SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 71 TIGA BERSAUDARA


__ADS_3

Saat itu 3 saudara Lurah datang dari kampung sebrang yang sedang menempuh Tugas di lain desa, mereka pulang ke rumah Lurah.


" Hey Yunda, Ananda,apa kabar dengan kalian, " Ucap Amir


" Baik, kalian bertiga ke pulang kok tidak bilang-gilang, " Ucap Biyung Maryam


" Tadi mendadak Yunda, " Sahut Amar


" Tapi tak apalah, gimana lagi sudah sampai disini, " Jawab Amor


" Kakang Mas dimana, " Ucap Amir


" Dia lagi istirahat, kalau begitu kalian ke kamar dulu, nanti ketemu disaat penyambutan, " Ucap Biyung Maryam


" Iya jangan keluar dulu sebelum semua di siapkan, " Sahut Biyung Zubaidah


" Mbok siapkan kamar tiga untuk Saudara Abah ya, " Ucap Biyung Maryam


" Mari Den, " Ucap Mbok


" Kami bertiga ke kamar dulu ya Yunda, Ananda, " Ucap bertiga


" Iya silahkan, " Jawab Biyung Maryam


" Bik... Yang lainnya siapakan semua persiapan untuk penyambutan saudara Abah, dan yang lain siapakan kursi di meja tamu, " Ucap Biyung Maryam


" Baik Tuan," Jawab semua bawahan


" Ya sudah Ananda kita bantu yang lain saja yang kita bisa," Ucap Biyung Maryam


" Mari Ayunda," Jawab Biyung Zubaidah


" Siapa orang itu, kenapa mereka bertiga ke sini," Ucap Wardani


" Entah lah, aku mau ke sana, " Ucap Wardani


" Hey Wardani, " Panggil Biyung Maryam


" Waduh kayak seperti suara Biyung Maryam, Ada apa, Jangan-jangan dia tau kalau aku tadi mengintip dari situ, " Batin Wardani


" Wardani bisa bantu Biyung siapakan peralatan di meja makan dan menata yang indah, " Ucap Biyung Maryam


" Syukurlah ternyata tidak, hanya menyuruh untuk membantunya, " Batin Wardani


" Oh iya Biyung, mari kita kesana, " Jawab Wardani


" Oh iya ini ditata di sana, ini ditata disitu, oh iya wadah buahnya di taruh di tengah saja, " Ucap Biyung Maryam


" Begini Biyung, " Jawab Wardani


" Sip bagus, " Ucap Biyung Maryam


Para bibi dan mbok menyiapkan dan memasak makan yang enak dan banyak untuk penyambutan Saudara Abah, semua menata ruang makan dengan baik dan indah.


Melainkan Biyung Maryam dan Wardani yang menata di ruang tersebut.

__ADS_1


" Sungguh mewah dan besar sekali rumah kakang Mas, aku jadi ingin memiliki rumah seperti ini, bahan dan hiasan yang masih tradisional yang membuat hati ini suka dengan ukiran Jawa, " Ucap Amir di kamarnya


" Wau rumah kakang Mas, lebih besar dan bagus sekali, aku sangat suka, " Ucap Amor di kamarnya


" Memang hebat Kakang Mas, bisa membuat rumah yang begitu besar dan sangat luas sekali, memang kelas atas, " Ucap Amar di kamarnya


" Ya sudah, semua sudah siap tinggal menunggu hidangannya, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung, " Jawab Wardani


" Kalau begitu Wardani permisi mau ke taman belakang Biyung, " Ucap Wardani


" Iya, Terima kasih sudah membantu Biyung, " Jawab Biyung Maryam


" Sama-sama Biyung, " Ucap Wardani


Abah yang belum mengetahui atas kedatangan saudara Kandungnya yang dimana Abah sedang istirahat setelah selesai Ritual kemarin malam.


Abah istirahat untuk memulihkan tenaga dan kondisi tubuh yang lesu.


Wardani menuju ke taman belakang yang berbicara sendiri tentang Ritual kemarin malam.


