
Setelah kejadian itu membuat Laksono merasa tidak berdaya, Laksono yang hanya bisa menahan lipidonya yang menjadi-jadi, Laksono sangat suka dan tidak mau jauh dengan Wardani sehingga Laksono memberikan tawaran untuk menjadi selingkuhannya.
" Ah kenapa aku merasa deg-degan, terasa ingin keluar milikiku ini, tahan jangan begini kepadaku Wardani, berhenti untuk menggoda ku," Batin Laksono
" Kenapa kau berdiam diri, " Jawab Wardani
" Pasti kau terpesona dan tergoda denganmu bagus, setelah kau menjadi dekat denganku kau akan menjadi tumbal untukku," Batin Wardani
" Maukah kau menjadi selingkuhanku," Ucap Laksono
" Aku tidak habis pikir mengapa semua lelaki menyukaiku, karena dia akan menjadi tumbal untukku, haha, " Batin Wardani
" Apa Mas menjadi selingkuhan ku, " Jawab Wardani
" Kenapa kau menolaknya tau bagaimana, " Ucap Laksono
" Aku menerimamu, jadi kita bisa menjalin cinta secara sembunyi, " Jawab Wardani
" Benarkah itu, aku sangat senang mendengar semua yang kau katakan barusan, " Ucap Laksono
" Ia beneran lah mas masak aku bohong kepadamu, " Jawab Wardani
" Terima kasih Wardani, " Jawab Laksono
" Oh ia nanti mas pulang atau tidur semalam disini, " Ucap Wardani
" Aku bermalam disini karena aku capek setelah datang langsung pulang, tunjuan aku ke sini untuk menemuimu dan ingin lebih lama denganmu," Jawab Laksono
" Oh begitu, tak masalah ya sudah Wardani mau ke kamar dahulu setelah ini Lurah Darso pulang jadi aku harus siap di Kamar," Ucap Wardani
" Ohlah kalau begitu, silahkan, " Jawab Laksono
Perasaan Laksono begitu senang sudah mampu bertemu serta bermain cinta Kerala Wardani, apa jadinya jika suatu saat Lurah Darso mengetahui hubungan mereka.Laksono yang sangat berambisi untuk menjadi pendamping Wardani dan memiliki seutuhnya.
" Aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu wanita pujaanku, aku berharap suatu saat aku akan memilikimu selamanya hahaha," Ucap Laksono
Tak lama kemudian Lurah pun tiba dan langsung disambut dengan Wardani dengan mesra dan penuh dengan cinta, pandangan Laksono, kejadian itu membuat Laksono merasa sedih dan kecewa mengapa harus mereka yang bermesraan bukannya dirinya dengan Wardani, perasaan sakit dan tidak rela Teehadap Lurah Darso. Laksono marah berapi-api yang telah dirasa, tangannya yang sambil mengemgamkan menjadi satu rasa ingin memukul Lurah Darso, Laksono berpikir jernih dia harus mencari cara untuk mendapatkan Wardani, sehingga Laksono tidak gegaba mengambil keputusan, Laksono pergi agar membuat dingin emosinya serta menjauh dari pandangannya.
" Sayang aku sudah pulang, " Ucap Lurah Darso
" Muach, iya sayang bagaimana pekerjaannya tadi di kantor desa, " Jawab Wardani
" Banyak sekali pengaduan dari warga tapi sudahlah jangan dipikir memang warga kampung tak tau di utung, " Ucap Lurah Darso
" Dasar Lurah kejam, dari dulu sampai sekarang belum juga berubah, keluarganya banyak masalah dia tetap diam-diam saja yang penting dia bahagia, tunggu kau akan menyesal," Batin Wardani
" Kenapa bisa begitu sayang, sekarang bagaimana sudah di selesaikan masalah dengan Warga," Jawab Wardani
" Aku serahkan kebawahan saya sudah sayang, kau tau udah berpikir itu ayo kita ke kamar istirahat," Ucap Lurah Darso
" Ya sudahlah kalau begitu," Jawab Wardani
Biyung Maryam yang sedang menyiapakan hidangan untuk tamu special yang sedang bermalam di kediamannya itu, dengan senang Biyung memasakan menu yang sangat lezat kepadanya.
