SUSUK ANOMAN

SUSUK ANOMAN
CHAPTER 77 KEMATIAN AMAR


__ADS_3

Esok pagi itu semua persiapan sudah di siapkan, undangan telah tersebar dan semua makan siap tersaji.


Sunduk mentul yang mengelilingi Sanggul, bunga melati yang tersusun rapi yang menghiasi kanan kiri, pola hitam yang berhias di dahi, merah bibirnya, dan baju serba emas serta balutan tapih yang menghias Wardani, Wardani tampak cantik mempesona.


Sedangkan blangkon emas serta bunga bahkan pin bunga yang berhias di kepala Amar, baju emas serta tapih yang berhias di kakinya, bahkan tak akan lupa keris dengan bunga yang berhias di belakang punggung Amar. Tampil dengan gagah dan tampan.


Trimoko sangat marah mendengar pernikahan Wardani, dia harus menerima kabar seperti ini ketika ia mendapatkan tugas di sana, disaat ia pulang ingin melepaskan rindu dan kasihnua terhadap Wardani yang di sambut dengan pernikahan sang wanita yang di cintainya.


" Aku tak akan rela kau menjadi suami dari pamanku sendiri, aku akan merebutnya suatu nanti, " Ucap Trimoko


" Akulah salah satu calon yang cocok denganmu, tidak ada yang lain, " Ucap Trimoko


" Abah sudah siap ayo kita berangkat sebelum ada yang curiga kepada kita, masak pernikahan anak sendiri tidak datang tepat waktu, omong orang, " Ucap Biyung Sumi


" Iya biar terasa seperti anak sendiri, ayo Abah sudah siap, " Jawab Abah Warso


Mereka berdua berangkat ke rumah lurah untuk mendatangi undangan darinya.


Wardani takut akan hilangnya keperawatannya karena itu semua untuk orang yang Wardani cintai yaitu Mas Hartono si ustad yang selalu membantunya.


" Aku akan segera menyelesaikan ini semua dan aku agar segera bisa memberitahukan kepada siapapun yang aku cintai dan sayangi, " Batin Wardani sambil di rias


Lurah menemui Wardani disaat riasan sudah selesai.


" Ningsih ayo buruan kita datang ke pernikahan Wardani, tidak tak sabar datang di acara sahabat baru kita, " Ucap Suwarni


" Iya ini udah siap, ayo buruan, " Jawab Ningsih


Ditengah perjalanan Ningsih dan Suwarni bertemu dengan Mas Hartono yang juga mau berangkat ke pernikahan Wardani.


" Assalamu'alaikum Wr Wb, " Ucap Hartono


" Waalaikumsalam Wr wb, Mas Hartono, mas juga kesana, " Jawab bersamaan


" Alhamdulillah ya, mari kita berbarengan, " Ucap Hartono


" Mari Mas, " Jawab Ningsih


" Sudah selesai meriasnya," Ucap Lurah


" Sudah Tuan, " Jawab perias


" Tinggalkan kami berdua, " Ucap Lurah


" Baik Tuan, " Jawab perias


" Sayang kenapa kau terima lamaran adik aku, aku sangat mencintaimu, ketika aku mendengar ini semua aku terasa rapuh, " Ucap Lurah


" Kenapa kau menyalahkan dirimu, salahkan kamu kau lama hanya mengantungkan diriku, bukan salah aku menerima Amar untuk jadi suamiku, karena siapa yang berani cepat dia aku Terima, kan kamu juga bisa main berdua di belakang Amar, susah amat sih, " Jawab Wardani


" Tapi akan beda rasanya Sayang, aku tidak akan rela, " Ucap Lurah


" Sudah Terima saja, toh juga bisa bertemu setiap hari, sudah keluar nanti ada yang tau kamu kena Marah, " Jawab Wardani


" Sayang jangan kau begitu, " Ucap Lurah


" Keluar sebelum Biyung kesini dan tau jika kau menganggu ku, " Jawab Wardani


Akhirnya Lurah keluar dari kamarnya.


