencana kau mau mengenalkan pasangan mu ke Ibu dan kami semua, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Ibu sudah tidak sabar mendengarkan kalian mengenalkan atau hanya katakan nama wanita saja tak apa-apa, " Jawab Ibu Narni


" Iya Om kan kami juga penasaran, " Sahut Renaldi


" Paman ceritakan donk siapa calon kalian," Jawab Trimoko


Semakin ke sini, semakin mendesak agar Amir, Amor dan Amar berbicara siapa kah kekasih hatinya, Mereka ingin mengungkapkan semua kepada semua di meja makan.


" Aduh bagaimana ini, dia pasti akan memberitahukan bahwa aku kekasih mereka, tapi tak apa aku ingin dengan siapa yang berani mengucapkan, " Batin Wardani


" Aku ingin mengatakan kepada semua orang mumpung aku di ruang makan dan semua pada ngumpul, " Batin Amar


" Oh iya kalau begitu, Aku akan menceritakan siapa kekasih yang Om suka, " Ucap Amar


" Siapa Om, ayo buruan, " Sahut Renaldi


" Sebentar saya akan bercerita, Amar menyukai dia ketika Aku pertama bertemu dia sangat cantik dan memukau ku, dia cocok menjadi pasai Amar dan untuk ibu dari Anak-anak Amar, " Ucap Amar


" Siapa cepat lah, penasaran sekali, " Sahut Amir


" Kang Mas buruan tak sabar, " Jawab Amor


Semua saling menunggu jawaban sambil menikmati makan di mulut nya yang berisi makan terkunyah dengan giginya yang menjadi halus.


" Dia adalah Wardani, " Ucap Amar


Semua sendok Lurah, Trimoko, Renaldi dan yang lainnya terjatuh dan merasa sakit dan kaget mendengar ungkapan yang di katakan oleh Amar.


" Kenapa Abah dan yang lainnya ada yang salah, malah tidak kan Wardani juga belum menikah tak apa kan untuk menjalani ini, " Sahut Biyung Maryam


" Apa Wardani milih ku, " Batin Trimoko


" Kenapa dia bilang seperti itu apakah benar yang di katakan Amar," Batin Lurah

__ADS_1


Renaldi meninggalkan ruang makan dan menuju ke kamar di susul dengan Lurah.


" Saya mau ke kamar dulu Biyung Maryam, " Ucap Renaldi dengan kesal


" Abah mau kemana kok meninggalkan ruang tiba-tiba, Abah...., " Ucap Biyung Maryam


" Kenapa yang terjadi kepada mereka, " Ucap Ibu Narni


" Tak tau Ibu, aku jiga binggung, " Sahut Biyung Zubaidah


" Wardani milih aku, aku harus segera menemuinya, apa yang terjadi jadi, " Batin Amir


" Aku mau ke kamar dulu Ibu dan Ayunda, " Ucap Amir


" Beraninya Kang Mas Amar bilang begitu, Wardani milik aku, aku harus menemuinya, " Batik Amor


" Kenapa dia begitu ya Wardani, " Ucap Biyung Maryam


" Tak tau saya Biyung aku aja juga binggung kenapa mereka begitu, ya udah Wardani mau ke kamar dulu, " Jawab Wardani


" Ya sudah, " Ucap Biyung Maryam


" Bagus keren sekali kau Mas Amar, kau sangat membuatku bahagia, " Ucap Wardani


Lurah dan yang lain semua kecewa dan marah untuk itu mereka bertemu di waktu yang telah berjalan dengan baik, kebetulan tidak bersama di hari itu juga.


" Wardani, berhenti bagaimana aku sudah bilang ke Semua orang di sini, jadi aku bahagia sekali, " Ucap Amar


" Iya Mas kau sangat berani, aku suka dengan Perkataan Mas, ya sudah aku mau ke taman sebentar, " Jawab Wardani


" Iya, haha bahagia hatiku, aku hari ke kamar dahulu, " Jawab Amar


" Berhenti Wardani, Aku mau bertanya kepada mu, " Ucap Lurah dengan marah


" Apa Mas, " Jawab Wardani


" Kau berani memainkan hatiku, kau adalah milikku, kenapa kau diam ketika Adik ku mengatakan kau adalah kekasihnya, " Ucap Lurah


" Mas cemburu ya, harusnya Mas ****** marah ke saya, Mas aja gak berani bilang dan hanya pacaran gelap, makanya siapa cepat dia dapat, tapi tenang mas pacar aku, tapi mas harus buktikan dan rebut dari Adik mas, caranya mas yang tau, " Jawab Wardani


" Wardani berhenti, " Ucap Lurah


" Apapun terjadi Wardani harus menjadi kekasih ku, dan istrimu aku akan menikahi Wardani, " Ucap Lurah


Panas hati mereka semakin berani untuk melakukan dan nekat untuk mendapatkan cinta Wardani.

__ADS_1


__ADS_2