" Simbok nanti menu ini bisa di sajikan di meja makan ya, ini aku sudah masak menu spesial buat Laksono, jadi harus di hidangkan, oh ia jangan lupa juga Lupa nanti buat minuman ini secara fress bahan dan semuanya sudah aku siapa kan tinggal Simbok buat nanti saat waktu makan malam di mulai," Ucap Biyung Maryam
__ADS_1
" Baik Tuan nanti Simbok akan buatkan Minumannya. Kalau begitu Simbok ngerjakan apa lagi Ini Tuan," Jawab Simbok Darmi
" Sudah Simbok Darmi bisa istirahat dan bisa berkumpul dengan yang lain, untuk sekarang biar aku saja karena ada tamu dari Lurah Tedjo," Ucap Biyung Maryam
" Tapi malah Tuan yang repot, jangan biar Simbok Tuan," Jawab Simbok Darmi
" Tidak Mbok sudah sana, " Ucap Biyung Maryam
" Ia Tuan pareng," Jawab Simbok Darmi
Wardani yang keluar dari kamar, Laksono yang menunggunya untuk keluar dari kamarnya, untuk berdua bersamanya, Laksono harus berdua terus ssamasa dia dirumah itu, karena Laksono hanyalah waktu ini yang tepat untuk bertemu secara lama, karena Waktu yang sangat naik untuk berdua dan bertemu secara lama.
" Sayang aku selalu menunggumu disana agar aku bersamamu setiap saat, rasanya jika jauh maka aku dekat gak mau jauh denganmu, " Ucap Laksono
" Laki-laki ini memang sangat mencintaiku sepertinya, sebelum aku mengeluarkan ajian pemikat dia sudah suka sekali denganku, apa lagi aku berikan gunakan ajian aku pasti dia akan lebih suka dan tidak mau jauh dan tetap me milih aku, aku punya rencana untuk hal ini, hahaha terima kasih kau telah hadir membawa keberuntungan buat ku, " Batin Wardani
" Oh iya kah sayang aku juga, aku keluar karena sudah tidak nyamah dengan Lurah, " Jawab Wardani
" Beneran masak sih sayang, kalau begitu kita ke taman saja kita ngobrol disana bagaimana," Ucap Laksono
" Ya sudah ayo Sayang, kita tinggalkan Lurah Darso kita bersenang-senang," Jawab Wardani
Tidak disangka Biyung Maryam sedikit memberikan teguran kepada Wardani agar tidak seenaknya tetapi Laksono sedikit membantah dan Biyung Maryam hanya bisa berdiam dan seolah-olah untuk menutupi apa yang terjadi dalam keluarga Lurah Darso yang saat ini hancur.
" Wanita penggoda dimana-mana, ada yang baru di ambil juga tidak tau malu dan Murahan sekali, " Sindir Biyung Maryam
" Biyung kenapa Biyung bilang begitu apakah yang terjadi, " Jawab Laksono
" Tidak Laksono Biyung hanya bilang sekarang banyak perempuan merebut suami orang dengan cara keji, bahkan dia dia tidak tau malu," Ucap Biyung Maryam
" Ya semoga, hati-hati Laksono, " Ucap Biyung Maryam
" Dia ada di dekatmu Laksono aku takut kau akan menjadi budaknya untuk Melakukan apa yang dia mau,semoga kau tidak terjerumus dengannya," Batin Biyung Maryam
" Awas kau wanita tua, apa yang akan aku lakukan kepadamu," Batin Wardani
" Iya Biyung benar itu kau harus berhati-hati Laksono, " Jawab Wardani dengan lembut
" Ya sudah Biyung aku mau ke taman untuk menikmati suasana sore disana bersamamu Biyung Wardani, " Ucap Laksono
" Tidak tidak boleh dibiarkan aku harus menyuruh Paijo untuk mengawasinya," Batin Biyung Maryam
Dengan ada nya itu mereka untuk membatalkan untuk ke taman saat itu.
