SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 125 TERBONGKAR


__ADS_3

Setelah kejadian itu Wardani memastikan serta siapa yang menjadi dalang semua ini, Ia menuju kebelakang untuk mencari bukti bahwa semua perbuatan manusia yang di sengaja untuk menghancurkan Tanam-menanamnya.


" Aku tidak boleh seperti ini, aku harus mencari tahu, iya aku ke tempat kejadian," Ucap Wardani


Wardani berjalan menuju ke belakang taman untuk mencarinya.sesampai disana Wardani dengan sibuknya mencari kesana kemari, bolak-balik mencari di sekitar situ, dan tak di sangka tujuan Wardani tinggal menuju kearah pot bunga mawar yang belum di lihat.


" Aku sudah cari kesana kemari, tidak ada yang aku temukan, tapi aku yakin disini pasti ada sesuatu alat yang dibuat untuk merusaknya tapi dimana, oh iya aku belum lihat di situ coba aku lihat disitu," Ucap Wardani


" Dan akhirnya aku menemukan juga, ini alat yang di gunakan oleh orang itu, jadi ini benar sudah ada orang yang mau merencanakannya, kemarin aku ingat Arya kemarin pernah bertanya soal rencana kita dan saat itu dia hanya untuk mengingatkanku, setelah itu aku tanya tentang soal permasalah ini dia aneh dan tidak mau tau biasanya dia yang lebih dulu membahas soal permasalah keluarga Lurah Darso tetapi itu itu tidak, semoga kecurigaanku ini salah," Ucap Wardani


Sontak mengetahui itu Wardani meninggalkan tempat itu, dia hanya bisa menduga bahwa kecurigaanku dia ke Arya semakin menjadi dan sedikit untuk tidak percaya, dengan gelisah Wardani berharap mendapatkan jawaban yang terbaik dikemudian hari nya.


" Sayang bagaimana keadaan kamu sudah membaik," Tanya Wardani


" Sudah membaik, kau harus ingat yang pernah aku katakan semua untukmu, jangan pernah untuk di langgar biar tidak terulang kepadaku, dan saat ini aku tidak beraktivitas dahulu ingin istirahat yang cukup dulu sayang," Jawab Lurah Darso


" Itu tentu, Aku juga tidak tau jika suatu terjadi seperti itu, awal kamu tidak memberi tahu ku jadi aku kita sudah, tapi kau tidak usah memikirkan itu sekarang sayang fokus untuk kesehatanmu," Ucap Wardani


" Sebenarnya aku tau tapi memang aku seng aja untuk membuatmu seperti itu, tapi soal untuk itu memang aku tidak tau, jadi ya itu yang terjadi, dasar Kakek bodoh," Batin Wardani


" Iya sayang, terima kasih ya, atas semuanya," Jawab Lurah Darso


" Iya sama-sama, ya sudah istirahat sana," Ucap Wardani


Ketika saat itu Biyung Zubaidah memasuki ruang kerja di rumahnya hanya ingin melihat ada suara apa di dalam nya, Biyung Maryam mulai termakam dengan perkataan yang pernah di ucap kan oleh Wardani yang menjadikan Biyung Maryam semakin curiga kepadanya. Dengan adu domba yang di lontarkan Wardani setiap bertemu dengan Biyung Zubaidah membuat dia semakin ingin tau.


" Seperti di ruang Abah ada suara, aku lihat suara apa ya," Ucap Biyung Zubaidah


Biyung Zubaidah memasuki ruang itu dan Biyung Maryam seolah saat itu tidak di sengaja melihat Biyung Zubaidah memasuki ruang itu, dan Wardani keluar serta melihatnya, Wardani mulai untuk memanasi Tinggal laku Biyung Zubaidah.


" Ananda dia masuk ke ruang an Abah, ada apa di masuk kesana," Ucap Biyung Maryam


Biyung Zubaidah melihat dan memeriksa apa yang ada di dalam ruang dengan teliti ternyata tidak ada sesuatu sehingga dia meninggalkan ruang Abah.