" Selamat datang Biyung Sumi, silahkan masuk, " Sambut Biyung Maryam


" Iya Biyung, acaranya Sederhana tetapi tetap istimewa, " Jawab Biyung Sumi


" Sudah Biyung Biasa saja, " Ucap Biyung Maryam


" Oh iya boleh aku menemui Wardani, " Jawab Biyung Sumi


" Tentu boleh, nanti biar dayang untuk mengantarkannya, " Ucap Biyung Maryam

__ADS_1


" Dayang tolong antar Biyung Sumi ke kamar Wardani, " Ucap Biyung Maryam


" Baik Tuan, Mari, " Jawab Dayang


" Abah silahkan mencari tempat dan seenak Abah aku mau ke kamar Wardani dulu, " Ucap Biyung Sumi


Semua orang sudah mencari tempat, menikmati hidangan serta berdatangan para tamu.


" Ini kamar Wardani, " Ucap Dayang


" Terima kasih, " Jawab Biyung Sumi


Tok... Ketuk pintu


" Silahkan masuk, " Ucap Wardani


" Biyung, " Ucap Wardani


" Iya selamat ya atas pernikahan mu, tapi jangan kau lupa dengan apa yang mereka buat kepada kita, " Jawab Biyung Sumi


" Tentu Biyung, sabarlah dan serahkan kepada Wardani, " Ucap Wardani


" Aku coba sabar Tapi rencana begitu lama, aku tak sabar, " Batin Biyung Sumi


" Terserah kamu, yang penting kau jangan lupa dengan dendam kita, " Ucap Biyung Sumi


Pak Penghulu pun datang dan siap menunggu calon pengantin untuk akad nikah. Biyung Maryam menjemput Wardani di kamar.


" Permisi ayo kita keluar semua sudah siap, mari Wardani dan Biyung, " Ucap Biyung Maryam


" Iya mari, " Jawab Biyung Sumi


Wardani yang berjalan bersama,Wardani yang di impit oleh Biyung Sumi bagian kanan dan Biyung Maryam bagian kiri, berjalan seirama beralun yang begitu anggun dengan riasan yang nampak bagaikan ratu.


Kecantikan Wardani yang memancar berkah Susuk dan aura kecantikan yang tak akan pernah hilang, membuat para lelaki yang datang saling kesemutan keluar apa yang ia punya dari alat kelamin yang, bahkan Hartono pun beristighfar karena ia juga berdoa secara tidak sengaja keluar sendiri.


" Wau ahhh enaknya, " Batin Renaldi


" Aku tak sabar untuk memilikimu, ahh, " Batin Amar di tempat penghulu


" Ahhh wanita cantikku, " Batin Amir dan Amor


" Astagfirullah Maaf aku ya rabb, aku telah tergoda, begitu cantik wanita itu, " Batin Hartono


Serta semua lelaki kegirangan dan sikap dan pulatnya dengan gayanya mereka.


Wardani melihat Hartono dari kejauhan yang ingat dan ingin mengatakan cinta kepadanya yang masih belum bisa bercerita.


" Mas Hartono yang pernah aku siakan, yang menaruh hati padaku, ternyata sekarang aku menyukai mu mas, apakah kau masih menyukai ku, " Batin Wardani sambil berjalan menuju tempat akadnya


" Andaikan Wardani yang buruk rupa itu masih ada pasti aku sudah jatuh cinta dan akan menikahnya, tapi aku akan selalu mencintaimu dan mengingatmu, " Batin Hartono


" Ahhh kamu begitu cantiknya, badanku terasa bergemetaran bahkan terasa ingin kelaur dari kelaminku ini, ahh keluar sekali ahhh tak mampu menahan nya, " Batin Trimoko


Wardani telah sampai di akad, akad dimulai.


" Sah" Kata penghulu yang din sahut oleh saksi, pernikahan sudah resmi.


Dilangsungkan dengan syukuran setelah acara akad, sampai di sore hari.


Semua para tamu dan undangan pulang berbondong-bondong untuk pulang, acara telah selesai.


Malam hari yang di sambut dengan bulan yang bersinar dengan terang, serta angin yang berseributan membuat rangsangan Amar yang tak sabar untuk membuat bahagia Wardani, yang terasa tak tertahan.


" Sayang kita sudah menjadi suami dan istri, mari kita menikmati malam ini, agar segera kita dapat momongan, " Ucap Amar


" Iya Mas, aku siap dulunya," Jawab Wardani


Wardani tampil bergitu cantik dengan balutan baju yang transparan untuk melihat seberapa mata keranjang Amar.