" Paijo aku berikan kau tugas sekarang taman belakang kotor kamu bisa bersihkan sekarang serta bunga-bunganya di sirami ya, " Ucap Biyung Maryam
" Baik Tuan, sendiko dawuh, " Jawab Paijo
" Dengan ini dia tidak akan mudah untuk menghasut Laksono bahkan aku bisa menyuruh Paijo menjadi mata-mata, " Ucap Biyung Maryam
" Sayang hari ini kita tidak jadi ke belakang, kita tunda nanti malam saja bagaimana, " Ucap Wardani
" Kenapa bisa begitu, " Jawab Laksono
" Pokok nanti saja aku harus menenui Lurah ada yang aku lupa tadi, jadi kita tunda tidak apakan, " Ucap Wardani
__ADS_1
" Ya sudahlah tidak apa yang penting nanti kita jadi bertemu, kalau begitu aku bersih-bersih dulu, nanti kita bertemu di ruang makan, " Jawab Laksono
" Iya sayang ya sudah, " Ucap Wardani
Wardani yang saat itu menunda untuk bertemu dengannya Ia mengetahui bahwa Biyung Maryam Melakukan sesuatu kepadanya, jadi Wardani harus berhati-hati bersama mereka berdua yang ingin menghancurkan Wardani bahkan untuk mencari cara untuk dia aduhkan kepada Lurah Darso atas semua perilakunya.
" Hahaha emangnya aku tidak tau nenek tua, pasti kau juga akan Melakukan sesuatukan, jadi aku harus main dengan baik dengan semua rencanamu, aku tidak boleh masuk dalam permainan koyolmu, buang rencanamu itu yang sudah bisa aku tebak nenek tua, " Ucap Wardani dengan sinis
" Ya sudah aku kembali ke kamar aku males bertemu dengan kakek tua, ya sudahlah daripada tidak ngapa-ngapain, " Batin Wardani
Waktu makan malam pun tiba, semua aneka menu telah siap tersedia di atas meja makan, menu yang sangat enak dan spesial Biyung Maryam masak untuk tamu.
" Wau masakannya begitu banyak sekali Dinda," Ucap Biyung Zubaidah
" Iya Ananda ini aku masakin spesial buat Laksono jadi kita harus memberikan hidangan yang enak dan lezat kepada tamu spesial kita, toh dia juga keluarga ternama kita dari Lurah Tedjo," Jawab Biyung Maryam
" Iya juga sih Dinda, ya sudah kita tunggu yang lainnya datang," Ucap Biyung Zubaidah
Arya,Biyung Zubaidah dan Maryam yang menunggu Lurah Darso dan Wardani serta Trimoko bersama istrinya keluar dari kamarnya.
" Laksono sini silahkan duduk, kita makan malam bersama, " Ucap Biyung Maryam
" Iya Biyung wau makannya begitu spesial dan enak sekali ini, " Jawab Laksono
" Iya donk ini aku masakin buat kamu tamu istimewa, " Ucap Biyung Maryam
" Terima kasih Biyung," Jawab Laksono
Lurah Darso dan Wardani pun keluar dari kamar, Wardani yang begitu muda cantik membuat Laksono semakin match cinta dan tak bisa menahan apa yang tertahan, melainkan Trimoko juga sangat tergoda penampilan Wardani saat itu.
" Abah, silahkan duduk, " Ucap Biyung Maryam
" Wau begitu cantiknya dirimu sayang, aku tidak bisa menahan ah, " Batin Laksono sambil tidak sengaja keluar
" Pasti dia terkesan denganku," Batin Wardani
" Sini wau begitu cantiknya kau Rani, Biyung tidak salah menjodohkan kamu dengan Trimoko, " Ucap Biyung Maryam
" Terima kasih Biyung, " Jawab Rani
" Sayang kau begitu cantik sekali, ah kau selalu membuatku terangsang, " Batin Trimoko
" Ya sudah semua sudah ngumpul silahkan menikmati makan malamnya," Ucap Biyung Maryam
Mereka menikmati makan malamnya dengan penuh keharmonisan, hingga selesai. Wardani yang saat itu sudah menunggu Laksono di taman belakang.
" Maaf telat biar tidak curiga terhadap kita berdua," Ucap Laksono
" Tak apa, mas kenapa kau selalu membelaku, karena kita juga salah dalam berhubungan," Jawab Wardani
" Karena aku sangat mencintaimu, kita sama-sama orang yang mencintai dalam keadaan salah tetapi bagaimana kita buat senang saja," Jawab Laksono
" Ya sudah kalau begitu, " Ucap Wardani
Mareka berdua menikmati malam berdua di taman belakang, apakah Laksono semakin mencintai Wardani dan apa yang akan di lakukan Laksono demi kekasih gelapnya.
__ADS_1