" Mengapa Lurah hanya melakukan Ritual penyembahan saja, Kau lihat ketika bersama Raharja begitu banyak Ritual yang di jalankan, apakah Lurah masih menyembunyikan ritual yang lainnya, tapi aku harus senang karena aku sudah tau dari salah satu ritual itu, dengan aku masuk ke penganti Raharja pasti ada Waktu untuk mencari tau serta mengikuti apa yang Lurah Katakan agar tidak curiga terhadap ku, " Ucap Wardani


" Aku harus sabar, " Ucap Wardani


" Itu ada Wardani aku temui, " Ucap Renaldi


" Hay Wardani, " Ucap Renaldi


" Maaf menganggu waktunya, " Ucap Renaldi


" Tidak Mas, silahkan duduk, " Jawab Wardani


" Aku hanya ingin mengatakan sesuatu, kalau kalau tidak sibuk kita bisa ketemu ada yang aku katakan ke kamu, " Ucap Renaldi


" Iya Mas ditunggu saja ya, " Jawab Wardani


" Ya sudah kalau begitu hanya bilang itu aja, aku mau siap untuk acara nanti malam, " Ucap Renaldi


" Iya Mas, " Jawab Wardani


" Kalau begitu aku juga siap-siap deh, aku harus tampil cantik dan memukau, " Ucap Wardani


Wardani kembali ke kamar untuk menyiapkan acara nanti malam, Wardani harus tampil cantik di Cara penyambutan di rumah Lurah.


Abah yang mulai bangun dari istirahatnya segera untuk bersih diri dan memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Biyung Maryam.


Para simbok dan bibi menyiapkan semua makanan yang sudah matang di meja makan, dengan minuman serta bermacam makan telah tersaji di meja.


Makan ringan serta jajanan buat sendiri harus di hidangan.


Semua telah tertata di meja dan sudah siapa, menunggu Malam tiba, semua sibuk dengan Dirinya sendiri, karena semua sudah disiapkan pada bawahan yang berada di rumah.


Malam tiba, waktu makan malam juga siap dilaksanakan yang di bareng kan dengan Penyambutan, semua menuju ke ruang makan.

__ADS_1


" Abah silahkan duduk, Ibu silahkan, silakan Sayang, silahkan Renal, Arya, " Ucap Biyung Maryam


" Ananda, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Yunda, " Jawab Zubaidah


" Hari ini ada pesta apa makanan dan minuman begitu enak dan banyak sekali, " Ucap Lurah


" Ini hari spesial, sebentar lagi Abah akan mengetahui, " Ucap Biyung Maryam


" Jadi penasaran, " Sahut Trimoko


" Sabar, " Ucap Biyung Maryam


" Karena hari ini kita makan malam dan penyambutan saudara Abah, Amir, Amar dan Amor, " Ucap Biyung Maryam


" Apa mereka kesini, " Sahut Lurah


" Iya Abah, " Jawab Biyung Maryam


" Kakang Mas, " Sahut mereka berdua


" Kalian bertiga datang kok tidak bilang -bilang, " Jawab Lurah sambil memeluknya


" Ya sudah kalian duduk, " Ucap Lurah


" Oh iya Wardani mana, " Ucap Lurah


" Dia masih di kamar Abah sebentar lagi oastit kesini, " Jawab Biyung Maryam


Tak lama Wardani datang.


Semua terpukau...


" Wau Wardani begitu cantik, " Batin Renaldi


" Sayang kau cantik sekali, aku tak. Sabar ingin memelukmu, " Batin Lurah


" Pujaan hatiku, impianku, kau begitu memukau ku, " Batin Trimoko


" Wau wanita sempurna, Begitu cantik dan membuatku terangsang," Batin Amir


" Baru kali ini aku melihat wanita cantik yang membuat diriku gemetaran, " Batin Amor


" Siapa Nama wanita itu, sangat sempurna, terasa organisme ku mau keluar dengan sendirinya, aku mau jadi suamimu," Batin Amar


" Maaf tadi aku lagi ada keperluan, jadi saya telat, " Ucap Wardani


" Tidak apa-apa", Sahut Lurah


" Sudah duduk Wardani, " Jawab Biyung Maryam


" Ya sudah ayo di ambil makan kesukaan, " ucap Biyung Zubaidah


tiga saudara Lurah semua menaruh hati pada Wardani yang begitu cantik dan memukau, Matanya hanya tertuju kepada Wardani.

__ADS_1


melihat Wardani merasa dirinya cocok untuk menjadi suaminya, yang siapa menjaga dan selalu setia terhadap Wardani, Wardani yang mampu membuat hati saudara Lurah jatuh hati kepada dirinya.


__ADS_2