__ADS_1


" Wau sayang kau begitu cantik sekali aku tak tahan ini, " Ucap Amar sambil menghampiri


" Terima kasih mas, " Jawab Wardani


" Sudah siap, " Ucap Amar sambil menyosor Wardani


Tapi Wardani mengelak dengan tangannya.


" Tunggu dulu, jangan Cepat-cepat sabar, " Jawab Wardani


" Yah Aku sudah tidak sabar," Ucap Amar sambil di dorong Wardani ke kasur


" Dasar semua mata keranjang semua keluarga kamu, " Batin Wardani


Wardani menaiki amar dan Amar memasukan alatnya ke dalam ******** Wardani, belum masuk hanya masih di daun ******** Wardani, racun *********** itu sudah menyebar ke tubuh Amar, Amar berteriak kesakitan yang amat, dan Wardani langsung bangun hingga bersegera merapikan semua yang terjadi, Wardani berteriak memanggil semua yang ada di rumah.


" Tolong... Tolong..., " Suara Wardani minta tolong


Semua menuju ke Dalam kamar Wardani.


Terikan sakit Amar mulai memilih dan lemas hingga pucat.


" Apa yang terjadi, " Ucap Biyung Maryam


" Tidak tau Biyung ketika kami mau menikmati malam pertama sebelum main, Mas Amar sudah berteriak aneh, " Jawab Wardani


" Sudah keluar semua biar Amar istirahat, aku tinggal, besok biar mantri ke sini untuk mengechek kesehatan nya, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Biyung Maryam, " Jawab Wardani


Amar pingsan dan tak berdaya. Keesokan harinya Mantri datang untuk Mengecheknya.


" Bagaimana Mantri, apa yang terjadi kepada Amar, " Tanya Ibu Narni


" Amar tidak apa, hanya kecapekan serta terdapat racun yang masuk di dalam dirinya entah racun rokok yang dia hisap sudah terlalu lama, yang menyebabkan Dirinya lumpuh dan sulit untuk berbicara, " Jawab Mantri


" Apakah bisa di sembuhkan, "Sahut Biyung Maryam


" Minum obat serta rutin untuk merawatnya, percaya pasti akan sembuh,saya pamit, " Jawab Mantri


" Terima kasih, " Ucap Ibu Narni


" Ya sudah Wardani kami tinggal, jaga dan sabar ya, ayo kita keluar, " Ucap Biyung Maryam


" Iya Terima kasih semuanya, " Jawab Wardani


Amar siuman dan memcoba berteriak dan lari, Wardani membalasnya dengan sinis dan jawaban yang manis terhadapnya.


" Kenapa sayang, mau berbicara dan beri tau kepada semuanya, tidak akan bisa sebantar lagi kau akan mati, " Ucap Wardani


" Aku tertipu oleh kecantikanmu, ternyata kau penjahat yang mau membuat keluarga ku hancur, ahh begitu karena mu, " Batin Amar


"Mau kasih tau apa, mau kasih tau bahwa aku jahat, benar aku jahat, semua aku lakukan demi kamu sayang, demi dendam dan sikap keluarga Lurah yang sangat kejam, apalagi semua sama saja mata keranjang sama seperti mu, " Ucap Wardani


" Apakah ini semua karma dan balasan untuk keluarga ku, jika memang benar, ampunilah, tolong jangan kau ambil aku secara begini, " Batin Amar dengan meneteskan air mata


" Jangan menangis sayang, gak sakit kok hanya sedikit lagi kau akan meninggal," Ucap Wardani


Tak lama kemudian Amar kejang.


Tolong.... Teriakan Wardani


" Ada apa Wardani," Ucap Biyung Maryam


" Mas Amar kejang Biyung, bagaimana, " Jawab Wardani


" Amar kenapa yang terjadi kepada mu, " Sahut Ibu Narni


Semua panik dan bingung, akhirnya Amar menyembuhkan nafas terakhir. Tangisan semua mulai keluar. Dan tangisan yang amat keras yang di rasakan Ibu Narni.

__ADS_1


__ADS_2