" Haha... Aku tidak akan mengadu domba kalian, tapi lihat sendiri Biyung Zubaidah masuk ke dalam ruang Abah, jadi kamu bisa memikirkan tentang itu, dan sekarang aku bilang begini bukan untuk memanas-manasi kamu tapi kamu bisa berhati-hati," Ucap Wardani dengan senyum


" Diam kau wanita setan, jangan pernah mengasutku aku tidak akan percaya," Jawab Biyung Maryam


" Ya sudah aku hanya bilang sebenarnya," Ucap Wardani

__ADS_1


" Ya sudah tidak ada apa-apa, aku segera keluar dari sini," Ucap Biyung Zubaidah dengan pelan-pelan


" Lihat saya dia keluar saja pelan-pelan dan sedikit curiga saja saya, ya sudah kenapa harus ngurus itu masih banyak yang lain, tapi kamu harus hati-hati ya Nenek Tau, hahaha..., " Ucap Wardani sambil mendekat di mukanya


Biyung Zubaidah berjalan meninggalkan ruangannya menuju ke depan rumah untuk melihat suasana di luar.


" Apa benar yang dikatakan Wardani itu aku lihat sedikit mencurigakan, apakah Ananda memang seperti itu, Aku harus cari tau, tetapi Aku harus berhati-hati dengan Wanita setan itu aku takut ini hanya suatu akal liciknya untuk membuatku memiliki permasalah dengannya," Ucap Biyung Maryam mengahampiri Biyung Zubaidah


" Ananda kau disini, sedang apa, " Tanya Biyung Maryam


" Oh Dinda iya Sedang me nikmati suasana di luar sini Dinda," Jawab Biyung Zubaidah


" Aku harus mencari bagaimana cara dia bercerita tentang tadi kepadaku," Batin Biyung Maryam


Biyung Maryam mencoba untuk mencari cara.


" Ananda tadi aku melihat sesuatu di kamar aku apakah di kamu kamu juga ada sesuatu, aku cari ternyata tidak ada pasti semua itu halusinasi ku, serta tadi Wanita setan itu mencoba menghasutku," Ucap Biyung Maryam


" Tidak Dinda kalau di kamar ku, tapi tadi Aku mendengar ada suara di ruang kerja Abah, aku beranikan dan sedikit penasaran jadi aku tidak sengaja melihat ternyata tidak ada jadi maafkan aku jika tidak berita dahulu ke Dinda, soal Wanita setan itu Dinda harus hati-hati aku saja juga, jadi aku harus hati-hati," Jawab Biyung Zubaidah


" Dari semua yang aku tanya seperti Biyung Zubaidah tidak ada niat itu, tapi mengapa aku sedikit curiga, dan apakah Biyung Zubaidah juga bisa bermuka dua kepadaku ya sudah lah, harus hati-hati," Batin Biyung Maryam


" Ya sudah Ananda nikmati saja, aku mau ke dalam untuk menjenguk Abah tentang kesehatannya," Ucap Biyung Maryam


Biyung Maryam meninggalkan Biyung Zubaidah untuk melihat keadaan Lurah Darso tentang kesehatannya yang terjadi kepadanya.


" Aku harus mencari tau lagi soal yang diucapkan oleh Wanita setan itu benar atau tidaknya, aku tidak boleh begini seperti sedikit menaruh curiga kepada Ananda, maafkan aku Ananda aku mencurigaimu," Batin Biyung Maryam


" Semoga Nenek Tau itu termakam semua omonganaku, jadi aku akan mudah membuat mereka saling berseteru,dan aku harus membuat Biyung Zubaidah berseteru dengan Biyung Maryam, tunggu permainan aku ini," Ucap lirih di lorong kamar sambil melihat Biyung Maryam masuk ke kamar untuk menjenguk Abah


Malam itu pun tiba, Arya pergi untuk menemui Biyung Sumi di dekat perkarangan rumahnya yang sepi, untuk memberitahukan semua rencananya dan melaporankannya kepada Biyung Sumi. Ketika Arya pergi dengan berhati-hati membuat Wardani curiga dan mulai untuk berfikir tentang semua itu, Wardani seolah membiarkan bahwa Arya keluar hanya untuk mencari udara bahkan dia pikir bahwa sudah perilakunya setiap hari untuk bergandang dengan Temannya.


" Aku harus bertemu dengan Biyung Sumi sekarang aku harus menceritakan semua yang terjadi di keluarga Lurah Darso," Ucap Arya berangkat


" Arya Malam-malam baru berangkat biasanya dia keluar sore dan pulang Malam-malam jika bersama tapi kenapa dia sedikit aneh," Batin Wardani


Arya berjalan menuju tempat yang sudah ditentukan setiap bertemu dengan Biyung Sumi.


" Biyung sudah ada disini, maaf Arya sedikit telat," Ucap Arya

__ADS_1


Pertemuan Arya dan Biyung Sumi yang nampak kecil sepertu lubang di suatu tembok yang terlihat oleh Wardani.


" Tidak apa, bagaimana kenapa kau ingin bertemu denganku," Jawab Biyung Sumi


" Aku mau menceritakan kepada rencana Arya sangat membuat keluarga Lurah banyak masalah, bahkan Lurah Darso juga kena terror hantu ritualnya karena rencana kita untuk menghancurkan Tanam-menanamnya Biyung dan sekarang Keluarga Lurah Darso mulai merasakan binggung setiap hari ada masalah disana," Ucap Arya


" Bagus kau harus terus melakukan sesuatu, agar dendam kita ini segera terselesaikan, dan kau akan segera menerima apa yang kau mau, menikahi Wardani yang selama ini mencoba menyembunyikan perasaanmu kepadanya," Ucap Biyung Sumi


" Iya Biyung, hahaha,.." Ucap Arya


" Apa rencana kamu untuk selanjutnya," Ucap Biyung Sumi


" Aku ingin membunuh Eyang Narni, tetapi aku mefitnah salah satu yang tinggal di sana," Jawab Arya


" Bagus gerakmu lebih cepat ditimbang Wardani," Jawab Biyung Sumi


Wardani seolah kaget mendengar itu sehingga mengijak sesuatu di sekitarnya yang membuat Arya dan Biyung Sumi mencoba untuk melihatnya.


Kelsek... Bunyi suara


" Aduh kenapa bisa begini, aku harus segera pergi dari tempat ini sebelum Arya mengechekku," Batin Wardani


" Bunyi apa itu, Arya lihat, " Ucap Biyung Sumi


" Bentar Arya coba untuk mengecheknya," Jawab Arya


Arya mengecheknya disana tidak ada apa hanya terdapat sebatang kayu yang sedang tergeletak di sana merasakan bawa Kayu tersebut rapuh terjatuh.


" Oh hanya Kayu yang rapuh," Batin Arya


" Cuma Kayu rapuh Biyung tidak ada apa-apa," Ucap Arya


" Ya sudah kalau begitu, kita sampai disini terus selidiki dan lakukan rencana kita dengan baik," Jawab Biyung Sumi


" Baik Biyung, " Ucap Arya


Mereka berdua meninggalkan tempat itu. Wardani tidak menyangka bahwa Arya dan Biyung Sumi bisa melakukan ini kepadanya, Wardani merasa kecewa atas semua perilakunya, berani menghianatinya.


" Ternyata mereka berani berbuat seperti ini kepadaku, mengapa kau seperti itu kepadaku, seolah kau hanya mempermaikan diriku, aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi," Ucap Wardani dengan menangis

__ADS_1


" Ternyata kau menaruh hatiku juga, tunggu apa yang akan aku lakukan kepadamu," Ucap Wardani


Wardani lansung pergi untuk kembali ke kediaman Lurah Darso.


__ADS_2